APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Not a Stuntman!

Not a Stuntman!

Alin Arshavina terpaksa menggantikan kakak tirinya, Friska, untuk menikahi Evano Xander yang dikenal kasar. Pernikahan mendadak ini terjadi karena Friska kecelakaan tepat di hari sakral tersebut. Evano, asisten pribadi CEO yang sinis, menganggap semua wanita hanya mengejar harta. Saat Friska pulih dan menuntut posisinya kembali, Alin terjebak dilema. Meski ingin setia pada komitmen sekali seumur hidup, sikap buruk Evano dan gangguan Friska terus menguji keteguhan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di tengah ratusan makam umat manusia, seorang wanita muda sedang terisak di depan pusara yang masih basah. Tangisnya terdengar begitu memilukan, sesekali ia menyebut kata ‘papa’ dengan lirih. Mengusap-usap papan nisan yang bertuliskan nama ‘Firman’ itu.

“Sudahlah, Alin! Tidak usah lebay, papamu itu memang sudah pantas mati. Hidup pun tidak berguna, hanya akan menyusahkan saja.” Heera berkata dengan pedas.

Ucapan Heera sangat melukai perasaan Alin. Laki-laki yang dimaki itu adalah orang yang paling berharga bagi Alin.

“Kenapa tante berbicara seperti itu? Yang meninggal ini papa aku tant, papa kak Friska juga. Suami tante!” ucap Alin dengan suara serak.

Sejak Firman dinyatakan meninggal, Alin tak henti-hentinya menangis. Ia benar-benar sudah tidak memiliki sandaran dalam hidup. Pertama, sang mama yang hilang tanpa kabar berita sejak ia berusia 7 tahun. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan mama Alin—Nuri sampai saat ini. Kini, sang ayah juga pergi meninggalkan Alin selamanya. Rapuh! Itulah yang dirasakan oleh Alin sekarang.

“Papa sudah bangkrut. Jadi tak ada gunanya hidup,” sahut Friska yang sibuk memerhatikan kukunya.

“Kalian memang manusia tidak punya hati, apa hanya harta yang ada di dalam benak kalian?” sergah Alin.

Alin tidak terima orang yang ia sayangi dihina oleh orang lain. Terlebih lagi oleh keluarga sendiri.

Alin dan Friska merupakan saudara tiri, sedangkan Heera adalah ibu tiri Alin.

“Jangan sok suci kamu! Semua orang butuh uang untuk bertahan hidup,” hardik Heera.

“Biarkan saja dia di sini, Ma! Lebih baik kita pulang,” ajak Friska.

Mereka meninggalkan Alin seorang diri, ntah bagaimana ia akan pulang nanti.

Hampir satu jam Alin duduk menatap kosong gundukan tanah itu, ia masih belum percaya sang papa tidak lagi ada di dunia.

Saat matahari mulai turun, Alin berpamitan pada papanya. Ia berusaha untuk mengikhlaskan agar Firma bisa tenang di alam sana.

“Assalamualaikum!” Langkah Alin terhenti ketika mendapati dua orang laki-laki berbeda usia sedang bergabung dengan kakak dan tantenya.

Tak ada yang menjawab salam Alin, dua orang pria asing itu malah fokus memerhatikan Alin dari atas ke bawah.

“Kamu siapa? Kenapa sangat mirip dengan Firman?” tanya pria paruh baya.

“Saya Alin, Om. Salah satu putri papa,” jawab Alin sopan.

Sok manis banget, sih. Batin Friska.

“Mari duduk!” ajak Riga.

Alin memilih duduk di sofa single yang berada di antara mereka.

“Tuan ada keperluan apa kemari?” tanya Heera mengalihkan pandangan Riga.

“Sebelumnya saya minta maaf, jika yang saya sampaikan nanti kurang berkenan.

“Namun, apa yang akan saya katakan merupakan janji kami dulu—

Riga menjeda ucapannya, ia menelisik satu persatu ekspresi para wanita itu.

“Saya dan Firman pernah berjanji untuk menjodohkan putra-putri kami setelah dewasa,” lanjut Riga.

Mendengar penuturan Riga, Heera dan Friska saling pandang. Mereka seperti mendapatkan angin segar untuk mempertahankan predikat orang kaya.

Mereka dapat memastikan jika pasangan ayah dan anak di hadapan mereka merupakan orang terpandang. Apalagi, Friska sejak awal sudah tertarik pada putra Riga. Meskipun terlihat dingin, ia begitu memesona di mata Friska.

“Saya tidak keberatan, Tuan. Bila perlu pernikahan dilaksanakan segera,” jawab Heera antusias.

Dasar gila harta! hardik Evano—putra Riga dalam hati.

Riga hanya tersenyum tipis, “Maaf nyonya! Tapi putri anda ada dua, siapa yang akan dinikahkan dengan putra saya, Evano?”

Riga sangat berharap Alin yang akan menikah dengan Evano. Meskipun baru kali ini bertemu dengan putri-putri dari sahabatnya itu, Riga dapat menilai Alin jauh lebih baik dari Friska.

“Jelas Friska lah, Tuan!” cetus Heera merangkul sang anak.

Mendengar jawaban Heera, Alin hanya diam saja. Ia juga tidak berharap menikah karena perjodohan. Alin memiliki mimpi bisa menghabiskan sisa hidup dengan pria yang mencintai dan menerima ia apa adanya.

“Kenapa tidak Alin?” tanya Riga.

“Anak saya hanya Friska, Tuan. Dia hanya anak Firman dengan selingkuhannya,” tuduh Heera menunjuk Alin.

Sontak Alin mendongakkan kepala. Sang mama tidak melakukan apapun, tapi Heera dengan tega menuduh begitu.

“Maaf, Tante! Tolong jaga ucapan, Tante!” ujar Alin meredam kekesalan.

“Apa yang dikatakan mamaku benar! Mamamu itu telah merebut papa dari kami,” timpal Friska menyetujui ucapan Heera.

“Jangan keterlaluan, Kak! Tante Heera sendiri yang meninggalkan papa.

“Jadi, jangan lancang memfitnah mamaku,” bantah Alin.

Beberapa detik suasana hening. Sampai Alin kembali berucap, “Sepertinya saya tidak ada kepentingan di sini. Kalau begitu saya permisi!”

Alin beranjak meninggalkan ruang tamu. Ia tidak ingin mendengar lagi tudingan buruk yang diucapkan Heera dan Friska tentang Nuri.

“Lihat, Ma! Tidak punya sopan santun,” sindir Friska memanas-manasi.

“Kamu benar! Mungkin karena tidak ada ibu yang mengajari, dia menjadi seperti itu!”

Alin tetap melangkah, ia tidak ingin termakan perkataan kakak dan ibu tirinya itu.

Riga mengikuti langkah Alin dengan sorot mata iba, ia percaya pada perkataan Alin. Entah mengapa Riga merasa Heera dan Friska berusaha memojokkan gadis malang itu.

“Eh. Maaf, Tuan! Pembicaraan kita terganggu. Jadi, kapan Friska dan nak Evano menikah?” tanya Heera.

“Pernikahan akan diadakan dua minggu lagi. Nyonya dan nak Friska cukup duduk tenang, biar saya yang handel semua persiapan.”

Mereka mengangguk senang, impian mereka tetap menjadi orang kaya akan segera terwujud.

“Kalau boleh tahu, nak Evano kerjanya apa?” tanya Heera penasaran.

Sejak datang ke rumah mereka, Evano tidak sekali pun mengeluarkan suara. Hanya Riga yang terus berbicara.

“Dia asisten pribadi CEO di Aditama corp,” bukan Evano yang menjawab, tapi Riga.

Ternyata dia hanya asisten. Kata hati Friska.

“Kalau tuan sendiri?” tanya Heera lagi.

“Apa kalian pernah mendengar Xander hotel’s?”

“Siapa yang tidak mengenalnya, Tuan. Seluruh dunia juga tahu,” puji Heera.

“Anda terlalu memuji, Nyonya. Saya pemilik hotel tersebut,” tutur Riga.

Friska dan Heera menganga tidak percaya. Pemilik hotel yang telah membuka cabang di setiap penjuru dunia duduk bersama mereka. Lebih-lebih sebentar lagi Friska akan menjadi bagian keluarga sultan itu.

“Anda tidak bergurau ‘kan tuan? Lalu, kenapa nak Evano hanya menjadi asisten CEO?” tanya Heera memastikan.

“Hehe. Untuk apa saya bergurau, Nyonya. Evano menjadi asisten adalah pilihannya, saya tidak ingin memaksa dia melakukan apa yang tidak diinginkan,” jelas Riga.

“Tapi, semua diwariskan pada nak Evano ‘kan, Tuan?”

Evano setengah tersenyum, Benar-benar keluarga matre. Batin Evano.

Hal ini yang dibenci Evano ketika berhubungan dengan wanita. Ia menganggap semua kaum hawa sama, mendekati laki-laki hanya sebatas harta. Tidak ada yang tulus dalam menjalin hubungan.

“Tentu, Nyonya! Evano putra saya satu-satunya,” jawab Riga tersenyum miris.

Ia teringat pada seseorang yang memiliki sifat persis seperti Heera.

Bersambung ...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA TERLARANG DI BALIK LAYAR
8.0
Seorang bintang film papan atas terjerat asmara tersembunyi dengan sutradara muda jenius yang telah berkeluarga. Di tengah gemerlapnya industri hiburan, hubungan rahasia mereka dibayangi ketegangan dan intrik berbahaya. Meski berusaha keras melindungi reputasi serta karier profesional masing-masing, godaan gairah yang membara membuat mereka sulit berpaling. Inilah kisah perjuangan cinta yang penuh risiko di balik kemegahan layar lebar.
Sampul Novel DILEMA CINTA SEGITIGA
9.3
Marlon dan Sarah menjalani pernikahan yang hanya berlandaskan urusan bisnis semata. Di balik itu, mereka memiliki pasangan rahasia masing-masing. Sarah sebenarnya berniat menjatuhkan reputasi Marlon demi perceraian kilat, namun ia justru mulai merasa cemburu melihat kemesraan Marlon dengan Natalia. Kini, Marlon terjebak dalam situasi rumit karena istri dan kekasihnya sama-sama enggan melepaskannya. Ia pun bimbang harus memilih siapa di antara mereka.
Sampul Novel Fallin Love With Jerk Billionaire
7.8
Thania Moran, gadis kaya yang naif dan ceria, mendapati hidup sempurnanya berubah saat bertemu Zachary Devon. Zach adalah pengusaha muda sukses di Amerika yang berhati dingin dan memandang rendah wanita. Meski awalnya saling benci, Thania jatuh hati pada sosok berbahaya itu. Ketegangan memuncak ketika Thania dijodohkan oleh orang tuanya dengan cinta pertamanya sendiri. Di sisi lain, pesona tulus Thania berhasil menaklukkan Zach yang selama ini dikenal sebagai playboy angkuh.
Sampul Novel Gairah Nakal Sang Billionaire
8.5
Raisa Aquila Nazara, wanita cantik berusia 25 tahun, terjerat dalam skema jahat Helena, ibu dari kekasihnya sendiri. Jebakan itu membawanya berakhir di satu kamar dengan Raka Mirza Bramantyo, CEO tampan berumur 27 tahun yang dikenal sebagai seorang player. Setelah malam tak terduga itu terjadi, Raisa harus menghadapi kenyataan pahit atas apa yang mereka lakukan. Akankah insiden memalukan ini menjadi akhir segalanya atau justru awal hubungan baru bagi mereka?
Sampul Novel Kupu-kupu Sang Miliarder
9.2
Niela tinggal di pesisir Jakarta yang penuh gemerlap malam. Meski sering dipandang rendah, ia selalu menjaga kehormatannya hingga desakan sang ibu memaksanya terjun ke dunia terlarang. Langkah ini mempertemukannya dengan Darren Alvaro Prayudha, seorang miliarder ternama. Darren menawan Niela demi menyangkal perasaan cintanya yang muncul seketika. Hubungan rumit ini justru menyingkap jati diri Niela yang misterius. Akankah Darren berani jujur pada hatinya?
Sampul Novel Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya
8.0
Pasca dikhianati dan dijebak dalam cinta satu malam, Alisa kembali ke kotanya membawa anak kembar. Ia bekerja di bawah Marvin, CEO brilian yang ternyata menjalani kehidupan ganda sebagai Primus untuk menyembunyikan jati dirinya. Takdir menjadi rumit saat Alisa menyadari Primus adalah pria dari masa lalunya. Kini ia terjepit di antara dua identitas pria yang sama. Akankah rahasia Marvin terbongkar? Bagaimana reaksi sang CEO saat tahu ia sudah memiliki dua anak?