APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Oriaga Niel, Cintailah Aku

Oriaga Niel, Cintailah Aku

Menikah sebulan dengan Oriaga Niel, CEO brand Gregorious, menjadi neraka bagi Amanda. Tanpa cinta, hubungan mereka hanyalah ajang pelampiasan nafsu dan dendam masa lalu Oriaga terhadap keluarga Amanda. Amanda merasa terhina karena hanya dianggap sebagai alat pemuas saat dibutuhkan. Terjebak dalam kebencian yang mendalam, ia merasa seperti tawanan yang dibeli selamanya oleh sang suami yang dingin dan penuh ambisi untuk menghancurkannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Anda menculik seseorang, Tuan?" Zayn memang tak pernah membatasi perkataannya, dia orang kepercayaan Oriaga sejak lama. Pria itu mendatangi mansion pada tengah malam setelah mengurus CCTV di hotel seperti perintah Oriaga sebelumnya.

Oriaga sempat berpikir, lalu menggeleng, dia ingin menyangkalnya. "Aku rasa tidak, tapi kau memiliki tugas lain."

"Katakan."

Oriaga membuang puntung rokok dan menginjaknya, mereka berdiri di halaman mansion, atau tepat di samping mobil pria itu. Ia mengulurkan sebuah kunci mobil pada Zayn.

"Maksudmu?"

"Bawa mobil wanita itu kemari, aku tidak tahu di mana dia memarkirnya, kau bisa melakukannya sendiri, atau jika merasa sulit maka ajak Dean bersamamu."

Zayn mengangguk, ia menerima kunci mobil tersebut. "Anda benar-benar membersihkan nama, aku sempat melihat rekaman CCTV itu, sehingga bertanya tentang penculikan."

"Aku sudah lama mengenalnya."

"Ah, baiklah. Aku pergi sekarang, Tuan." Zayn bergegas memasuki kendaraannya sebelum pergi dari tempat itu, sementara Oriaga memilih duduk pada kap mobilnya dan membuka ponsel milik Amanda setelah mengambilnya dari jok belakang.

Layar terkunci menggunakan sidik jari, tapi Oriaga mudah melakukannya—ketika Amanda masih terlelap, ia menempelkan telunjuk wanita itu di sana, lalu sempat mengubah pola penguncian layar karena memiliki tujuan lain pada ponsel Amanda.

Oriaga menemukan beberapa chat masuk sekitar dua jam lalu, bahkan panggilan tak terjawab.

"Bu, maaf. Aku mabuk dan kesulitan mengendarai mobilku, sehingga memilih menginap di rumah temanku. Jangan cemas, aku baik-baik saja." Oriaga berbicara saat mengetik pesan untuk nomor dengan nama 'My Mom'. Pria itu bertingkah seperti ahlinya tanpa ingin memberi celah.

(Amanda, telepon kembali saat kau sudah sampai di rumahmu. Aku benar-benar cemas.)

"Siapa pria bernama Jeff? Apa kekasihnya?" Oriaga menyeringai, tapi ia tak menggubris chat tersebut, lalu melakukan panggilan keluar pada nomornya sendiri. "Ini terlalu mudah, Amanda."

***

"Anda terlalu kasar padanya, perlakukan wanitamu lebih lembut. Apa kau sangat terobsesi?" Dokter Elma berkomentar, jika bukan karena seorang Oriaga Niel, wanita itu tak ingin mengemudikan mobilnya sendirian pada tengah malam seperti ini demi mengecek kesehatan seseorang.

"Aku tahu."

"Bagus, jaga wanitamu dengan baik. Jangan lupa kabari aku saat kau akan menikah." Dokter Elma mengedipkan mata, menggoda pria itu, tapi Oriaga tak menyahut dan mengalihkan pandang. "Aku pulang sekarang. Ingat baik-baik perkataanku, sampai jumpa."

"Hm, ya."

Seorang pelayan wanita mengantar Dokter Elma hingga pintu utama, Oriaga hanya memperhatikannya di balik railing lantai tiga mansion.

Ponsel pria itu berdering.

"Maaf karena menghubungimu saat tengah malam, Tuan. Aku hanya ingin mengingatkan tentang penerbangan ke Paris pagi ini."

"Ya, terima kasih."

Oriaga kembali menyimpan ponsel, ia memiliki cukup banyak jadwal harian, melakukan penerbangan dari satu negara ke negara lain pada satu hari bukanlah situasi yang aneh.

Sekarang Oriaga harus kembali ke rumahnya dan menyiapkan lebih banyak energi untuk besok. Mansion hanya tempat persinggahan, atau satu dari banyaknya properti mewah milik pria itu.

Ia sempat menatap Amanda ketika meraih jas maroon dari sofa di dekat jendela yang tertutup tirai. Wanita itu masih terlelap di ranjang, piyama abu-abu membalut tubuhnya.

***

Amanda terusik ketika cahaya matahari menyentuh wajahnya pagi ini, seorang pelayan membuka tirai dari kanan ke kiri, pemandangan laut menyambut penghuni kamar.

Amanda beranjak duduk, ia masih merasa lemas serta pegal pada beberapa bagian tubuh, termasuk nyeri di area intim karena perbuatan Oriaga.

"Selamat pagi, Nona Amanda." Pelayan dengan seragam hitam putihnya menyapa Amanda seraya tersenyum hangat. "Tuan Oriaga memintaku untuk mengurusmu. Apa Anda membutuhkan sesuatu?"

Amanda menatapnya datar. "Oriaga? Di mana bajingan itu?"

Pelayan tersentak, ia tak pernah mendengar siapa pun mengumpat pada majikannya, tapi wanita di ranjang memiliki keberanian yang besar.

"Tuan Oriaga mengatakan jika hari ini pergi ke Paris, Anda bisa memerintahkan apa pun padaku."

Amanda menggeleng. "Tidak, terima kasih. Aku hanya ingin pulang ke rumahku."

"Mobil Anda berada di halaman."

"Mobilku? Siapa yang—" Amanda berhenti, ia hampir terkejut, tapi sepertinya tidak perlu. "Baiklah." Ia melihat laci dan meraih tas miliknya.

Saat beranjak, Amanda terhuyung dan kembali duduk di ranjang.

"Biarkan aku membantumu, Nona." Pelayan itu melingkarkan tangan Amanda di bahunya, mereka berjalan keluar bersama. Organ intim Amanda semakin perih ketika tubuhnya bergerak, sehingga bibirnya terus merintih dan membuat pelayan merasa iba. "Semalam Dokter Elma datang kemari dan memeriksa keadaanmu, tapi Tuan Oriaga tak menitipkan pesan apa pun padaku selain mobil di halaman."

"Sungguh, aku tak ingin membahasnya."

Mereka memasuki lift kaca, sangat efektif menyingkat waktu Amanda sehingga cepat keluar dari mansion.

Beberapa pelayan berpapasan dengan wanita itu, mereka tetap menyapa dan tersenyum sopan.

"Terima kasih telah mengantarku sampai di sini." Amanda berdiri di samping mobilnya, ia mengeluarkan kunci dari tas, wajah wanita itu cukup pucat.

"Anda akan mengemudikannya sendiri?" tanya pelayan.

"Ya. Aku tak memiliki supir pribadi."

"Tetaplah berhati-hati saat berkendara, Nona. Sampai jumpa."

Amanda tersenyum, setidaknya masih ada keramahan dari seseorang yang menyambut paginya setelah penyiksaan brutal semalam. Ia bahkan tak berpikir jika hari ini tetap hidup dan bernapas sebagai manusia.

Ia sempat membunyikan klakson sebelum mengemudikan mobilnya menjauh dari halaman.

Sementara pelayan tersebut segera menghubungi nomor Oriaga.

"Tuan, Nona Amanda sudah pergi dari mansion."

"Dia mengatakan sesuatu?"

"Tidak, hanya terlihat marah padamu."

Tak lagi terdengar suara Oriaga setelah mengakhirinya begitu saja.

"Bajingan itu melakukan hal buruk padaku, dia melecehkanku. Seharusnya melaporkan Oriaga ke kantor polisi, bukan?" Kesadaran Amanda sudah kembali. "Atau, pergi ke rumah sakit untuk melakukan visum sebagai bukti pelecehan yang dilakukannya padaku?"

Amanda benar-benar pergi ke rumah sakit untuk melakukan visum, ia memarkir mobilnya di basement, tepat ketika akan keluar—ponselnya berdering.

Sebaris nomor asing tanpa nama menghubunginya.

"Siapa di sana?"

"Apa yang kau lakukan di rumah sakit, huh?"

Suara tersebut membuat Amanda terdiam, menelan ludah, ia seperti mengenalnya.

"Jawab. Apa yang kau lakukan di rumah sakit? Seharusnya kau pulang ke rumah."

"Apa urusanmu. Kenapa mengetahuinya?" Amanda keluar dari mobil dan memperhatikan sekitar, ia mulai takut jika siapa pun menjadi penguntit untuk Oriaga.

"Aku memasang alat pelacak di mobilmu, Nona Griscouv."

"Kau sudah gila, Oriaga!" Amanda semakin terkejut, bagaimana mungkin Oriaga bertindak sejauh itu. "Apa yang kau inginkan dariku sehingga seperti ini, huh!"

"Cepatlah pulang ke rumahmu, atau kau ingin melihatku melakukan hal lain?"

Tangan Amanda menjadi gemetar ketika menggenggam ponselnya. "Kau benar-benar bajingan. Kau mengawasiku, berhenti melakukannya!"

"Pulanglah sekarang. Kita bisa membicarakannya setelah aku kembali dari Paris."

"Jika aku tak mengikuti keinginanmu?"

"Jika kau tak mengikuti perintahku, semua orang akan melihat pesta semalam. Pesta antara kau dan aku di mansion, apa belum cukup?"

Bola mata Amanda mulai berkaca, ia kembali menelan ludah.

"Cepatlah pulang. Aku mengawasimu dari jauh, aku bisa menempatkan mata-mata di sekitar rumahmu, apa kau senang?"

Wanita itu menjauhkan ponsel dari telinganya, ia menangis dan gemetar, lalu membanting ponsel tanpa ragu.

"Kau benar-benar bajingan, Oriaga."

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Gadis Simpanan
9.2
Sejak kecil, Carl Davidson gemar menjahili Samantha Walker dengan mendudukkannya di meja tinggi hingga ia menangis ketakutan. Kebiasaan unik ini terus berlanjut hingga mereka dewasa. Carl kini menjadi miliuner otomotif sukses yang tetap melakukan hal serupa, namun ia akan membawa Samantha dari meja ke ranjangnya. Meski dunia melabeli Samantha sebagai gadis simpanan, mampukah ia meraih kehormatan dan melangkah ke pelaminan bersama Carl di tengah stigma tersebut?
Sampul Novel Devil Beside You
8.1
Sergio Blanco menganggap nyawa manusia tak berharga hingga ia ditugaskan membunuh putri seorang miliarder. Rencana sang pembunuh bayaran goyah saat bertemu Hazel Afford, wanita bermata indah yang memikat hatinya. Meski Hazel awalnya jatuh cinta, ia kini muak dan berusaha kabur setelah tahu identitas asli Sergio. Namun, Hazel justru terjebak dalam permainan gairah yang berbahaya. Akankah Sergio menuntaskan misinya atau justru menyerah pada perasaan?
Sampul Novel GAIRAH LIAR PLAYBOY TAJIR
8.0
Leon Indrajaya, pewaris tunggal kerajaan properti yang kaya raya, dikenal sebagai playboy penakluk wanita. Di balik pesonanya, trauma masa kecil membuatnya menjadi sosok temperamental dan dingin. Saat dipaksa ayahnya menjalani terapi, ia bertemu psikiater cantik, Evita Caroline. Meski Eve telah bertunangan dengan CEO Young Entertainment, Belvin Alexander, Leon justru terobsesi padanya. Akankah Leon nekat merebut Eve dan memicu konflik besar antar konglomerat?
Sampul Novel Husband billionare
8.3
Arkhana Jason, bos besar Grup Jason, hilang ingatan usai upaya pembunuhan oleh pamannya, Wira. Ia diselamatkan Nina di desa dan mereka pun menikah. Saat ingatannya pulih, Arkha menyamar demi membongkar kejahatan Wira, termasuk nasib orang tuanya. Setelah membalas dendam dan bersatu kembali dengan keluarganya, Arkha mendapati rumah Nina hancur akibat ulah istri Wira. Ia segera menyelamatkan Nina, mengungkap identitas aslinya sebagai miliarder, lalu memboyong mereka ke kota.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Muda!
7.8
Anna terjebak dalam skenario licik keluarganya untuk menggantikan sang kakak yang kabur dari pernikahan. Kini, ia resmi menjadi istri Zain, tuan muda tampan namun berkepribadian dingin yang harus duduk di kursi roda. Meski awalnya penuh penekanan dan peringatan keras, Zain menjanjikan perlakuan baik jika Anna patuh padanya. Sebagai wanita yang lama terasing, Anna harus beradaptasi dengan status barunya sebagai istri dari pria yang menuntut pengabdian penuh tersebut.
Sampul Novel Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun
8.0
Axel Narendra, CEO tampan berdarah campuran, kembali ke Indonesia demi mencari gadis yang memikat hatinya dua puluh tahun lalu. Namun, misinya terhambat saat ia dikhianati dan ditawan oleh anak buahnya sendiri. Kini, Axel harus berjuang menyelamatkan diri di tengah konspirasi besar. Akankah ia berhasil membasmi pengkhianat di seluruh jaringan perusahaannya yang menggurita ke mancanegara sekaligus menemukan cinta masa kecil yang dicarinya?