APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Om Bule Menjadi Kekasihku

Om Bule Menjadi Kekasihku

Ela, karyawan swasta, menikmati liburan 12 hari di Luzern dan bertemu Ali, pengusaha properti asal Libanon. Kedekatan mereka memicu skandal saat paparazzi menuduh Ela sebagai orang ketiga dalam hubungan Ali dengan artis Nihan. Di luar dugaan, Ali justru mengakui Ela sebagai kekasihnya saat konferensi pers. Meski Ela ragu karena perbedaan negara, Ali membuktikan keseriusannya dengan menyusul ke Jakarta demi memperjuangkan cinta mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 2

Ela menaiki lift disusul laki-laki bertopi itu. ia menekan tombol 5 pada, suasana memang terasa hening, karena ia juga tidak mengenal laki-laki yang berada didekatnya itu. Pintu lift terbuka, ia melanjutkan langkahnya mencari nomor kamar miliknya. Laki-laki tadi masih di posisi yang sama, menyeimbangi langkahnya.

"Apakah kamu dari Filipina?" Tanyanya seketika.

Ela lalu melirik laki-laki bertopi itu, "Tidak, maksud saya bukan dari Filipina" ucap Ela mencoba menjelaskan.

"Dari mana asal kamu" tanyanya lagi.

"Indonesia" ucap Ela.

Laki-laki bertopi itu mengerutkan dahi, "Indonesia, saya pernah ke Bali, tempat itu sangat Indah dan exotis".

"Bali memang Indah. Dari mana asal kamu?" Tanya Ela penasaran.

"Libanon" ucapnya, langkahnya terhenti menatap wanita asia itu.

Ela juga menghentikan langkahnya. Karena ia sudah berada di depan nomor yang ia cari. Ela tidak menyangka karena ia dan laki-laki itu bersebelahan.

"Libanon" gumam Ela.

"Apakah kamu tahu tentang Libanon?".

"Bukankah Libanon salah satu negara di timur tengah. Jujur saya hanya tahu itu saja. Selebihnya saya tidak tahu".

Libanon memang tidak terlalu asing di telinganya. Tapi secara terperinci Ela sama sekali tidak tahu, dan jujur ia juga tidak ada terlintas dipikirannya untuk pergi ke Libanon ataupun berlibur kesana, mengingat negara tersebut dekat dengan negara-negara konflik seperti Mesir, Israel dan Turki. Dipikiran Ela saat ini hanya ada negara-negara Eropa yang romantis dan clasic.

Laki-laki itu mengangguk paham. Sedari tadi ia memperhatikan wanita berparas cantik itu sendiri memesan kamar. Ia mendengar reception itu menyebutkan nomor kamar untuk wanita itu. Ia mengurungkan niatnya untuk memesan kamar nomor satu di hotel ini. Ia lebih memilih memesan kamar tepat di samping kamar wanita disampingnya tadi menggunakan bahasa Prancis, ia pastikan wanita Asia itu sama sekali tidak mengerti apa yang di ucapkannya. Benar dugaanya wanita itu sama sekali tidak mengerti ketika ia mengatakan memesan kamar disamping wanita itu. Ia akui wanita disampingnya itu cantik khas Asia Tenggara, tubuhnya ideal, hidungnya tidak begitu mancung, wajahnya sangat simetris kulitnya tidak terlalu putih. Ia pikir wanita itu berasal dari Filipina karena bahasa Inggrisnya sangat baik.

"Kamu liburan?" Tanyanya.

"Iya saya liburan, kamu?".

"Iya saya juga".

"Sendiri?" Tanyanya penasaran.

"Iya sendiri, kamu?" Ela tersenyum.

"Iya saya sendiri juga. Senang berkenalan dengan kamu. Saya Ali, kamu?" Ali mengulurkan tangannya.

"Brunella, panggil saya Ela" ucap Ela, ia meraih uluran tangan Ali. Ela merasakan tangan hangat itu di genggamanya.

Ela melepaskan tangannya, ia kembali memandang Ali. "Sebaiknya saya masuk dulu" ucap Ela, menyudahi pertemuanya.

Ali kembali melirik wanita cantik itu menarik kopernya, ia masuk ke dalam kamar. Wanita itu kembali memandangnya, iris mata itu mengartikan bahwa seakan pertemuan itu tidak sampai disini, sebelum wanita itu memutuskan untuk menutup daun pintu.

"Bisakah kita cari makan bersama nanti?" Ucap Ali seketika, sebelum wanita itu menutup pintu.

Ela tersenyum dan mengangguk, "satu jam lagi, kamu bisa menekan bell kamar saya" ucap Ela.

Ali tersenyum mendengar penuturan Ela. Ela lalu menutup pintu itu kembali. Ela juga tidak bisa menolak permintaan laki-laki yang baru dikenalnya itu.

Ela mengedarkan pandanganya ke segala penjuru ruangan, ruangan itu seperti kamar hotel pada umumnya, terdapat tempat tidur, sofa, Tv flat yang terpasang didinding, serta kulkas, air yang disediakan dalam teko elektrik.

Ela melepaskan blazer yang dikenakannya, dan menggantungnya di lemari. Ia membuka koper hitam miliknya. Ia tidak menyangka berkenalan dengan seseorang disini. Ia tidak tahu pasti wajah laki-laki itu seperti apa, karena wajah laki-laki itu terhalang oleh topi yang dikenakannya. Tubuhnya tinggi, dan badannya bidang, terlihat dari cara laki-laki itu berpakaian.

Ela tersenyum dan ia senang. Baru beberapa jam ia mendarat di Luzern , ia berkenalan dengan laki-laki berkebangsaan Libanon. Setidaknya ia tidak sendiri di Luzern. Padahal awalnya ia benar-benar akan menikmati liburan dan kesendiriannya.

Ela membuka koper miliknya, ia menyusun pakaian yang di bawanya. Pakaian itu ia simpan di lemari, dan ada beberapa blezer dan jaket ia gantung di sisi lemari.

Ela menegakkan tubuhnya, ia melangkahkan kakinya menuju kearah jendela. Ia memandang view danau Luzern. Ela melangkahkan kakinya menuju tempat tidur, ia akan tidur sejenak. Karena selama perjalanan tadi, ia tidak bisa menikmati tidurnya. Ela merebahkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya sejenak.

**********

Ela mengerjapkan matanya, karena tersadar suara bell terdengar dari balik pintu. Ela melirik jam yang menggantung di dinding, menunjukkan pukul 15.21 menit. Ela menegakkan tubuhnya, ia merapikan rambut panjangnya dengan jari-jari tangannya, dan ia berjalan menuju pintu utama.

Ela membuka hendel pintu dan ia menatap laki-laki bertopi hitam tepat di depan pintu. Laki-laki itu sudah berganti pakaian, ia mengenakan jaket hitam serta celana jins senada, hanya topi itu tidak berubah warnanya. Sedikit heran memang melihat penampilan laki-laki itu mengenakan topi. Tapi jujur ia terlihat keren.

Ali memandang Ela, terlihat jelas wanita itu baru bangun dari tidurnya.

"Apakah kita akan makan bersama?" Tanya Ali.

Ela menepuk jidatnya, ia mengakui kesalahannya, "maaf, saya hampir lupa. Saya tertidur masuklah, saya berganti pakaian terlebih dahulu" ucap Ela.

"Oke".

Ela memperlebar daun pintu, agar Ali menunggunya di dalam saja. Ela menutup pintu itu kembali, ketika Ali masuk kedalam.

Ali lalu duduk di sofa, ia lebih baik menunggu disini saja. Ali memandang Ela yang kini menghilang dari balik pintu kamar mandi. Beberapa menit kemudian wanita itu keluar dari kamar mandi, dengan handuk di pundaknya.

Wanita itu terlihat santai, atas kehadirannya. Wanita itu tersenyum dan ia mengikat rambutnya dengan jari tangannya yang trampil dari atas kebawah rambut itu berbentuk zig zag. Ia terlihat seperti wanita klasik pada jaman yunani, wanita itu berbeda dan cantik.

Ela melangkah mendekatinya, "kita akan makan dimana?" Tanyanya.

"Restoran di bawah saja" ucap Ali.

"Iya".

********

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anakku Tak Butuh Ayah Sepertimu
7.9
Alana nyaris tewas setelah diserang tiga pemuda di Gunung Lawu hingga terperosok ke jurang. Beruntung, ia diselamatkan oleh Arga, mantan anggota Kopassus yang kini menjadi buronan dan bersembunyi di hutan. Di tengah pemulihan luka fisik dan traumanya, Alana terjebak dalam dilema antara keinginan balas dendam atau bangkit kembali. Hubungannya dengan Arga yang keras namun protektif pun kian intens, memicu emosi baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Sampul Novel Ann The Innocent
7.8
Ann Arthurian adalah gadis jenius yang malang. Ia sering dicap sebagai anak pembunuh karena ayahnya menghabisi nyawa ibu angkatnya. Setelah kehilangan nenek, Ann menderita akibat perundungan di asrama. Namun, takdir berubah saat ia bertemu putra mafia yang menemukan buku miliknya. Kehidupan Ann berbalik total ketika ia bergabung dengan tim ilmuwan untuk memecahkan kode rahasia negara. Di tengah misi besar itu, kebenaran tentang asal-usul keluarganya yang kelam mulai terungkap.
Sampul Novel FINDING MOM
9.1
Demi menemukan ibu kandungnya, seorang gadis nekat merantau ke luar negeri sebagai buruh migran. Di sana, ia bertemu beberapa pria yang jatuh hati padanya, namun tak disangka salah satu dari mereka adalah kekasih sang ibu. Sementara itu, ibunya telah lama melupakan keluarga demi hidup bebas. Takdir mempertemukan mereka tepat saat sang gadis dilamar oleh pria masa lalu ibunya. Konflik batin pun memuncak dalam pencarian jati diri dan cinta ini.
Sampul Novel Gigolo
8.2
Frans, mahasiswa kedokteran cerdas, terpaksa berhenti kuliah demi menghidupi dua adiknya setelah orang tua mereka wafat. Ia bekerja sebagai penyanyi sebelum akhirnya direkrut oleh Mamih Mega menjadi pria penghibur. Petualangannya berpindah pelukan wanita pun dimulai hingga ia bertemu Fira, gadis yang menyewa jasanya demi melepas kesucian. Meski keduanya saling jatuh cinta, kerumitan muncul saat Frans justru berakhir menikahi wanita lain bernama Anjani.
Sampul Novel Kembalinya Pewaris yang Ditinggalkan
8.2
Tiga tahun pengabdian Chelsea berakhir pahit saat sang kekasih mencampakkannya di altar demi wanita lain. Namun, status gadis desa itu hanyalah kedok. Chelsea bangkit sebagai pewaris tunggal konglomerat terkaya dan menguasai kekayaan triliunan. Di tengah gempuran musuh yang iri akan kesuksesannya, ia justru menemukan sekutu tak terduga. Nicholas, pria yang dikenal dingin dan kejam, kini berdiri di sisinya untuk mendukung setiap langkah balas dendamnya.
Sampul Novel Moonlight and Mr. CEO
8.2
Nicholas Liu adalah CEO furnitur sukses di Hong Kong yang masih melajang hingga muncul rumor miring tentang orientasinya. Hidupnya yang tenang terusik saat ia terpaksa merawat kucing putih milik sahabatnya, Hanna. Karena enggan, Nic membiarkan hewan itu di teras. Namun, di bawah cahaya bulan purnama yang menyilaukan, kucing itu lenyap secara misterius. Sebagai gantinya, muncul seorang gadis cantik tanpa busana yang mengubah takdir Nic selamanya.