APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Berlandaskan Penipuan

Pernikahan Berlandaskan Penipuan

Lima tahun membina rumah tangga, kebenaran pahit terungkap di sebuah lelang. Aku memergoki suamiku bersama sepupuku yang dikira telah tiada, lengkap dengan anak mereka. Ternyata, pernikahan ini hanyalah tipu daya suami dan nenekku demi melindungi sang pembunuh. Aku cuma dijadikan tameng belaka. Saat mereka hendak membiusku, aku memilih melepaskan seluruh harta, menggugat cerai, lalu menghilang selamanya dari kehidupan penuh kepalsuan tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

SUDUT PANDANG KIRANA:

Aku tidak membalas pesan Maya. Ejekannya murahan. Aku perlu melihatnya sendiri.

Keesokan paginya, aku pergi ke kota tetangga. Aku menemukan pembantu, Mbak Siti, yang Maya sebutkan bekerja untuknya. Tidak butuh "sejumlah besar uang," hanya tatapan putus asa di mataku dan beberapa lembar uang seratus ribuan yang masih baru.

"Wanita itu?" Mbak Siti mencibir, matanya gelap. "Dia memperlakukan kami seperti sampah. Dengan uang yang Mbak tawarkan, saya bersedia membantu Mbak membakar tempat ini."

Ternyata peternakan itu kekurangan staf untuk pesta ulang tahun, membutuhkan petugas kebersihan sementara.

Aku berganti pakaian dengan gaun sederhana, membungkus rambutku dengan syal, dan menyembunyikan wajahku di balik masker dan kacamata hitam. Aku menyelinap masuk bersama para pekerja harian lainnya, tanpa disadari.

Saat aku melangkah masuk ke dalam rumah peternakan yang mewah itu, jantungku berhenti berdetak. Tergantung di atas perapian batu yang megah adalah sebuah lukisan keluarga raksasa.

Nenekku, Eyang Dewi, duduk di kursi berlengan mewah di tengah, Bagas yang berseri-seri di pangkuannya. Bima dan Maya berdiri di belakangnya, di kedua sisi, wajah mereka bersinar dengan kebahagiaan yang hanya pernah kuimpikan.

"Anak baru, cepat sedikit," gumam Mbak Siti, membimbingku melewati rumah. Dia menunjuk ke sebuah etalase kaca yang penuh dengan piala. "Lihat gesper perak itu? Nyonya Besar sendiri yang merancangnya saat Bagas kecil lahir. Satu-satunya di dunia."

Kepalaku pusing. Aku teringat saat pertama kali diterima di keluarga Cendana Hitam, bagaimana aku dengan malu-malu meminta nenekku sebuah pusaka keluarga kecil, bahkan hanya sebuah kancing manset, sebagai kenang-kenangan.

Dia menatapku dengan mata dingin dan berkata, "Semuanya hangus dalam kebakaran bertahun-tahun lalu."

Tidak hangus. Aku hanya tidak pantas.

"Dan ini," kata Mbak Siti, mengambil alas pelana berornamen dari kursi di dekatnya. "Beliau menjahit ini sendiri untuk kuda poni Bagas. Setiap jahitannya. Belum pernah lihat beliau memanjakan orang seperti itu. Kurasa beberapa cucu lebih penting daripada yang lain."

Kata-kata Mbak Siti terdengar biasa, tapi itu mengulitiku hidup-hidup.

Tugasku berikutnya adalah membersihkan puluhan bingkai foto yang berjejer di lorong panjang. Masing-masing menyimpan kenangan, momen yang dicuri dari hidupku. Bima di rumah sakit bersama Bagas yang baru lahir. Bima mengajarinya memancing. Bima mendorongnya di ayunan. Dia tidak pernah melewatkan satu pun tonggak sejarah dalam hidup mereka.

Semua alasannya—"perjalanan bisnis," "inspeksi padang rumput," "pertemuan dengan klien penting"—semuanya kini memiliki wajah. Mereka punya rumah. Dan itu bukan bersamaku.

Menjelang malam, sebelum para tamu pesta tiba, keluarga bahagia itu kembali. Mereka baru saja dari festival hari jadi kota, dan Bagas memegang pita biru kecil.

Bima mengayunkan anak itu ke udara, mengangkatnya ke bahunya. Maya tertawa, menyeka wajah mereka dengan sapu tangan. Pemandangan itu begitu menyakitkan dan domestik hingga merenggut napas dari paru-paruku.

Aku bersembunyi di dalam lemari peralatan, mengintip melalui celah pintu. Aku mendengar Maya bersandar pada Bima, suaranya merengek manja. "Bima, aku hanya… aku tidak ingin Bagas harus bersembunyi selamanya. Dia berhak memiliki ayahnya, memiliki segalanya, secara terbuka."

Bima melingkarkan lengannya di sekelilingnya. "Aku tahu, sayang, aku tahu. Beri aku sedikit waktu lagi. Aku akan mengurus semuanya. Kamu fokus saja pada pesta ulang tahunnya lima hari lagi. Eyang dan aku sudah menyiapkan alibi. Kirana tidak akan curiga sedikit pun."

Jantungku, yang kupikir tidak bisa hancur lebih jauh lagi, berubah menjadi debu.

Aku menyelinap keluar dari lemari dan menuju pintu keluar, satu-satunya pikiranku adalah melarikan diri dari tempat yang menyesakkan itu. Tapi saat aku melewati istal, aku berpapasan dengannya. Bima sedang menuju keluar untuk memeriksa kuda-kuda.

Dia berhenti mendadak. Matanya yang tajam menyipit, tertuju padaku.

"Kamu orang baru?" tanyanya, suaranya penuh kecurigaan.

Aku menundukkan kepala, denyut nadiku berdebar kencang di tenggorokan.

Dia melangkah lebih dekat, lalu satu langkah lagi. Aromanya, aroma suamiku yang familier, menyelimutiku, dan aku merasa seperti tercekik.

"Lihat aku," perintahnya.

Telapak tanganku basah oleh keringat. Dia mengulurkan tangan, jari-jarinya hendak merebut syal dari kepalaku, ketika suara lain memecah ketegangan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Kau, Dia, dan Bekas Pacarmu
8.3
Kehidupan Maya yang stabil bersama Dito mulai goyah sejak Rian menjadi tetangga barunya. Kedekatan Maya dengan Rian yang penuh kehangatan memicu kecurigaan Dito hingga menciptakan konflik hebat. Terjebak rasa bersalah dan cinta baru, Maya akhirnya meninggalkan Dito demi Rian. Namun, hubungan baru ini membawa konsekuensi berat berupa stigmatisasi sosial. Mereka harus berjuang menghadapi beban moral atas pilihan tersebut dalam drama cinta yang penuh dilema.
Sampul Novel Bersinar Setelah Menjanda
9.0
Irfan meremehkan Amira dengan menyebutnya tidak berdaya tanpa dirinya. Namun, takdir berputar saat Amira berhasil meraih kesuksesan besar, sementara Irfan terjebak dalam keterpurukan. Kini, sang mantan suami kembali datang mencoba merayu dan memenangkan hatinya lagi. Akankah Amira terjatuh ke lubang yang sama, atau justru membiarkan Irfan menderita dalam penyesalan? Saksikan perjuangan emosional Amira untuk bangkit dan membuktikan harga dirinya.
Sampul Novel Bukan Cuma Rommate
8.4
Gyda adalah gadis pesta ekstrovert yang sangat menjaga penampilan, sementara Delmar merupakan pria introvert pemalas yang tidak peduli pada sekitar. Meski Gyda memiliki standar tinggi dalam memilih pria tampan, ia harus berbagi ruang sebagai teman sekamar dengan Delmar yang sangat tidak masuk kriterianya. Gyda yakin tidak akan pernah jatuh hati, namun takdir justru memutarbalikkan ucapannya saat benih cinta mulai muncul di antara perbedaan mereka.
Sampul Novel Hanya Menjadi Wanita Pengganti
9.8
Demi menjaga martabat keluarga setelah Naila kabur di hari pernikahan, Diandra Sahanaya alias Naya nekat menggantikan posisi adiknya untuk dinikahi Zayn. Meski Zayn menegaskan hanya mencintai Naila, Naya tetap berjuang memikat hati pria yang selama ini dipujanya itu. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh di hati Zayn, alasan tersembunyi di balik kepergian Naila terungkap. Akankah Zayn berpaling kembali pada Naila atau memilih mempertahankan Naya?
Sampul Novel Impian Dongengku Hancur: Pengkhianatan Kejamnya
9.3
Sembilan tahun pernikahan indah arsitek brilian dengan Adrian Wijaya hancur seketika saat kecelakaan menghapus ingatan sang taipan. Adrian berubah menjadi monster kejam di bawah kendali Helena yang licik. Ia membunuh adikku, melumpuhkan kakiku, hingga merampas pita suaraku untuk diberikan pada Helena. Pengkhianatan ini mengubah cinta menjadi dendam membara. Aku memalsukan kematian dan siap menghancurkan kerajaannya. Saatnya sang monster membayar segalanya.
Sampul Novel Kabar Buruk Kehamilanku
9.7
Kebahagiaan Rike saat menunjukkan hasil tes kehamilan kepada sang suami seketika sirna. Sebuah berita mengejutkan muncul, mengklaim bahwa kehamilan tersebut terjadi sebelum mereka resmi menikah. Hal ini memicu kekecewaan mendalam bagi ibunda Rike yang kemudian menuduhnya telah berzina. Kini, Rike harus berjuang memulihkan kepercayaan ibunya. Namun, apakah tuduhan memilukan itu memang sebuah fakta yang tersembunyi? Simak perjuangan Rike mengungkap kebenaran.