APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perjaka Kepincut Janda

Perjaka Kepincut Janda

Della Mahardika, seorang janda menawan, tidak pernah menyangka bahwa luka masa lalunya akan membawanya bertemu dengan Dimas Anggara. Meski berawal dari pertemuan yang unik dan penuh tawa, benih cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Dimas percaya bahwa cinta sejati menuntut pengorbanan, namun ia enggan membiarkan perasaan itu dimanfaatkan secara buta. Akankah hubungan beda status ini berjalan mulus tanpa rintangan, atau justru menemui hambatan besar?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Bisa produksi lagi nggak, tuh?" tanya ibu kos berbisik pada pak Rt.

"Entah, Bu. Aku aja belum pernah ngerasain, dan semoga tidak pernah," jawab pak Rt yang ikut berbisik dengan mengedikkan pundak karena merinding.

"Kalau begitu jangan ikut jejaknya tuh orang lucknut, kalau nggak nanti bu Rt menginjak burung titit tuitmu, Pak." Bisa-bisanya bu kos bercanda di tengah panasnya atmosfer di sekitar.

"Nggak berani." Seketika pak Rt merasa takut dengan kemampuan dan keberanian wanita yang biasa disebut dengan 'The power of emak-emak' yang sering dibaca dalam akun sosial media yang terkadang pak Rt lihat.

Alvian masih merintih kesakitan, sedangkan wanita selingkuhannya ketakutan ketika melihat betapa garangnya Della yang dikira lemah dan penurut.

"Ck, sakit? Semoga kamu sudah investasi banyak bibit lele di rahimnya," ujar Della seraya melirik wanita simpanan sang suami.

"Jadi, kalau nanti pabrikmu itu mengalami kerusakan, maka masih ada modal dan harapan memiliki lele dumbo di sana," imbuh Della santai, seakan tak takut dan tak merasa bersalah.

"Kamu kok tega banget, Del. Bagaimanapun aku ini masih suamimu," rintih Alvian masih dengan memegangi pabrik lelenya.

"Ck, kamu aja tega, kenapa aku tidak bisa? Ini hanya hukuman kecil, setelah ini jangan sampai aku melihatmu atau akan aku musnahkan pabrikmu itu!" ancam Della seraya membuat gerakan menggunting dengan kedua jari di depan wajah Alvian.

Alvian menelan saliva, tidak berani berkata apa-apa, terlalu takut melihat murka Della yang melebihi singa beranak.

Setelah mengancam Alvian, Della memaksa pria itu menandatangani surat cerai yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Awalnya Della ingin memberi kesempatan dan berharap Alvian berubah, tapi setelah diselidiki dan didiamkan ternyata Alvian tidak menyadari kesalahan dan malah semakin menggila, membuat Della naik pitam dan memutuskan untuk meminta cerai daripada makan hati. Lagi pula, Della adalah wanita mandiri yang kuat, tidak susah baginya hidup sendiri bersama putra semata wayangnya.

"Terima kasih, Bu, Pak. Maaf sudah merepotkan," ucap Della setelah mendapatkan tanda tangan Alvian.

"Sama-sama," balas pak RT dan ibu kos bersamaan.

"Terus, mereka gimana, Mbak?" tanya ibu kos, melirik sekilas pada Alvian yang masih merintih di lantai dan selingkuhan yang beringsut dan menempel di dinding—seperti cicak.

Della menoleh sekilas pada Alvian yang masih merintih kesakitan, hingga kemudian mengulas senyum dan menjawab, "Terserah Ibu, saya sudah tidak ada urusan lagi dengannya. Kami sah bercerai!" Della mengangkat surat cerainya. "Mau dibawa ke kantor polisi dan dilaporkan sebagai pasangan mesum, atau mau diarak keliling kampung biar malu, saya sudah tidak peduli!"

"Owh, Mbaknya emang mantap dan tegas. Berantas perpelakoran ya, Mbak!" Ibu kos mengangkat kepala ke udara, sebagai tanda dukungan untuk Della.

Pak Rt hanya mengangguk-angguk setuju, sebagai suami idaman yang setia tentu saja pak Rt tidak suka melihat perselingkuhan.

Akhirnya setelah berterima kasih dan berpamitan, Della pun pergi. Dalam langkah sebenarnya ada rasa sakit yang begitu dalam, pria yang dicintai dan ayah dari putranya, ternyata tega berbuat seperti itu dan hanya memanfaatkannya saja sejak dulu. Namun, Della juga merasa lega karena dirinya tak selamanya dimanfaatkan.

"Bhagas, Mama datang."

Della kembali mengembangkan senyum, mencoba menepis rasa sakit dan bercita hidup bahagia hanya dengan putra yang kini dititipkan kepada saudara tirinya.

***

Della kembali ke kota di mana dirinya meninggalkan putra kesayangannya di rumah kakak tirinya. Della berharap Bagas baik-baik saja bersama kakak tiri yang sebenarnya belum mengenalnya—anehkan?

Della sudah sampai di depan pintu tempat meninggalkan Bagas, tak terasa sudah pergi lebih dari sebulan. Della menarik napas panjang hingga menghela perlahan, kemudian mengepalkan telapak tangan dan mengangkat untuk mengetuk pintu.

TOK! TOK! TOK

Tak butuh waktu lama untuk Della menunggu, beberapa saat kemudian pintu terbuka dan Della melihat seorang wanita yang umurnya lebih muda darinya.

Della tersenyum riang seakan sudah merasa kenal dengan wanita yang kini berdiri di hadapannya.

"Maaf, Anda cari siapa, ya?" tanya wanita itu sopan, sepertinya dia adalah istri dari kakak tiri Della.

"Ahhh, kamu pasti istrinya Malik," kata Della yang membuat wanita itu terkejut.

Malik Mahardika adalah kakak tiri Della, beda ibu satu ayah.

"Kamu kenal suamiku?" tanya wanita itu memastikan karena baru melihat Della pertama kali.

"Oh tentu saja, tapi sebenarnya aku yang kenal dan suamimu tidak," ujar Della kemudian, masih dengan senyum merekah.

Wanita yang kini berdiri di hadapan Della terlihat mengernyitkan dahi menatap Della.

"Tunggu! Kamu wanita itu?" tanya kakak ipar tiri Della, menunjuk wajah Della seakan kenal.

Della melihat kakak tirinya berjalan ke arahnya, merasa senang karena ternyata tidak salah menaruh Bagas.

"Kamu wanita yang membuang Bagas ke sini, 'kan?!" Wanita itu menebak. Della tidak tahu kalau istri kakak tirinya adalah seorang Hacker, tentu saja mudah bagi wanita itu mencari info tentang Della.

"Hah, siapa membuang? Aku cuman nitipin aja," kilah Della dengan senyum lebar yang memperlihatkan deretan gigi putihnya.

"Oh, jadi kamu yang membuang Bagas!" Malik yang mendengar akan hal itu pun langsung menghampiri Susan—istri Malik.

Della yang melihat Malik pun tampak begitu senang, membuat Susan pasang badan karena menganggap kalau Della menyukai suaminya.

"Hai, Kak!" sapa Della dengan senyum mengembang pada Malik dan tangan yang melambai.

"Kak?!" Malik dan Susan terkejut bersamaan, mereka saling tatap sebelum kembali menatap Della.

Della mengangguk-angguk melihat Malik dan Susan yang kebingungan. Sepasang suami-istri itu benar-benar dibuat heran dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi.

Akhirnya, Susan mengajak Della masuk. Mereka melakukan percakapan membahas apa yang sebenarnya terjadi.

Della adalah putri dari ayah Malik, Mahendra Mahardika. Ayah Malik memang tidak menikah secara sah sejak ibu Malik meninggal, pria itu memilih menikah siri dengan ibu Della karena takut jika memberikan ibu baru akan mempengaruhi psikolog Malik waktu itu. Bagi ayah Malik, putranya itu adalah segalanya mengingat jika ayahnya begitu mencintai sang istri. Hingga akhirnya terjadilah pernikahan siri itu dan menghasilkan Della yang bisa dibilang saudara sedarah dengan Malik.

Susan dan Malik mendengarkan dengan seksama cerita Della, hingga akhirnya ada perasaan lega di hati keduanya.

"Hmm ... jadi begitu, lalu kenapa kamu mengatakan kalau Bagas dan suamiku memiliki darah yang sama? Membuatku salah paham dan hampir meninggalkannya!" protes Susan karena saat menemukan Bagas, Susan mengira bayi itu adalah darah daging sang suami, hasil dari perselingkuhan.

"Hehehehe. Maaf, aku buru-buru. Kalau aku bilang keponakan nanti kalian semakin bingung lagi," kilah Della seraya nyengir kuda.

"Lalu, apa alasanmu menitipkan Bagas?" tanya Malik kemudian.

"Itu karena--" Della menghentikan ucapannya, ia lantas teringat kepada putranya. "Bagas mana? Aku kangen," ucapnya.

"Jawab dulu, baru setelah itu kami kasih lihat. Kalau kamu bohong atau alasanmu tidak masuk akal, jangan harap bisa bertemu Bagas!" ancam Malik dengan tatapan tajam.

"Ck ... galak amat, nggak kayak ayah yang lemah lembut dan baik hati!" cicit Della mencebik.

Malik memicingkan mata karena dikata galak, hingga sang istri malah menahan tawa karena ucapan Della.

"Ceritakan yang sebenarnya dan kamu bisa bertemu Bagas," ujar Susan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Bukan Cinta Yang Kandas
8.7
Tiga tahun Aveline mengabdi dalam pernikahan tanpa cinta demi Damian, bahkan rela menyerahkan bakat arsitekturnya agar suaminya bersinar. Namun, pengkhianatan Damian di depan publik menyadarkannya. Aveline memilih bercerai dan bangkit membangun firma de la Fontaine miliknya sendiri. Kini, ia kembali sebagai arsitek kelas dunia yang sukses mengalahkan dominasi perusahaan Blackwood. Di tengah puncak kejayaan, akankah ia membiarkan cinta masuk kembali ke hatinya?
Sampul Novel Cahaya Kirana
9.7
Kirana mencapai puncak karier model berkat paksaan disiplin keras ibunya, Elisa. Merasa tertekan, ia terjerumus ke pergaulan kelam hingga hamil karena Sammy. Elisa terus mendesaknya aborsi, hingga Kirana depresi di bawah kejaran pers. Kelahiran bayi prematur yang cacat menambah rasa bersalahnya. Di tengah tuntutan hukum akibat pelanggaran kontrak, mampukah Kirana bangkit saat ia bukan lagi bintang? Serta sanggupkah Elisa bertahan tanpa ketenaran anaknya?
Sampul Novel Cinta pertama dan terakhirku
8.7
Intan Arselina, seorang perawat, terkejut saat bertemu kembali dengan Abian Dirgantara di rumah sakit. Setelah empat tahun terpisah akibat fitnah ibunda Dirga, luka lama Intan kembali terbuka. Dirga yang baru saja mengalami kecelakaan berusaha keras memenangkan hati Intan lagi. Namun, perjuangannya tidak mudah karena kebencian keluarga Intan dan kehadiran Zidan sebagai penghalang. Dirga bertekad menebus kesalahan masa lalu demi cinta sejatinya.
Sampul Novel Kau Curangi Aku
8.4
Maya sangat terpukul saat mengetahui kekasihnya berselingkuh dengan Miya, adik kembarnya sendiri. Namun, alih-alih fokus pada pengkhianatan itu, Maya justru mengungkap rahasia gelap tentang harta keluarga yang menjadi incaran komplotan penjahat. Ternyata, Miya hanyalah alat bagi mereka untuk mencapai tujuan licik tersebut. Kini Maya harus mencari tahu siapa dalang di balik semua ini dan apa motif sebenarnya yang mengancam keselamatan keluarganya.
Sampul Novel Misteri Cinta
9.4
Oceania Samudra hancur saat Banyu Siliwangi gagal hadir di pernikahan mereka. Tak hanya menanggung malu, gedung acara pun meledak secara tragis. Kini Ochi terjebak dalam investigasi polisi yang dipimpin Badai Putra Alam, perwira bermulut pedas yang menguji kesabarannya. Di tengah ancaman teror yang mengintai nyawanya, Badai hadir sebagai pelindung meski ia berusaha profesional. Namun, satu pelukan tak sengaja mengubah segalanya, membuat Badai tak ingin melepaskan Ochi.