APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Permaisuri Baru Milik Kaisar

Permaisuri Baru Milik Kaisar

Demi mendapatkan pewaris takhta, Kaisar Lu Yin berambisi mencari selir baru. Meski Permaisuri Xin Shi memiliki putri dan Selir Ban tengah mengandung, sang penguasa tetap tak sabar menunggu. Pilihan jatuh pada Xi Yi, putri tabib istana yang cantik dan ahli pengobatan. Terpaksa masuk ke lingkaran istana, wanita berhati lembut ini harus beradaptasi dengan aturan ketat kekaisaran. Mampukah Xi Yi bertahan di tengah persaingan para wanita di sisi Kaisar?
Bab
Bagikan

Bab 1

Pagi itu Xi Yi sedang meracik obat untuk membantu ayahnya yang merupakan tabib kerajaan bernama Tabib Tang.Sementara Tabib Tang sedang menyiapkan beberapa ramuan lain untuk berbagai obat beberapa penghuni istana kerajaan yang sedang sakit.Prajurit yang kembali dalam peperangan dengan membawa luka dari lawan perang mereka mendapat perawatan pula dari Tabib Tang.Ayah dan anak itu begitu sibuk dengan aktifitas mereka pagi itu sehingga mereka yang tinggal berdua karena istri Tabib Tang yang telah meninggal,harus bekerja berdua agar ramuan tersebut segera terselesaikan.Saat mereka sedang asyik meracik ramuan tradisional untuk pengobatan para prajurit yang sedang sakit,tiba-tiba pengawal kerajaan ke rumah tabib Tang.Mereka memberi kabar kepada Tabib Tang bahwa putri semata wayangnya Xi Yi harus ikut ke istana saat itu juga.

"Mohon maaf bukannya saya menolak perintah Kaisar,Tuan.Tetapi ada apa sebenarnya sehingga putri saya harus datang ke istana?Apakah putri saya melakukan kesalahan kepada Yang Mulia?"tanya Tabib Tang.

"Tabib Tang tenang saja karena ini adalah masalah pribadi sehingga Nona Xi Yi harus ikut ke istana saat ini!jawab sang pengawal.

"Saya akan ikut tetapi saya ingin pergi bersama ayah saya."sahut Xi Yi.

"Baiklah terserah Anda saja Nona saya hanya harus memastikan Anda bersedia ikut ke istana."balasnya.

"Baiklah kalau begitu kita pergi sekarang juga!"ajak Xi Yi.

"Mari Nona,Tuan!"ajak pengawal tersebut kepada ayah dan putrinya tersebut.

Dengan memakai kereta berkuda mereka di bawa menuju istana untuk menemui Kaisar Lu.Selama perjalanan menuju istana,Tabib Tang merasakan gundah dalam hatinya dan beberapa kali ia bertanya kepada putrinya dengan apa kesalahan yang pernah ia perbuat hingga putrinya tersebut harus menemui Kaisar Lu.

"Apa kamu melakukan kesalahan Xi Yi?"tanya Tabib Tang.

"Tidak Ayah.Bahkan aku tidak tahu mengapa aku di panggil.Jujur aku juga tengah cemas saat ini,Ayah."jawab Xi Yi.

"Semoga saja ini bukan sebuah sesuatu yang bisa membuat kita dalam kesulitan."seru Tabib Tang.

"Semoga saja,Yah."harap Xi Yi.

Tak lama kemudian mereka sampai di Istana Sanbai.Ini bukan pertama kalinya mereka datang ke istana tersebut tetapi rasanya jantung mereka berdebar-debar tak karuan saat memasuki istana Sanbai.Kereta kuda berhenti membuat Xi Yi dan ayahnya turun dari kendaraan tersebut lalu melangkahkan kakinya mengikuti pengawal yang mengarahkan mereka menuju ruang pribadi Kaisar Lu.Xi Yi hanya bisa menundukkan kepalanya karena ia menjadi pusat perhatian pelayan dan Selir Yin yang kebetulan berpapasan dengan mereka saat ingin menuju taman istana bersama kedua dayangnya.Selir Yin yang sedikit arogan dan pencemburu memandang Xi Yi dengan kesal tanpa berniat menyapanya.Sebelumnya ia tahu jika suaminya itu akan mengangkat seorang selir kembali karena sudah tidak sabar untuk segera mendapatkan Putra Mahkota.Wajah cantiknya itu tidak menunjukkan keramahan sama sekali kepada keduanya tetapi Xi Yi mengabaikannya karena sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu.Lagipula mereka kalangan bawah tidak diijinkan untuk mengangkat kepala di depan anggota keluarga istana sehingga kedua orang tersebut tidak tahu ekspresi dari Selir Yin.

Tak beberapa lama kemudian mereka telah sampai di salah satu ruangan yang bisa dipastikan bahwa itu adalah ruangan pribadi Kaisar Lu.

"Yang Mulia,Nona Xi Yi datang bersama Tabib Tang!"seru pengawal yang mengantar mereka.

"Suruh mereka masuk!"jawab Kaisar Lu dari dalam ruangannya.

Setelah mendapatkan ijin dari Kaisar Lu,pengawal tersebut membuka pintu ruangan tersebut dan mempersilahkan Xi Yi dan ayahnya masuk lalu menutupnya kembali saat mereka telah berada di dalam ruangan tersebut.

"Duduklah!"titah Kaisar Lu kepada keduanya.

"Terima kasih Yang Mulia."sahut Tabib Tang dan Xi Yi bersamaan.

"Apa kalian sudah tahu apa alasan aku memanggil kalian kemari?"tanya Kaisar Lu kepada keduanya.

"Maaf Yang Mulia saya dan putri saya sama sekali tidak tahu apa-apa."jawab Tabib Tang masih dengan menundukkan kepalanya.

"Baiklah akan aku jelaskan mengapa aku ingin bertemu kalian saat ini."seru Kaisar Lu.

"Kau tahu sendiri bukan jika sampai saat ini aku belum juga di karuniai seorang Putra Mahkota untuk mewarisi semua yang ku punya!"seru Kaisar Lu.

"Saya tahu Yang Mulia."jawab Tabib Tang.

"Untuk itu aku ingin mempersunting Xi Yi untuk aku jadikan selirku!"seru Kaisar Lu.

Kedua orang di hadapan Kaisar Lu itu tampak terkejut dan hanya bisa saling memandang satu sama lain.

"Maaf Yang Mulia.Apakah pantas putri saya yang seorang kalangan biasa ini bersanding dengan Yang Mulia?"tanya Tabib Tang meyakinkan.

"Sejak kapan selirku harus dari kalangan atas?Aku merasa Xi Yi pantas berada di sampingku dan melahirkan Putra Mahkota untukku."sahut Kaisar Lu.

"Mohon maaf Yang Mulia,saya menyerahkan semuanya kepada Xi Yi mengenai keputusan ini."jawab Tabib Tang.

"Bagaimana denganmu Xi Yi?"tanya Kaisar Lu pada Xi Yi.

"Saya tidak tahu harus bicara apa Yang Mulia karena saya takut salah mengambil keputusan."jawab Xi Yi.

"Aku hanya butuh jawaban "Ya" atau "Tidak" darimu."desak Kaisar Lu.

"Aku akan mengangkat ayahmu sebagai penasehat pribadiku setelah pernikahan kita agar kau tak khawatir dengan ayahmu yang akan tinggal seorang diri.Dengan begitu Tabib Tang bisa tinggal di Istana Sanbai bersama kita!"terang Kaisar Lu.

"Baiklah Yang Mulia saya bersedia!"sahut Xi Yi.

"Kalau begitu upacara pernikahan akan berlangsung besok di Istana Sanbai ini."sahut Kaisar Lu.

"Baik Yang Mulia besok kami akan kembali kesini."sahut Xi Yi.

"Kalian tidak perlu kembali karena mulai sekarang kalian akan tinggal di lingkungan istana ini."seru Kaisar Lu.

"Baiklah Yang Mulia."sahut Tabib Tang.

Setelah itu Tabib Tang dan Xi Yi keluar dari ruangan Kaisar Lu dan di antar oleh seorang pengawal menuju kamar mereka masing-masing.Tetapi saat Tabib Tang sampai di kamar yang diperuntukkan untuk Xi Yi,ia mengajak Xi Yi bicara berdua dan meminta pelayan meninggalkan mereka di sana berdua.Segera Xi Yi menutup pintu kamarnya lalu memulai perbincangan dengan ayahnya yang saat itu telah duduk di sana.

"Apa kamu yakin dengan keputusanmu itu Xi Yi?"tanya Tabib Tang pada Xi Yi.

"Apakah Kaisar bisa menerima penolakan kita,Ayah?"tanya Xi Yi.

"Aku tidak mau jika kamu melakukan ini dengan terpaksa dan kamu terbebani karenanya."sahut Tabib Tang.

"Tenanglah,Yah!Aku tahu pasti dengan keputusanku untuk menerima tawaran ini."sahut Xi Yi.

"Disini kita tidak hanya di kelilingi orang baik saja Xi Yi tetapi juga kita harus waspada dengan orang yang akan menjatuhkan kita."saran Tabib Tang.

"Sebenarnya aku juga tidak ingin mengambil resiko demi menjadi selir Yang Mulia tetapi aku rasa kita akan baik-baik saja berada di dalam istana ini."jawab Xi Yi.

"Tapi aku ragu dengan ucapanmu itu tetapi aku akan sebisa mungkin membantumu jika kamu dalam kesulitan."sahut Tang.

"Terima kasih atas dukungan yang ayah berikan karena bagi Xi Yi itu sangat berharga."balas Xi Yi.

Setelah bicara berdua,Tabib Tang langsung menuju kamarnya untuk beristirahat di dalam kamarnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Tertukar
9.2
Raya, wanita kaya yang merasa hampa, tiba-tiba masuk ke dunia novel sebagai Selina, sosok antagonis yang kejam. Ternyata, Selina adalah anak yang tertukar saat lahir akibat kelalaian suster. Kini, Raya berada di posisi sulit dalam hidup Selina yang penuh manipulasi. Ia harus memilih: menebus kesalahan masa lalu dengan mengubah sikapnya, atau tetap menjadi jahat dan menghadapi masa depan kelam. Setiap pilihannya akan menentukan apakah ia selamat atau hancur.
Sampul Novel Cinta Yang Ditulis Ulang
9.3
Madelyn Jent wafat penuh sesal setelah delapan tahun pernikahan hambar dan vonis kanker mematikan. Di detik terakhir, Zach Jardin tak kunjung datang hingga Madelyn bersumpah takkan mencintainya lagi jika waktu terulang. Keajaiban membawanya kembali ke usia delapan belas tahun. Madelyn bertekad menjauhi Zach demi masa depan baru, namun takdir berkata lain. Pria itu justru muncul kembali, mendekat dengan aura intimidasi dan janji untuk menjaganya seumur hidup.
Sampul Novel I Will Always Love You
9.7
Aarav Ravindra terjebak dalam penyesalan mendalam setelah mengabaikan istrinya akibat konflik masa lalu. Saat benih cinta akhirnya tumbuh, sang istri justru pergi selamanya. Hancur oleh rasa bersalah, Aarav sangat mendambakan kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Keajaiban muncul saat ia bertemu wanita misterius yang menawarkan perjalanan waktu. Mampukah Aarav menebus dosanya di masa lalu dan menghapus luka yang selama ini menghantui hidupnya?
Sampul Novel JARAN GOYANG PENARI JAIPONG
8.3
Terbakar api cemburu melihat Abimanyu memadu kasih dengan sahabatnya sendiri, Kamila nekat menempuh jalan hitam. Ia mengamalkan Ajian Jaran Goyang pemberian Nyai Winarsih, sosok tua yang secara misterius tetap berparas jelita. Kamila tidak menyadari bahwa tindakannya menyeretnya ke dalam pusaran sumpah masa lalu sang nyai. Obsesi buta ini membangkitkan petaka kuno yang telah terkubur puluhan tahun, mengancam nyawa demi sebuah cinta yang dipaksakan.
Sampul Novel Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
9.7
Sepuluh tahun pernikahan dengan Pradipa hanya menyisakan luka pedih karena ia masih terobsesi pada cinta pertamanya. Puncaknya, Pradipa tega memaksaku mendonorkan darah demi wanita itu. Di ambang maut, sebuah penglihatan masa lalu mengungkap dosa besarku yang telah menghancurkan Adam, pria tulus yang mencintaiku. Kini aku terbangun dengan kesempatan kedua. Aku bertekad melepaskan Pradipa dan menebus kesalahan demi menemukan kedamaian sejati.
Sampul Novel Kiss for Prince Kouza
9.3
Terjatuh ke jurang saat acara mendaki gunung bersama rekan kantor, Myan justru terbangun di padang rumput misterius. Di tengah kebingungan, seorang pria asing berpakaian unik turun dari kuda putihnya dan berlutut dengan penuh hormat. Pria itu menyebut Myan sebagai Sang Pembebas yang telah dinantikan. Siapakah sosok bangsawan tersebut dan di manakah sebenarnya Myan berada? Petualangan Myan di dunia asing yang penuh teka-teki pun dimulai.