APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Istri Kampungan

Pembalasan Istri Kampungan

Nara hancur saat pengabdian tulusnya justru dibalas surat cerai dan pengkhianatan menyakitkan oleh sang suami. Di tengah keputusasaan, muncul Dimas yang menawarkan kerja sama untuk membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupnya. Kini, Nara harus memilih antara menuntut keadilan atau justru terjerat dalam rencana yang berisiko memperburuk keadaan. Akankah misi balas dendam ini berhasil atau malah menjadi bumerang baginya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Mas Evan?"

Sontak seluruh kekuatan yang ada di dalam diri Nara menghilang, hingga membuat secarik kertas yang ada di dalam genggamannya terjatuh begitu saja. Rasa sesak dan pedih seketika menyeruak masuk ke dalam tubuhnya, seiring dengan munculnya sesosok pria yang tak lagi asing di matanya.

Pria itu adalah sosok yang tengah ditunggu-tunggu kabarnya selama ini. Dia sedang merangkul mesra pinggang seorang wanita, bahkan tak ragu untuk mengecup dahi wanita tersebut di depan para tamu undangan dan wartawan berita.

"Tidak! Ini tidak mungkin! Kenapa Mas Evan bisa bersama wanita itu?" gumamnya dengan tetes air mata yang mulai turun secara bersamaan.

Nara mencoba mengatur napasnya yang terasa sesak, sambil berupaya berjalan menerobos beberapa orang yang tengah berdiri dengan memegangi ponsel mereka. Orang-orang di sekitarnya mulai menatap ke arahnya dengan tatapan aneh, tetapi ia tak peduli. Hatinya sudah sungguh tak karuan, berkat kenyataan yang sangat mengejutkan ini.

"Mas Evan!" teriak Nara menghentikan acara.

Perempuan berpakaian sederhana itu semakin melangkah maju ke depan, hingga membuat semua pasang mata tertuju padanya. Seketika suasana yang tadinya terasa bahagia dan khidmat pun kini berubah menjadi menegang, berkat sebuah interupsi yang datang secara tiba-tiba.

"Kamu mau menikah lagi, Mas?" Kedua manik mata Nara bertubrukan langsung dengan tatapan Evan, yang nampak sangat terkejut ketika menyadari keberadaannya.

"Sial! Kenapa gadis kampungan itu bisa ada di sini?" gumam Evan pelan, dengan rahang yang seketika mengeras.

Kedua netra Evan membulat, hingga dirinya refleks melangkah menghampiri seorang perempuan yang sama sekali tak pernah ia harapkan kedatangannya. Salah satu tangan pria itu pun terlihat terkepal kuat, seolah tengah bersiap untuk menghajar seseorang yang telah merusak rencananya.

"Awhh! Lepaskan, Mas!" Nara berusaha memberontak, tetapi sayang tenaganya jauh lebih kecil. Tubuhnya terhempas begitu saja ke sebuah pilar besar yang ada di sampingnya, hingga membuat seluruh mata yang menyaksikannya terkejut bukan main.

Sorot mata gelap itu sama sekali tak menghiraukannya, Evan sama sekali tak suka rencananya di gagalkan. Tanpa memberikan jeda, ia semakin mencengkram pergelangan tangan Nara sampai memerah. Evan seolah tak mempunyai hati, padahal wanita yang ada di hadapannya itu adalah seseorang yang pernah menjadi istrinya.

"Mau apa kau ke sini? Kenapa kau bisa tahu tempat ini?" tanya Evan dengan nada serendah mungkin, agar percakapannya tak terdengar oleh siapa pun yang ada di sekitarnya selain Nara. Ia tak begitu menyadari, jika kini hampir seluruh kamera tengah tertuju padanya.

"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, Mas!" hentak Nara dengan suara yang terdengar bergetar hebat.

"Untuk apa kamu ada di sini? Apa kamu benar-benar ingin menikahi perempuan itu, Mas? Apa ini alasannya kamu menceraikan aku? Jawab aku, Mas! Tolong jelaskan semuanya padaku! Apa salah aku, Mas!" teriaknya sekali lagi dengan perasaan yang sepenuhnya hancur.

Sementara Evan, pria itu hanya mendengkus pelan. Ia melempar pandangannya ke arah lain sesaat, hingga netranya kembali tertuju pada wanita yang ada di hadapannya dengan diiringi seutas senyum menyeringai di wajahnya.

"Ini, lihatlah! Kau lihat cincin di jariku ini!" ucap Evan sambil menunjukkan sebuah cincin baru yang melingkar di jari manisnya, tepat di hadapan wajah Nara.

"Aku memang sudah menikah dengan Bella! Dia adalah artis pendatang baru yang sangat cantik, yang tentunya sangat berbeda jauh denganmu!" lanjutnya tanpa merasa bersalah sedikit pun.

"Lagi pula, apa masalahnya denganmu? Apa kau telah lupa, kalau kita sudah bercerai? Ingat! Kau ini bukan lagi istriku, jadi kau sama sekali tak berhak melarangku!"

Plakk!

Sebuah tamparan keras seketika mendarat begitu saja tepat di wajah tampan pria itu. Sorot mata Nara memancarkan gelombang emosi dan juga kekecewaan, dengan deru napas yang semakin menggebu.

"Kamu benar-benar tega, Mas!" ujar Nara dengan netra basahnya yang berapi-api. "Bisa-bisanya kamu mencampakkan aku, setelah menggadaikan rumah satu-satunya harta peninggalan almarhum ayahku!"

Evan mendelik tak percaya, hingga satu tangannya langsung menarik kencang rambut hitam yang ada di hadapannya. Ia menjambak rambut Nara tanpa perasaan, hingga akhirnya pria itu menyadari berbagai tatapan yang tengah menatap ke arahnya.

"Sial! Kau benar-benar sudah mempermalukanku, Nara!" geramnya tertahan semakin emosi.

Sedetik kemudian, Nara merasa tubuhnya terhempas. Ia didorong oleh mantan suaminya hingga terjatuh, sampai akhirnya datang beberapa petugas keamanan yang seketika menarik paksa tubuhnya dengan begitu kasar.

"Dia ini adalah perempuan kampungan yang mengaku-ngaku sebagai istriku! Jadi tolong jauhkan dia dari tempat ini, karena aku tidak mau acara pernikahanku rusak karenanya!" ucap Evan yang semakin menarik atensi orang-orang di sekitarnya.

Kini satu per satu sorot kamera mulai mengarah ke arah Nara. Silaunya berbagai lampu sorot kamera, membuat gadis desa itu semakin tertunduk dengan menahan rasa malu. Ingin rasanya Nara berteriak menjerit, melepas segala kekesalan pada Evan. Namun sayangnya, saat ini tubuhnya sudah terlebih dahulu terhuyung ke belakang dan hampir terjatuh di saat kedua orang pria berbadan besar semakin menahan pergerakannya.

"Lepas! Dia pembohong! Dia yang telah membohongiku!" ujar Nara memberontak.

Namun sayangnya, hanya dengan satu tarikan saja kini tubuh Nara berhasil diseret menjauh. Perempuan itu dibawa dengan cara yang tak manusiawi, hingga beberapa saat kemudian tubuhnya pun dilempar begitu saja ke pinggir jalanan.

"Pergilah dari sini! Jangan pernah ganggu acara pernikahan atasan kami, atau kau benar-benar kami laporkan pada petugas rumah sakit jiwa!" usir petugas keamanan itu, dan langsung pergi meninggalkan Nara tanpa rasa iba.

Dengan langkah gontai, Nara pun melangkah menjauh dari tempat pernikahan yang telah membuat hatinya perih. Seumur hidupnya, ia sama sekali tak pernah membayangkan akan dipermalukan dan diperlakukan seperti ini oleh pria yang pernah amat dicintainya.

"Apa salahku Tuhan? Kenapa hidupku harus seperti ini?"

Langkah Nara terhenti di sebuah jalanan panjang yang cukup ramai, sampai akhirnya ia kembali melanjutkan langkahnya hendak menyebrang dengan tatapan kosong. Tujuannya tak jelas, semua sisi jalanan yang ada di sekitarnya benar-benar terlihat sangat asing di matanya.

"Kenapa kamu begitu tega padaku, Mas? Kamu benar-benar jahat! Apa aku harus menyusul ayah di alam sana, agar aku bisa kembali merasa bahagia seperti dulu?" gumam Nara kembali, dengan pandangan yang sudah mulai kabur dan tubuh yang kian lunglai.

Seketika perempuan itu terjatuh di tengah jalan, tanpa disadari oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Untuk saat ini Nara benar-benar pasrah, ia sama sekali tak lagi mempunyai hasrat untuk hidup. Hingga seketika, pandangannya pun berubah menghitam dan tak ada lagi yang bisa dilihatnya.

"Ayah, jemput aku di surga ya?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Satu Milyar
8.0
Nara harus menelan pil pahit saat ibu kandungnya menjual kesuciannya di usia delapan belas tahun demi melunasi utang. Niat hati merantau ke kota demi mencari sang ibu yang menghilang sejak ia kecil, Nara justru terjebak dalam nasib kelam. Pertemuan yang ia dambakan malah menghancurkan masa depannya secara total. Kini, tiga tahun telah berlalu sejak kejadian tragis tersebut, dan Nara terpaksa menjalani kehidupan yang tak pernah ia bayangkan sebagai seorang sugar baby.
Sampul Novel IDENTITAS LAIN NYONYA BRUNO
8.0
Nana didera duka mendalam setelah kehilangan janinnya akibat racun dari kakak iparnya, Bernard Benson. Di sisi lain, Bruno masih koma akibat kecelakaan yang direncanakan oleh musuh yang sama. Tanpa keluarga di negeri asing, Nana harus berjuang sendirian merawat suami sekaligus melindungi nyawanya dari ancaman maut yang terus mengintai. Akankah ia sanggup bertahan menghadapi kekejaman Bernard, atau justru terpaksa menyerahkan Bruno kepada saingan cintanya?
Sampul Novel Jerat Cinta Mafia Kejam
8.2
Kinanti terusir dari rumahnya sendiri akibat ulah kerabatnya yang serakah. Ia pun memulai hidup baru di Amerika demi mencari ketenangan. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Brian, seorang ketua mafia kejam yang terobsesi padanya sejak lama. Dulu Kinanti bisa menghindar, tapi kini ia terjebak dalam kekuasaan Brian yang mutlak. Di tengah tekanan keluarga pamannya yang kembali mengusik, mampukah Kinanti bertahan dari jerat cinta sang mafia?
Sampul Novel Kakak Kelas Jahat itu Suamiku
8.0
Piona, mahasiswi sastra tingkat akhir berusia 21 tahun, terjerat dalam pernikahan mendadak demi menyelamatkan ekonomi keluarganya. Namun, rahasia besar masih menyelimuti alasan di balik perjodohan ini. Situasi kian pelik saat calon suaminya ternyata adalah kakak kelas masa SMA yang sangat ia benci. Dulu, pria tampan itu selalu memicu pertengkaran hebat dengannya. Kini, takdir memaksa dua musuh bebuyutan ini bersatu dalam ikatan suci yang penuh ketegangan.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh
9.1
Johanna terpaksa menjadi simpanan Carson demi menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan. Meski awalnya dimanja, ia hancur saat tahu dirinya hanya pion dalam rencana licik Carson. Johanna pun pergi untuk memulai hidup baru yang mandiri. Saat bertemu kembali, ia telah berubah menjadi wanita tangguh yang dikerumuni banyak pria. Carson yang menyesal memohon kesempatan kedua, namun Johanna justru mengaku sudah menikah dan menolaknya dengan dingin.
Sampul Novel Menikah dengan CEO Dingin
9.7
Jasmine Mariana harus menghadapi tantangan besar saat menikahi Kevin Prakarsa, CEO dingin yang tampak tidak bergairah. Pernikahan ini terpaksa ia jalani demi melunasi utang ayahnya. Namun, status sebagai istri Kevin justru membawanya ke dalam pusaran masalah baru, mulai dari gangguan mantan istri hingga berbagai peristiwa tak terduga lainnya. Bagi Jasmine, pernikahan ini barulah awal dari perjuangan berat. Mampukah ia bertahan dalam ikatan tanpa kehangatan tersebut?