APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penjara Cinta Sang Taipan

Penjara Cinta Sang Taipan

Bening hanya mendambakan kasih sayang orang tua, namun kenyataan pahit justru datang dari ibu kandungnya. Hidupnya hancur saat ia dijual ke tangan germo, hingga terjebak pernikahan kontrak dengan Jaasir Arga Ramiro, sang pewaris tunggal kaya raya. Pernikahan paksa ini mengubah segalanya, terutama saat rahasia besar sang ibu mulai terungkap. Akankah Bening mampu bertahan dalam jeratan takdir dan mengungkap kebenaran yang selama ini sengaja disembunyikan darinya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sejak pertemuannya dengan Nyonya Diana dua hari yang lalu. Kini Bening sedikit bisa menghirup udara bebas karena sang Nyonya telah mengizinkannya untuk bisa keluar kamar.

Sehingga Bening bisa sedikit menikmati keindahan rumah megah ini. Setelah berhari-hari terkurung di dalam kamar.

Langkah kaki Bening tampak menyusuri setiap sudut ruangan yang terdapat di rumah besar yang beberapa hari ini telah ia tinggali. Hembusan hafas lega gadis bermata teduh itu rasakan saat tangannya berhasil membuka pintu utama untuk menghirup udara kebebasan.

"Sampai berapa lama lagi aku akan terkurung disini?" tanya Bening kepada dirinya sendiri.

Malam harinya.

Bening terlihat memukau dengan gaun tidur terusan berbahan satin yang melekat sempurna di tubuhnya. Saat ini gadis itu tengah berdiri di atas balkon kamar menikmati udara malam dengan hembusan angin yang mampu menerbangkan surai indahnya.

Setelah merasa dingin mulai menusuk tulang. Bening memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dan beristirahat. Namun langkah kaki gadis itu terhenti saat netra indahnya menangkap siluet yang kini tengah duduk di sofa dalam temaram kamar karena lampu yang tidak dinyalakan.

"Siapa kamu?!" sentak Bening karena merasa kaget dan takut yang melebur menjadi satu.

Gadis itu bingung kapan orang asing itu muncul dan bagaimana ia bisa masuk? Berbagai pertanyaan pun mulai bersarang di otaknya.

Dalam keremangan malam Bening masih bisa menyimpulkan bahwa orang yang telah lancang memasuki kamarnya adalah seorang laki-laki.

Takk-

Lampu menyala sempurna, yang Bening sendiri tidak tahu siapa yang telah menyalakannya karena sedari tadi ia tetap berdiri di tempatnya dengan bergetar ketakutan. Sedangkan pria itu juga masih tetap bergeming di tempat duduknya. Namun rasa penasaran itu mengabur saat pria itu menunjukan sesuatu di tangan kanannya. Ya, sebuah remot. Jadi pria itu yang telah menyalakan lampu. Tapi bagaimana bisa pria itu tahu ada benda seperti itu di kamar ini. Bahkan Bening yang notabene sudah beberapa hari menempati kamar ini tidak pernah tahu akan keberadaan benda itu.

Kini Bening bisa melihat dengan jelas wajah pria yang telah lancang menduduki sofa di kamarnya. Seorang pria tampan dengan rahang tegas dan memiliki tatapan setajam elang. Tatapan dingin nan mematikan hingga bisa membuat siapapun yang menatapnya akan hanyut dan tenggelam dalam pesonanya.

"Si-siapa kamu?!" Bening tergagap tidak segarang tadi.

Pria yang mendapat pertanyaan dari gadis di hadapannya itu hanya mengangkat sebelah alis. Membiarkan pertanyaan yang menurutnya tidak penting itu hilang terbawa hembusan angin. Mata tajamnya tak berhenti menelisik objek di hadapannya dengan tatapan liar seolah ingin menerkam.

Pria itu adalah Arga yang tengah duduk santai dengan segelas anggur merah di tangannya. Ia begitu menikmati seraut wajah ketakutan gadis yang berdiri tak jauh darinya.

Tak ada niatan sedikitpun di hati Arga untuk menjawab pertanyaan gadis itu tentang siapa dirinya. Ia bahkan terlalu larut dengan kepuasan karena melihat raut ketakutan yang terpancar di netra indah gadis polos itu.

Tidak ingin berlama-lama terjebak dalam situasi semacam ini, Bening segera berlari ke arah pintu untuk melarikan diri. Namun semua usahanya sia-sia karena pintu sudah otomatis terkunci. Kini hanya meratap yang bisa Bening lakukan dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

'Tuhan tolong selamatkan aku dari siapa pun yang ingin berbuat jahat kepada ku.'

Hanya doa yang bisa Bening panjatkan mengingat orang yang dihadapinya saat ini sudah dapat dipastikan bukan orang sembarangan. Namun orang yang sangat berkuasa. Kalau tidak bagaimana bisa lelaki itu tiba-tiba berada disini dengan begitu mudahnya.

"Jangan menangis! Kemarilah mendekat padaku!" Suara serak nan seksi pria itu terdengar di indera pendengaran Bening.

Bening mundur ketakutan saat pria asing yang tidak ia ketahui namanya itu berjalan mendekat ke arahnya.

"Pergi, jangan mendekat!"

Namun teriakan Bening tidak menyurutkan langkah Arga untuk dapat meraih gadis yang terlihat begitu menggoda di matanya itu.

"Mau apa kamu? Stop, berhenti di sana!" teriak Bening semakin histeris. Trauma karena pernah nyaris menjadi korban pelecehan di masa lalu membuat Bening tak dapat mengontrol emosinya.

"Apa yang kamu inginkan dariku?!"

Jiwa Arga sebagai sang pemburu dan penakluk wanita merasa tertantang akibat penolakan yang Bening lakukan. Sisi liarnya bangkit tanpa bisa dicega. Gadis polos nan menggoda itu tampak begitu menggiurkan di matanya. Sungguh amat sayang jika diabaikan begitu saja.

Tadinya Arga datang ke tempat ini hanya ingin memastikan seperti apa gadis yang akan menjadi istri mainannya. Karena tadi siang sang Mommy baru saja memberi kabar bahwa gadis itu sudah bersedia menandatangani surat perjanjian mereka.

Namun siapa yang bisa menduga bahwa malam ini Arga akan bertemu bidadari yang akan menjadi mainan barunya selama setahun ke depan. Apakah ini yang dinamakan keberuntungan.

"Panggil aku Arga. Dan kau lah yang akan menghangatkan ranjangku selama setahun ke depan!" bisik Arga tepat di telinga Bening saat pria itu berhasil membawa Bening ke dalam rengkuhannya.

Kata-kata yang keluar dari bibir Arga membuat Bening meremang hingga seketika bulu kuduknya merinding.

'Apakah pria ini yang akan menjadi suamiku?'

Bening tercenung sesaat setelah mengetahui kebenaran siapa calon suaminya. Walaupun Nyonya Diana mengatakan bahwa pernikahan mereka hanya sebuah perkawinan kontrak tetapi bagi Bening pernikahan tetaplah pernikahan. Ikatan suci yang di ikrarkan di hadapan Tuhan. Tidak peduli bagaimana cara pernikahan itu dilakukan.

Hembusan nafas dan aroma tubuh yang menguar dari tubuh pria yang kini mengungkung tubuh mungilnya mampu Bening rasakan. Karena untuk pertama kalinya ia bisa sedekat ini dengan seorang pria dewasa.

"Lepaskan!" Bening tak berhenti merontah dan menolak sejuta pesona yang pria itu tawarkan. Namun, ketidakberdayaan melawan kekuatan pria yang jauh diatasnya itu membuat Bening tak bisa berbuat apa-apa.

Perlahan Arga mendekatkan wajah mereka hingga hidung keduanya bersentuhan. Kata-kata memuja tak berhenti terucap dari bibir Arga. Hingga-

Heemmpp-

Arga melumat ganas bibir merah jambu yang sedari tadi tampak menggoda di matanya. Bening yang mendapat serangan mendadak itu pun berusaha melepaskan ciuman itu sekuat tenaga dengan cara memukul punggung pria yang dengan kurang ajarnya telah mengambil ciuman pertamanya.

"Manis!" bisik Arga sensual setelah tautan bibir mereka terlepas.

Sementara Bening berusaha mengatur deru nafasnya yang sempat terkikis dengan meraup oksigen sebanyak mungkin untuk mengisi rongga paru-parunya.

Candu, satu kata yang bisa menggambarkan kenikmatan bibir yang baru saja dicecap Arga tadi. Belum pernah ia merasakan bibir semanis madu seperti ini sebelumnya dari sekian banyak perempuan yang pernah ia kencani.

Ketagihan, tentu saja hal itu yang Arga rasakan saat ini. Baru merasakan bibirnya saja sudah bisa membuat Arga hilang kendali seperti ini. Bagaimana jika ia berbuat lebih.

Arga ingin bisa merasakannya lagi dan lagi hingga ia merasa bosan. Mata teduh itu seakan menghipnotis seluruh kesadarannya. Bibirnya yang merekah merah dengan warna alami yang begitu menggoda berhasil membuatnya merasa frustasi. Sungguh Arga tidak akan melepaskan mangsanya kali ini.

Arga kembali merengkuh tubuh Bening dalam dekapannya. Sebelah tangannya yang besar mencengkeram rahang rapuh gadis itu agar menghadap ke arahnya. Perlahan tapi pasti Arga telah berhasil meraup kembali kenikmatan dari bibir yang beberapa saat yang lalu telah menjadi candu untuknya.

"Buka mulutmu!" titah Arga di sela ciumannya.

Namun Bening masih bergeming dengan tetap mengatupkan bibirnya agar semakin merapat. Sebagai seorang Casanova sejati Arga tentu saja tidak kekurangan ide untuk menaklukkan gadis keras kepala dalam pelukannya saat ini.

Karena kesal melihat Bening yang tak jua memberi akses masuk untuknya. Arga dengan sengaja meremas sebelah dada Bening dengan keras hingga membuat gadis itu refleks mendesah. Kesempatan itu digunakan Arga untuk mengeksplor bibir merekah Bening dengan melesakkan lidahnya agar lebih dalam menguasai rongga mulutnya.

Tidak ada yang bisa Bening lakukan untuk menolak perbuatan pria yang kini menguasai tubuhnya itu. Hanya air mata yang tak berhenti keluar dari sudut mata sebagai bukti betapa tidak berdaya dirinya saat ini. Apakah dia akan kehilangan harta berharganya malam ini?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cabe-cabean Kekasih Vice President
7.8
Pertemuan tak sengaja di kelab malam membawa Alexander Richard pada Soraya, gadis berusia 19 tahun yang imut dan jujur. Meski awalnya hanya menganggap hubungan ini main-main karena jarak usia delapan belas tahun, sang Vice President justru jatuh cinta terlalu dalam. Namun, rahasia masa lalu Soraya ternyata berkaitan dengan luka lama Alexander. Kini, ia harus berjuang menghadapi trauma besar demi mempertahankan cintanya pada gadis yang sangat memikat hatinya itu.
Sampul Novel DI JODOHKAN DENGAN PAK GURU
9.6
Alvino Rakha Satyawidjaya, putra tunggal konglomerat properti Asia, memilih mandiri sebagai guru meski bergelimang harta. Di sisi lain, Rachelia Amora Dirgantara adalah primadona SMA Cakrawala yang menjalin kasih dengan Leonel Grestavio. Hubungan harmonis mereka seketika hancur saat Rachel mengetahui rencana perjodohan dirinya. Tak disangka, sosok calon suaminya adalah gurunya sendiri di sekolah. Konflik pun bermula saat cinta dan kewajiban mulai berbenturan.
Sampul Novel Dibuang suami kere dinikahi Dokter Tajir
8.0
Silvia hancur setelah dikhianati suaminya yang berselingkuh. Di tengah luka itu, ia bertemu Dokter Dana akibat sebuah insiden kecil. Saat benih cinta mulai tumbuh, ayah Silvia yang hilang sepuluh tahun kembali sebagai konglomerat dan menjodohkannya dengan pria lain demi balas budi. Kini Silvia terjepit antara cintanya pada Dana atau takdir pilihan ayahnya. Sementara itu, sang mantan suami mulai menyesal melihat Silvia kini menjadi wanita terhormat.
Sampul Novel Istri Kontrak Mr Billionaire
8.6
Demi membiayai pengobatan sang ibu, Claudya terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan miliarder ternama asal Eropa. Namun, kehidupan barunya justru penuh penderitaan karena sang suami menjadikannya pelampiasan rasa sakit hati akibat ditinggalkan mantan kekasih. Meski raga dan jiwanya sempat terpikat, Claudya akhirnya memilih menyerah. Ia memutuskan untuk pergi menjauh demi mengakhiri segala kepedihan dalam hubungan yang tidak berlandaskan cinta tersebut.
Sampul Novel Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal
8.5
Maya Syaqilla merantau ke kota demi mengangkat derajat keluarganya. Awalnya ia mengira akan bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun kesepakatan dengan Handoko justru menjadikannya istri kontrak sang majikan selama setahun. Meski caranya salah, kemakmuran kini menyelimuti keluarganya. Akankah benih cinta tumbuh antara Maya dan Boy hingga pernikahan mereka menjadi nyata? Ataukah rahasia besar ini akan terbongkar dan memicu kemarahan besar dari kedua keluarga besar mereka?
Sampul Novel Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta
8.2
Demi membiayai pengobatan sang ibu dan melunasi utang yang menjerat, Maudy nekat menerima tawaran pekerjaan misterius dengan upah menggiurkan. Ia terjebak dalam dunia malam di kota Alka, bekerja di sebuah lokalisasi demi bertahan hidup. Di tengah kerasnya kehidupan tersebut, Maudy justru jatuh hati pada sosok pria kaya raya yang ternyata adalah pemilik asli tempat itu. Namun, perjalanan cintanya takkan mudah dan penuh dengan rintangan yang tak terduga.