APKDock Logo
Sampul Novel (NOT) Your Ordinary Lab Girl

(NOT) Your Ordinary Lab Girl

8.3 / 10.0
Meha, asisten lab mikrobiologi di Universitas Elephas, mendadak jadi tersangka pembunuhan berantai karena mayat ditemukan di tempat kerjanya. Bersama rekannya, Remi, mereka terjebak fitnah dan konspirasi politik kampus yang pelik. Demi membersihkan nama baik dan kelanjutan studinya, Meha terpaksa turun tangan memecahkan misteri tersebut. Namun, keberhasilannya justru memicu kasus baru, seolah ia adalah magnet bagi para pembunuh yang haus untuk diungkap aksinya.

(NOT) Your Ordinary Lab Girl Bab 1

“Kau! Pelakunya!”

Tanganku menunjuk seseorang yang begitu aku kenal.

Saat mengetahui siapa biang kerok dari semua teror ini. Aku sempat denial, menyangkal berulang kali karena sosoknya yang benar-benar di luar perkiraanku.

Namun seluruh bukti yang kukumpulkan dengan sembunyi-sembunyi itu mengarah hanya padanya seorang. Di tempat kejadian perkara yang sesungguhnya, aku memojokkan sang pelaku.

“Meha, kau menyusahkan sekali.” Seringai pembunuh berdarah dingin itu yang membuat seluruh bulu kudukku berdiri.

Aku lengah, luput menilai jika ia masih punya sisi baik terlepas dari rangkaian pembunuhan keji yang ia lakukan.

“BUGH!”

Pukulan ke kepalaku dari arah belakang.

Gelap.

Aku tak tahu jika ia punya kaki tangan.

Aku salah perhitungan.

Dan kini, namaku yang mungkin akan terpampang di setiap surat kabar elektronik bersandingan dengan nama-nama korban sebelumnya.

Ah, Meha. Padahal kamu baru saja jatuh cinta.

“Meha.... Meha.... TOLONG!” Teriakan Nina - sahabatku yang kutemukan dengan tubuh terpotong-potong di dalam mesin autoklaf laboratoriumku 6 bulan lalu.

“Nina!” Aku terkejut, melihatnya yang sedang ketakutan di dalam lingkaran bertanda bintang.

“Sebentar lagi dia datang, tolong Aku Meha, tolong!” Tangannya dengan sekuat tenaga memukul-mukul dinding tak kasat mata yang melingkarinya.

“Nina! Nina!” Panikku hendak mengeluarkannya dari kungkungan itu namun usaha kami sia-sia.

Sosok hitam tiba-tiba muncul di udara dalam lingkaran Nina. Wajah Nina semakin ketakutan dan air mata keluar deras dari matanya.

“No, no, NOOO!!” Pekik Nina menyayat hati saat aku terpaku menyaksikan sosok di dalam jubah hitam menyeramkan mengeluarkan tangan dengan jari jemari panjang, tak ada wajah di balik tudung jubah itu, hanya berupa tengkorak hewan bertanduk, dan rongga mata yang terisi api berkobar. Sosok itu merenggut leher Nina, lalu mencekik lehernya, Nina megap-megap sembari memandangku meminta pertolongan.

“LEPASKAN! LEPASKAN!” Aku menendang dan meninju dinding tak kasat mata itu sekuat tenaga. Sosok itu mengulurkan tangannya satu lagi padaku, namun Nina menangkapnya sekuat tenaga, terlepas dari posisinya yang tak menguntungkan, ia masih berusaha melindungiku.

“AAARGH!!” Lengkingan Nina menyakitkan telinga saat kusaksikan iblis itu menarik paksa jantung Nina keluar dari rongga tubuhnya hanya dengan jari jemarinya, tubuh Nina terkulai lemas saat penopang hidupnya itu telah lepas.

Seperti boneka tak berharga, tubuh lemas Nina disentakkan lalu sosok itu menghilang membawa jantung sahabatku itu.

“NOOO! Nina! Nina!”

“Keluar ... keluarlah... da-dari... sini, Meha. Ba-bangunlah!”

Lalu, seperti ada lubang hitam raksasa yang menyedot kesadaranku pergi dari mimpi buruk tentang Nina.

“NOOO!” Teriakku saat tak lagi melihat sosok Nina.

“SRAAK!” Tarikan paksa dari kain hitam yang menutupi kepalaku membuatku tersadar. Ruangan ini temaram, sebuah kamar terbengkalai dari baunya yang lapuk. Aku menatap sang pembunuh keji yang berdiri di depanku itu dengan gigi bergemeletuk.

Siapa sangka Langdon Bortolomov, Kaprodi yang terkenal baik dan pengayom itulah pelaku pembunuhan berantai yang membayangi kampus kami 6 bulan belakangan. Pantas saja ia begitu licin menghindar dari endusan polisi. Karakter yang dia tunjukkan ke masyarakat begitu suci tanpa cacat cela.

Remi, kekasihkulah yang justru menjadi kambing hitam dan harus mendekam di penjara karena tipu dayanya. Sungguh culas dan tak termaafkan!

“Sialan!” Aku mengumpat keras.

“DIAM KAU MEHA! Sudah cukup kau jadi duri dalam petualanganku! Jalang kecil, kali ini permainan detektif-detektifanmu itu harus berakhir. Tenanglah, tunggu sebentar lagi, aku akan membuat namamu terkenal! Oh Meha... Rubah kecilku.” Dengan tangannya yang menjijikkan ia menggamit daguku. Aku menggigit bibir bawahku menahan tangis.

Bagaimana bisa, aku mengidolakan sosok ini dulu. Sangat naif. Sir Langdon menjadi Kaprodi termuda, dengan kharismanya yang pandai memikat lawan bicara. Materi-materi kuliah yang terkini, perdebatan berbobot tanpa henti dengan para mahasiswa dan rekan dosen yang tak setuju dengan teorinya.

Tak butuh waktu lama, ia yang semula datang sebagai dosen baru itu menaiki tangga karir dengan cepat. Tak peduli tua muda, laki laki atau wanita, tertipu oleh pesonanya.

Namanya wira wiri di stasiun TV nasional. Viral sebagai dosen ter “panas” dekade ini. Belum lagi latar belakang keluarganya yang merupakan turunan old money. Seolah keberuntungan tak lepas dari bayang-bayangnya.

Suami dari Mrs Leah Thompson-Bortolomov, mantan model yang banting setir menjadi philantropist terkenal di kalangan atas. Dengan penggambaran tanpa cela itu maka siapa sangka kini, sosok bak malaikat didepanku itu berubah menjadi tukang jagal paling ditakuti.

Hawa dingin menjalar ke seluruh tubuhku. ‘Tolong! Siapapun! Aku tak ingin menjadi korbannya!’

“Uggh!” Aku berusaha dengan sekuat tenaga melepaskan tali yang mengikatku di kursi, tapi tak bisa.

“Ckckck, jangan buru-buru rubah kecil. Tunggu sebentar dan kau akan menikmati penyatuan denganku. Bukankah itu yang kau inginkan? Aku tahu kau selama ini diam-diam menjadi pengagum beratku. Groupies tuan Langdon?”

“CUIH!” Aku meludahi wajahnya yang mendekat.

“SLAP!!” Tamparan keras pada pipiku, rasa berdenging sesaat. Bibirku pecah karena tamparan kerasnya tadi. Selanjutnya dengan kasar tangan pembunuh itu meremas rahangku.

“KAU. Kurang ajar. Padahal tadi aku ingin memberikanmu pelepasan yang indah. Tapi, karena kau tak menjadi jalang penurut maka kesucianmu akan kurenggut kasar! Kita lihat apakah harga dirimu itu masih ada saat kesucianmu kurenggut. Shirley! Sumpal mulutnya! Aku sudah muak mendengar ia berbicara!”

‘Shirley? Ia kah kaki tangan pembunuh ini? Bagaimana mungkin? Aku sungguh telah dibodohi.’ Panik, aku semakin berusaha keras membuka ikatan pada kaki dan tanganku, hingga kulitku rasanya terkelupas karena tergesek tali tambang. Aku dapat merasakan darah mengalir dari pergelangan tangan dan kakiku.

Aku menggeleng-geleng saat sumpal kotor dimasukkan paksa ke dalam mulutku oleh Shirley. Lalu tanpa belas kasihan ia menahan kepalaku kasar dan dijejalkannya juga, aku merintih tanpa suara. Memandangnya dengan tajam, Shirley menatapku balik dengan seringai mengejek yang kejam.

Mr Langdon sedang mempersiapkan sesuatu di lantai yang tampak tak asing, bintang berbentuk lingkaran itu digambarnya dengan kapur putih. Di tengah-tengah layaknya altar, diletakkan sebuah meja kayu yang memiliki strap di ujung-ujungnya, memungkinkan persembahannya diam di tempat tak dapat kabur.

Rupanya selama ini, korban-korban itu adalah hasil dari ritual pemujaan setan. Siapa yang dapat menyangka? Diabad 21 ini, ritual tua kejam ini masih terjadi.

“Done,” Ucap Mr Langdon menyeringai puas melihat hasil kerjanya. Cahaya dari lilin membuat bayangannya memanjang layaknya setan yang kulihat dalam mimpiku tadi bersama Nina.

“Apakah sudah saatnya, Sir?” Shirley mencicit.

“Ya. Kau dapat memanggil mereka.”

Shirley lalu keluar dari ruangan dan kembali dengan membawa 3 orang bertudung hitam, wajah mereka tak dapat terlihat.

Saat satu persatu dari orang itu membuka tudung mereka, aku semakin pias. Sungguh di luar perkiraanku.

“Mari kita lakukan!” Perintah Mr Langdon.

Ketiga orang yang sosoknya tak asing bagiku itu lalu mendekatiku, membuka ikatan tali dan mencancangku di altar.

Pakaianku direnggut paksa, hanya menyisakan pakaian dalamku saja. Teriakpun percuma karena tak ada suara yang dapat keluar dari mulutku.

‘Siapapun! Tolonglah! Tolonglah aku!’

“HAHAHA! Lihatlah. Belum apa-apa kau sudah ketakutan. Kenapa kau tak tunduk sedari tadi. Aku bisa melakukannya dengan lembut untukmu yang pertama kali. Tapi karena kau nakal, aku akan melakukannya dengan kasar!”

Mr Langdon mendekat dan membuat sayatan di kedua pergelangan tanganku.

Perih... Ruangan tampak kabur saat mereka mulai menggumamkan mantra. Bayang-bayang mereka yang mengelilingiku dari 5 penjuru tampak menyatu menjadi sosok menyeramkan berjubah hitam tadi.

Saat kesadaran hampir meninggalkan ragaku. Sayup-sayup aku mendengar suara pintu didobrak paksa dan teriakan-teriakan orang dari dalam ruangan.

Suara tembakan bersahutan, setelah itu aku tak tahu lagi.

Karena kini gelap kembali menguasai.

Lanjut Membaca

Daftar Isi (NOT) Your Ordinary Lab Girl

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika dan mentornya, Charli, mengelola ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali. Di sana, Randika jatuh hati pada Andini Wijaya, seorang wanita mandiri pemilik sekolah. Namun, asmara mereka terancam saat Junot, mantan Andini, mendadak kembali. Di sisi lain, adik Andini yang bernama Lily berambisi merebut Randika demi mendapat pengakuan sang ayah, Sigit Wijaya. Terjebak dalam dilema masa lalu dan ambisi keluarga, mampukah cinta Randika dan Andini bertahan?
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir
8.8
Kebahagiaan Aurora Winters berubah menjadi dilema besar saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Di sisi lain, sang suami, Julian Ryder, telah menegaskan bahwa ia tidak menginginkan kehadiran seorang anak dalam pernikahan mereka. Terjepit di antara cinta pada janinnya dan sikap dingin suaminya, Aurora menolak keras ide untuk menggugurkan kandungannya. Kini, ia harus menyusun rencana rahasia demi melindungi sang buah hati dari pengetahuan Julian.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan