APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Tanpa Cinta 21+

Pernikahan Tanpa Cinta 21+

Suasana makan malam yang tenang mendadak mencekam saat Tasya memberanikan diri mengungkap rahasia besar kepada suaminya. Dengan nada bergetar, ia mengaku tengah mengandung selama dua bulan. Alih-alih disambut kebahagiaan, pengakuan itu justru memicu ketegangan luar biasa. Radit yang biasanya dingin hanya terpaku dalam kebingungan dan keraguan. Hingga akhirnya, sebuah pertanyaan tajam keluar dari mulut Radit yang mempertanyakan siapa ayah dari janin tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 2 – Luka yang Tak Pernah Sembuh

Matahari belum tinggi saat Tasya duduk di dapur, sendirian, memandangi layar ponselnya yang kosong dari notifikasi. Sudah seminggu sejak malam itu. Seminggu sejak pengakuannya mengubah sisa-sisa keheningan rumah menjadi jurang yang tak bisa dijembatani.

Radit bersikap seolah semuanya baik-baik saja. Dia bangun pagi seperti biasa, sarapan dengan diam, lalu berangkat kerja tanpa pamit. Sepanjang minggu, mereka hampir tidak bicara, kecuali soal logistik rumah tangga. Tidak ada pembicaraan tentang kehamilan. Tidak juga tentang tes DNA yang mereka sepakati.

Tasya menghela napas panjang. Perutnya masih datar, tapi rasa mual di pagi hari sudah mulai rutin. Galvin beberapa kali menelepon, tapi belum dia jawab. Bukan karena dia tidak ingin bicara, tapi karena dia sendiri belum tahu harus mengatakan apa. Galvin tidak tahu tentang malamnya bersama Radit. Galvin hanya tahu bahwa dia dan Tasya saling mencintai, meski terjebak dalam kenyataan yang tak berpihak.

Tasya menggenggam mug hangat di tangannya. Pandangannya kosong, namun pikirannya berlari ke mana-mana. Bagaimana jika bayi ini anak Radit? Apakah lelaki itu akan tetap dingin dan jauh? Atau, bagaimana jika ini anak Galvin? Apakah dia harus memperjuangkan kebebasan dan membesarkan anak itu sendirian?

Pintu apartemen terbuka. Radit pulang lebih cepat dari biasanya. Jam baru menunjukkan pukul empat sore.

"Kamu nggak ke kantor hari ini?" tanyanya, memecah keheningan.

"Libur. Aku butuh istirahat," jawab Tasya pelan.

Radit berjalan ke kulkas, mengambil botol air mineral, lalu duduk di kursi seberangnya. Ada jeda aneh dalam gerakannya, seperti seseorang yang ingin bicara tapi tidak tahu dari mana harus mulai.

"Aku udah cari dokter kandungan," katanya akhirnya. "Kita bisa periksa minggu ini."

Tasya mengangguk. "Kamu mau ikut?"

Radit menatapnya sebentar. "Kurasa aku harus."

Satu kalimat sederhana, tapi mengandung begitu banyak kebingungan. "Harus" karena tanggung jawab. Bukan karena cinta. Dan Tasya tahu itu.

"Aku juga udah cari klinik yang bisa tes DNA pas bayi lahir nanti. Biar semuanya jelas," tambah Radit.

"Aku ngerti." Tasya menggigit bibirnya. Suaranya mulai bergetar. "Tapi kalau hasilnya ternyata bukan kamu..."

"Kamu akan pergi?"

Tasya diam sejenak. "Mungkin. Tapi bukan karena aku ingin kabur. Aku cuma nggak mau hidup di rumah yang penuh kemarahan dan ketidakpastian. Anak ini butuh cinta. Bukan hanya status orang tua."

Radit menunduk. Jemarinya mengetuk permukaan meja pelan.

"Aku pernah berpikir..." katanya lirih, "...kalau saja kita ketemu di kondisi yang berbeda. Mungkin semuanya nggak akan seburuk ini."

Tasya menatapnya, terkejut. Ini kali pertama Radit bicara tentang 'jika saja'. Tentang kemungkinan yang tak pernah diberi kesempatan.

"Kamu nyesel nikah sama aku?" tanya Tasya pelan.

"Aku nyesel nggak pernah coba kenal kamu," jawab Radit jujur. "Kita terlalu sibuk membenci takdir, sampai lupa kita berdua sama-sama korban."

Kata-kata itu membuat mata Tasya panas. Tapi dia tahan air matanya. Bukan karena gengsi, tapi karena tangis tak lagi cukup untuk memperbaiki semua yang sudah pecah.

"Aku juga salah," ucap Tasya. "Aku nyari cinta di luar, karena aku pikir nggak akan pernah nemu di rumah ini."

Radit menatap istrinya lama. Wajah Tasya lelah, tapi tegar. Dan entah mengapa, di tengah semua kehancuran itu, dia merasa sedang duduk di depan seseorang yang sebenarnya... masih bisa dia perjuangkan. Kalau dia berani. Kalau dia mau.

"Kita ke dokter, ya. Sama-sama," katanya pelan.

Tasya mengangguk, untuk pertama kalinya dengan senyum kecil. Meski retak, senyum itu adalah awal. Awal dari perjalanan yang belum tentu berakhir bahagia, tapi setidaknya, jujur.

Dan di luar sana, langit sore mulai berganti warna. Seolah ikut menyambut dua hati yang, meski penuh luka, masih mencoba bertahan demi satu kehidupan baru yang sedang tumbuh di antara mereka.

Salam Penulis

darkcom

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (Bukan) Pembawa Sial
9.1
Dalam tradisi tertentu, seorang anak laki-laki yang memiliki kemiripan fisik identik dengan ayahnya dianggap sebagai pembawa sial dan ancaman. Revan, pemuda dari keluarga sederhana, harus menelan pil pahit akibat mitos tersebut. Meski ia tidak bersalah, wajahnya yang sangat mirip sang ayah membuatnya dikucilkan. Demi melindungi orang-orang tersayang yang mulai menjauhinya, Revan memilih pergi. Akankah ia mampu mematahkan stigma buruk yang menghantui hidupnya?
Sampul Novel Hasrat terlarang
7.8
Satria adalah mantan tentara yang kini sukses mengelola bisnis konstruksi. Meski dikenal sebagai sosok religius dengan keluarga harmonis, ia justru terjebak dalam gejolak nafsu di masa puber keduanya. Kisah ini mengeksplorasi pengkhianatan dan gairah dewasa yang mengancam kebahagiaan rumah tangganya. Perjalanan tak terduga ini akan mengubah hidup Satria serta orang-orang terdekatnya selamanya. Sebuah narasi romansa penuh aksi dan konflik batin yang sangat mendalam.
Sampul Novel Married to the Scandalous Billionaire
9.5
Pasca konflik dengan ibu tirinya, Beverley Holmes terkejut menemukan namanya sendiri tertera sebagai mempelai wanita dalam sebuah undangan pernikahan. Ternyata, dia telah dijual demi melunasi utang jutaan dolar. Di sisi lain, Brent Oliver sang suami awalnya bersumpah takkan tergoda oleh kecantikan istrinya. Namun, kepolosan Beverley justru perlahan meluluhkan hatinya. Kini Brent bimbang, akankah dia setia pada kekasih rahasianya atau menyerah pada pesona istrinya?
Sampul Novel Miss Liar
8.1
Sandra, wanita yang tumbuh di panti asuhan, menyimpan dendam atas masa lalunya. Setelah melarikan diri dari jeratan rentenir di desa, ia memalsukan ijazah demi bertahan hidup di kota. Di sana, ia mencari ibunya dan bertemu Hardy, CEO stasiun TV yang bersimpati padanya. Namun, ia juga memikat hati Bayu, pengusaha sukses yang menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris hotel mewah. Di tengah ambisi dan rahasia, Sandra harus menghadapi Nina, sahabat masa kecil yang mengkhianatinya.
Sampul Novel Misteri Obat Dalam Minumanku
8.7
Pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan formal di atas kertas, karena kami berdua telah memiliki kekasih masing-masing. Namun, sebuah insiden misterius menghancurkan batasan tersebut saat seseorang secara sengaja mencampurkan obat ke dalam minumanku. Akibatnya, aku kehilangan kendali diri sepenuhnya hingga situasi menjadi kacau. Siapakah dalang di balik rencana ini, dan bagaimana nasib hubungan kontrak kami setelah malam yang tak terduga itu?
Sampul Novel PEMBALASAN RITA
8.5
Setelah satu dekade membangun rumah tangga, pernikahan Rita hancur berkeping-keping. Didorong oleh rasa sakit hati yang mendalam, ia memulai misi pembalasan dendam terhadap pihak yang mengkhianatinya. Namun, langkah tersebut justru menyeretnya ke dalam pusaran rahasia kelam yang selama ini tersembunyi rapat. Setiap kebenaran yang terungkap perlahan mengoyak tabir misteri di balik masa lalunya, mengubah hidupnya menjadi penuh intrik dan bahaya.