APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Obsesi stalker gilaku

Obsesi stalker gilaku

Dulu dihina dan ditolak mentah-mentah, kini seorang pria misterius kembali untuk mengklaim Arabella Carol. Bertahun-tahun Arabella diawasi secara rahasia hingga akhirnya ia terjebak dalam obsesi dan dendam kelam dari masa lalu. Di tengah dunia gelap yang penuh rahasia, mampukah ia bertahan hidup? Ataukah Arabella justru akan menyerahkan hatinya pada sosok yang seharusnya ia benci? Sebuah kisah penuh ketegangan antara benci dan cinta yang berbahaya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kenapa aku merasa diikuti? Apa ada yang mengikutiku?" batin Arabella, matanya sesekali menoleh ke belakang, tapi hanya kabut malam yang menyelimuti jalan setapak itu. Rasa takutnya kian menjadi-jadi, langkahnya pun semakin ia percepat, seakan ingin menerobos kabut ketakutan yang semakin tebal.

Tiba-tiba, sebuah sentuhan di pundaknya membuat Arabella menjerit tertahan. "Argh!"

Tapi sebelum pikiran Arabella benar-benar diselimuti panik, suara yang begitu dikenalnya memecah ketegangan itu.

"Hey ... ini aku, Sayang. Sky."

Degup jantung Arabella yang tadinya menghantam dada, seketika melemah. Tubuhnya bergetar, seluruh rasa gugup dan ketakutan luruh saat ia langsung memeluk tubuh Sky erat-erat. Akhir-akhir ini ... Arabella selalu merasa terteror, itulah yang membuatnya selalu tak bisa beraktivitas dengan baik.

"Kau menakutiku, Sayang," bisiknya lirih, air mata tanpa sadar membasahi pipinya yang dingin. "Jangan seperti itu lagi, ku mohon!"

Sky membalas pelukan Arabella, merengkuh tubuh wanita itu dengan hangat. Jemarinya menyentuh lembut pipi basah Arabella, lalu mengecup keningnya pelan.

"Maafkan aku, Sayang. Aku tidak bermaksud untuk menakuti." Sky benar-benar merasa bersalah

Dalam balutan rasa takut yang perlahan digantikan kelegaan, Arabella hanya mengangguk pelan.

"Aku benar-benar takut, Sky! Aku kira ..." Perkataan Arabella terhenti, tak ingin melanjutkan lebih.

Sky menangkup wajah wanitanya, menatap mata Arabella dalam-dalam.

"Aku sudah di sini, Sayang. Aku tidak akan lakukan hal seperti ini lagi. Aku juga tidak akan biarkan siapa pun menyentuhmu, atau membuatmu ketakutan."

Arabella hanya bisa mengangguk, detak jantungnya masih berdebar tak karuan, tapi setidaknya sekarang ada Sky di sisinya.

"Aku antar ke apartemen, ya?" tanya Sky, meminta izin.

"Tidak ..."

"Aku akan tetap mengantarmu! Tak ada penolakan!"

Arabella tak membantah. Ia biarkan Sky mengantarnya pulang.

♦️♦️♦️

"Cukup sampai di sini, Sayang," bisik Sky lembut, suaranya serak menahan perasaan yang masih membara. Arabella hanya bisa mengangguk pelan, matanya tak lepas dari sorot mata pria itu yang selalu membuatnya tenggelam.

"Hati-hati di jalan, ya," ucap Arabella, suaranya sedikit bergetar, menyembunyikan keengganan untuk berpisah. Pandangan mereka bertaut dalam kehangatan, seolah waktu ingin membekukan detik itu.

Sky tersenyum kecil, tapi sebelum Arabella sempat memutar kenop pintu, tangan kekar pria itu lebih dulu menangkap pergelangan tangannya, menghentikan langkahnya. Detik itu juga, desir halus seperti arus listrik mengalir di antara keduanya.

"Tunggu," gumam Sky, mendekatkan wajahnya ke wajah Arabella, hingga hanya tersisa jarak napas. Tanpa aba-aba, bibirnya mendarat di bibir Arabella yang terasa lembut, hangat, tapi menyimpan bara yang siap meledak kapan saja.

Arabella sempat terkejut, tapi tak mampu menolak. Tubuhnya luluh, bibirnya membuka sedikit, mempersilakan ciuman Sky masuk lebih dalam. Napas mereka bertaut, menghangatkan udara dingin di antara mereka.

Ketika napas Arabella mulai tersengal, tangannya menepuk lembut bahu Sky, tapi pria itu tidak segera melepas. Justru jemarinya menyelinap ke balik pakaian tipis Arabella, mengusap punggungnya dengan sentuhan menggetarkan.

"Sky ...," desah Arabella di sela ciuman, tapi yang keluar justru lenguhan pelan, tak mampu menyembunyikan gejolak yang ikut menyala dalam dirinya.

Sky menarik wajahnya sedikit, menatap mata Arabella yang sayu oleh gairah tertahan. "Kau tahu, Sayang ... kau membuatku gila," bisiknya, sebelum kembali mencium bibir wanita itu, kali ini lebih dalam, mengeksplorasi semua.

Tanpa bisa dicegah, tubuh Arabella terangkat ke udara, dibopong dengan mudah oleh Sky. "Sky, tunggu ..."

"Aku tidak bisa," potong Sky, suaranya berat, penuh hasrat.

Dengan langkah pasti, Sky membawa Arabella masuk ke dalam kamar apartemen itu. Saat memasuki kamar, pandangan mata mereka sempat tertuju pada sesuatu. Sebuah rangkaian bunga mawar hitam, tergeletak rapi di atas meja. Warnanya pekat, kelopaknya tampak sempurna dalam kegelapan. Terdapat lilin juga di sana, seolah seseorang sengaja menghiasnya.

Sky menatap Arabella, alisnya bertaut. "Kau yang menghiasi semua itu, Sayang?

Arabella menggeleng cepat, napasnya masih berat. "Aku ... aku tidak tahu, Sky, baru lihat."

Ada sedikit ketegangan di antara keduanya, tapi Sky hanya menghela napas, lalu menatap Arabella dengan cara yang membuat wanita itu nyaris melupakan segalanya.

"Nanti kita bicarakan soal itu. Malam ini, kau milik aku, Arabella," ucapnya dengan suara rendah, penuh penguasaan.

Dengan hati-hati, Sky merebahkan Arabella di atas ranjang empuk, tubuh wanita itu tenggelam di antara seprai putih yang dingin. Cahaya lampu kamar yang temaram membuat kulit Arabella tampak semakin pucat dan halus.

Arabella tersenyum, menyentuh pipi Sky. "Aku percaya padamu ... sepenuhnya."

Saat bibir Sky mulai mengeksplorasi lembut sepanjang leher Arabella, napas hangat pria itu menerpa kulit sensitif wanitanya, menimbulkan getaran halus yang merambat ke seluruh tubuh. Sebuah desahan lolos dari bibir Arabella, dada wanita itu naik turun, sementara tangan Sky perlahan mengangkat ujung pakaiannya, menyibak kain tipis itu agar bibirnya bisa menyentuh kulit mulus di bawahnya.

Sentuhan demi sentuhan terasa seperti aliran listrik yang membakar Arabella, menyulut gairah dan rasa nyaman sekaligus. Jemari Sky menyusuri lekuk tubuh Arabella penuh penguasaan, seolah ingin menghafal setiap detail dari wanita itu. Keduanya larut dalam kehangatan yang memabukkan, tanpa kata, hanya suara napas yang saling berpacu, menyatu dalam keheningan malam.

"Aku akan jadi pria paling beruntung malam ini, Arabella. Sekarang kita akan semakin tidak memiliki jarak," bisik Sky, suaranya berat, dibalut senyum yang mengandung makna.

Arabella hanya mampu mengangguk, matanya setengah terpejam, menyerahkan diri sepenuhnya dalam pelukan pria yang kini begitu dekat dengannya, merasakan keintiman yang jauh lebih dalam daripada sebelumnya.

Sky baru ingin memulai, saat dentingan benda jatuh dari luar kamar mendadak memecah konsentrasi keduanya. Suara itu sangat jelas, membuat Sky langsung menghentikan gerakannya, menegakkan tubuh, dan menatap Arabella dengan sorot mata penuh tanya.

"Kau tidak sedang menyembunyikan seseorang di apartemenmu ini, kan, Sayang?" tanyanya dengan nada setengah bercanda, setengah curiga.

Arabella tersenyum tipis, meski jantungnya ikut berdegup karena terkejut. "Tentu saja tidak, Sayang. Aku bahkan tidak mengenal pria lain selain kau saja." Suara Arabella tenang, karena ia memang tak berbohong.

Sky baru niat mengabaikan, saat suara benda jatuh terdengar lagi. Kali ini lebih keras, lebih mengganggu kedua insan itu. Tanpa banyak bicara, Sky segera bangkit sambil mengenakan celana dalam, rahangnya mengeras, sorot matanya tajam seperti seekor singa yang baru saja terusik di sarangnya.

"Aku akan pergi untuk mengeceknya dulu, Sayang," ucapnya, lalu melangkah cepat ke pintu kamar.

Arabella hanya bisa terduduk diam, merapatkan selimut di tubuhnya yang masih setengah terbuka, degup jantung wanita itu tak kunjung tenang. Malam yang awalnya dipenuhi kehangatan, kini diselimuti ketegangan baru. Rasa cemas menyelusup diam-diam, membuat ruang itu seakan hening dalam ketakutan yang belum terucap.

♦️♦️♦️

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero)
8.9
Pamela nekat menyatakan cinta pada Zero, sahabat posesifnya, namun malah dihina dan ditinggalkan. Saat trauma itu sembuh berkat kasih sayang Tirta, Zero mendadak muncul kembali untuk mengacaukan rencana pernikahan mereka. Meski ada gangguan dari mantan kekasih Tirta, Zero tetap menjadi ancaman utama. Dengan segala kegilaan dan kekuasaannya, putra konglomerat itu berusaha menjerat kebebasan Pamela serta menghancurkan kebahagiaan yang baru ia bangun.
Sampul Novel DIBALIK CADAR ISTRIKU
9.5
Terjebak dalam pernikahan dengan Azizah tidak menghentikan perasaan lelaki ini terhadap Azkia, sosok cantik yang memikat hatinya. Keadaan kian rumit karena ia sama sekali belum pernah melihat wajah istrinya yang selalu tersembunyi di balik cadar. Tanpa ia sadari, Azizah menyimpan sebuah rahasia besar yang belum terungkap. Apakah misteri di balik penutup wajah itu akan mengubah segalanya? Sebuah kisah tentang cinta, keraguan, dan rahasia yang terpendam.
Sampul Novel Gairah yang Tertahan
8.9
Tiga tahun menikah, tekanan ibu mertua soal anak kian menyiksa. Meski rahimku sehat, suamiku yang pasif tak pernah memuaskan hasratku. Masalah ekonomi dan kebosanan mendorongku kembali bekerja sebagai sekretaris. Aku tak menduga keputusan ini menjadi pintu pembuka skandal besar. Di balik rutinitas kantor, aku mulai mencari pelarian yang tak didapatkan di rumah. Inilah awal mula pengkhianatanku, bermain api di belakang suami demi gairah yang lama terpendam.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Istriku yang Seorang Taipan
9.5
Tiga tahun menikah, Stephanie hanya menerima sikap dingin dari Erik. Saat harapannya hancur oleh niat buruk sang suami, ia bangkit menjadi wanita terkaya di dunia. Erik yang terkejut melihat transformasi sang mantan istri pun berusaha mengejarnya kembali. Namun, Stephanie kini memegang prinsip bahwa pria hanya penghambat kesuksesan. Erik Palmer yang angkuh kini rela merendah di hadapan publik demi membujuk Stephanie agar bersedia membangun mahligai rumah tangga bersamanya lagi.
Sampul Novel Menikah dengan Miliarder Rahasia
8.9
Dikhianati calon tunangannya yang kabur, Livia nekat mengajak pria asing menikah secara spontan. Tanpa diduga, sosok itu adalah Kiran, pria yang dikenal punya reputasi buruk. Meski publik mencemooh dan sang mantan memintanya kembali, Livia tetap bertahan membela martabat pernikahannya. Segalanya berubah saat identitas asli Kiran sebagai triliuner dunia terungkap. Di hadapan semua orang, Kiran berlutut mempersembahkan berlian demi membuktikan cinta tulusnya.