APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PONSEL RAHASIA MILIK SUAMIKU

PONSEL RAHASIA MILIK SUAMIKU

Kehidupan rumah tangga Anggun berubah drastis setelah ia menemukan sebuah ponsel misterius milik suaminya, Reno. Keberadaan perangkat rahasia yang selama ini disembunyikan itu menjadi pintu masuk bagi Anggun untuk membongkar sederet fakta mengejutkan yang tersimpan rapat. Merasa dikhianati dan dipermainkan, amarah Anggun pun memuncak. Ia kini bertekad untuk menuntut balas atas luka hati yang disebabkan oleh Reno dalam intrik penuh rahasia ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Anggun kini mengikuti permainan Reno. Ia tetap diam dan seolah tidak mengetahui semua kebohongan Reno. Anggun ingin menyelidiki semuanya. Semua kebohongan Reno yang belum diketahuinya.

"Kita lihat saja, siapa yang akan jadi pemenangnya," gumam Anggun.

Pagi itu, seperti biasanya, Anggun menyiapkan sarapan untuk suaminya sebelum Reno berangkat kerja. Ia menyusun dengan rapih secangkir teh manis dan nasi goreng seafood kesukaan Reno. Di meja makan juga tersedia roti dengan beberapa jenis selai pilihan.

"Mas, Mas, sarapan dulu, yuk. Nanti kamu telat loh ke kantor," panggil Anggun.

"Iya, Sayang. Sebentar ya," teriak Reno.

Anggun pun menyambut kedatangan Reno dengan senyuman. Senyuman yang hangat. Seperti biasanya, walau sesungguhnya di dalam hati Anggun, telah timbul benih-benih kebencian, amarah dan rasa muak.

"Kamu mau sarapan apa, Mas?" tanya Anggun.

"Pagi ini aku mau roti. Tetapi, nanti kamu bawain nasi gorengnya ya. Biar nanti aku bisa makan di kantor sehabis meeting," ucap Reno. Anggun pun mengikuti keinginan Reno.

Setelah memberikan roti dengan selai coklat pada Reno, Anggun pun menyiapkan bekal nasi goreng di kotak Tupperware kesayangannya. Warna hijau.

"Loh, Mas, kok buru-buru sih?" tanya Anggun saat Reno bergegas pergi dan terburu mengambil kotak bekalnya setelah menerima sebuah telepon.

"Iya, Sayang, meeting-nya diubah jam 9 pagi. Aku takut telat. Kamu hati-hati ya. Take care. Miss you," pamit Reno setelah mencium pipi Anggun seperti biasa.

Anggun yang mulai kehilangan kepercayaannya pun tidak percaya jika Reno benar-benar harus meeting pagi. Bisa saja ia janji bertemu wanita selingkuhannya sebelum ke kantor.

"Ya Allah, apa yang harus kulakukan?" gumam Anggun.

Saat hendak mengikuti Reno, Cynthia datang ke rumahnya. Ia datang dalam keadaan wajah memar dan menangis tersedu-sedu hingga Anggun terpaksa membatalkan rencananya.

"Cyn, kamu kenapa sih? Ya udah, masuk yuk," ajak Anggun. Anggun pun memapah sahabatnya sejak kecil itu masuk ke dalam rumah.

Cynthia pun mulai menceritakan semuanya. Ia mendapatkan KDRT dari Romi, suami yang sudah menikahinya 3 tahun lalu. Bahkan menurut wanita berambut panjang sebahu itu, ia bahkan dipaksa melayani para pria yang sudah membayar pada Romi.

"Apa, kamu dijual?" pekik Anggun. Cynthia hanya mengangguk dalam tangisnya.

"Dasar suami nggak tahu diri! Udah nggak nafkahi istri, selingkuh eh sekarang malah KDRT dan mau ngejual kamu? Kita lapor polisi aja, Yuk!" pinta Anggun yang kesal pada Romi karena cerita Cynthia.

"Nggak, Anggun. Gimana kalau dia di penjara? Gimanapun, dia Ayah Amanda. Dia masih kecil," bujuk Cynthia.

Amanda, gadis cilik berusia 2 tahun itu terpaksa harus merasakan pedihnya menjadi anak yang mempunyai keluarga yang tidak utuh. Cynthia hendak menggugat cerai Romi.

"Ya udah, sementara ini kamu tinggal di sini aja ya. Di atas ada kamar kosong. Please, jangan tolak! Aku justru nggak tenang kalau kamu dan Amanda ke mana-mana. Di sini, kalian aman," ujar Anggun yang tidak ingin sahabat kecilnya itu dalam bahaya.

"Reno gimana?" tanya Cynthia.

"Udah, kamu tenang aja ya. Soal Mas Reno, biar aku yang urus. Lagian nggak mungkinlah dia melarang aku ngajak kamu di sini. Apalagi ada Amanda," sahut Anggun tersenyum.

"Makasih ya, Anggun. Kamu emang sahabat terbaik aku," ujar Cynthia. Kedua sahabat itu akhirnya berpelukan.

.................

Mobil yang dikendarai Reno akhirnya berhenti di sebuah komplek perumahan. Di sebuah rumah beraksen American style berwarna hijau-pink. Reno pun turun dari mobil BMW warna hitam kesayangannya itu.

"Sayang, kamu di mana?" panggil Reno saat memasuki rumah yang tak terkunci itu.

"Hei, kamu udah datang, Mas?" sapa Nindya.

Gadis berusia 21 tahun itu kini tengah mengandung. Menginjak 4 bulan. Perutnya pun mulai membuncit. Anak hasil perselingkuhannya dengan Reno di belakang Anggun.

"Kamu udah siap? Kita berangkat ke rumah sakit sekarang ya. Aku mau lihat, gimana perkembangan anak kita," ujar Reno sambil mencium perut Nindya yang mulai besar itu.

"Udah."

Reno pun menggandeng mesra Nindya masuk ke dalam mobilnya. Ia memang tidak ingin terjadi sesuatu pada calon bayinya. Sudah lama ia menginginkan seorang anak. Tetapi, hampir 6 tahun menikah dengan Anggun, ia belum juga kunjung hamil.

Reno pun langsung meluncur menuju sebuah rumah sakit yang tidak jauh dari komplek perumahan Nindya tinggal. Reno tidak ingin jejak pengkhianatan itu diketahui oleh Anggun. Anggun bisa saja melakukan apapun, bahkan membunuhnya dan juga Nindya.

Tidak butuh lama, mobil yang dikendarai Reno akhirnya sampai di pelataran parkiran rumah sakit. Saat hendak turun dari mobilnya, Nindya pun mencegah Reno.

"Mas, mau sampai kapan kita begini? Aku tuh istri kamu. Tetapi, kayak simpanan kamu aja. Ingat loh, Mas, aku ini sedang mengandung darah daging kamu. Harusnya kamu itu lebih mengutamakan aku daripada si Anggun, perempuan mandul itu!" pekik. Nindya.

Reno langsung menoleh ke arah Nindya. Wajahnya terlihat penuh amarah pada istri sirinya itu. Ia tidak suka saat Anggun dicap sebagai wanita mandul. Bagaimanapun, Anggun istrinya yang sah.

"Eh, dengar ya! Jangan sekali lagi kamu bilang dia wanita mandul!" bentak Reno.

Nindya pun kaget. Ia tidak menyangka jika akan membuat Reno semarah itu. Nindya pun menunduk. Ia berusaha menahan tangisnya.

"Udah. Kita ke sini buat cek kehamilan kamu. Nggak usah drama. Ayo, kita masuk. Aku juga harus cepat ke kantor. Banyak kerjaan," pekik Reno yang langsung turun dari mobilnya. Nindya pun menyusul.

"Ibu Nindya," panggil seorang perawat yang mempersilakan Nindya masuk.

"Aku tunggu di sini aja."

Reno yang masih kesal akhirnya membiarkan begitu saja Nindya masuk seorang diri. Namun, setelah emosinya mereda, Reno pun memutuskan masuk ke dalam ruangan dokter. Terlihat, Nindya sedang diperiksa.

"Gimana keadaan istri dan anak saya, Dok?" tanya Reno.

"Alhamdulillah, baik. Cuma saya sarankan, sebaiknya Ibu jangan terlalu capek dan stres ya. Takut menganggu perkembangan janinnya," ucap dokter.

"Baik, Dok."

Setelah mendapat resep, Nindya dan Reno akhirnya keluar ruangan. Nindya yang sepertinya masih marah langsung pergi begitu saja. Reno pun memutuskan menebus obatnya ke apotik lebih dulu.

20 menit kemudian

Setelah mengambil obat, Reno pun bergegas kembali ke mobil. Dari kejauhan, ia melihat Nindya sedang berbicara dengan seorang pria dengan setelan jas rapih. Entah siapa pria itu. Reno pun bergegas menghampiri Nindya.

"Nindya!" teriak Reno membuat Nindya dan pria itu langsung menoleh. Kali ini, justru mata Reno yang terbelalak saat melihat sosok pria yang diduganya sebagai selingkuhan Nindya.

"Pras?"

"Reno?"

"Mas, Mas kenal sama Mas Pras?" tanya Nindya.

"Ya kenallah. Dia ini kan sahabat aku sejak SMP. Eh, tunggu deh. Kalian, sudah kenal?" tanya Pras.

"Dia suami aku, Mas," sahut Nindya membuat Pras langsung meradang.

"Lu mengkhianati Anggun?" pekik Pras menarik krah baju Reno.

Reno diam rak berkutik

Siapakah Pras? Akankah Anggun mengetahui kedok Reno?

bersambung ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Wanita Malam
9.8
Sania memulai hari dengan terburu-buru saat Gevan, kakak kelas populer, menjemputnya di kos. Kedatangan mereka di SMA Brawijaya memicu kehebohan, membuat Sania merasa jadi pusat perhatian. Namun, suasana tenang di kelas XI IPS 2 terusik oleh Bara, murid baru pindahan yang dingin dan misterius. Pertemuan pertama mereka diawali ketegangan saat Bara membongkar kebohongan Sania di depan guru. Di antara pesona Gevan dan sikap sinis Bara, kehidupan sekolah Sania kini tak lagi sama.
Sampul Novel Dendam Seorang Adik
8.6
Duka mendalam Amara atas kematian tragis kakaknya, Danisa, berubah menjadi ambisi balas dendam yang membara. Ia bertekad menghancurkan keluarga Pramudya yang telah mengkhianati Danisa hingga sang kakak mengakhiri hidupnya. Dengan pesonanya, Amara menyusup dan mulai menjerat mantan suami, mertua, serta ipar Danisa dalam rencana penghancuran reputasi dan harta mereka. Namun, mampukah ia tetap dingin saat perasaan tak terduga mulai mengancam misi utamanya?
Sampul Novel Dikejar Mantan Suami Arogan
9.1
Fay memohon dengan pilu agar Janus tidak menceraikannya, merasa cukup dengan hubungan yang ada tanpa menuntut lebih. Namun, permintaan itu justru membuat tatapan Janus mendingin. Dengan suara serak namun tegas, ia mengingatkan Fay akan kesepakatan awal mereka. Komitmen mereka harus berakhir saat Uke kembali. Meski suaranya sedikit bergetar, Janus menekankan bahwa janji lama itu adalah batas akhir bagi pernikahan mereka yang kini berada di ambang perpisahan.
Sampul Novel Gairah yang Berapi-api: Istri CEO yang Bersalah
7.9
Di malam pengantin, Rogelio bersumpah menyiksa Marian karena menganggapnya penyebab kematian sang kakak. Meski dibenci dan tak disentuh, sebuah insiden memaksa mereka tidur bersama hingga Marian hamil. Di tengah penghinaan Rogelio, pria itu justru diam-diam melindungi aset dan keselamatan istrinya dari gangguan orang lain. Saat Marian berniat kabur membawa rahasia kandungannya, Rogelio justru memeluknya erat dan menolak melepaskan ibu dari calon anaknya tersebut.
Sampul Novel Istri Kedua, Luka Pertama
9.1
Rafindra Mahardika, pewaris tunggal ningrat, dipaksa ayahnya mencari keturunan baru setelah kematian putri sulungnya. Nadira, gadis 19 tahun, terpaksa menjadi istri kedua demi biaya pengobatan ibunya meski ia sangat mencintai kekasihnya, Farel. Di kediaman Rafindra, Nadira menderita akibat perlakuan buruk istri pertama tanpa perlindungan dari suaminya. Mampukah ia bertahan di tengah intrik kejam keluarga ini ataukah hatinya akan hancur selamanya?
Sampul Novel Istri Polos sang Milyarder
8.6
Hidup Cantika hancur saat seseorang tak bertanggung jawab membuatnya gagal membayar biaya medis ayahnya. Demi melunasi utang rumah sakit, ia terpaksa menjadi istri kedua seorang milyarder dan setuju mengandung anaknya. Namun, impian akan pernikahan indah sirna saat realita berubah menjadi penderitaan layaknya neraka. Akankah gadis polos ini tetap bertahan dalam siksaan tersebut, atau justru memilih melarikan diri dari sang suami demi kebebasannya?