APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pewaris yang Ingin Mereka Singkirkan

Pewaris yang Ingin Mereka Singkirkan

Dulu pewaris manja, Maya dijebak masuk penjara oleh putri kandung keluarga dan tunangannya sendiri. Setelah empat tahun, ia bebas dan menikahi Karel, pria yang dianggap sampah masyarakat. Namun, dunia terkejut saat Maya mengungkap identitas rahasianya sebagai ahli perhiasan hingga peretas jenius. Saat keluarganya memohon ampun, Karel menunjukkan jati dirinya sebagai pengusaha legendaris yang sangat memuja Maya. Kini, pembalasan dendam dimulai.
Bab
Bagikan

Bab 3

Maya berdiri di luar Vila Vista, jarinya menekan bel pintu Kediaman Mores.

Dia memilih waktu ini dengan hati-hati—dia ingat bagaimana sore hari biasanya sepi, setiap anggota keluarga sibuk melakukan urusan mereka masing-masing.

Ketika pintu berderit terbuka, ternyata itu adalah Tatik Safarudin, pembantu rumah tangga yang sudah lama bekerja di sini. Matanya terbelalak saat melihat Maya. "Apakah itu benar-benar kamu, Nona Maya? Aku ... aku tidak percaya kamu ada di sini!"

Saat kata-kata itu terucap, Tatik menutup mulut dengan tangannya, langsung menyesalinya.

Gelar itu sekarang menjadi milik Rosa. Bagi Keluarga Mores, tidak ada lagi Nona Maya.

Dan jika Rosa kebetulan mendengar bagaimana Tatik berbicara kepada Maya, dampaknya akan brutal.

Dengan nada tenang dan terukur, Maya berkata, "Aku di sini hanya untuk mengambil beberapa barangku." Lalu dia masuk seolah-olah dia tidak pernah pergi.

Sesuai dugaannya, tempat itu terasa kosong—tidak ada siapa pun. Tak ada suara, tak ada langkah kaki.

Saat dia berjalan menuju tangga, Tatik bergegas mengejarnya dengan bingung. "Nona ... tidak, Maya, apa sebenarnya yang kamu cari? Aku dapat membantumu mencari."

"Tidak perlu, Bibi Tatik. Segala yang aku butuhkan seharusnya masih ada di kamarku. Aku hanya akan mengambilnya dan segera pergi."

Namun sebelum dia bisa melangkah lebih jauh, Tatik menghalangi jalannya. Pandangannya beralih ke mana-mana kecuali wajah Maya. "Yah, um … tentang itu .…"

Sebuah kerutan terbentuk di dahi Maya. Ada yang tidak beres.

Suaranya kehilangan ketenangannya. "Bibi Tatik, apa yang terjadi?"

Dengan bahunya yang merosot, Tatik akhirnya menyerah. Helaan napas lelah keluar dari mulutnya. "Nona Rosa membuang semua barang-barangmu setelah kamu dipenjara. Dan kamar lamamu—bukan milikmu lagi. Sekarang, ruangan itu sudah menjadi gudang."

Maya membeku. Matanya terbelalak, ketidakpercayaan mulai merasukinya. "Membuang semua barang-barangku?" Jadi apakah gelang yang diberikan Nenek padanya juga dibuang?

Anggukan pelan dan penuh penyesalan dari Tatik mengonfirmasi apa yang ditakutkan Maya.

Kebenaran menghantam Maya dengan keras, tiba-tiba dan brutal, bagai sambaran petir.

Seseorang seperti Rosa tidak akan punya nyali untuk membuang barang-barangnya kecuali Reza dan Sandra juga ikut terlibat.

Sambil gemetar dari ujung kepala sampai ujung kaki, Maya mengepalkan kedua tangannya erat-erat.

Gelang itu adalah hadiah terakhir Virda untuknya—simbol cinta di rumah yang tidak menawarkan apa pun padanya.

Kemarahan membuncah dalam dirinya, ganas dan tak terkendali.

Dia telah mencoba untuk menjauh dari Keluarga Mores, untuk membiarkan masa lalunya terkubur. Namun sekarang, semua kemarahan itu kembali bergemuruh.

Dari belakang, sebuah suara yang menyebalkan dan tak asing terdengar dalam ruangan itu. "Aku tahu kamu akan menunjukkan wajahmu lagi, Maya!"

Maya berbalik untuk melihat.

Johan ada di sana, berdiri agak jauh, senyum mengejek terpampang di wajahnya.

Rosa berada di samping Sandra, menggenggam lengannya seolah-olah berperan sebagai anak yang berbakti di hadapan kamera yang tidak bisa dilihat siapa pun.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Tatik menyelinap keluar ruangan, merasakan ketegangan.

Johan mempersempit jarak di antara mereka, menjulang sedikit di atas Maya saat dia menunduk dengan penuh penghinaan.

"Kamu sungguh berani di luar penjara pagi ini. Kenapa sekarang kamu menyelinap kembali seperti ini? Biar aku tebak. Dengan rekam jejak seperti milikmu, tak ada seorang pun yang akan mempekerjakanmu. Jadi kamu merangkak kembali. Kami satu-satunya yang masih bersedia memberimu sedekah, 'kan?"

Dengan alis terangkat dan suara penuh sarkasme, dia berkata, "Bagaimana kalau begini saja—akui semuanya sekarang. Sampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Keluarga Mores, dan mungkin kami akan memberimu makan karena kasihan. Kedengarannya adil?"

Johan sudah mendidih dengan amarah sejak pagi tadi.

Aksi yang dilakukan Maya terhadap pers telah mencoreng nama Keluarga Mores, dan meskipun dia belum meluapkan emosinya saat itu, dia sudah tidak bisa menahannya lagi.

Sekarang setelah wanita itu berjalan langsung ke rumah mereka, dia berencana untuk menghancurkan sikap busuk apa pun yang dibawanya dari penjara.

Memberi Maya pelajaran terasa sudah lama tertunda, dan sekarang setelah wanita itu kembali ke rumah, Johan percaya bahwa adalah haknya untuk meluruskannya.

Permintaan maaf, awal yang baru, dan menjaga jarak dari Rosa—itu saja yang dibutuhkannya agar dia mempertimbangkan untuk membiarkan Maya kembali ke dalam keluarga.

Biaya untuk menafkahinya hampir tidak berpengaruh pada keuangan Keluarga Mores. Memberinya makan dan menawarkan tempat berteduh tidak ada bedanya dengan membuang uang receh.

Namun, bahkan anjing pun bisa menggoyangkan ekor untuk majikannya. Sedikit kerendahan hati bukanlah sebuah kesulitan atau permintaan besar. Namun, Maya bersikap seolah-olah seluruh dunia berutang padanya.

Sikap itu membuat darahnya mendidih.

Ketika Maya melangkah maju, Johan mengangkat salah satu alis dan menyilangkan kedua lengan di depan dada, sepenuhnya berharap wanita itu akan berhenti dan memohon maaf.

Sebaliknya, Maya berjalan melewatinya tanpa melirik sedikit pun, langsung menuju Rosa.

Kesombongannya lenyap dalam sekejap.

Akan tetapi, jika dipikir-pikir lagi, Rosa adalah orang yang dihina Maya di depan umum. Mungkin ini caranya untuk memperbaiki keadaan.

Namun, apa yang keluar dari mulut Maya selanjutnya menghancurkan anggapan itu. "Di mana barang-barangku, Rosa?"

Rosa menegang di tempat. Sekilas ekspresi terkejut melintas di matanya sebelum dia menampilkan ekspresi polos murni. "Barang-barang apa? Kak Maya, aku tidak mengerti apa yang sedang kamu bicarakan."

Api dingin menerangi mata Maya, dan dia tidak hanya memelotot—tetapi juga menatap dengan tajam.

Tatapannya terpaku pada Rosa bagai sebilah pisau, dan nada bicaranya datar, tanpa emosi. "Ini terakhir kalinya aku bertanya. Di mana kamu taruh semua barang yang ada di kamarku?"

Seketika wajah Rosa berubah menjadi ekspresi menyedihkan, dan air mata membasahi pipinya. "Aku tidak bermaksud apa-apa, Kak Maya. Aku hanya ... kukira mereka akan rusak jika kutinggalkan terlalu lama di sana. Kupikir aku akan menggantinya saat kamu kembali, jadi aku—"

Sebelum dia bisa menyelesaikan ucapannya, sebuah tamparan keras memecah ruangan, suaranya membelah udara bagai petir.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Dadakan CEO Tampan!
8.9
Aska Pradipta adalah CEO tampan yang menjadi incaran banyak wanita. Kehidupannya berubah drastis saat ia menemukan bayi hasil hubungan masa lalunya ditinggalkan di depan rumah. Di tengah kepanikan, ia meminta Naura, sekretarisnya, untuk membantu merawat sang anak. Namun, kesalahpahaman muncul saat ibu Aska memergoki mereka. Terpaksa demi menutupi situasi, Aska menawarkan pernikahan kontrak kepada Naura dengan imbalan fantastis. Akankah kesepakatan ini berakhir cinta?
Sampul Novel Istri Tawanan Tuan Muda
8.4
Demi membalas dendam atas pengkhianatan Sonny Wilson terhadap ayahnya, Evan Halbert, seorang miliarder arogan, memilih menikahi Caitlyn Wilson. Evan menjadikan putri musuhnya itu sebagai tawanan dan terus menyiksanya dengan perlakuan buruk. Namun, di balik kebencian yang membara, Evan justru mulai jatuh cinta pada Caitlyn. Kini ia terjebak dalam dilema besar. Akankah perasaan cintanya mampu menghapus dendam masa lalu yang selama ini ia genggam?
Sampul Novel Ketika Rencana Jahatmu Kembali Kepadamu
8.7
Maura Laksmi, gadis polos berumur 21 tahun, bekerja sebagai pelayan di kediaman mewah keluarga Santoso. Namun, hidupnya hancur saat Ravel Santoso melampiaskan rasa sakit hatinya akibat dikhianati tunangan kepadanya dalam sebuah insiden kelam. Trauma mendalam membuat Maura melarikan diri ke rumah kakeknya. Keadaan kian pelik saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Kini, Maura terjebak dilema besar antara menuntut pertanggungjawaban Ravel atau menanggung beban itu sendiri.
Sampul Novel Menikah dengan Tuan Muda Aneh
9.3
Sania terjebak dalam kesepakatan pernikahan dengan Devandra Adiwiyatama demi memenuhi wasiat sang ayah. Meski ditentang keras oleh ibu Devan, Nyonya Hartati, Devan tetap memaksa Sania memenuhi kewajibannya sebagai istri untuk memberikan keturunan. Sania yang gugup tak berdaya melawan kontrak yang telah ia tandatangani. Akankah benih cinta tumbuh di tengah tuntutan ini, ataukah Devan akan melepaskan Sania setelah tujuannya memiliki ahli waris tercapai?
Sampul Novel Menikahi Taipan Misterius
9.3
Bertahun-tahun Amelia mengejar cinta Jako, namun pria itu justru memintanya berlutut demi wanita lain. Muak dengan penghinaan tersebut, Amelia melepaskan cincin tunangannya dan memilih berpaling. Tak disangka, ia segera menikah dengan seorang miliarder misterius hingga fotonya viral. Jako yang terbakar cemburu menuduhnya hanya ingin balas dendam. Namun, sang taipan justru membela Amelia dengan tegas dan menyebut peran sebagai pelindungnya adalah sebuah kehormatan.
Sampul Novel Oh My CEO
8.1
Restu Kanaya Putri tak percaya pernikahan, namun ia sangat mendambakan kehadiran buah hati. Sebagai pengasuh pribadi sekaligus sahabat Alvian Saga Majendra, sang atasan yang pucat, Reres nekat mengajukan permintaan gila agar pria itu menghamilinya. Tanpa ragu, ia mengajak Saga menghabiskan tujuh malam penuh gairah di Bali demi mewujudkan mimpinya. Akankah misi rahasia ini berhasil? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka setelah malam-malam panas tersebut berlalu?