APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PESONA CINTA CEO

PESONA CINTA CEO

Hanum kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh Tibra, bos pemilik hotel. Untuk melepas penat, ia pergi ke lounge dan justru menolong Tibra yang terlibat perkelahian dengan bantuan Jo. Meski sempat ditawari kembali bekerja, Hanum menolak karena sudah menjalin kasih dengan Jo. Namun, pengkhianatan Jo dan sahabatnya membuat Hanum hancur. Di masa sulit itu, Tibra hadir mendukungnya hingga ke New York, tempat benih cinta sejati mulai tumbuh di antara mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 3

BAB 3

Hanum hanya diam, ia tidak berkutik ketika Tibra berkata seperti ia tidak bisa mengelak lagi, disini ia hanya bawahan dengan posisi jabatan tidak begitu penting.

"Maaf" hanya itu yang bisa ia ucapkan.

"Ambil form pengunduran diri kamu di ruang HR".

Hanum mengerutkan dahi, Tibra menyuruhnya mengundurkan diri. Oh Tuhan, bisa-bisanya laki-laki itu menyuruhnya mengundurkan diri, hanya karena ia tidak bisa hadir general meeting.

"Apakah saya tidak salah dengar?". Ucap Hanum dengan berani.

"Tidak, saya menyuruh kamu mengambil form pengunduran diri dan serahkan kepada saya besok. Bukankah sudah jelas apa yang saya ucapkan?".

Hanum hampir tidak percaya, ia mengibaskan rambut panjangnya, karena suasana mendadak panas dan gerah.

"Apakah dengan kesalahan tidak hadir general meeting ini, saya di keluarkan dari perusahaan ini?".

"Ya, tentu saja" ucap Tibra.

"Dimana peraturan perusahaan jika tidak hadir di general meeting, akan dikeluarkan oleh perusahaan".

Tibra lalu membuka map di hadapannya, "Ya, ini peraturan internal, dan ditanda tangani oleh saya sendiri dan ayah saya. Kamu bisa membacanya" Bram menyerahkan kertas itu di hadapan Hanum.

Hanum memandang kertas HVS yang telah diamilatin dengan rapi itu, lengkap dengan kop surat dengan setempel basah yang cukup jelas, bahwa peraturan itu jelas di sepakati oleh direktur operasional.

"Sial !" Umpat Hanum dalam hati, kenapa ia tidak tahu ada peraturan seperti itu.

Hanum dengan berani menatap mata tajam Tibra.

"Ya, saya akan mengundurkan diri" ucap Hanum, hatinya sudah terbakar emosi atas prilaku tidak berperikemanusiaan seperti Tibra.

"Bagus kalau begitu" ucap Tibra.

Hanum menegakkan tubuhnya, ia lalu meninggalkan Tibra begitu saja. Sedangkan Tibra menatang punggung Hanum dari belakang, menghilang dari pintu.

*********

Hanum hampir gila memikirkan nasibnya setelah ini. Hanum bersumpah kepada Tibra, ia tidak akan memaafkan Tibra. Ternyata Tibra benar-benar tidak berkeprimanusian. Oh Tuhan, cicilan apartemennya, belum ia selesaikan. Ia harus memulai dari awal lagi mencari pekerjaan baru.

Hanum menenangkan pikirannya, ia berjalan menuju salah satu club. Ia butuh menenangkan pikirannya. Hanum masuk ke Lounge, seorang diri. Ia tidak peduli beberapa pasang mata menatapanya, ia pernah beberap la kali kesini untuk menyenangkan hatinya. Toh ia juga bukan wanita suci kebanyakan, Hanum duduk disalah satu kursi Bar.

Bartender tersenyum menatapnya, Hanum memesan segelas cocktail dengan sedikit alkohol. Bertender itu menyerahkan gelas itu untuk Hanum. Suara musik terdengar jelas, alunan Dj menghentakkan seisi ruangan. Para tamu sudah memenuhi ruangan, dan para gadis meliuk-liuk mengikuti irama musik Dj.

Hanum meneguk cocktail yang di pesannya, Hanum masih duduk di posisi yang sama. Ia tidak berniat untuk turun ke lantai.

"Hanum !".

Hanum lalu menoleh, mendengar suara berat itu memanggil namanya. Hanum memalingkan wajah, dan ia menatap si pemilik bengkel yang ia tadi menolongnya.

"Jo" ucap Hanum.

"Hey, kamu disini" ucap Jo.

"Ya".

"Kamu kenapa bisa ada disini?" Tanya Jo.

Jujur ia tidak terlalu suka jika ada wanita berkeliaran di tempat seperti ini. Ia pastikan Hanum bukan wanita baik-baik, dan sedikit liar menurutnya.

"lagi menenangkan pikiran" ucap Hanum.

Jo tertawa, menenangkan pikiran bukan tempat disini. Masih banyak tempat yang lebih layak untuk menenangkan pikiran seperti, pantai, puncak atau danau mungkin.

"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Hanum penasaran kepada Jo.

"Saya hanya mengembalikan mobil teman saya. Kebetulan dia kerja disini, dan saya malah bertemu kamu disini".

"Owh, begitu" Hanum mengangguk paham. Suara hingar bingar musik kembali bergema.

Hanum mendengar suara pecahan kaca botol dan gelas disana. Suara itu terdengar jelas, sehingga suasana di Lounge, menjadi riuh. Hanum tidak heran jika di club malam seperti ini sudah biasa melihat aksi perkelahian antara tamu, hanya memperebutkan seorang wanita.

"biasa" ucap Hanum, ia masih tidak memperdulikan apa yang terjadi di dalam Lounge.

"Iya sudah biasa" Jo membenarkan ucap Hanum.

Suara perkelahian itu semakin parah, dan seakan tidak berhenti, pecahan botol gelas terdengar. Hanum semakin penasaran siapa yang membuat keributan itu. Hanum dan Jo lalu melangkahkan kakinya mendekat, kearah adegan perkelahian itu.

Hanum mengerutkan dahi, sepertinya mengenal laki-laki berkemeja putih itu. Wajah itu babak belur dan sepertinya sudah tidak sadarkan diri tergeletak di lantai. Hanum menutup mulutnya, ia mengenal laki-laki itu. Para security berdatangan dan melerai perkelahian.

"Jo, saya mengenal laki-laki itu" ucap Hanum, menunjuk kearah laki-laki yang tergeletak di lantai.

Jo mengerutkan dahi, "siapa dia?" tanya Jo.

"dia atasan saya" ucap Hanum.

Hanum tidak menyangka Tibra yang terkenal tidak berperikemanusiaan, itulah yang kini menjadi sasaran empuk laki-laki berbadan gemuk itu, laki-laki yang memukul Tibra sudah menghilang entah kemana. Hanum tidak tahu harus berbuat apa, antara senang dan sedikit prihatin atas apa yang di alami oleh Tibra.

"Ayo, kita bantu dia Han".

Beberapa jam yang lalu laki-laki itu telah memecatnya tidak memdasari hal yang kuat hanya karena tidak menghadiri general metting. Sekarang harus membantu laki-laki yang telah memecatnya, yang benar saja. Ia sama sekali tidak berniat untuk membantu Tibra.

"Han, sebaiknya cepat bawa atasan kamu itu" ucap Jo, ia melangkah mendekati tubuh Tibra yang tidak sadarkan diri.

"Enggak mau, Jo".

"Kenapa?" Tanya Jo penasaran.

"Dia baru saja memecat saya, karena saya terlambat mengikuti meeting tadi siang. Saya kesini, karena dia Jo. Laki-laki itulah yang memecat saya, sekarang saya kesini membantunya, yang benar saja ! Dia pantas mendapatkan hal seperti itu"

Jo memandang Hanum, ia menarik nafas agar Hanum mengerti, "Setidaknya, disini hanya kamu yang mengenalnya".

"Ayo kita bawa dia, nanti bisa gawat jika terlalu lama. Nanti ada para anggota berdatangan, dan urusannya semakin panjang" ucap Jo lagi. Jo lalu membopong tubuh Tibra yang sudah tidak sadarkan diri itu.

Hanum mengikuti langkah Jo yang membopong tubuh Tibra hingga ke lift,

"sial !" Kenapa ia bertemu lagi dengan atasannya disini.

*********

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Miskin, tapi Bohong
8.2
Maya adalah pewaris kaya yang memilih menyembunyikan identitas aslinya, namun ia justru mendapat perlakuan kejam dari mertua dan suaminya sendiri. Dirga, sang suami yang dahulu memohon untuk menikahinya, ternyata hanya mengincar harta tabungan Maya dan meremehkannya. Meski menderita, Maya terpaksa bertahan demi melindungi sosok yang ia cintai. Akankah ia mampu melepaskan diri dari belenggu keluarga Dirga, atau selamanya terjebak menjadi budak mereka?
Sampul Novel Baby Daddy
8.2
Bastian Cokro, CEO F&B berusia 30 tahun, diterpa isu miring mengenai kemandulan yang membuatnya tetap melajang. Sementara itu, Eva Sania adalah penyiar berita sukses yang menikmati hidup bebas bersama pasangan FWB-nya. Namun, dunianya jungkir balik saat sang ibu memberikan perintah tak terduga. Alih-alih mendesak Eva untuk menikah, ibunya justru meminta Eva segera memiliki anak tanpa perlu mencari suami. Kini, pencarian pria sehat untuk membuahinya pun dimulai.
Sampul Novel Bukan Cinta Biasa
9.7
Demi melunasi utang sang ayah angkat, Maya yang baru berusia 22 tahun terpaksa mengorbankan karier dan masa depannya untuk menjadi istri ketiga seorang CEO dingin di Negara A. Pengusaha ternama ini dikenal tak pernah puas hanya dengan satu wanita. Di tengah kehidupan rumah tangga yang penuh rintangan dan misteri yang terus menghantui, Maya tetap berusaha mempertahankan kebaikannya meski sering dipandang rendah. Akankah ia mampu bertahan dalam pernikahan ini?
Sampul Novel Dalam Pelukan Sang Miliarder
9.7
Raissa terancam kehilangan panti jompo tempat tinggalnya akibat rencana penggusuran oleh taipan kejam, Arkhan Alvaro. Demi menyelamatkan tempat itu, Raissa nekat menghadapi sang miliarder yang dingin. Namun, Arkhan justru memberikan penawaran mengejutkan: panti akan selamat jika Raissa bersedia menjadi miliknya sepenuhnya. Terjebak dalam dilema antara pengorbanan dan harga diri, hubungan penuh paksaan ini mulai memicu konflik emosi yang mendalam bagi mereka.
Sampul Novel I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku
8.9
Alan, wanita kutu buku, terjebak pernikahan tanpa cinta dengan CEO arogan, Gavin Wildberg. Gavin justru menjalin hubungan gelap dengan adik angkat Alan, Aluna. Derita Alan memuncak saat ibu mertuanya mengusir dan memaksanya bercerai karena dianggap buruk rupa. Di titik terendah saat ingin mengakhiri hidup, seorang pria menyelamatkannya dan mengungkap identitas asli Alan. Kini, sebagai pewaris takhta konglomerat, Alan kembali untuk menuntut balas pada mereka.
Sampul Novel Istri Polos sang Milyarder
8.6
Hidup Cantika hancur saat seseorang tak bertanggung jawab membuatnya gagal membayar biaya medis ayahnya. Demi melunasi utang rumah sakit, ia terpaksa menjadi istri kedua seorang milyarder dan setuju mengandung anaknya. Namun, impian akan pernikahan indah sirna saat realita berubah menjadi penderitaan layaknya neraka. Akankah gadis polos ini tetap bertahan dalam siksaan tersebut, atau justru memilih melarikan diri dari sang suami demi kebebasannya?