APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pasangan Pengganti

Pasangan Pengganti

Alana Nefertari adalah istri sabar yang memimpikan perubahan sikap Vicky Xavier demi buah hati mereka. Sayangnya, kekejaman Vicky justru memuncak saat ia menjadikan Alana jaminan utang kepada atasannya sendiri, Bryan. Kini, sang istri terpaksa bekerja sebagai pelayan di rumah sang Direktur akibat ulah suaminya yang tak berperasaan. Mampukah Alana bertahan di tengah pengkhianatan ini, ataukah pernikahan toxic tersebut akhirnya akan hancur selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Ada perasaan menyesal dalam diri Alana karena menurutnya, ia sudah salah dalam memilih pasangan hidup, namun nasi sudah menjadi bubur, tak ada gunanya menyesali apa yang sudah terjadi. Alana menganggap bahwa ini sudah takdir Tuhan, ia dijodohkan dengan laki-laki yang jauh dari apa yang ia harapkan.

Alana sempat berkeinginan untuk bercerai dari Vicky, ia ingin mendapatkan suami yang lebih baik, bukan seorang pemabuk. Alana pun tidak ingin mempunyai seorang anak dari laki-laki pemabuk seperti Vicky. Namun keinginannya itu tak mampu ia wujudkan karena Vicky tiba-tiba berjanji akan bertaubat apabila sudah mempunyai seorang anak. Pada awalnya Alana tidak percaya dengan perkataannya, namun akhirnya Alana pun luluh kembali oleh janji-janji manis yang Vicky ucapkan.

Setelah Alana hamil, tubuhnya terlihat gemuk, Alana sering mengeluh pusing dan mual, tapi Vicky malah terlihat cuek. Ia tidak pernah sekalipun memperdulikannya, bahkan untuk membeli makanan yang Alana inginkan pada saat hamil pun tidak. Alana tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seseorang yang sudah menghamilinya itu.

Setiap Alana periksa kehamilan, Ibu Rumina, orang tua Alana yang selalu mengantarnya, Ibu Rumina yang selalu menemaninya, beruntung sekali Alana mempunyai orang tua yang rumahnya dekat dengan tempat tinggalnya.

Sampai akhirnya ia melahirkan, Vicky juga tak pernah berada di sampingnya, ia selalu beralasan bahwa ia sibuk bekerja. Seorang ibu yang baru melahirkan anak pertamanya sangat butuh sentuhan dan dukungan seorang suami, agar tidak terjadi syndrom baby blues, namun hal itu tidak Alana dapatkan dari sang suami.

Waktu terasa lama bagi seorang ibu yang baru saja melahirkan, karena setiap hari hanya di rumah menemani sang anak, yang membantu Alana mengerjakan pekerjaan rumah setelah ia melahirkan adalah Ibunya, dari mulai mencuci pakaian, menggosok pakaian, sampai membantu Alana mengurusi Andrea yang baru lahir, karena ia belum mampu untuk memperkerjakan asisten rumah tangga. Untuk kebutuhan makan sehari-hari pun terkadang ibu Rumina yang membawakan Alana nasi, sayur dan lauk pauk demi menjaga nutrisi yang terbaik di dalam asinya.

Alana menatap Andrea yang sedang tertidur. Ia merasa kasihan dengan buah hatinya ini karena belum mendapatkan kasih sayang dari seorang Ayah, entah kapan vicky tersadar bahwa ia mempunyai seorang putri cantik seperti Andrea.

Tok ... Tok ... Tok ...

"Alana!"

Alana mendengar suara ibu Rumina yang memanggilnya, ia langsung beranjak keluar kamar untuk membukakan pintunya.

"Kok tumben pintunya dikunci? Kamu lagi tidur?"

"Nggak!" Jawab Alana sambil berlalu ke dalam.

Sang ibu membawakannya nasi, sayur dan lauk untuk makan siang Alana.

"Itu makan dulu!" Titah Ibu Rumina, namun Alana merasa dirinya belum lapar.

"Ada apa, Al?" Tanya Ibu Rumina seraya melihat wajah putrinya yang sedang bersedih.

"Bu, tadi ada orang kesini, lalu orang itu menanyakan Mas Vicky, orang itu meminta agar uangnya segera dikembalikan."

Ibu Rumina mengernyitkan kedua alisnya, "Vicky berhutang pada orang itu?"

Alana menggelengkan kepalanya, "entahlah, tapi orang itu bilang, Mas Vicky mengajaknya untuk berinvestasi, namun sampai sekarang, ia belum menerima keuntungan dari investasinya itu."

"Investasi apa?"

"Aku pun tidak tahu! Ibu kan tahu, kalau Mas Vicky itu bersikap tertutup sama aku!" Jawab Alana karena ia sering menceritakan pada ibunya semua tentang suaminya itu.

"Lalu, berapa besar uangnya itu?"

"Sepuluh juta!"

Ibu pun terkejut, "apa? Sepuluh juta?"

"Iya."

Alana sempat berpikir jika orang tersebut hanya ditipu oleh suaminya itu, tapi ia juga ingin tidak hanya menduga-duga, Alana harus menemukan jawaban yang jelas dari suaminya tersebut.

Malam hari pun tiba, Ibu Rumina sudah pulang dari rumah Alana, hanya Alana dan Andrea yang berada di dalam rumah. Alana masih menunggu Vicky pulang. Alana melihat jam pada ponselnya, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, jika orang yang benar-benar kerja, sewajarnya jam segini sudah berada di rumah, namun Alana yakin bahwa suaminya ini sedang berada di tempat hiburan.

hujan mulai membasahi bumi, dentuman petirpun terdengar dengan sangat merdu, bayi cantik yang berambut lebat itu sudah tertidur, hanya memandangi wajah Andrea yang bisa membuat hati Alana tenang.

Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam, namun Vicky masih belum juga kembali ke rumahnya, Alana mencoba untuk menghubunginya kembali namun hasilnya masih sama, teleponnya tidak diangkat. Kesendirian sudah menjadi hal yang biasa bagi Alana, ia sudah bersuami namun terasa seperti masih sendiri.

Tok ... Tok ... Tok ...

Alana melirik jam lagi, waktu menunjukkan pukul satu dini hari, ia yakin yang mengetuk pintu itu adalah Vicky. Alana berjalan perlahan, ia takut Andrea terbangun jika mendengar suara hentakan kaki.

Krekkk ~~

Alana membukakan pintu, benar saja yang berada di balik pintu adalah suaminya, akhirnya ia sampai di rumah. Alana memandang Vicky yang matanya merah, tercium bau minuman keras juga, lalu Vicky berjalan ke dalam, jalannya terhuyung-huyung, karena ia dalam keadaan mabuk.

Vicky belum bisa diajak berbicara, ia langsung merebahkan tubuhnya di ruang tamu walau bajunya dalam keadaan basah dan kotor, Alana membiarkannya, ia kembali tidur di dalam kamarnya.

***

Pagi hari sudah menyapa, Ibu Rumina kembali datang ke rumah Alana dengan membawakan sarapan pagi untuknya, lalu Ibu meletakkannya di atas meja.

"Suamimu belum bangun?" Tanya Sang Ibu sambil melihat Vicky yang tidur di ruang tamu.

Alana menggelengkan kepalanya.

"Memang ga kerja?" Tanya Ibu lagi.

"Harusnya sih kerja!"

Sudah berkali-kali Alana membangunkan suaminya itu, namun ia tak bangun juga. Mungkin karena pengaruh alkohol yang membuat kesadarannya melemah.

Alana sarapan nasi dan lauk yang Ibu Rumina bawa, lalu Sang Ibu menjemur dan memandikan Andrea.

Kringggg ~~ Kringggggg ~~

Terdengar dering ponsel Sang Suami, Alana mencari keberadaan ponsel tersebut, ternyata masih berada di saku celana Vicky, Alana berusaha mengambilnya, ia melihat nomor yang tertera di layar, dari nomor yang tidak dikenal, hatinya bertanya-tanya, 'nomor siapa ini?'

Alana menggeser tombol berwarna hijau, terdengar suara dari balik telepon seorang laki-laki.

[Hallo...]

[Iya.]

[Ini benar nomor hpnya Vicky?]

[Iya, benar. Ini siapa ya?]

[Bisa saya bicara dengan Vicky?]

[Vicky masih tidur.]

[Ini saya bicara dengan siapa?]

[Saya istrinya.]

[Saya Alex, tolong sampaikan pada suamimu, saya meminta uang saya dikembalikan!]

[Uang? Uang apa?]

[Uang investasi yang suamimu janjikan akan mendapatkan keuntungan, tapi sampai saat ini tidak pernah saya dapatkan!]

[Berapa banyak?]

[Lima juta rupiah.]

Alana kembali terkejut dengan pernyataan seseorang yang bernama Alex itu, ia juga mennginginkan uangnya untuk dikembalikan. Jika ditotal sudah lima belas juta juta Vicky harus mengembalikan uang orang-orang tersebut. Uang lima belas juta, singgah di rekening Alana pun tidak pernah, apalagi melihatnya langsung, ia belum pernah mempunyai uang sebanyak itu. Lalu bagaimana Sang Suami harus mengembalikannya?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 MINGGU MENGEJAR CINTA
8.7
Rencana perjalanan bisnis Anya berubah kacau saat kendala teknis memperpanjang durasi kunjungannya menjadi tiga minggu. Situasi kian rumit ketika keponakan rekan bisnisnya melamar secara impulsif dan mengancam nyawanya setelah ditolak. Di tengah kekalutan, Anya bertemu Dastan, mantan teman sekelasnya yang datang membantu. Namun, ia mulai meragukan ketulusan Dastan. Apakah ini murni bantuan teman lama atau ada perasaan tersembunyi? Anya hanya punya waktu singkat untuk menuntaskan segalanya.
Sampul Novel CEO Dingin Pemikat Hati
9.2
Shintia berjuang memulai hidup baru pasca putus dari Arya. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali saat Arya muncul sebagai CEO di kantornya. Meski cinta Shintia bersemi lagi, Arya justru menyimpan kebencian mendalam dan sering bersikap kasar. Keadaan kian rumit akibat kesalahpahaman masa lalu dan skandal Shintia dengan Felix yang memicu kemarahan Arya. Mampukah Shintia meluluhkan hati Arya dengan mengungkap alasan tragis perpisahan mereka dua tahun lalu?
Sampul Novel Musuh Bebuyutanku yang Berdarah Dingin Tiba-tiba Terobsesi Denganku
9.4
Tujuh tahun Daniela sia-sia setelah memergoki Yosua berselingkuh menjelang pernikahan. Di hari besar itu, ia memilih membatalkan komitmen dan melempar cincinnya. Saat keluarga Clark menghina keputusannya, tiga kakak laki-laki Daniela dari keluarga Stewart datang melindungi. Mereka bersumpah menghancurkan kejayaan Clark demi adik tercinta. Di tengah kehancuran musuhnya, Daniela justru menemukan perlindungan di pelukan pria tak terduga yang mengajaknya pulang.
Sampul Novel HARMONI BULAN DAN MATAHARI
8.0
Hidup Arlyna Aira berubah gelisah sejak bertemu Gideon Bastian, pria blasteran tampan yang ternyata bukan orang sembarangan. Sebagai pewaris tunggal keluarga terpandang, Gideon telah jatuh hati pada Arlyna sejak awal. Namun, hubungan mereka tidaklah mudah karena rintangan rumit terus membayangi setiap langkah. Di tengah tekanan keadaan yang memaksa untuk menyerah, mampukah Arlyna dan Gideon mempertahankan ikatan cinta tulus mereka hingga akhir?
Sampul Novel HOT AND DANGEROUS BILLIONAIRE
8.0
Geby terjebak dalam pernikahan paksa dengan Jeremy Loghan, miliarder kejam yang menyimpan dendam mendalam. Meski Geby masih mencintai kakak Jeremy, kebencian suaminya justru berujung pada perlakuan kasar di ranjang. Di tengah konspirasi licik keluarga bangsawan di Yorkshire, rahasia besar mulai terungkap. Jeremy pun bimbang saat rasa cinta mulai tumbuh untuk wanita yang seharusnya ia benci. Akankah ia memilih balas dendam atau perasaannya pada Geby?
Sampul Novel Jangan Lari Sayangku
9.1
Sanny Chandra mengira pernikahannya dengan Jordan Wijaya hanyalah kontrak sementara yang berakhir dengan perceraian. Namun, setelah menikah, Jordan yang semula dingin berubah menjadi suami yang sangat posesif dan memanjakan istrinya. Sanny terjebak saat Jordan melanggar janji dengan menuntut kewajiban batin hingga ia hamil. Saat Sanny menagih janji cerai dan surat kontrak yang dirobek, Jordan dengan tegas menolak melepaskan istri yang telah ia dapatkan.