APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel One Chance without Change

One Chance without Change

Dalam sebuah kisah yang menyelimuti misteri dan kengerian mendalam, muncul sebuah pertanyaan penuh keputusasaan mengenai batas penderitaan manusia. Tokoh utama terjebak dalam situasi yang sangat menyiksa hingga ia mempertanyakan apakah ada bentuk kematian yang jauh lebih menyakitkan daripada apa yang sedang ia alami saat ini. Keadaan ini memicu ketakutan luar biasa di tengah dunia fantasi yang kelam, di mana rasa sakit menjadi inti dari eksistensi.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ayah... ibu... maafkan.. aku, tidak! Aku tidak ingin mati!! Siapa saja tolong aku! Tuhan... aku, ingin tetap hidup..'

Dengan pandangan yang mulai buram serta kesaradan yang mulai menghilang, Niel hanya mampu mengingat hal terakhir yang paling membuatnya bahagia. Ia terus berucap jika dirinya tidak ingin mati, bayangan ayah, ibu dan saudara-saudarinya terlintas. Begitu pula teman-teman yang telah lama menemaninya, namun ia juga tak bisa menentang takdir.

Niel Astankova, seorang siswa Sma yang sedikit tomboy itu meninggal di usia sangat muda akibat bukan ulahnya sendiri, harus berusaha mengubah hal-hal yang akan menentukan dirinya bisa di selamatkan dan kembali ke kehidupannya sebelum kematian atau tidak. Harus merasakan berbagai cara kematian yang beragam dari yang benar-benar menyedihkan hingga tidak bisa terlintas di pikiran saking konyolnya. Belum lagi berbagai misi yang harus ia selesaikan untuk mengisi sebuah tabung yang memerlukan nilai-nilai yang akan ia kumpulkan nantinya guna kembali ke kehidupannya yang tenang. Mampukah Niel melakukan misi yang harus ia jalani nantinya?

'Tidak adakah kematian yang lebih menyedihkan daripada ini?!'

***

Senin siang, pukul 15.00

Suara kendaraan berlalu-lalang di sebuah jalan metropolitan penghubung antar kota, juga merupakan sebuah kawasan elite di mana letak sekolah Libri Stary di bangun.

Para siswa tingkat akhir terlihat telah meninggalkan gedung sekolah, entah yang pulang dengan sepeds atau hanya berjalan kaki semata. Kota G memang masyarakatnya lebih banyak menggunakan sepeda dan juga angkutan umum di bandingkan mobil pribadi ataupun motor, itulah sebabnya tempat ini menjadi sebuah kota yang asri dan bebas dari polusi udara berlebih.

"Hoshh.. hoshh! Niel! Tunggu!!"

Seorang remaja dengan masih mengenakan seragam khas dari sekolah Libri Stary atau yang biasa di singkat dengan Libstar itu terlihat berlari dengan nafas yang tersengal, dadanya naik turun berusaha menetralkan nafas yang berlomba-lomba untuk mengisi paru-parunya. Sedangkan sang empu nama hanya berjalan santai sambil menikmati makanannya yang ada di tangan.

"Cepatlah Ab, atau kau akan ku tinggal." Gumam Niel yang tak menghiraukan jalanan dan masih mengunyah makanannya.

"Jalanmu terlalu cepat! Sudah ku bilang untuk menungguku.. hoshh… di depan pagar bukan," ucap pemuda yang di panggil Ab tersebut dengan nafas yang tersengal.

'Grepp!'

Sebuah tangan meraih pergelangan tangannya yang ia masukan kedalam saku jaketnya, perempuan yang baru saja menghadiri upacara penerimaan siswa baru itu mengernyitkan dahinya. Seragam putih dengan rok di atas paha berwarna abu-abu itu begitu kontras dengan cara jalannya yang tak jauh berbeda dari preman pasar yang biasa meminta setoran kepada para pedagang. Wajahnya tertekuk tanda tak suka tepat di atas jebra cross, Abraham berhasil meraih lengannya dan menghentikan langkah sang teman kecil dan berbalik mendengarkannya. Tak perduli jika mereka tengah berada tepat di atas zebra cross yang begitu rawan akan bahaya.

"Kau ini, bla bla bla bla..."

Niel hanya bisa menjilati jemarinya tanpa mendengarkan ocehan pemuda pirang tersebut, ia memilih untuk menatap sekitar.

Tak jauh dari tempat di mana mereka bertengkar, sebuah lampu lalu lintas khusus pejalan kaki mulai berubah warna menjadi kuning lalu beransur memerah. Niel dan Abraham masih berada di sana sebelum dari arah kanan tepat membelakangi Abraham, sebuah mobil kontrainer melintas dengan kecepatan penuh berulang kali membunyikan klakson mobilnya. Namun kedua anak itu tidak juga menyingkir dari tempat itu, keadaan sekitar yang mulai sepi juga mendukung calon pelaku untuk menjadi pelaku tabrak lari.

Tapi berbeda dengan Niel,

“Kau harus ingat nanti jika pulang untuk,-”

‘brukk!!’

Sebuah tangan mendorong tubuh sang pemuda menjauh, membuat tubuh pemilik surai pirang tersebut menghantam pembatas jalanan dan sukses pantatnya mencium jejeran rapi batu bata yang mengisi jalanan tersebut.

“Niel!! Kau ini, di saat seperti ini masih sempat-sempat… nya, bercanda..”

Suaranya terhenti di tenggorokan, matanya sukses membola dengan apa yang ada di hadapannya kini. Begitu cepat hingga otaknya tak mampu mengolah kejadian yang ia lihat di depan matanya sendiri, bahkan posisinya belumlah berpindah dari ubin jalanan.

Tepat di hadapannya, tubuh perempuan yang tadinya ia omeli kini telah terpental jauh beberapa meter di depan. Dengan sebuah truk yang terlihat terus melaju dengan sedikit oleng tanpa henti,

“N-Niel…”

Tubuhnya tak bisa bergerak dengan getaran hebat, air matanya telah terkuras tanpa bisa memastikan keadaan. Abraham berusaha mendekati tubuh Niel yang jauh terpental dari posisi awal, tak ads gerakan di sana.

“Niel.. jangan bercanda, ka-kau bercanda kan?! Benarkan??!!”

Ujung sepatunya berusaha menyentuh tubuh perempuan itu sebelum darah mulai menggenangi sepatunya itu. Terlihat jika seragam putih di sana telah basah akan noda merah nan pekat, dari sana Abraham mulai menyimpulkan meski otaknya menolak untuk itu. Jika Niel Astankova telah meninggal dalam tabrak lari, lebih-lebih itu karena menyelamatkan dirinya.

“NIELL!!!”

***

Manik itu membuka perlahan dengan pandangan yang sedikit mengabur, ia memegangi pelipisnya yang sakit namun sesaat setelahnya tersadar akan apa yang telah ia lewati.

“ughh, apa yang terjadi..-Abraham!?”

Ia lirik sekitar, namun tak ada apapun di sana selain interior merah dengan aksen keemasan. Warna ruangan tersebut berwarna putih dengan barang-barang mewah lainnya menghiasi tiap sudut ruangan terasebut.

“tunggu, ini… di mana?!”

‘Cklekk!’

“Tuan Niel, anda sudah bangun? Saya membawakan sarapan,” ucap seorang pelayan yang masuk dengan troli makanan sesaat setelah bunyi pintu bergeser itu di buka.

Sang empu nama hanya menjawab sang pelayan dengan kernyitan dahi tak mengerti, ia benar-benar tidak paham dengan apa yang telah terjadi kini. Sebelum seberkas ingatan dari tuan tubuh membuatnya harus memijit pelipisnya kembali karena rasa sakit yang benar-benar tidak nyaman.

‘tunggu, apa ini?!’

Seketika yang ia lihat adalah gambaran masalalu dari sang pemilik tubuh yang ternyata telah mati tepat beberapa jam yang lalu setelah ia berpindah tubuh ke tubuh orang ini, namun Niel Astankova masihlah belum mengerti dengan apa yang kini ia alami.

Sebelum sebuah suara membuatnya tersentak dan mencari asal suara tersebut,

‘Selamat datang di permainan. Aku Ios, Artifisial intelegent yang akan membantumu untuk menyelesaikan permainan ini.’

Seekor tupai berwarna putih muncl entah dari mana, sebagai seorang normal tentu saja Niel tidak paham atas apa yang terjadi sebelum ia menatap ke sekeliling yang benar-benar terlihat berbeda dari sebelumnya.

Sebuah singgle sofa empuk lalu layar monitor besar yang memperlihatkan dirinya yang tengah di tangisi oleh pemuda berseragam yang paling ia kenal terpapar jelas sejelas-jalasnya di hadapannya. Sontak saja mata itu membola tak percaya akan apa yang telah ia lihat di depan sana,

“Ti-tidak mungkin, aku… sudah mati?!” ucapnya tanpa sadar sebelum menatap sekeliling dan juga tupai terbang yang terlihat begitu serius tak jauh dari tempatnya duduk.

‘Apa ini? Apa yang terjadi sebenarnya?!’

Bersambung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Annaya dan Kaisar Kegelapan
9.2
Vlad IV, pangeran vampir penguasa klan dari Kastil Bran, hidup dalam kesepian panjang meski memiliki kekuatan dan kekayaan melimpah. Takdir mempertemukannya dengan Annaya, gadis mandiri yang trauma akibat pengkhianatan masa lalu, di sebuah kelas merangkai bunga. Meski kekuatan supranatural Kazi tak mempan padanya, percikan asmara tetap muncul. Mampukah Kazi meyakinkan Annaya yang skeptis akan cinta untuk bersatu, sementara perbedaan dunia menjadi penghalang besar bagi mereka?
Sampul Novel Bulan di Darah Awan
9.8
Dunia kini diselimuti cahaya merah abadi yang membawa derita darah dan kesedihan mendalam. Di tengah perjuangan mempertahankan kewarasan, sebuah pertemuan singkat justru berujung pada luka lama yang kembali terbuka. Meski ada ikatan yang terasa berbeda, kebencian dari masa lalu menciptakan atmosfer yang menyesakkan. Rahasia yang tersimpan memicu amarah hingga hubungan yang baru saja dimulai ini terancam hancur, meninggalkan rasa sesak yang tak terlukiskan.
Sampul Novel Genderang Perang Manusia Elektrokinesis
8.2
Manfred Argianta Bergmans atau Gian menjalani hidup penuh penderitaan akibat perundungan keluarga dan teman sekolahnya. Hanya Alicia yang setia mendukungnya, meski hal itu memicu intimidasi yang lebih parah. Setelah menolong kucing malang, Gian menerima warisan kekuatan elektrokinesis dari sosok misterius dalam mimpi. Didampingi seekor tikus putih sebagai mentor, ia memulai misi balas dendam. Namun, saat dianggap monster dan Alicia menjauh, sanggupkah Gian memenangkan perang ini?
Sampul Novel Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha
9.7
Tiga tahun menjadi penyembuh kutukan Alpha Kaelan berakhir tragis. Meski menjanjikan komitmen, Kaelan justru memilih Lila dan mencampakkan aku tepat di hari ulang tahunku. Di bawah pengaruh licik Lila, Kaelan berubah menjadi penyiksa kejam yang tega menyakiti keluargaku demi fitnah. Saat ia mencoba memaksaku kembali, aku memilih memutus ikatan. Kini, aku berpaling ke kawanan lawan demi pasangan takdir sejatiku yang baru saja bangkit dari koma panjang.
Sampul Novel PANGERAN AGUNG
9.6
Kerajaan Mandala memiliki sosok pemimpin luar biasa bernama Pangeran Agung. Sebagai raja yang sangat dihormati, ia dikenal luas karena kearifan serta keadilannya dalam memerintah rakyat. Keberaniannya yang tak tergoyahkan saat menghadapi berbagai rintangan menjadikannya teladan bagi semua orang. Cerita ini mengikuti jejak sang penguasa bijaksana dalam menjaga kedamaian wilayahnya melalui dedikasi dan keteguhan hati yang luar biasa di tengah tantangan.
Sampul Novel Suamiku, ternyata cinta masa lampauku
8.3
Nadine mengakhiri hidupnya di sungai deras dengan sebuah janji terakhir untuk kembali memperjuangkan Logan di masa depan. Tak disangka, ia terbangun dalam raga baru bernama Raisa di zaman yang berbeda. Nadine menyadari bahwa dirinya telah bereinkarnasi, namun tantangan besar menantinya. Apakah Logan juga terlahir kembali di era yang sama? Raisa kini harus memulai pencarian demi menepati sumpah cintanya di tengah ketidakpastian waktu dan identitas barunya.