APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Berbayar Si Gadis Culun

Pernikahan Berbayar Si Gadis Culun

Demi mempertanggungjawabkan kehamilan yang tidak direncanakan, Silia nekat membayar kekasih sahabatnya sendiri untuk menikahinya. Meski terasa janggal, Roby yang tampan dan perhatian ternyata bersedia menerima tawaran tersebut. Seiring berjalannya waktu, benih cinta mulai tumbuh di antara mereka saat tinggal bersama. Namun, kehadiran Yesika sebagai pacar asli Roby serta Vatra sebagai cinta pertama Silia memicu konflik besar yang mengancam keutuhan rumah tangga baru mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Silia mendengus kesal. Sejak tadi ia menelepon Yesika. Tapi sama sekali tak diangkat. Sementara saat ia mencoba menelepon Munawar, nomor sopirnya itu tak aktif.

Bisa-bisanya ia ditinggal sendirian. Empat gelas minuman yang dibelinya tadi ia buang saking kesalnya. Kini ia sendiri, di malam hari.

Tadi ia berniat menelepon sang ibu. Tapi baru teringat kalau ibu dan ayahnya sedang ada acara pertemuan bisnis malam ini. Lagi pula, dia tak mau membuat kehebohan dengan mengatakan kalau ia ditinggal Yesika.

Ia hanya bisa merutuk dalam hati. Dengan terpaksa ia menyeret langkahnya, menuju halte bus yang masih lumayan jauh dari tempatnya sekarang berada. Meski belum terlalu malam, tapi daerah ini terlihat sepi. Hanya sesekali kendaraan yang lewat.

Tanpa ia sadari, empat pasang mata memandangnya dengan penuh nafsu dan gairah. Empat orang pemuda mabuk berjalan mengendap mengikuti Silia yang masih tidak menyadari ada bahaya mengancam.

Dengan sekali sergap, seorang pemuda menangkap Silia dari belakang dan menutup mulutnya. Silia hanya bisa memberontak namun tak bisa melepaskan diri.

Mereka membawa Silia ke sebuah gudang tak terpakai. Tanpa mempedulikan jeritan dan tangisan Silia, keempat pemuda mabuk itu bergantian melecehkan Silia tanpa ampun.

Mulut Silia disumpal kain, membuatnya lemas, hampir tak bisa bernapas. Masuk giliran keempat, Silia sudah tak sadarkan diri.

***

“Aku bisa membantumu, Silia. Aku bisa mencarikan orang yang mau bertanggungjawab atas kehamilanmu. Orang yang mau mengakui kalau ini adalah hasil perbuatannya,” raut wajah Yesika terlihat serius.

Silia hanya diam. Ia masih kesal karena Yesika sudah dengan lancang membuka HP miliknya, sehingga chatnya dengan beberapa lelaki tak dikenal di sosial media terbaca oleh Yesika. Chat yang seharusnya sangat rahasia, karena menyimpan aib Silia.

Cerita berawal beberapa bulan yang lalu, saat itu Yesika memaksa Silia mentraktirnya makan bersama teman-teman Yesika, karena Silia sedang berulang tahun. Silia yang merupakan gadis introvert, tidak memiliki teman selain Yesika, mau tidak mau menuruti keinginan Yesika.

Namun terjadi sedikit perdebatan antara Silia dan Yesika. Karena tersinggung dengan ucapan Silia, Yesika dan teman-temannya meninggalkan Silia sendiri di kafe. Saat Silia berjalan sendirian menuju halte bus, malam yang gelap dan jalanan yang sepi mengundang bahaya baginya.

Silia disergap dan diseret menuju sebuah gudang tak terpakai oleh empat orang pemuda yang sedang mabuk. Di sana Silia dilecehkan tanpa ampun. Yang lebih mengerikan lagi, selepas kejadian itu Silia positif hamil.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang dialami Silia, karena Silia begitu malu dan tidak mau membuat orang tuanya bersedih. Semua ia pendam sendiri.

Awalnya ia hendak menggugurkan kandungannya, namun urung ia lakukan, karena seringnya ia melihat berita di sosial media tentang bayi-bayi yang dibuang orang tuanya. Selama ini ia selalu menangis melihat berita itu, maka tak seharusnya ia pun melakukan hal yang sama. Karena itu ia memutuskan untuk tetap melahirkan anaknya.

Dan ia nekat membuat fake account di sosial media, meminta bantuan pada para lelaki tak dikenal untuk menikahinya. Namun tentu saja, tak ada satu pun yang mau membantunya. Silia justru dibilang ‘gila’ oleh mereka.

Dan hari ini, semua yang ia tutupi terbongkar. Yesika sudah mengetahui semuanya. Dan kini Yesika menawarkan akan memberikan bantuan padanya.

“Sil..? Kamu dengar nggak sih aku ngomong apa?” Yesika cemberut karena omongannya tak ditanggapi.

“Nggak usah, Yesi. Udah cukup kamu bikin kekacauan dalam hidup aku.”

“Maksud kamu apa, hah? Nasib kamu aja yang sial. Kok malah nyalahin aku? Udah bagus aku mau bantu loh!” Yesika sewot.

Silia kembali diam. Memang bukan salah Yesika sepenuhnya. Tapi entah kenapa Silia merasa tak suka karena teman satu-satunya ini terlalu suka ikut campur dan terkesan mengatur kehidupannya.

“Ya udah kalau gitu biar aku bilang ke Tante tentang masalah ini. Biar cepat beres.” Yesika hendak berdiri, tapi tangannya cepat ditangkap Silia.

“Jangan Yesi. Aku nggak mau orang tuaku tahu. Aku nggak mau siapa pun tahu. Tolong, aku malu kalau ini menyebar.” Silia memohon. Yesika menarik sedikit bibirnya, sebuah senyum licik.

“Oke, aku akan simpan rahasia ini. Aku juga udah bilang kan mau bantu kamu? Aku akan cari orang yang mau menikahi kamu. Tapi nggak gratis Silia. Orang itu harus dibayar, karena ini menyangkut hal besar.

“Maksud kamu? Aku harus beri uang untuk orang yang nantinya mau menikahi aku?”

“Iyalah. Mana ada orang di zaman sekarang yang mau berkorban tanpa embel-embel. Cowok-cowok di sosmed yang udah nolak kamu, itu karena kamu Cuma minta tolong doang. Nggak mau kasi mereka kompensasi apa-apa. Ya nggak mau lah mereka.”

“Aku mesti bayar berapa?”

“Aku rasa 50 juta cukup.”

Silia melotot mendengar nominal yang disebutkan Yesika. “Siapa yang meminta sebanyak itu Yesika? Jangan-jangan kamu yang menetapkan harga segitu,” kata Silia kesal.

Yesika membuang napas kasar sambil tertawa. “Silia, nggak ada yang gratis di dunia ini. Iya 50 juta itu pasti untuk aku juga. Memangnya usahaku mencari orang yang bersedia menanggung aib kamu itu nggak kamu hargai?”

“Kenapa aku harus membayar semahal itu, Yesika? Padahal apa yang telah menimpaku saat ini tak lepas dari apa yang telah kau perbuat. Aku diperkosa karena malam itu kau meninggalkanku sendiri!” Silia bersusah payah menahan tangisnya.

“Silia, kenapa sih kamu itu suka banget menyalahkan orang lain atas nasib buruk yang menimpa kamu? Aku udah baik loh mau bantu kamu keluar dari kesulitan ini. Kalau nggak minta bantuan aku, kamu mau minta sama siapa coba? Emangnya kamu berani bilang sama orang tua kamu? Teman aja nggak punya, selain aku. Jangan keras kepala. Putuskan sekarang sebelum perut kamu itu membesar tanpa suami yang sah.” Kata Yesika dengan dingin. Terdengar nada kesal dari kalimatnya.

“Tapi itu mahal sekali. Dari mana aku dapat uang, Yesi? Kalau begini aku cari orang lain dari sosmed aja, aku akan bayar sesuai kemampuanku.”

“Ya silakan cari orang yang gak dikenal. Nggak tahu baik atau jahat orang itu. Kalau aku carikan orang, pasti yang baik kelakuannya, karena pasti aku udah kenal. Kamu cari aja orang di dunia maya, kali aja dapat psikopat!” geram Yesika.

Silia bergidik mendengar kalimat Yesika. Memang benar. Mencari orang di dunia maya belum tentu dapat yang sesuai harapan. Bisa-bisa ia malah diperas lebih parah dari ini.

“Oke,” Silia menyerah. “Aku akan ikut saran kamu. Kamu carikan orangnya, aku akan usahakan uangnya.”

“Nah gitu dong. Dari tadi kek! Buang-buang energi aja. Uang yang kuminta segitu wajar, bahkan kecil untuk nominal uang tutup mulut! Lagian jangan terlalu pusing, kamu kan kaya. Pasti perhiasan ibumu banyak.”

“Kamu nyuruh aku mencuri?”

Yesika mengangkat kedua bahunya. Menandakan kalau semua terserah Silia.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU MENYERAH MENJADI ISTRIMU, MAS!
8.0
Kehidupan rumah tangga yang tenang mendadak berubah drastis setelah aku memutuskan untuk menikah lagi. Andin, sosok istri yang selama ini dikenal sangat polos serta penurut, kini menunjukkan perubahan sikap yang amat mengejutkan. Ia tidak lagi memberikan perhatian seperti biasanya, melainkan bersikap sangat dingin dan acuh tak acuh. Ketidakpedulian Andin yang muncul tiba-tiba ini membuat hubungan kami mendingin dan penuh dengan ketegangan.
Sampul Novel Apa Salahku Padamu, Bu?
7.9
Mutia menjalani hidup penuh kepedihan karena kebencian sang ibu yang tak beralasan. Seandainya bisa, ia lebih baik tidak pernah lahir daripada terus menjadi sasaran amarah. Kesulitan ekonomi yang menghimpit membuat ibunya selalu melampiaskan rasa frustrasi kepada Mutia tanpa henti. Setiap tindakan gadis malang ini selalu dianggap salah di mata sang ibu. Bagaimana nasib Mutia dalam menghadapi tekanan batin ini? Ikuti perjuangannya menghadapi kenyataan pahit.
Sampul Novel AYAH JANGAN!!
8.7
Kehidupan Putri yang tampak tenang menyimpan rahasia kelam yang menghancurkan jiwanya. Di balik parasnya yang cantik dan sikapnya yang manis, ia terjebak dalam penderitaan tak berujung sebagai pelampiasan nafsu ayahnya sendiri. Terbelenggu oleh rasa takut yang luar biasa dan trauma mendalam, Putri hanya bisa bungkam. Ia tidak berani menceritakan kekejaman sang ayah kepada siapa pun, sementara batinnya terus menjerit menghadapi horor di rumahnya sendiri.
Sampul Novel Benci Jatuh Cinta
9.6
Panji, anak yatim asuhan Terryn dan Deva, tumbuh tangguh meski dibenci Sheira akibat hasutan Imelda. Sebagai menantu keluarga Danuarta, ia tetap sabar menjaga martabat Deva walau terus dizalimi istrinya sendiri. Konflik memuncak saat rahasia kematian calon istri Panji yang melibatkan Sheira terungkap. Di tengah duka wafatnya ibu angkat dan kemunculan ibu kandungnya, Panji terjepit dilema batin antara luka masa lalu dan harapan masa depan yang penuh rintangan.
Sampul Novel Istri Bayaran Untuk Bos Galak
8.9
Keinginan Devan untuk memiliki Cecil kembali berujung pada ancaman yang sangat ekstrem. Meski masa kontrak mereka telah berakhir, Devan menolak melepaskan wanita itu begitu saja. Dalam suasana penuh tekanan, sang bos yang angkuh bersumpah akan menghamili Cecil agar ia tak bisa pergi lagi. Cecil yang ketakutan mencoba memohon, namun Devan justru semakin terobsesi untuk mengikatnya melalui kehadiran seorang anak demi mempertahankan hubungan mereka.
Sampul Novel Menikahinya Mudah, Kehilangannya Adalah Neraka
8.8
Stella hancur saat Marc berkhianat tepat di depan matanya. Setelah membalas dengan tamparan keras, ia memilih lenyap untuk misi rahasia dan memalsukan kematiannya. Di hari kepergian Stella, kerajaan bisnis Marc runtuh seketika. Penyesalan menghantui Marc hingga mereka bertemu kembali di sebuah gala mewah. Marc memohon kesempatan kedua, namun Stella yang kini bersinar di samping pria sukses hanya tersenyum sinis dan menegaskan bahwa Marc tak lagi pantas untuknya.