APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pendekar Dataran Tengah

Pendekar Dataran Tengah

Jiu Cien nekat menikahi bibi gurunya meski ditentang keras oleh dunia. Namun, kebahagiaan mereka hancur saat sang istri yang tengah hamil dibantai oleh orang-orang iri. Terpukul oleh tragedi itu, Jiu Cien harus bangkit untuk membalas dendam pada para penghancur hidupnya. Ikuti perjuangan hebat Jiu Cien dalam menapaki jalan kependekaran hingga ia berhasil mencapai puncak tertinggi dan diakui sebagai sosok nomor satu dengan julukan Pendekar Dataran Tengah.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Dia laki-laki sejati, dia tidak akan mau lari dari medan perang." Mendadak laki-laki itu tersenyum, dia teringat sesuatu. Sambil memeluk isterinya dia berbisik. "Tetapi Sima Yi pasti mau melakukan itu jika kamu yang membujuknya. Aku rasa tak akan ada seorang laki-laki pun yang bisa menolak permintaanmu apalagi jika kau membujuk dan merayunya."

Dia mencubit suaminya.

"Termasuk kamu, Kak?" Jiu Shan mengangguk.

"Aku pun selalu tak berdaya jika dihadapkan pada kecantikanmu" Dia berbisik sambil lidahnya menggelitik telinga isterinya. "Zsu Mei, lakukan itu, kau bujuk dia, lakukan sebelum perang ini terjadi, lebih cepat lebih baik. Jika Sima Yi sudah berjanji, dia pasti akan menepatinya dan itu artinya keselamatan anak kita sudah terjamin."

"Apa maksudmu, Kakak?" Dalam hati Zsu Mei menebak- nebak apakah suaminya sudah mengetahui perselingkuhannya selama ini dengan Sima Yi.

"Demi kepentingan anak kita, lakukan itu Zsu Mei, bujuk dan rayu dia supaya mau berjanji menolong Jiu Cien seandainya kita kalah perang atau jika kita berdua mati di medan perang. Pada saat itu dia harus kembali ke istana dan menyelamatkan Jiu Cien meskipun untuk itu dia harus lari dari medan perang." Dia masih mendekap isterinya, menyembunyikan wajahnya di leher wanita itu.

Zsu Mei terkesiap. Hatinya berbunga memperoleh kesempatan itu, tapi ia berpura-pura. "Tetapi aku hanya membujuk, bicara dengannya, tidak lebih dari itu, Kak. Meskipun begitu aku butuh waktu satu atau dua hari membujuknya. Dan belum tentu aku akan berhasil."

"Ini demi keselamatan anak kita, demi anakmu. Lagipula Sima Yi adalah kekasihmu yang pertama, aku melihat bahwa dia masih mencintaimu bahkan sangat kasmaran. Makanya aku yakin Sima Yi akan mengabulkan permohonanmu, apa saja yang kau minta."

"Kak, kamu suamiku, hanya padamu aku mengabdi dan jiwa ragaku kepunyaanmu semata. Sima Yi itu milik masa lalu, tapi Jiu Shan dan Jiu Cien adalah masa depanku. Aku sangat mencintaimu, Jiu Shan," bisiknya separuh mendesis. Zsu Mei merasa dia benar-benar mencintai suaminya. Tetapi di dalam hati, dia tak bisa memungkiri bahwa dia juga mencintai Sima Yi.

Mereka masih berangkulan. Lantas Jiu Shan meregangkan tubuh, memandang wajah jelita isterinya. Dia mencium bibir Zsu Mei. Dia tak pernah tahu, pagi tadi mulut itu sudah dilumat habis-habisan oleh Sima Yi.

Di salah satu kamar di bagian istana, Jiu Cien sedang menekuni lembaran kulit tipis yang bertuliskan aksara Huruf kuno dan Sansekerta. Kamar itu diterangi obor dinding.

Seorang lelaki berusia tiga puluhan sedang mengawasi. Dialah Cao Pi, tokoh muda yang terkenal sebagai tabib sakti dan juga ahli racun. Dia merupakan tabib istana yang menjadi orang kepercayaan Cao Tao, adik kandung Kaisar Cao Cao.

Cao Tao menyukai Jiu Cien karena menganggap anak itu punya bakat luar biasa bagusnya untuk menjadi pendekar besar. Itu sebabnya, dia ikut melatih Jiu Cien. Bahkan dia minta Cao Pi melatih dan mempersiapkan Jiu Cien menjadi pendekar yang menguasai sastra, obat-obatan, bahkan juga racun. Sedang untuk ilmu, dia berempat Jiu Shan, Lu Xun dan Sima Yi akan mendidiknya serius.

"Jiu Cien, ini aksara kuno yang digunakan orang di jaman dulu, sekitar seratusan tahun lebih. Kamu perlu mengetahui ini semua, pasti suatu waktu ilmu sastra ini akan berguna bagimu." Cao Pi tak bosan-bosan memberi petunjuk. Lelaki itu mengelus-elus kepala Jiu Cien. "Dua tahun sudah aku mendidikmu, sebenarnya kamu sudah lulus. Besok mungkin aku tak perlu lagi menemanimu. Kamu sudah pandai membaca menulis, mengerti sastra, menguasai ilmu ketabiban serta yang paling penting, darahmu kini punya daya tolak terhadap segala macam racun. Kamu sudah kebal terhadap racun. Mungkin ada beberapa jenis racun yang bisa menerobos daya tahan tubuhmu, tetapi tidak banyak."

~~~

Partai Naga Emas suatu perguruan besar. Sudah menjadi tradisi turun temurun sejak cikal bakal Zhang He mendirikan perguruan itu di jaman raja sebelumnya, Partai Naga Emas selalu mengirim anak muridnya untuk mengabdi istana. Dalam beberapa kejadian, murid-murid Partai Naga Emas ini menjadi punggawa kerajaan tidak resmi yang setiap saat siap membela istana dari ancaman luar.

Tanah Partai Naga Emas cukup luas. Di rimba kependekaran dataran tengah, Partai Naga Emas tergolong perguruan paling berpengaruh dan disegani orang. Murid yang berguru di perguruan itu mencapai seratus limapuluhan. Sebagian di antaranya mengabdi di istana Kerajaan Wei. Dalam situasi panas membara dan perang sudah bergayut di depan mata, sekitar lima puluh murid Partai Naga Emas berada di istana. Siap membela istana. Sebagian lainnya masih tinggal di perguruan namun sudah siap-siap berangkat membela kerajaan.

Sore menjelang malam Ketua Partai Naga Emas, Xiahou Dun, duduk bersama adik seperguruannya, Wei Hu. Dua tokoh itu hampir sebaya, sekitar empat puluhan. Duduk di hadapan keduanya, seorang cucu murid, Guo Jia yang adalah murid Lu Xun. Guo Jia sejak tiba siang tadi belum istirahat. Dia membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya yang penuh lumpur, kemudian menghadap dua kakek gurunya itu.

Guo Jia menceritakan kejadian yang dialaminya di hutan kemarin sore. Xiahou Dun berpikir sejenak, keningnya berkerut. Dia kemudian memerintah Guo Jia memanggil enambelas murid lain yang namanya disebut satu-satu. Mereka semua adalah murid paling tangguh yang berada di perguruan saat itu.

Selang sesaat sepeninggal Guo Jia, seorang murid perempuan masuk dengan nampan berisi makanan dan beberapa kendi air minum Dua tokoh itu makan dan minum sambil membincang kekuatan lawan. "Jumlahnya sekitar limapuluh pendekar di antaranya Ma Chao, Mi Fang, Pang Tong.

Mereka semua pendekar kenamaan yang memiliki ilmu kelas satu. Pasti ini bagian dari strategi perang Kerajaan Shu.

Pertama, lumpuhkan Partai Naga Emas, setelah itu baru menyerang istana Kerajaan Wei," kata Xiahou Dun.

Tak lama kemudian tujuhbelas murid termasuk Guo Jia duduk menghadap. Ada beberapa murid yang meskipun masih muda usia namun sudah memiliki ilmu mumpuni. Di antaranya tiga murid Xiahou Dun yakni Yuan Shao murid kedua, Xun Yu murid kelima dan Jen Ting murid ketujuh. Empat murid Xiahou Dun lainnya saat itu sedang berada di istana. Lu Xun yang tertua dan sudah mewarisi semua ilmu gurunya. Jiu Shan murid ketiga, Lin Wa murid keempat dan Zsu Mei murid keenam.

Xiahou Dun menceritakan adanya bahaya yang sudah di depan mata. Musuh dengan kekuatan besar akan menyerang dan menghancurkan Partai Naga Emas.

"Keadaan ini sangat menentukan mati hidupnya Partai Naga Emas. Kita di sini akan diserang dan yang menyerang adalah pendekar berilmu tinggi yang menjadi bagian kekuatan pasukan Kerajaan Shu. Di Kerajaan Wei, saudara kalian akan berperang membela istana, dan kita tidak tahu bagaimana nasib mereka dalam perang nanti. Tetapi satu hal penting harus kalian ingat, ilmu Partai Naga Emas ini tak boleh lenyap dari muka bumi. Jika keadaan terdesak dan kita tak mungkin bertahan lebih lama, kalian harus lari, selamatkan diri masing-masing, berlatihlah dengan rajin, pelihara dan lestarikan jurus-jurus Naga Emas, aku yakin suatu hari nanti akan muncul seorang ketua baru dari angkatan muda untuk memimpin Partai Naga Emas. Camkan ini”

Selanjutnya Xiahou Dun dan Wei Hu mengatur semua muridnya untuk bersiap menanti serangan lawan. Tujuhbelas murid itu menjadi pemimpin kelompok yang bertanggungjawab di pos-pos tertentu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Jebakan Utang Mafia
8.8
Evelyn Rossi terjebak utang warisan kakeknya pada Riccardo Valentini, pemimpin Kartel La Sanguina yang kejam. Bekerja di kedai pizza yang menjadi kedok transaksi ilegal, Evelyn menjadi target obsesi sang mafia. Meski sempat kabur dan dilindungi bos mafia Rusia, Nikolai Volkov, selama empat tahun, Riccardo akhirnya menculik Evelyn kembali. Kini, Evelyn terperangkap dalam persaingan berdarah antara Riccardo yang posesif dan Nikolai yang mencintainya secara mendalam.
Sampul Novel Kenangan Obsidian
9.3
Pasca pelarian dari Kekaisaran Ezen, Asha, Kael, dan Lirien bersembunyi di Pegunungan Broken. Di sana, misteri Penjaga kuno terungkap saat Asha bergulat dengan kekuatan abu dan memori yang menyiksanya. Sementara itu, tubuh Kael perlahan membatu, mengancam sisi manusianya. Konflik antarras ternyata hanyalah manipulasi belaka. Di tengah pengkhianatan dan pengorbanan, Asha harus memilih: menjadi senjata mematikan atau pelindung dunia dengan harga yang sangat mahal.
Sampul Novel Mahkota Pewaris yang Dikhianati
9.0
Emilia, pewaris sah Keluarga Hewitt, nyaris tewas akibat pengkhianatan orang tua dan keempat kakaknya demi seorang penipu. Kini, dia bangkit tanpa rasa takut untuk melawan siapa pun yang menindasnya. Sebagai dokter ternama dan penilai harta karun, ia membungkam setiap ejekan dengan kemampuannya. Saat dikucilkan karena tidak dicintai keluarganya, klan paling terpandang di kota justru muncul melindunginya dan menganggap Emilia sebagai permata yang sangat berharga.
Sampul Novel PANGERAN AGUNG
9.6
Kerajaan Mandala memiliki sosok pemimpin luar biasa bernama Pangeran Agung. Sebagai raja yang sangat dihormati, ia dikenal luas karena kearifan serta keadilannya dalam memerintah rakyat. Keberaniannya yang tak tergoyahkan saat menghadapi berbagai rintangan menjadikannya teladan bagi semua orang. Cerita ini mengikuti jejak sang penguasa bijaksana dalam menjaga kedamaian wilayahnya melalui dedikasi dan keteguhan hati yang luar biasa di tengah tantangan.
Sampul Novel Pedang Terhunus
9.3
Inilah catatan sejarah perjalanan hidup Khalid Bin Walid yang luar biasa. Sebagai panglima militer legendaris, ia mendedikasikan seluruh jiwa dan raganya demi membela panji Islam di berbagai wilayah. Kehebatan strateginya terbukti nyata melalui catatan rekor yang mencengangkan, di mana ia tidak pernah sekalipun merasakan pahitnya kekalahan di medan pertempuran. Ikuti kisah heroik sang pedang Allah dalam menaklukkan setiap tantangan yang ada.