APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha

Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha

Tiga tahun menjadi penyembuh kutukan Alpha Kaelan berakhir tragis. Meski menjanjikan komitmen, Kaelan justru memilih Lila dan mencampakkan aku tepat di hari ulang tahunku. Di bawah pengaruh licik Lila, Kaelan berubah menjadi penyiksa kejam yang tega menyakiti keluargaku demi fitnah. Saat ia mencoba memaksaku kembali, aku memilih memutus ikatan. Kini, aku berpaling ke kawanan lawan demi pasangan takdir sejatiku yang baru saja bangkit dari koma panjang.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudut Pandang Serafina:

Suara 'Air Mata Dewi Bulan' yang pecah bergema di lobi yang luas, setiap retakan kecilnya mencerminkan hatiku yang hancur. Patung itu bukan hanya kaca; itu adalah pengabdianku selama bertahun-tahun, doa-doaku kepada Dewi, satu-satunya pengakuan yang kudapat di kawanan yang menganggapku tak lebih dari sekadar fungsi.

"Oh, Dewi, maafkan aku!" seru Lila, suaranya meniru kesusahan dengan nada yang sempurna. Dia berlutut, berpura-pura mengumpulkan pecahan yang lebih besar, gerakannya anggun dan halus. "Aku ceroboh sekali."

Saat dia meraih pecahan yang sangat tajam, dia mengeluarkan jeritan kecil yang teatrikal. Setetes darah merah muncul di ujung jarinya. "Aduh."

"Lila!" Kaelan berada di sisinya dalam sekejap, wajahnya topeng kekhawatiran yang panik. Dia dengan lembut mengambil tangan Lila, memeriksa luka kecil itu seolah-olah itu adalah luka parah. "Kau baik-baik saja? Sakit?"

Dia mengeluarkan sapu tangan dan dengan hati-hati menyeka darahnya, sentuhannya sangat lembut. Dia bahkan tidak melirikku, atau puing-puing kehormatanku yang berserakan di lantai. Rasa sakitku tidak terlihat olehnya. Sandiwaranya adalah satu-satunya hal yang bisa dia lihat.

Gelombang amarah yang membara membakar kesedihanku. Aku melihatnya apa adanya—seorang predator berbulu domba.

"Kau sengaja melakukannya," kataku, suaraku rendah dan bergetar.

Mata Lila melebar, dipenuhi air mata buaya. "Apa? Tidak, aku tidak akan pernah—"

"Aku mau lihat rekaman keamanan," tuntutku, suaraku semakin kuat. "Lobi ini punya kristal pengawas sihir. Itu akan menunjukkan semuanya."

Kepala Kaelan terangkat, matanya menyala-nyala karena marah. Dia bangkit berdiri, kekuatan Alpha-nya yang murni menekanku, membuat udara menjadi berat dan sulit untuk bernapas.

"Cukup," geramnya, suaranya bergetar di dadaku. Itu bukan Perintah Alpha penuh, tapi hampir, sebuah peringatan yang membuat serigala dalam diriku merintih dan menundukkan telinganya. "Minta maaf pada Lila. Sekarang."

"Aku tidak perlu minta maaf untuk apa pun," balasku, keberanianku sendiri mengejutkanku.

"Dia adalah Luna-mu di masa depan! Dan kau menuduhnya jahat hanya karena barang rongsokan tak berharga?" Dia menunjuk dengan acuh pada kristal yang hancur. "Kau selalu menjadi Omega yang pencemburu dan pendendam, Serafina."

Dia kembali menatap Lila, ekspresinya melembut seketika. Dia menangkup wajah Lila, ibu jarinya mengelus pipinya. "Jangan menangis, sayangku. Aku tidak akan membiarkannya membuatmu kesal." Lalu dia menatapku lagi, wajahnya berubah menjadi marah. Dia mengangkat tangannya, dan untuk sesaat yang menakutkan, kupikir dia akan memukulku.

Dia menahan diri, tangannya sedikit gemetar, tetapi niatnya menggantung di udara di antara kami, seburuk dan setajam pecahan kaca di lantai.

"Pergi," desisnya, suaranya perintah yang rendah dan berbahaya. "Keluar dari gedungku. Keluar dari wilayahku. Dan jangan pernah biarkan aku melihat wajahmu lagi."

Kekuatan final dari kata-katanya adalah pukulan fisik. Ikatan tak terlihat yang kupikir kami miliki, yang telah kupupuk selama bertahun-tahun, putus. Rasa sakit yang membakar, lebih buruk dari cedera fisik mana pun, merobek jiwaku.

Aku berbalik dan berjalan pergi, tidak repot-repot mengambil satu pun kepingan masa laluku yang hancur. Aku mendorong pintu kaca yang berat dan melangkah ke dalam hujan deras, tetesan dingin bercampur dengan air mata panas yang mengalir di wajahku.

Saat aku berjalan, lampu-lampu kota kabur menjadi cat air yang tak berarti, sebuah kenangan muncul. Empat belas tahun. Prajurit yang lebih tua menggodaku, memecahkan patung latihan kayu kecil yang kuukir. Kaelan, yang sudah memancarkan wibawa, menemukanku menangis. Dia mengusir mereka, lalu begadang berjam-jam, dengan susah payah merekatkan kembali potongan-potongan serigala kayu kecilku yang patah.

Dia telah memperbaiki apa yang rusak saat itu. Sekarang, dialah yang menghancurkannya.

Aku akhirnya sampai di pondok kecilku yang diperuntukkan bagi Omega di tepi tanah kawanan, basah kuyup dan menggigil tak terkendali. Rasa sakit karena penolakan, hujan dingin, kelelahan emosional yang luar biasa—semuanya menimpaku. Demam menyerang, tubuhku terbakar sesaat dan membeku di saat berikutnya.

Aku kehilangan jejak waktu, melayang dalam kabut penyakit dan kesengsaraan. Mungkin dua hari kemudian ketika pintuku ditendang terbuka dengan suara dentuman yang memekakkan telinga.

Aku tersentak duduk di tempat tidur, kepalaku pusing.

Alpha Kaelan berdiri di ambang pintu, sosoknya memenuhi seluruh bingkai pintu. Hujan menetes dari rambutnya, matanya liar dengan amarah yang menakutkan, dan aura Alpha-nya adalah gelombang ancaman murni yang menyesakkan.

Dia berjalan ke tempat tidurku, mencengkeram leherku, dan mengangkatku dari bantal. Cengkeramannya seperti besi, memotong aliran udaraku.

Dia mencondongkan tubuhnya, suaranya geraman rendah yang menakutkan yang merupakan Perintah Alpha murni, memaksa sebuah jawaban, merobek kebenaran dari jiwaku.

"Di mana kau membawanya?" desisnya, napas panasnya menerpa wajahku. "Di mana kau menyembunyikan Lila?"

---

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Banyu-2 tak tergenggam dan yang lepas.
9.2
Banyu menerima surat misterius yang menyatakan dirinya terpilih sebagai avatar setelah pengamatan enam bulan oleh tim rahasia. Meski bingung dan curiga, ia diminta datang ke Jalan Lembayungkuning No. 17, tepat di samping kantor MNG Group, untuk mendapatkan penjelasan lengkap melalui sesi wawancara. Didorong rasa penasaran sekaligus takut, Banyu akhirnya memutuskan memenuhi panggilan tersebut. Keputusan nekat ini menjadi awal mula petualangan besar dalam hidupnya.
Sampul Novel DANGEROUS MAN
9.8
Athur Paker adalah CEO ternama sekaligus mahasiswa dengan sisi gelap yang haus darah. Hidupnya yang dingin berubah saat ia terobsesi pada Shena, gadis ceria yang berani menolak ajakannya. Meski ditolak, Athur menggunakan paksaan demi mengklaim Shena sebagai miliknya. Kini, hidup tenang Shena hancur dalam jeratan sang psikopat yang tak bisa ia hindari. Namun, rahasia masa kecil mulai terungkap. Akankah identitas asli Athur membawa petaka baru bagi Shena?
Sampul Novel DENDAM CINTA
9.8
Fanila tewas mengenaskan akibat pengkhianatan kekasihnya dalam sebuah misi berbahaya. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua melalui reinkarnasi ke tubuh Ziana, gadis yang dibenci keluarganya sendiri. Di kehidupan baru ini, Fanila kembali bertemu sang mantan yang ingin ia hancurkan. Masalah rumit muncul karena pria itu adalah kakak dari kekasihnya saat ini. Kini ia terjebak pilihan sulit: menuntaskan dendam lama atau menjaga cinta barunya.
Sampul Novel Dijodohkan Hantu
8.7
Erina, yatim piatu yang selamat dari tragedi kebakaran, memiliki kemampuan melihat hantu. Selama seminggu, sesosok arwah wanita terus menguntitnya demi sebuah permintaan ganjil: menghibur suaminya yang berduka. Meski sempat menolak, Erina akhirnya luluh dan menemui Eldrick Damiano. Pertemuan itu justru menumbuhkan benih cinta di hati Erina. Namun, Eldrick telah menutup rapat hatinya dan bersumpah hanya akan mencintai mendiang istrinya selamanya.
Sampul Novel Ditolak oleh Jodohku, Direbut oleh Alfa Musuh
8.6
Sepuluh tahun mengabdi, impian Luna menjadi hancur saat Alpha Bara mengkhianatiku demi selingkuhannya, Dina. Bara memfitnahku mandul dan memerintahkan hukuman cambuk perak hingga aku sekarat di hutan. Di ambang kematian, aku justru terbangun sebagai tawanan Alpha Reno Mahesa, musuh bebuyutan kawanan kami. Sambil menatap lukaku, dia mengulang hinaan yang menghancurkan hatiku: benarkah aku hanya serigala betina tak berguna yang kini dibuang?
Sampul Novel Luna Tak Terikat
8.0
Lima tahun memimpin suku, Kaitlin masih menjaga kesuciannya. Saat kakaknya, Rosalyn, kembali tanpa anak, Phillip Elliott tiba-tiba meminta pewaris. Namun, Kaitlin hancur saat mendengar rencana rahasia Phillip: dia hanya dianggap sebagai rahim pengganti demi posisi Rosalyn. Merasa dikhianati, Kaitlin memutuskan hubungan dan kembali ke orang tua angkatnya. Anehnya, Phillip yang dingin justru berbalik memohon padanya untuk kembali dengan penuh keputusasaan.