APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penantian seorang istri

Penantian seorang istri

Dalam sebuah pernikahan modern yang penuh dengan kedinginan, seorang istri berjuang tanpa lelah demi mencairkan hati suaminya yang kaku dan tak tersentuh. Dengan kesabaran yang luar biasa, ia berupaya menghadirkan benih-benih cinta di tengah rumah tangga mereka yang hampa. Namun, tantangan batin terus menguji keteguhannya. Apakah kegigihannya akan membuahkan hasil manis, ataukah ia justru akan memilih untuk menyerah karena rasa lelah yang mendalam?
Bab
Bagikan

Bab 2

Atala pov.

Ada yang berbeda hari ini, tak seperti biasanya setiap saat pasti aku akan merasa selalu terganggu dengan suara wanita yang terus bicara dan bertanya ini-itu. Tetapi, pagi ini setelah pulang dari club malam aku bahkan belum melihat sosok wanita itu.

Ada sedikit gerangan dalam benakku bertanya-tanya, dimana Lanaya saat ini? Apakah masih di kamarnya?

Ya, kami memang tidur terpisah. Sejak menikah dan pindah ke rumah ini aku sudah memutuskan bahwa kami akan tidur di kamar yang berbeda. Awalnya Lanaya menolak dengan menggunakan alasan licik bahwa kami sudah sah dan tak seharusnya tidur terpisah.

Ku akui memang seharusnya tak boleh seperti itu, tapi mau bagaimana lagi jika aku sama sekali tak tertarik dengan pernikahan ini. Tak ada yang aku harapkan dari pernikahan yang dilandasi perjodohan ini. Tak ada cinta, tak ada ketertarikan dan masih banyak yang lainnya.

Aku menerima pernikahan ini demi kedua orang tuaku yang tentu saja bahagia apabila putranya penurut dan mau melakukan apapun yang mereka minta. Sebagai seorang anak tentu saja aku tidak ingin dicap sebagai anak durhaka yang berani melawan keinginan sekaligus perintah orang tuanya.

Aku mematut diriku di depan sebuah cermin besar, meneliti kembali penampilanku hari ini. Kata kesempurnaan harus melekat pada diriku dan juga penampilanku. Salah satunya kerapihan, wangi, juga warna dasi dan setelan pakaian kantor yang nyambung itu adalah yang paling penting.

Setelah puas dan merasa percaya diri aku bergegas keluar kamar dan menuruni anak tangga, sesampainya dibawah aku juga tak melihat sosok Lana disana.

Aneh! pikirku. Tidak biasanya wanita itu menghilang tak menampakkan dirinya di depanku seperti hantu yang selalu bergentayangan.

Perutku terasa keroncongan karena lapar yang mendera begitu hebatnya, aku melangkah ke ruang makan dan melihat sarapan sudah tersaji disana.

Ada nasi goreng dan juga roti tawar yang sudah diolesi selai, kebiasaan rutin yang selalu dilakukan wanita itu. Biasanya Lana pasti sudah duduk nyaman disana sembari menunggu kedatanganku dan menyuruhku untuk segera sarapan. Tetapi tetap saja, selapar apapun aku tidak pernah mau memakan masakan yang dibuatnya. Rasanya jijik saja jika barang ataupun makanan yang sudah di sentuhnya, seakan-akan telah terkontaminasi olehnya.

Aku bergidik dan bergegas melangkah keluar dari rumah, sudah ku putuskan untuk makan di kantor saja nanti. Tanpa memikirkan dua kali dimana keberadaan Lana hari ini aku langsung tancap gas mengemudi mobilku.

Bodo amatlah! batinku mengendikkan kedua bahu tak acuh. Masa bodoh sekali memikirkan Lana, kalaupun wanita itu sudah pergi dari rumah... bukankah bagus untukku?

Ya, itu sangat bagus!

****

Setelah menyelesaikan segala pekerjaan kantor aku langsung bergegas pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam ketika aku sampai di rumah.

Hal pertama yang aku tangkap setelah membuka pintu dan masuk rumah adalah kesunyiaan. Lagi-lagi tak kudapati sosok Lana yang biasanya akan menyambutku pulang dengan senyumannya yang sangat menyebalkan itu.

Meskipun sering ku marahi, ku bentak dan juga melarangnya keras untuk melakukan hal-hal yang menjadi kebiasaannya itu. Nyatanya Lana tak jera dan tetap saja melakukan kebiasaannya itu.

Ku longgarkan dasi yang terasa mencekik seraya masuk ke dalam kamar. Penat dan lelah yang ku rasakan bercampur jadi satu, hingga akhirnya aku memutuskan untuk segera membersihkan diri.

Sekitar dua puluh menit aku telah selesai mandi dan kini tampak lebih segar dari sebelumnya. Aku membuka lemari pakaian dan mengambil satu set pakaian santai, malam ini aku lebih memilih untuk di rumah saja. Entah kenapa rasanya aku malas sekali untuk keluar, jadi begitu selesai berpakaian aku langsung membaringkan tubuhku di ranjang. Memejamkan mata seraya mencari posisi ternyaman, baru hitungan detik mataku terbuka kembali.

Tubuhku lelah dan juga mengantuk, tetapi kenapa aku merasa gelisah. Seakan ada sesuatu yang mengganggu diriku, tapi apa?

Ku urungkan niatku dan perlahan bangkit dari posisi rebahan menjadi duduk dengan bersandar di kepala ranjang. Begini pun aku masih merasakan gelisah, argh!

Pikiranku teringat akan Lana, kenapa wanita itu tidak terlihat sama sekali sejak pagi?

Apakah dia pergi dari rumah ini?

Hmm, bagus! Kalau memang benar begitu, pergilah selamanya! batinku tersenyum senang tapi kenapa dadaku terasa sesak setelah mengatakan itu?

Aku menggeleng dan turun dari ranjang, ku ayunkan kakiku melangkah keluar dari kamar. Aku harus memastikan sendiri apakah benar wanita itu sudah pergi.

Tepat di depan pintu kamar Lana aku hanya berdiam diri bagai patung. Dilanda rasa bingung dan juga gengsi, haruskah aku mengetuk pintu ini? pikirku menimbang-nimbang.

Tidak, tidak. Kenapa juga aku harus melakukan itu hanya untuk demi memastikan Lana sudah pergi dari sini atau belum.

Bukannya bagus dia pergi? Yang itu artinya semakin memudahkan kami untuk berpisah. Dan apa katanya? Dia akan bertahan dan menungguku untuk jatuh cinta padanya?

Hah, omong kosong sekali! Belum apa-apa saja dia sudah kalah dan menyerah. Dasar pembual! Ah, sudahlah, tak ada gunanya juga aku memikirkannya. Lebih baik aku melakukan hal lain.

Ku putuskan untuk kembali saja ke kamar, namun terhenti saat langkah kakiku justru membawaku menuju ruang makan. Dan tercengang hebat begitu menatap beberapa menu makanan yang sudah tersaji rapi di meja makan.

Apa-apaan ini? Berarti itu tandanya Lana masih di rumah ini, terbukti dari menu makan malam ini. Tak mungkin jika hantu yang memasak dan menyajikannya secantik mungkin.

Ciihh! Aku berdecak kesal, wanita itu masih saja bertahan dan sok-sokan kuat menghadapiku. Tapi, baiklah, jika dia tak ingin menyerah maka aku pun juga tidak akan berhenti untuk membuatnya goyah dan kalah.

Ku lirik kembali makanan-makanan yang ada di meja, lapar semakin mendera namun aku tetap tidak ingin menyentuh masakannya. Tidak akan pernah, sampai kapanpun!

Lekas ku tinggalkan area ruang makan, melangkah cepat dan masuk ke dalam kamar lalu mengganti pakaian. Pikiranku berubah dan memutuskan untuk pergi saja malam ini. Pelarianku tentunya adalah club malam, disana aku bisa melampiaskan semua perasaanku yang berkecamuk. Terkadang aku minum, berdansa bahkan aku juga sering melakukan pertemuan dengan kekasihku.

Ya, setelah menikah aku tetap melanjutkan hubunganku dengan Sally. Wanita yang aku cintai beberapa bulan terakhir sebelum menikah dengan Lana. Aku bahkan belum sempat memperkenalkan Sally pada keluargaku dan malah keduluan usulan perjodohan yang dicetuskan oleh kedua orang tuaku.

Proses perkenalan dan pendekatan dengan Lana terbilang sangat singkat karena setelahnya kami menikah. Setelah resmi menikah aku langsung mengeluarkan segala unek-unekku pada Lana mengenai pernikahan ini dan juga mengenai Sally.

Jika bukan karena orang tuaku maka aku pun tak akan pernah mau dan sudi menikah dengannya. Tidak akan.

Tbc....

Adakah yang baca?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu
8.8
Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, mendadak dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, Nadira harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Sampul Novel Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan
8.6
Pernikahan Anisa dan Erlangga hancur saat Citra, mantan kekasih Erlangga, kembali dengan amnesia. Erlangga memaksa Anisa berpura-pura menjadi kekasih kakaknya, Laksmana, demi Citra. Namun, Anisa menyadari bahwa dia hanya dianggap sebagai cadangan yang penurut. Luka hati berubah menjadi dendam membara. Anisa memutuskan menikah dengan Laksmana secara nyata dan menuntut Erlangga menjadi wali nikahnya di pelaminan. Sebuah rencana pembalasan yang dingin pun dimulai.
Sampul Novel DI ANTARA DUA LELAKI
8.1
Kebahagiaan rumah tangga Lina yang telah terjalin selama sepuluh tahun kini berada di ambang kehancuran. Ardi, sang suami, perlahan mulai bersikap dingin dan terasa menjauh darinya. Di tengah kesepian itu, kehadiran Ivan sebagai kawan lama membangkitkan kembali getaran asmara masa lalu yang sempat padam. Lina pun terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan komitmen pernikahannya atau mengejar cinta baru yang membara bersama Ivan saat ini.
Sampul Novel Hasrat Liar Istri Salihah
8.1
Lima tahun membina rumah tangga, seorang istri yang dikenal salihah justru menyimpan rahasia besar yang tak terduga. Meskipun statusnya telah lama menikah, ia ternyata masih menjaga kesuciannya sebagai perawan. Apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu kamar mereka? Kisah romansa dewasa ini mengungkap gejolak hasrat terpendam dan alasan mengejutkan di balik dinginnya hubungan suami istri yang telah berjalan bertahun-tahun tersebut.
Sampul Novel Merah Hitam Cinta #bukuke-1 womenpowerseries
7.8
Kanaya Prameswari hancur saat memergoki Ghifari, suaminya, berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Padahal, ia ingin memberi kejutan tentang kehamilannya. Tanpa ampun, Kanaya pergi membawa janinnya ke perkebunan kopi milik keluarga Safa. Di sana, ia harus menghadapi sikap dingin Haikal Baihaqi, kakak Safa. Mampukah Kanaya menyembuhkan trauma dan membuka hati kembali saat ia merasa cinta saja tidak pernah cukup untuk menjamin sebuah kesetiaan?
Sampul Novel Persona
8.5
Gilang Angkasa dipuja karena pesona fisik dan kepribadiannya yang tampak sempurna. Citra tanpa cela ini memikat hati Safira Riana, gadis polos yang akhirnya menjadi kekasihnya. Namun, di balik topeng itu, Gilang menyembunyikan sisi gelap dan kebiasaan buruk yang mengejutkan. Kini, hubungan mereka diuji oleh berbagai godaan besar serta konflik internal yang pelik. Sanggupkah Safira mengubah tabiat buruk Gilang, ataukah rahasia tersebut akan menghancurkan cinta mereka?