APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Om Om Kaya

Om Om Kaya

Erin Tiathe, gadis berusia 19 tahun, terpaksa mengambil langkah drastis demi menyelamatkan nyawa neneknya yang kritis. Terhimpit beban biaya rumah sakit yang besar, ia mendatangi Madam Egeline untuk menjual kesuciannya di sebuah kelab malam. Meski Madam Egeline sempat ragu, Erin tetap teguh pada keputusannya. Kini, Erin harus bersiap menggunakan tubuhnya untuk pertama kali demi mendapatkan uang yang ia butuhkan dalam situasi yang sangat mendesak ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Tentu saja, saya sangat berterima kasih atas bantuan besar yang telah anda berikan." Kata Erin sambil terus memandangi kantong kresek berwarna hitam yang kini terlihat penuh, akibat banyaknya uang di dalamnya.

Madam Egeline pun menutup hidungnya, merasakan bau busuk yang menyeruak keluar dari tubuh Erin, entah apa yang akan terjadi padanya jika para pelanggannya juga mencium bau busuk di club malam miliknya. Madam Egeline dengan segera, langsung meminta Erin untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaannya.

"Sebelum itu, bersihkanlah badanmu yang bau itu." Ucap madam Egeline sambil menutup hidungnya dengan tangan.

Madam Egeline meminta pada para pekerjanya untuk memberikan Erin beberapa alat yang bisa ia gunakan untuk mandi seperti handuk dan lain sebagainya. Erin pun di antar pergi ke kamar mandi, yang terhubung dengan tempat di mana para gadis milik madam sepertinya, berdandan sebelum melakukan pekerjaan mereka.

Tanpa rasa takut, Erin pun mulai membersihkan dirinya. Membasahi dirinya yang kini sudah terlanjur merangkak ke dalam jalan yang salah, hanya karna merasa bingung dan terdesak. Bahkan rasanya, rasa letih dan dosa yang telah ia perbuat, ikut terhanyut dengan air yang terus mengalir dan membuat tubuhnya basah.

Dengan handuk seadanya, Erin pun keluar dengan tubuhnua yang hanya di tutupi oleh handuk itu tanpa rasa malu karna kini, tidak ada siapapun di dalam ruangan tersebut. Madam Egeline yang melihat Erin baru saja keluar dari dalam kamar mandi itu pun, langsung melemparkan sebuah pakaian pada Erin.

"Pakai ini. Kamu juga tau bukan? Jika memakai pakaian seperti ini juga merupakan bagian dari pekerjaanmu?" Ujar madam Egeline melipakan kedua lengannya di bawah dada.

Erin pun menerima pakaian itu kemudian memandanginya terus menerus. Mini dress berwarna hitam, dengan bagian dada nya yang terbuka dan juga pinggul yang ketat itu, merupakan pakaian yang bahkan tidak pernah ia sentuh seumur hidupnya. Tapi kini untuk yang pertama kalinya, Erin harus mengenakan pakaian yang ia anggap hina untuk menggoda para pria dan menyelesaikan pekerjaannya.

Erin pun mengangguk, ia pergi ke dalam ruang ganti dengan pasrah, memakai pakaian tersebut. Erin melihat dirinya sendiri di cermin yang berukuran besar, menatap dirinya yang menyedihkan, dirinya yang tidak bisa melakukan apapun, dirinya yang kini tersesat di jalan yang salah. Erin pun keluar, menunjukkan penampilannya yang kini semakin mempesona dengan di bantu oleh pakaian tersebut.

Madam Egeline pun tersenyum puas, begitu menatap penampilan Erin yang kini sangat berubah di banding sebelumya, hanya karna gaya pakaiannya yang berbeda. "Memang benar, penilaianku tidak pernah salah." Madam Egeline pun terus menatap Erin dari atas kepala hingga ujung kaki, merasa takjub dengan penampilan Erin yang begitu seksi sekarang ini.

Meskipun kini Erin memakai pakaian yang bagus dan terlihat mahal, pakaian yang bahkan seumur hidupnya tidak pernah ia bayangkan karna terlalu mustahil untuknya miliki, kini bahkan tidak membuatnya merasa senang dengan memakai pakaian ini.

Dengan pasrah, Erin pun mengikuti perintah madam Egeline yang memintanya duduk di kursi rias. Dengan tangannya sendiri, madam Egeline mendandani Erin dengan sangat lihai, membuat garis mata dan bibirnya terlihat lebih mempesona jika di bandingkan dirinya yang selalu polos tanpa make up sedikit pun.

Begitu melihat perubahan yang besar pada dirinya yang sekarang ini melalui cermin, Erin seolah merasa bahwa jati dirinya kini telah hilang. Erin merasakan sosoknya yang kini terlihat sangat berbeda dari pada sebelumnya.

"Nah, sudah selesai. Sekarang kamu bisa langsung melakukan pekerjaanmu." Tutur madam Egeline dengan senang melihat dirinya yang berhasil merubah Erin, sambil memberikan sentuhan terakhir untuk menyempurnakan riasannya.

Dengan tubuhnya yang lemas itu, Erin pun berdiri, menghadap madam Egeline untuk bertanya hal apa yang harus ia lakukan sekarang. "Apa yang harus saya lakukan sekarang?" Tanya Erin dengan sisa tenaga yang tidak seberapa di dalam tubuhnya.

Sambil menggandeng tangan Erin untuk keluar dan bersiap, madam Egeline pun menjelaskannya dengan singkat, hal apa yang harus Erin lakukan untuk memulai pekerjaannya. "Kamu tinggal pergi saja ke salah satu ruangan. Duduk dengan manis, kemudian menunggu sampai ada pria yang datang untuk menemuimu. Dan setelah ia datang, kamu hanya tinggal menuruti keinginannya saja, mudah bukan?" Kata madam Egeline yang menjelaskan.

Erin menelan ludah. Karna meskipun ia berasal dari golongan bawah, ia tentunya tidak bodoh dan mengerti dengan apa maksud dari ucapan madam Egeline padanya barusan. "Ba ... bagaimana jika yang datang adalah pria tua yang sudah memiliki istri dan anak?" Erin pun menyampaikan rasa khawatirnya.

Madam Egeline pun tersenyum, mendengar ucapan Erin yang menurutnya lucu. "Duh ... kamu ini, kamu terlalu mengkhawatirkan hal yang tidak perlu. Tentu saja hal itu tidak akan terjadi, karna yang bisa memasuki tempat ini hanyalah pria muda dan yang masih bujang." Kata madam Egeline berbohong, tidak ingin jika Erin sampai melarikan diri hanya karna hal ini.

Erin pun mau tidak mau harus percaya kepada ucapan madam Egeline karna kini, hanya madam Egeline lah orang yang dapat ia percayai. Lagi pula Erin sudah menerima uangnya, tidak ada alasan lagi baginya untuk menolak pekerjaan yang sudah seharusnya ia lakukan sebagai imbalan dari uang yang telah ia terima.

Erin pun mengangguk, "Saya mengerti." Tuturnya dengan lembut, segera pergi menuju ke salah satu ruangan yang tadinya madam Egeline bicara dengan dirinya.

Erin pun melangkahkan kakinya ke dalam salah satu ruangan. Begitu masuk ke dalamnya saja, Erin tak henti hentinya di buat takjub dengan kemewahan yang ada di dalam ruangan tersebut. Cahaya yang seolah memang sengaja di buat redup, hanya di terangi oleh lampu disko, sofa yang empuk dan juga berbagai alkohol dengan harga yang cukup tinggi, kini berada tepat di depan matanya.

Erin pun melakukannya sesuai dengan apa yang madam Egeline perintahkan padanya. Erin hanya duduk di atas sofa yang empuk itu dengan manis dan tenang, menunggu dengan sabar, akan adanya pria yang datang ke dalam ruangan tersebut. Namun hingga beberapa menunggu, tak kunjung ada pria yang datang menghampirinya.

Kepala Erin saat ini pun terasa pening, akibat mendengar suara musik yang keras itu terus bergema di gendang telinganya. Agar bisa membuat dirinya kembali normal, Erin pun berfikir untuk mencoba alkohol di depannya itu sedikit. Agar setidaknya, ia sekalian juga bisa melupakan sejenak, berbagai macam masalah yang membuatnya seolah ingin mati selama ini.

Kedua orang tuanya sudah tiada, dan kini neneknya yang merupakan keluarga yang ia miliki satu satunya juga tengah berada di dalam keadaan kritis, terbaring di rumah sakit dengan lemah pada saat ia tidak memiliki uang sepeser pun. Tentu saja siapapun yang mengalami hal seperti itu, akan sama putus asanya seperti Erin sekarang ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Crazy Woman
8.3
Ria Ananta menyembunyikan statusnya sebagai putri konglomerat meski gaya hidupnya selalu mewah. Ia memilih hidup normal, namun ketenangannya terusik sejak menjalin asmara dengan Christian, seorang idola terkenal. Tekanan dari keluarga Christian yang tidak merestuinya memicu depresi dan sisi gelap dalam diri Ria yang tak terduga. Di balik tumpukan harta, Ria berjuang melawan kehancuran mental dan pikiran bunuh diri akibat konflik hubungan yang penuh kekerasan.
Sampul Novel Gairah
8.4
Banyak yang menganggap bahwa jatuh cinta adalah pengalaman yang sangat indah. Namun, apakah perasaan itu akan tetap terasa manis jika hati tertambat pada sosok yang sudah menjadi milik orang lain? Situasi menjadi semakin rumit ketika orang tersebut adalah pasangan dari sosok yang sangat kita sayangi. Kisah romansa dewasa ini mengeksplorasi konflik batin dan gairah terlarang yang menguji kesetiaan serta nurani dalam sebuah hubungan yang sangat rumit.
Sampul Novel Hasrat Agak Laen
9.7
Temukan narasi romansa modern yang unik dalam novel ini. Karya ini menyajikan perpaduan menarik antara realitas dan fiksi, di mana lebih dari separuh alurnya diangkat dari kisah nyata. Meski beberapa bagian dimodifikasi dan ditambah unsur imajinatif sebagai variasi, esensi ceritanya tetap terasa autentik. Persiapkan diri Anda untuk rangkaian peristiwa yang mungkin sulit dipercaya namun benar-benar bisa terjadi. Segera buktikan sendiri keunikan kisahnya sekarang juga.
Sampul Novel Kembalinya Mantan Istriku yang Luar Biasa
8.8
Tiga tahun Elsa menikah tanpa pernah bertatap muka dengan suaminya yang misterius. Saat diceraikan demi wanita lain, Elsa memilih bangkit dan meninggalkan identitas lamanya. Dunia pun terkejut saat mengetahui ia adalah peretas jenius, agen rahasia, hingga ilmuwan hebat. Melihat bakat luar biasa sang mantan istri, pria itu kini bersujud memohon ampun. Ia rela menyerahkan harta dan nyawanya demi mendapatkan kembali cinta Elsa yang dulu ia sia-siakan.
Sampul Novel My Sweet Dangerous Logan
9.6
Annabella dan Logan Mason berasal dari latar belakang yang sangat kontras, namun takdir membawa mereka pada sebuah kesepakatan besar. Demi menyelamatkan keluarganya dari krisis keuangan, Annabella nekat mengajak sang miliarder untuk menjalani pernikahan kontrak. Meski awalnya didasari oleh kepentingan timbal balik, benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Kini, keduanya terjebak dalam pusaran perasaan tulus yang sulit dihindari di tengah sandiwara tersebut.
Sampul Novel Pesona Pelayanku
9.4
Kehidupan Mayumi berubah drastis setelah pindah ke negara ayahnya. Pengkhianatan sang ayah memaksa Mayumi dan ibunya berjuang keras untuk bertahan hidup di tanah asing. Demi menyambung nyawa, ia terpaksa bekerja sebagai pelayan bagi seorang pria angkuh yang selalu ingin menang sendiri. Namun, di balik kemewahan rumah majikannya, Mayumi justru mulai menemukan berbagai kebohongan besar yang selama ini tersembunyi rapat di dalam kediaman misterius tersebut.