APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Kontrak Sang Mafia

Pernikahan Kontrak Sang Mafia

Dunia Allea Maxwell runtuh saat ibunya tewas misterius. Merasa ayahnya menutupi kebenaran, gadis dua puluh tahun ini berubah menjadi pemberontak dan sering melampiaskan amarah di kelab malam. Ketegangan memuncak ketika sang ayah menjodohkannya dengan Morgen William, pria temperamental yang paling ia benci. Di tengah misi mengungkap konspirasi kematian sang ibu, Allea harus berjuang membatalkan pernikahan kontrak dengan pria brengsek tersebut sebelum hidupnya terjebak selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Terdengar keras dentuman musik di dalam diskotik dengan ciri khas suara bass yang menggelegar. Tampak seorang gadis cantik sedang duduk di meja yang berada di depan bartender.

Meneguk satu sloki minuman yang baru saja dia pesan. Sesekali kepalanya terlihat mengangguk-angguk seiring berjalannya irama musik kreasi sang DJ yang terdengar membahana, menghiasi ruangan. Semakin kencang musik berdentum, semakin bersemangat pula para pengunjung. Sama sekali tidak keberatan dengan suara musik yang terdengar memekakkan telinga bagi orang biasa di luaran sana. Namun, bukan untuk mereka penyuka keramaian tentunya.

"Ayo pulang!" ucap seorang gadis lain yang sedang duduk di sebelahnya.

"Sebentar!" balas gadis yang sedang menikmati alunan musik tersebut.

Gadis berwajah manis yang sedari tadi tak berhenti minum itu adalah Allea Maxwel. Usianya hampir menginjak dua puluh tahun dan ia akan merayakan hari ulang tahunnya sekitar dua bulan lagi. Wajahnya sangat cantik, bertubuh mungil, hidung mancung, bibir tipis merah muda, surai panjang lurus berwarna coklat terang, dengan netra bermanik biru, sangat kontras dengan warna kulit putih susunya. Semua yang ada di tubuhnya terlihat begitu pas. Dan semakin menambah daya tarik Allea terhadap kaum pria.

"Ayolah! Terlalu banyak minum bisa membuatmu bodoh!" ujar gadis yang ada di samping Allea.

"Hmpt! Bodoh ya?" dengus Allea seraya mengela napas pendek.

Tiba-tiba saja Allea berteriak sambil melempar gelasnya. Gelas kaca yang beberapa menit lalu masih terisi penuh oleh tequila, dan dia sesap habis dalam sekali tegukan, sebelum membantingnya.

Praaang!! Pyaaar!!!

"Aaargh, sialan!!!" Berbagai umpatan langsung ke luar dari mulutnya.

"Aku membencimu. Sangat membencimu!" Bibir Allea kembali meracau seiring pecahan gelas kaca yang baru saja dia banting hancur berkeping-keping dan berhamburan di lantai.

Wajahnya terlihat memerah. Entah karena sedang menahan amarah atau karena gadis itu sedang mabuk karena sudah menghabiskan puluhan gelas tequila sejak dua jam lalu, saat dia mendatangi club malam tadi.

Allea adalah seorang mahasiswi semester empat di sebuah universitas ternama di dunia. Ya, ia adalah gadis yang cerdas dengan segudang prestasi di balik sikap urakan yang sering dia perlihatkan di hadapan banyak orang.

"Beri aku satu gelas lagi!" Allea kembali berteriak pada seorang bartender yang tengah meracik minuman di belakang meja bar.

"Allea, kau harus berhenti minum sekarang!" Sheira, gadis yang sedari awal bersama dengan Allea berusaha mencegah agar sahabatnya itu berhenti minum. Pasalnya, Allea sudah terlihat sangat mabuk dan mulai hilang keseimbangan.

"Sudah terlalu banyak minuman beralkohol yang kau teguk malam ini. Jarak rumah kita jauh dan aku tidak bisa menyetir. Siapa yang akan mengantarkan kita pulang jika kau tidak bisa mengendalikan dirimu?" Sheira memberi alasan yang tepat agar sahabatnya itu mau menuruti keinginannya.

Kemudian, ia menarik tangan Allea agar segera beranjak dan pergi meninggalkan club. Sementara jarum jam sudah menunjukan pukul satu dini hari, waktu yang terlalu larut untuk mereka berkeliaran di luar seperti ini. Seharusnya mereka sudah terlelap di atas kasur nyaman, seperti yang dilakukan anak-anak seusia mereka.

Namun lain halnya bagi kedua remaja ini, tidur awal bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Rumah hanyalah tempat persinggahan sesaat, atau kau akan mati kesepian karena terlalu lama berada di tempat itu. Allea adalah tipe gadis yang menyukai keramaian, tepatnya sejak dua tahun lalu.

"Berhenti mengurusi aku. Jangan menceramahi aku seperti yang dilakukan pria tua itu! Aku bosan mendengarnya!" Bukannya berhenti, Allea justru berteriak marah dan menyentak tangan Sheira yang tengah menarik lengannya hingga terlepas.

Sheira tak bisa berbuat banyak, ia hanya diam sambil kembali duduk di kursinya. Pikirannya mulai berkelana mencari cara untuk segera membawa pulang sahabat terbaiknya. Ia membayangkan banyak hal jika Allea sampai hilang kendali, bahkan pikiran-pikiran buruk pun mulai muncul untuk menghantui dan menakuti angan-angannya.

Namun, tak jauh dari tempat mereka duduk, terlihat seorang pria tampan yang sedang berjalan ke arah mereka. Rupanya tindakan Allea yang membanting gelas itu berhasil menarik perhatiannya.

"Permisi, Nona! Ada yang bisa saya bantu?" sapa pria itu sambil duduk di kursi sebelah Sheira.

Sheira yang terkejut saat mendengar suara itu langsung tersadar dari lamunannya.

"Emm ... tidak." balas Sheira dengan senyum yang dipaksakan.

"Hei ganteng, mau berjoget denganku?" Namun, jawaban berbeda ke luar dari mulut Allea yang sudah mabuk berat dan langsung menyela ucapan sahabatnya. Gadis itu menatap penuh minat ke arah pria muda yang terus mengamati wajahnya.

"Halo manis, dengan senang hati." Dengan segera pria muda itu mengulurkan tangan, menyambut hangat tawaran Allea. Gadis cantik yang sejak tadi memang menarik perhatiannya.

Selanjutnya Allea dan pria yang tidak mereka kenal itu segera turun ke bawah, tepatnya area dance floor yang disediakan oleh pihak diskotik. Meninggalkan Sheira duduk sendirian di depan meja bar. Di tengah kesadaran yang semakin menipis Allea terus berjoget, meloncat, menghentak-hentakkan kakinya berulang kali mengikuti alunan music dari DJ.

Sementara pria muda itu sekarang sudah terlihat puas. Gadis dalam pelukannya ini terus saja bergerak ke sana ke mari, sehingga dengan mudahnya tangan pemuda itu bisa memegang serta meraba bagian tubuh sexy Allea.

"Kau sudah sangat mabuk, sepertinya lebih baik kita duduk saja." Merasa lelah menopang berat badan Allea, akhirnya pria itu menyerah. Memilih mengakhiri sesi dance floor mereka berdua dan kembali ke tempat duduk semula.

"Hmm ...." Allea yang memang sudah di ambang batas kesadarannya hanya berguman pelan dan menuruti pria yang sedari tadi memeluk pinggangnya dengan erat.

"Kau yakin tidak memerlukan bantuanku, Nona?" Begitu sampai kembali di meja dan menempatkan Allea duduk di tempat semula, pria itu kembali bertanya pada Sheira.

"Tidak, sepertinya semua baik-baik saja. Aku tidak mabuk dan tidak minum alkohol sama sekali malam ini. Jadi aku bisa membawanya pulang." sahut Sheira menjawab pertanyaan pemuda tersebut.

Pria itu lantas menoleh ke arah Allea yang kini sudah terlihat mabuk berat dengan posisi duduk dan tertidur dengan kepala dan tangan berada di atas meja.

"Kau yakin itu baik-baik saja, Nona?" Pria itu bertanya sambil tersenyum manis.

"Emm .... emm ...." Sheira tampak gugup untuk menjawab pertanyaan itu, karena ia merasa malu sekaligus bingung dengan keadaan yang sedang ia hadapi.

Seperti memahami perasaan Sheira, pria itu langsung bangkit dan berjalan ke arah Allea. Tanpa basa-basi, ia langsung mengangkat tubuh gadis itu.

"Ayo, aku akan mengantar kalian pulang!" ucap pria itu sambil tetap memperlihatkan senyuman manisnya.

Sejujurnya, Sheira merasa senang dengan apa yang akan dilakukan pria itu. Namun, ia juga khawatir jika pria tersebut bermaksud jahat kepada dirinya dan Allea. Tapi, situasi dan kondisi saat ini memaksa ia untuk melupakan semua itu dan berharap segera keluar dari tempat ini, sekarang juga.

"B-baiklah, ikuti aku!" Sheira berkata pelan sambil berjalan mendahului pria yang sedang menggendong Allea. Tanpa perlu menjawab, pria itu lantas mengikuti langkah Sheira menuju ke arah mobil Allea yang sedang terparkir rapi di tempat khusus parkir.

Sesampainya di sana, Sheira langsung membuka pintu dan pria itu dengan cepat menidurkan Allea di kursi belakang. Setelah melihat sahabatnya dalam posisi aman, Sheira lantas menutup dan mengunci pintunya. Kemudian giliran dia yang duduk di kursi depan bersama sang pria baik hati yang akan menjadi sopir mobil itu dengan sukarela.

"Sudah, terima kasih ya!" ucap Sheira pelan sambil menatap lembut ke arah pria itu.

"Tak masalah, aku sengaja ingin membantumu saat mendengar kau tak bisa menyetir. Aku pernah berada di posisimu, jadi sangat mengerti apa yang kau rasakan," balas pria itu sambil menghidupkan mesin mobilnya.

"Terima kasih. Tapi maaf, aku tak bisa membalas kebaikanmu," sahut Sheira dengan nada sedikit kecewa.

Mendengar ucapan Sheira barusan, Pria itu pun langsung tertawa seiring dengan laju mobil yang mulai memasuki jalan raya. Jalanan sepi membuat mobil bisa melaju dengan lancar tanpa hambatan, tapi pria itu sengaja melajukan mobilnya hanya di kecepatan empat puluh kilometer per jam.

"Jangan khawatir! Aku sudah membantumu dan kau harus membantuku, itu saja sudah cukup," ujar sang pria sambil membuka resleting celananya dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya fokus memegang stir. Pria itu tidak bisa lagi menahan syahwatnya setelah bergumul dengan Allea di dance floor beberapa saat lalu.

Sheira yang sudah paham dengan kode itu langsung melakukan tindakan yang seharusnya ia lakukan. Sebagai gadis yang hidup di zaman modern dan terbiasa dengan kehidupan malam, ia paham betul cara membalas budi dengan cara ini. Dalam sekejab, Sheira bermetamorfosis menjadi gadis liar.

"Ohhh shit ...." Bahkan saat ini ia pun terlihat sangat menikmati kegiatannya, hingga tak terasa mobil yang mereka bertiga tumpangi sudah sampai di tempat tujuan, seiring lenguhan keras dari mulut sang pria. Yaitu apartemennya.

**

Sementara di dalam diskotik, tepatnya dua meja dari tempat Allea dan sahabatnya duduk, serta baru saja mereka tinggalkan, terlihat seorang pria lain tengah mengepalkan kedua tangannya erat. Rahangnya pun ikut mengeras, tatkala melihat kepergian mereka bertiga. Pria yang sedari tadi mengawasi dan memperhatikan Allea, Sheira, serta pria yang bersikap sok pahlawan itu, tanpa mereka sadari.

Sorot mata tajam dan penuh kebencian, ditujukan untuk sang pria yang tengah menggendong Allea. Bak pedang yang siap menghunus jantung lawan hingga terkapar.

"Terus awasi ke mana mereka pergi. Bawa pria itu ke hadapanku, setelah dia mengantarkan dua gadis itu!" titahnya kemudian pada seorang pria lain yang sedari tadi duduk di sampingnya.

"Hajar dia sesukamu, tapi jangan biarkan dia mati. Dia harus merasakan siksaan pedih berkepanjangan karena telah berani berurusan denganku!" Begitu arogan, pria itu mengucapkan perintah untuk menyiksa seseorang tanpa ada rasa berdosa sedikitpun di wajahnya.

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DENDAM DAN CINTA KING MAFIA
9.6
Albern Barnard, sang King of Mafia di Italia, menyamar sebagai pengusaha di Indonesia demi memburu Reno. Dendam atas pengkhianatan yang menewaskan kakaknya tuntas setelah ia menghabisi Reno di depan Harnum, istri Reno yang hamil besar. Tragedi itu memicu pendarahan hebat hingga Harnum kehilangan bayinya. Bukannya melepaskan wanita yang menderita itu, Albern justru menyekap Harnum di rumah hutan tua dan menyiksanya setiap hari di tengah kebencian yang mendalam.
Sampul Novel Dilema Cinta Narkoboy
8.9
Andrean Kenzo, seorang gembong narkoba, terjebak dalam perjodohan dengan Tita Shanum yang menawan. Demi memenangkan hati gadis itu, Andrean harus bersaing sengit melawan musuh bebuyutannya sendiri. Namun, situasi semakin rumit saat Tita menyadari sebuah rahasia besar bahwa pria yang selama ini ia patuhi bukanlah ayah kandungnya. Di tengah konflik mafia dan asmara, siapakah yang akhirnya akan dipilih oleh Tita untuk mendampingi hidupnya?
Sampul Novel Menemukan Cinta Sejati
9.0
Demi membalas pengkhianatan, Eve Costa setuju menikahi pewaris kejam keluarga mafia Vittorine. Selama lima tahun, Eve mencintai Lucas Smith, namun pria itu justru mengabaikan nyawanya saat diculik dan malah bermain api dengan Alina. Setelah selamat dari maut, Eve kehilangan rasa cintanya. Saat Lucas melamar, Eve telah menyiapkan rencana besar untuk melepaskan diri. Ia memanfaatkan posisi barunya demi menghancurkan pria yang telah tega membuangnya demi wanita lain.
Sampul Novel Nyonya yang Ditinggalkan Menjadi Ratu Mafia
9.7
Selama satu dekade, Selena Menezwa mendukung Caius Capone hingga ia berkuasa. Namun, Caius justru memilih Charlotte, seorang pemain biola dari keluarga terpandang, sebagai Ibu Mafia karena menilai Selena tidak pantas. Tanpa perdebatan, Selena pergi meninggalkan pria itu. Caius tidak menyadari bahwa Selena adalah putri keluarga Menezwa yang sangat kuat dan atasan Charlotte di orkestra. Kini, seorang pedagang senjata hebat telah siap menjadi tunangan baru Selena.
Sampul Novel Obsesi Gila Sang Billionare
9.1
Mars Callesthene King adalah pengusaha sukses sekaligus penguasa dunia bawah yang kejam. Saat konflik bisnis pecah dengan keluarga Wright, ia justru terobsesi pada Vanylla Emerald Wright, putri musuhnya yang polos. Meski Vanylla membencinya dan berusaha menjauh hingga ke Inggris, Mars tetap mengejarnya dengan gila. Di bawah bayang-bayang perlindungan kakaknya, Jared, Vanylla terjebak dalam nafsu sang iblis. Akankah cinta muncul di tengah obsesi gelap yang menghancurkan ini?
Sampul Novel Pesona Uncle Ji
8.9
Jimmy Hugo, seorang bos mafia yang sangat berpengaruh, terjerat dalam romansa rumit dengan Graziela. Sebagai putri mendiang sahabatnya, Graziela membawa warna baru dalam hidup Jimmy yang keras. Meski terpaut usia yang sangat jauh, keduanya harus menghadapi berbagai ancaman dari musuh-musuh berbahaya. Perjalanan cinta mereka menjadi perpaduan antara aksi menegangkan yang penuh risiko dan sisi romantis yang mendalam di tengah dunia gelap kriminalitas.