APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengasuh Cantik CEO Duda

Pengasuh Cantik CEO Duda

Agatha yang merasa terpuruk akibat rentetan cobaan hidup akhirnya melarikan diri ke bar. Sialnya, tawaran bir gratis dari seorang bartender justru merenggut kesadarannya. Di tengah situasi berbahaya itu, ia tidak menyadari bahwa gerak-geriknya telah dipantau sejak awal. Seorang CEO duda kaya raya yang memerhatikannya pun turun tangan untuk menyelamatkannya secara diam-diam. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi nasib Agatha ke depannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Aku mempunyai segalanya yang wanita inginkan! Dia tidak akan menolak pesonaku! Dan satu lagi! Bagiku semua wanita itu sama saja! Mereka hanya jalang yang menyukai uang!"

Cakra Dirgantara, play boy kelas atas itu berhasil menepis lengan Jayden yang menahan tubuhnya. Tanpa aba-aba ia langsung menarik kerah kemeja Jayden. Matanya terlihat memerah karena menahan letupan amarah.

Jayden hanya diam dan tidak berniat melawan. Sengaja memancing atensi orang-orang yang ada di dalam bar. Seorang pria tampan yang menjadi idaman banyak wanita sedang bertengkar dengannya tentu menjadi tontonan yang lebih menarik.

Saat tangan Cakra terangkat, Jayden menarik sebelah sudut bibirnya dan berbisik, "Bukankah reputasimu akan hancur jika memukulku? Wanita-wanita di sini juga akan takut melihatmu."

Cakra membelalakkan mata sesaat, sebelum akhirnya mendengkus keras dan menghempaskan tubuh Jayden dengan kasar. "Dasar adik tiri sialan!"

Jayden mendecih sambil merapikan kemejanya yang berantakan. Ia pun tersenyum puas saat melihat Cakra yang berbalik badan lalu keluar dari bar. Jayden beralih kepada bartender muda yang berada di cekalan sekretarisnya.

"Obat apa yang dia beri?" tanya Jayden, tatapannya datar dengan aura yang terasa dingin.

"O–obat tidur."

Jayden mengangguk, tebakannya benar. Ia kemudian menepuk-nepuk sebelah pundak bartender itu dan membiarkannya pergi. Orang-orang yang sempat menyaksikan aksi menegangkan itu pun kembali pada aktivitas masing-masing. Sementara Jayden bergegas menuju mobilnya untuk melihat kondisi gadis yang diselamatkannya tadi.

"Anda sungguh mau membawa gadis ini ke apartemen?" tanya Reyhan, sekretaris Jayden itu menyalakan mesin mobil.

Jayden melirik Agatha yang tertidur pulas di kursi belakang. Hanya beberapa detik sebelum menatap ke depan lagi. "Aku tidak tahu di mana dia tinggal."

Reyhan mengangguk paham, lalu mulai menjalankan mobil menuju tempat yang dimaksud Jayden. "Kalau nanti Anna tahu Anda membawa wanita bagaimana?"

Mendengar pertanyaan itu Jayden langsung menoleh dan melempar tatapan tajam. "Memangnya dia akan tidur denganku? Jangan gila. Aku menyuruhmu mencari kamar lain yang kosong."

Reyhan spontan menggaruk tengkuknya dan menyengir kikuk. Lalu tiba-tiba teringat sesuatu. "Tapi kenapa Anda menyelamatkan dia, Bos? Bukankah Anda tidak tertarik dengan wanita?"

Jayden memijit pelipisnya yang berdenyut. Entah apa dosa di masa lalu sehingga mempunyai sekretaris super kepo seperti Reyhan. "Bisa tidak jangan cerewet?"

Reyhan mengangguk paham, selang beberapa detik ia menarik kedua sudut bibir penuh selidik. "Jangan-jangan Anda menyukainya?"

"Tutup mulutmu atau aku pecat sekarang juga!"

Reyhan seketika mengunci mulutnya rapat-rapat. Tak berani membantah. Anak dan istrinya yang ada di rumah tidak akan bisa hidup nyaman jika bukan karena ia bekerja dengan Jayden. Lebih baik ia fokus menyetir dan membiarkan suasana mobil hening hingga tiba di sebuah apartemen yang menjulang tinggi.

"Anu, Bos. Maaf. Saya harus mengangkat telepon, apakah Anda bisa membawa gadis tadi ke dalam terlebih dahulu?" Reyhan sudah membukakan pintu untuk Jayden sambil memegang ponselnya yang berdering.

Jayden berdecak dan keluar mobil. "Memangnya siapa yang meneleponmu?"

"Istri saya, Bos."

Jawaban itu membuat hati Jayden melunak. Ia tidak bisa menolak jika urusan itu berhubungan dengan seorang istri atau ibu. Jayden pun menghela napas pelan sebelum membuka pintu belakang untuk membawa Agatha masuk ke apartemen.

"Kamar nomor berapa yang kosong?" tanya Jayden setelah menggendong Agatha ala bridal style. Tangan gadis itu ia kalungkan ke lehernya agar tidak terjatuh.

Reyhan menatap dengan binar mata senang karena mendapatkan izin. "Nomor 24, Bos."

Jayden mengernyit sebentar. "Bukankah itu di sebelah kamarku?"

"Ah, iya. Kebetulan memang di sana sedang kosong. Saya pikir Anda bisa sekalian mengawasi gadis itu jika terjadi sesuatu dengannya," jawab Reyhan tenang.

Jayden ingin kesal, tapi ia memilih tidak berkata apapun dan berjalan melewati Reyhan begitu saja. Lagi pula tidak menutup kemungkinan bahwa sebenarnya Jayden sendiri juga berpikiran yang sama dengan Reyhan. Gadis yang ada di gendongannya ini ... memang sejak awal ingin ia lindungi.

Reyhan pun tersenyum dan segera mengangkat teleponnya, sementara Jayden bergegas masuk ke apartemen lalu naik lift. Berhubung apartemen ini miliknya, Jayden bisa menggunakan lift yang berbeda alis VVIP. Selang beberapa saat akhirnya ia tiba di lantai yang sama dengan letak kamarnya.

"Aku harap besok gadis ini tidak ingat apapun," ucap Jayden di dalam hati seraya menggosok sebuah kartu dan pintu ruangan di depannya itu terbuka.

Jayden masuk dan menunju salah satu kamar di dekat ruang televisi. Ia merebahkan tubuh Agatha ke ranjang yang luas dan empuk itu dengan hati-hati. Setelahnya Jayden mengembuskan napas lega. Selama Agatha dalam gendongannya tadi, degup jantung Jayden bisa dibilang tidak normal.

"Dia mengingatkanku pada seorang gadis kecil di masa lalu." Jayden menatap lekat wajah Agatha yang masih terlelap. Tetapi kemudian menggeleng cepat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Paman Mantanku
8.8
Dikhianati Carsten Morgan di hari pernikahan demi perundung masa lalunya, hidupku hancur saat dia menekan kasus pelecehan yang kulaporkan. Aku menjadi sasaran hinaan karena luka fisikku dianggap menjijikkan olehnya. Carsten merasa tak terkalahkan berkat dukungan paman miliardernya. Namun, segalanya berbalik saat sang paman justru merangkulku. Dia menawarkan pembalasan dengan menjebloskan mereka ke penjara, asal aku bersedia menjadi miliknya selamanya.
Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia gagal meluluhkan hati dingin Kenzo dan memilih pergi saat mengandung. Ia menghilang tanpa jejak, membuat Kenzo yang putus asa memperluas bisnisnya ke kancah global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuat Kenzo gila hingga ia mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai sosok wanita berkuasa dan kaya raya. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang belum berhenti mengejarnya.
Sampul Novel Antara Cinta Dan Obsesi
7.8
Melanjutkan kisah Ikhlasku dengan takdirku, Laras harus menjalani hidup sebagai anak angkat di keluarga kaya setelah kehilangan orang tuanya. Sosok yang merawatnya sebenarnya adalah penyebab kematian sang ibu yang ingin bertanggung jawab. Namun, kemewahan itu tidak membawa kebahagiaan. Laras justru terjebak dalam obsesi gelap kakak angkatnya sendiri. Di tengah berbagai rintangan pelik, mampukah obsesi tersebut berubah menjadi cinta yang tulus?
Sampul Novel CEO Mengejar Cinta Adik Mafia
8.0
Rio terjebak dalam pusaran dendam yang berubah menjadi cinta mendalam sekaligus penyesalan pahit. Meski perasaan di antara keduanya begitu kuat, ia dipaksa mengorbankan egonya demi melindungi keselamatan sang pujaan hati. Kisah ini membuktikan bahwa cinta tak pernah salah memilih sasaran, namun perjuangan untuk bersatu tidaklah semudah membalik telapak tangan. Rio harus menerima kenyataan bahwa mencintai tidak selalu berarti harus memiliki sosok tersebut.
Sampul Novel Cinta Om Duda
7.9
Rehan Hadinata adalah CEO sukses sekaligus duda dengan satu anak yang merindukan kasih sayang wanita. Meski banyak yang mengejarnya, tak ada satu pun yang berhasil memikat hatinya. Suatu hari, ia mencoba aplikasi kencan daring dan tertarik pada sosok bernama Nesya Cintia Ayu. Rehan pun memberanikan diri untuk mengirimkan pesan dan memulai perkenalan. Akankah interaksi mereka berkembang menjadi hubungan yang lebih serius dan penuh komitmen di masa depan?
Sampul Novel ISTRI LUMPUH TUAN NATHAN
8.0
Violetta harus menelan kenyataan pahit dalam pernikahannya dengan Nathan. Meski telah memberikan seluruh hatinya, ia menyadari bahwa cinta tulus yang ia harapkan tidak akan pernah terbalas. Nathan tetap menjaga jarak yang tak tertembus, membuat Violetta merasa seperti orang asing yang tak dianggap. Harapan untuk menjadi bagian utuh dari hidup pria itu sirna, meninggalkan luka mendalam bagi Violetta yang terabaikan dalam hubungan yang dingin ini.