APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Possessive Wife

Possessive Wife

Kehidupan pernikahan Ana berubah drastis setelah ia mengikuti Andra, suaminya yang berprofesi sebagai polisi, bertugas ke pedalaman Papua. Akibat berbagai rumor yang beredar, Ana yang dulunya tangguh kini berubah menjadi sosok istri yang sangat posesif, pencemburu, dan emosional. Ia sering memancing keributan demi perhatian, namun Andra selalu menghadapi sikap labil istrinya dengan kesabaran luar biasa, menjadi penenang di tengah kobaran api kecemburuan Ana.
Bab
Bagikan

Bab 3

Entah sudah berapa kali suamiku bolak balik pulang ke rumah, makan siang, atau sekedar rebahan sebentar saja, aku masih diam saja di dalam kamar tak beranjak, menatap layar televisi, sesekali aku memainkan ponselku, hari ini rasa malas sedang mendominasi tubuh juga perasaanku.

Sekitar pukul 3.30 pm suamiku pulang dari bekerja, ia mengganti pakaiannya, meletakkan ponselnya di meja riasku, sudah menjadi kebiasaannya seperti itu.

"Sayang sudah mandi?" Tanyanya padaku sembari memakai baju kaos oblong warna hitamnya.

"Belum, sebentar lagi yah, masih seru nih." Jawabku yang masih fokus dengan ponsel, membalas pesan-pesan dari teman-temanku juga keluargaku di kampung halamanku, Bali.

"Seru apa ayo, chat sama siapa itu? Hmm? Mandi dulu gih, nanti ayah ajak jalan-jalan sore keliling-keliling, liat-liat atau bunda mau belanja-belanja." Ajaknya.

"Oke, sekarang yah." Jawabku antusias, aku beranjak dan mengambil baju ganti di lemari, mengambil handuk, bergegas masuk ke kamar mandi lalu membersihkan diriku, tak lupa ritualku itu di iringi dengan lagu yang ku nyanyikan sendiri, sudah jadi kebiasaanku, menyanyi di dalam kamar mandi, bagi diriku sendiri suaraku cukup indah di dengar, itu bagiku ya, belum tentu bagi orang lain, karena aku tak pernah sekalipun memamerkannya di khalayak publik.

Aku paling suka menyanyikan lagu-lagu cinta yang sedih-sedih, seperti lagunya Momo Geisha atau lagunya Coklat, Peterpan, Ada Band dan banyak lagi yang menjadi list favoriteku.

"Ayah, bunda sudah selesai, ayah mandi sudah." Teriakku seraya meliriknya dari arah depan kamar mandi melihat ke belakang di kandang ayam kesayangannya. Suamiku pencinta ayam, ia hobby sekali memelihara binatang yang suka ku makan dagingnya itu, terkadang ia beli dengan harga yang lumayan, lalu ia jual lagi setelah sekian lama. Bisa di bilang ia gunakan sebagai bisnis sampingan.

"Sebentar bun, sedikit lagi selesai." Jawabnya singkat, ayam yang udah anteng-anteng di dalam kandang itu terkadang ia keluarkan, ia masukkan lagi, ayam yang sudah bisa makan sendiri bahkan dari bayipun terkadang ia suapi, padahal aku yang istrinya inipun tak pernah di suapinya.

Aku duduk di depan meja riasku, ku poles wajahku dengan cream merk yang sering terlihat di televisi, kemudian alas bedak yang 1 merk juga, setelahnya ku poleskan bedak tipis, pensil alis, dan terakhir ku pakai lipstik pink pada bibir tipisku.

Rambutku yang panjang sebahu ku gerai begitu saja, suami selalu melarangku mengikat rambut, katanya lebih cantik jika rambutku di gerai saja, hal termanis yang kerap kali di lakukan suamiku adalah menarik ikat rambutku tiba-tiba saat ia mengetahui aku mengikat rambutku. So sweet bukan? Aku sangat suka jika ia melakukan itu.

"Yah, sudah jam berapa sih ini? Belum selesai-selesai juga." Gerutuku sedikit berteriak agar suaraku di dengarnya, entah sudah berapa lama aku menunggunya.

"Iya bun, sekarang." Jawabnya, beranjak dari kandang ayam. Bukannya langsung ke kamar mandi dia malah mengambil ponselnya yang belum sempat ku sentuh di meja riasku.

Ku lirik sekilas ekpresinya memegang ponsel, tangannya seperti sedang mengetik, dan segurat senyuman terukir jelas di bibirnya, astaga, suamiku tersenyum membalas pesan, itu dia lagi chat sama siapa sih? Hatiku sudah tidak sabar ingin mengintip ponselnya lagi.

"Mandi sana sayang, malah main hp lagi. Uda sore nih, katanya may ngajak jalan-jalan." Ucapku.

"Iya ibunda ratu, sekarang ayah mandi." Jawabnya, tanganya menoel daguku lembut, bibirnya tersenyum manis.

"Makanya tu jangan pegang ayam terus, sampe lupa mandi." Aku menggerutu lagi.

"Astaga bunda, hhahhahaa, masak bunda cemburu sama ayam?" Suamiku terkekeh melihatku yang memasang wajah jengkel.

"Bukannya bunda cemburu sama ayam ayah, jengkel aja, kalau sudah main ayam ayah suka lupa waktu gitu." Aku kembali memasang wajah cemberut.

"Bun, masih mending ayah main ayam, daripada ayah main perempuan, hayo, bunda pilih yang mana?" Goda suamiku lagi.

"Ayah aahhh... Jangan gitu ahh..."

"Hahahahha, makanya jangan aneh-aneh mikir bun, ya sudah, ayah mandi dulu." Suamiku langsung masuk ke kamar mandi, handuknya di kalungkan di lehernya.

"Ayah sih, sama ayam perhatiannya luar biasa, tp sama bunda pelit banget sama perhatian." Teriakku lagi, agar ia mendengar suaraku dari dalam kamar mandi.

"Jangan cemburu sama ayam bun. Hahahaha..." Suamiku kembali terkekeh dari dalam kamar mandi menertawakanku.

Beberapa menit setelah ku pastikan ia benar-benar mandi, ku ambil lagi ponselnya, memeriksa pesan WhatsApp juga messengernya, aman, ternyata cuma chat membahas soal ayam dengan teman-teman sehobbynya dan beberapa pesan group kantornya.

Ku periksa juga phone book nya yang ternyata cuma berisi 25 nomor telp saja, dari namanya hanya laki-laki saja, beberapa perempuan dan itu adalah nomor kakak-kakaknya juga nomor ibuku dan ibunya.

Ku letakkan kembali ponselnya seperti sedia kala, beberapa menit kemudian terdengar nada bip di ponsel suamiku, ada pesan WhatsApp masuk ke ponselnya, ku lirik sekilas ternyata dari kakak iparku, ku beranikan diri membukanya karena penasaran.

"An, jangan macam-macam ya, sayangin Ana, jaga dia, penuhi semua kemauannya." Pesan dari kakak iparku membuatku senyum-senyum, padahal sebelum menikah aku cuma ketemu sekali saja sama mertuaku juga kakak-kakak ipar, mana sangka mereka begitu menyayangiku dan sangat baik terhadapku.

Baru saja ku letakkan ponsel suamiku, ponselnya berbunyi lagi, ku lirik sekilas, tercantum nama bapak mertuaku, rasa kepoku muncul lagi, bergegas ku buka pesan tersebut.

"An, jaga baik-baik ana, jangan sering ribut, jaga rumah tangga dengan baik." Lagi-lagi aku tersenyum kegirangan.

Ku letakkan ponsel suamiku di tempat semula, berselang beberapa menit kemudian suamiku sudah keluar dari kamar mandi, ia sudah berpakaian lengkap, tangannya masih memegang handuk yang di gosokkan pada rambut basahnya, mungkin ia habis keramas.

"Bunda kenapa senyum-senyum sendiri?" Tanyanya curiga seraya melangkah ke arahku.

"Engga apa-apa kok yah, itu yah, ada pesan dari Bapak sama Kak Juni, bunda sudah buka." Ucapku seraya melemparkan senyuman pada suamiku.

Suamiku seketika meraih ponselnya, dan mungkin ia sudah membuka kembali pesan-pesan WhatsApp yang sudah ku baca sebelumnya.

"Kompak sekali mereka belain bunda yah?" Suamiku meletakkan ponselnya lagi, ia mengusap-usap atas kepalaku kemudian meninggalkanku, menaruh handuknya dan menyisir rambutnya yang pendek.

Aku tersenyum riang, setelah selesai siap-siap, aku di ajak jalan-jalan keliling kampung, mengenal daerah-daerah disini juga lingkungannya.

Ini hari ke sekian aku berada disini, Papua, suami memboyongku kemari tepat setelah masa cutinya berakhir setelah kami menikah, mana sangka, tempatnya benar-benar jauh berbeda dari Bali. Bahkan aku sempat menangis saat tahu daerah yang menjadi tempat tinggal kami benar pedalaman dan harus melewati hutan belantara tanpa penerangan.

Bersambung....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BIDADARI
8.1
Aida Tazkia merasa rendah diri karena kondisi fisiknya sebagai penyintas kanker. Reiko Byakta Adiwijaya, pria dari keluarga konglomerat, justru tetap menikahinya meski melontarkan hinaan tajam. Di balik pernikahan tanpa cinta ini, tersimpan rahasia besar yang disembunyikan Reiko. Aida kini terjebak dalam belenggu keluarga Adiwijaya yang penuh tekanan. Mampukah ia menemukan kebahagiaan sejati dan cinta tulus di tengah keraguan akan kesempurnaannya sebagai wanita?
Sampul Novel Cinta Virtual
7.9
Banyak orang terjebak luka akibat cinta virtual, namun aku justru menikmati hubungan tanpa status yang unik. Lewat layar ponsel, kami berbagi rutinitas mulai dari saling berkirim foto hingga sleep call setiap malam tanpa ikatan resmi. Meski hanya berteman dekat, perhatian yang diberikan terasa nyata dan sangat manis. Namun, mampukah koneksi digital ini berujung serius ke pelaminan? Ikuti perjalananku yang akan membuat siapa pun merasa iri dengan indahnya HTS.
Sampul Novel DANCING WITH DESTINY
8.2
Jane Miles adalah dokter andal yang sangat mencintai kehidupan damainya. Namun, kecelakaan tragis di masa lalu membuatnya menderita Amnesia Retrograde, hingga seluruh ingatannya terkunci rapat. Keadaan berubah total saat Rafael Klein muncul dan memaksa masuk ke dunianya. Pria itu mengacaukan segalanya demi satu tujuan: menuntut Jane menerima takdir sebagai pewaris tunggal klan Klein yang berkuasa. Kisah romansa dewasa ini penuh dengan konflik dan rahasia masa lalu.
Sampul Novel Gulai Daun Singkong Untuk Mertua
7.8
Nek Syam mengalami kepedihan mendalam setelah diusir oleh Jannah, putri kandungnya, hanya karena menginginkan gulai daun singkong. Merasa terhina di rumah sendiri, ia memilih pergi dan berlindung di kediaman putra bungsunya, Ahmad. Mengetahui perlakuan buruk sang kakak terhadap ibu mereka, Ahmad pun naik pitam. Ia langsung bertindak tegas dengan membawa bukti kepemilikan tanah dan balik mengusir Jannah dari rumah tersebut sebagai pembalasan.
Sampul Novel I WAS NEVER YOURS
9.0
Menjalin ikatan dengannya adalah sebuah larangan keras yang tidak seharusnya kulanggar. Namun, perasaan ini tumbuh begitu dalam meski aku tahu bahwa memilikinya adalah hal yang tabu. Setiap detik aku mencintainya, rasa sakit itu justru semakin mengoyak batasan hatiku. Aku terjebak dalam dilema antara keinginan memiliki dan kenyataan pahit yang terus menyiksa. Mencintai dirinya hanya membawaku pada luka yang kian menganga tanpa ada kepastian.
Sampul Novel Kehadiran Orang Ketiga
8.2
Keharmonisan rumah tangga Fahmi dan Hanum bersama kedua anak mereka, Arya dan Adiva, hancur seketika saat Hani hadir. Kakak kandung Hanum tersebut justru menjadi selingkuhan Fahmi. Saat Arya memergoki mereka, Fahmi malah mengancamnya agar bungkam. Hanum yang mencoba mengungkap kebenaran justru disalahkan oleh ibu mertuanya. Di tengah pengkhianatan lama yang terkuak, Hanum harus tetap tegar demi anak-anaknya. Akankah pernikahan ini bertahan atau berakhir cerai?