APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Preman Cantik dan Sang Penguasa

Preman Cantik dan Sang Penguasa

Seorang preman cantik yang seharusnya tewas justru bangkit kembali dalam raga Mira Roselin, putri konglomerat yang manja. Dahulu, Mira selalu diabaikan dan mengemis kasih sayang dari tunangannya yang dingin. Namun, jiwa baru di tubuhnya kini menolak untuk tunduk. Dengan kepribadian yang berubah total, ia tidak akan lagi mengejar cinta. Justru sekarang giliran sang tunangan penguasa yang akan berlutut dan memohon perhatian darinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Chris datang 20 menit kemudian. Pria itu keluar dari kantor polisi setelah mendapat laporan mengejutkan dari paman Philips. Pria tua yang sudah dianggapnya temannya sendiri juga.

Laporan orang mabuk yang perlu pertolongan di malam buta memang sering Chris dapatkan. Bahkan ia sering kerepotan karena harus membersihkan muntahan si pemabuk.

Kali ini bukan laporan orang mabuk yang Chris hadapi. Melainkan laporan seorang wanita diperkosa dan hendak dibunuh. Meringis Chris ketika melihat sosok wanita itu.

"Kondisinya sangat mengerikan." Komentar Chris. Mereka tidak bisa tergesa membawa wanita ini ke rumah sakit. Karena ditakutkan suruhan pelaku maupun pelaku melacak keberadaan korban hingga ke rumah sakit.

Ada bukti pernyataan yang telah Chris dapatkan. Pun beberapa foto luka-luka yang dialami oleh wanita itu.

"Untuk pertama, perkenalkan dirimu."

"Nama saya Ane."

"Baiklah tolong ceritakan apa yang telah kau alami Ane?"

Mira sebagai sosok yang bertanya dibalik layar. Sedangkan Philips merekam.

"12 mei 2022 saya telah diperkosa." Tangannya gemetar. "Saya diundang menjadi penyanyi di Klub malam Vell. Boss mereka memaksa saya turun dan mendampinginya. Saya menolak...hiks… satu kali saya menolak dia melayangkan tamparan ke pipi saya. Dia berteriak dan marah…"

Sempat ada jeda sejenak karena Ane merasa sangat ketakutan. Mira mengangguk dan memintanya melanjutkan. Semuanya perlu Ane ingat sejenak agar si keparat itu mendapat hukuman setimpal atas tindakan mengerikan yang telah ia lakukan.

"Pa-para ba-bawahannya sangat menakutkan. Sa-saya diseret masuk ke dalam sebuah kamar. Tidak ada yang bisa menolong saya. Bo-boss klub itu lalu datang dan dia… di-dia… menodai saya...hikss… keparat itu telah memaksakan nafsu bejatnya kepada saya… hikss… dia juga terus menyiksa saya…"

"Tolong saya. Lindungi saya."

Mira memeluk Ane segera. Hatinya ikut merasa pedih untuk wanita itu. Kekejaman yang wanita itu dapatkan tak bisa dibayangkan Mira akan terjadi padanya.

Mira menoleh ke arah Chris. Lalu manik matanya kembali menemui sosok Ane yang kembali terbaring lemah di atas ranjang.

"Sangat mengerikan karena itulah pelaku harus ditangkap dan mendapat hukuman berat."

"Setelah merekam pengakuannya sambil menangis tersedu dia pingsan dan belum sadarkan diri sampai sekarang." Mira mengusap-ngusap kedua lengannya. Ia mendekap dirinya dan menjaga jarak.

Chris menghela nafas berat. Sama beratnya dengan kasus yang tengah dihadapi sekarang. Ia telah melihat rekaman itu dan gerahamnya hampir jatuh karena merasa amarahnya ikut meledak.

"Saya dibuat tidak sadarkan diri dengan diberi obat-obatan sebelum diperkosa....hiksss... tidak sampai di sana dia mencoba membunuh saya karena melarikan diri. Sa-saya sangat takut... Di-dia akan membunuhku tolong saya ....hikss"

Untunglah Ane bertemu orang yang memiliki kepedulian. Paman Philips sudah benar menolong wanita itu. Sesama manusia memang saling tolong menolong.

"Aku akan segera melaporkan kasus ini ke para petinggi. Ini bukan kasus biasa. Ane sebagai korban pun harus mendapat perlindungan hukum," ujar Chris dengan tegas. Mereka semua mempercayai pria itu.

Philips sangat setuju. Ane baru 23 tahun lebih muda daripada Mira. Kalau Mira ada di posisi Anne Philips yakin ia akan menggila dan membunuh bajingan itu.

Mira dititipkan oleh sang kakak yang telah meninggal 10 tahun yang lalu. Philips sudah merasakan ikatan yang kuat terhadap Mira sang keponakan. Ia menyayangi dan selalu ingin melindungi Mira apapun yang terjadi.

"Mulai sekarang berhati-hati lah dan jangan keluar malam, apalagi pergi ke klub." Nasihat yang lebih mirip titah itu didengarkan Mira. Mata sang paman dan Mira saling terkunci. Gadis itu kemudian mendekati sang paman dan memeluknya dari samping. Chris hanya menjadi sosok penonton yang diam memperhatikan.

"Aku mengerti. Aku juga tidak ingin bernasib sama dengannya. Tapi paman jangan lupa aku bukan wanita lemah yang sekali pukul langsung tumbang."

"Aku bisa balik memelintir orang yang menyerangku. Aku juga bisa memberikan cekikan maut milikku," Mira menambahkan lagi.

Pria tua itu mengusap rambut Mira dengan lembut. Gemas mendengar jawaban percaya diri dari sang keponakan. Sementara disisi lain Chris hanya berdiam menatap Mira sang kekasih dari belakang.

"Senang sekali mendengar kepercayaan dirimu. Jangan sampai itu hanya omong kosong ya," ujar Philips.

Mira melepaskan sejenak pelukannya lalu mulai berkacak pinggang.

"Paman jangan meragukanku. Sekalipun yang berada di hadapanku adalah orang terdekat— jika dia berkhianat aku tidak akan segan menghajarnya habis-habisan!" Mira membuat gerakan meremas udara. Si preman wanita yang dijuluki ratu iblis memang tidak ada lawan.

Trang!

Gelas aluminium tersenggol oleh Chris.

Mereka menoleh. Mira melihat kegugupan dari wajah pria itu, namun segera menghilang bagaikan hembusan angin.

"Astaga, maaf aku tidak sengaja." Pria yang menyandang status sebagai kekasih Mira selama 4 bulan belakangan itu berjongkok dan memungut gelas. Meletakkan kembali ke atas meja.

Mira menggeleng dia pasti salah kira.

"Tidak apa-apa Chris. Kemarikan aku akan meletakkannya ke dapur."

Mira mengambil alih gelas tadi. Chris masih mengucapkan permohonan maaf. Tidak apa-apa kata Mira.

"Nanti saja mencucinya Mira, sekarang saatnya tidur." Cegah Philips.

"Kau tidurlah di kamar paman. Sementara paman akan berjaga di sini bersama Chris."

Mira menoleh ke arah sang paman. Ya, waktu sudah menunjukkan setengah 2 malam. Ini waktunya tidur. Kepalanya pun memang sudah merasa berat.

"Terima kasih paman. Aku akan istirahat! "

Sekilas Mira melihat ke arah ranjang miliknya yang sekarang ditempati oleh Ane. Hanya namanya yang Mira tahu sejauh ini karena mereka belum bisa banyak berbincang.

"Aku istirahat dulu ya," ujarnya pamit pada Chris. Pria itu memberikan senyum mengiyakan Mira.

Masuk ke dalam kamar dan merebahkan diri Mira masih merasa bulu kuduknya merinding. Bayangan kemaluan Ane yang terluka parah membuatnya gemetar. Entah bagaimana bajingan itu memperkosa Ane hingga terluka begitu parah.

Mira mulai memejamkan matanya. Semoga Ane mendapatkan keadilan.

Hukum itu tumpul keatas tajam ke bawah. Mereka yang tak punya kuasa akan semakin tercekik oleh hukum dan sulit membela diri. Berbanding terbalik dengan mereka yang berkuasa.

***

"Kapan tepatnya paman menemukan korban?"

Chris mengajukan pertanyaan dengan ponsel yang digunakan sebagai alat perekam.

"Sebelum pukul 12 malam. Paman tidak bisa ingat tepatnya. Dia bersandar dan terus merintih di samping gang gelap ketika meminta bantuan. Kondisinya parah. Darah ada dimana-mana."

Keterangan Philips sebagai sosok yang menemukan korban sangat penting. Tapi lebih penting lagi jika ada saksi mata ketika kejadian naas yang menimpa wanita itu terjadi. Lalu bersaksi di persidangan. Tentu saja kesaksiannya harus berada di bawah sumpah yang bisa diakui kebenarannya.

Kepolisian harus menyelidiki lebih dalam kasus ini. Chris berterima kasih kepada Philips.

"Siapa yang menelepon mu? Di tengah malam begini?"

Philips bertanya serius, ini waktu yang digunakan kebanyakan orang untuk tidur. Kecuali itu telepon penting atau dari orang penting lah yang menelpon tanpa kenal waktu.

"... I-ini telepon dari nomor asing paman. Beberapa waktu lalu juga menelpon dan menawarkan uang pinjaman. Padahal aku sudah bilang tidak perlu. Tapi nomor asing ini tidak lepas menelpon ku."

"Benarkah?" Philips meneliti raut wajah Chris. Pria itu kembali mengangguk.

"Berikan sini." Mengulurkan tangan dan meminta ponsel Chris.

"Ke-kenapa?"

"Berikan, paman akan bantu supaya kau tidak diganggu lagi."

"Apa yang akan paman lakukan?" Chris bertanya penasaran.

Matanya membelalak ketika Philips menghubungi si tukang pinjaman online. Memberi kode kepada Chris untuk diam.

"Halo, cukup dengarkan saja. Jangan pernah menghubungi nomor telepon ini lagi. Kalau ingin bisnismu sukses harus tau yang namanya etika. Kalian tidak beretika sekali menelpon di saat waktunya orang beristirahat."

"Satu lagi kalau ingin menawarkan pinjaman online jangan memberi bunga yang banyak. Orang-orang tidak akan sudi meminjam uang kepada kalian kalau kondisinya terus begitu."

Lalu Tut Tut Tut

Belum sampai disana Philips pun memblokir nomor si tukang pinjam online.

"Beres bukan."

"Astaga, paman memang yang terbaik."

Philips menaikan alisnya dan tersenyum. Entah perasaan saja atau bagaimana tadi dia mendengar sekilas seseorang dibalik telepon ingin bicara dari nada suaranya tampak hendak memaki dan bahkan menyebut nama Chris. Pertanyaan sekarang muncul dibenak Philips benarkah tadi itu telepon dari pinjaman online?

Bulan bersinar terang malam ini. Dihinggapi kesenyapan—Chris dan Philips duduk sambil sesekali berbincang singkat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Alisha hancur saat Rama, suami yang ia cintai, berselingkuh dengan seorang aktris. Tanpa kata maaf dari Rama, ia pergi membawa luka dan mulai mencari kerja bermodal ijazah SMA. Alisha akhirnya menjadi pengasuh anak Damar, seorang CEO muda. Ketulusan Alisha memikat hati bosnya, namun tiba-tiba Rama muncul kembali untuk meminta rujuk. Kini, Alisha bimbang memilih antara Damar yang tulus atau mantan suaminya yang datang membawa penyesalan mendalam.
Sampul Novel Bayarlah Kesalahan Ayahmu Dengan Hidupmu
8.0
Alona terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Ferdinand Craig, seorang konglomerat yang dipenuhi amarah. Ferdinand menikahinya demi membalas dendam atas kematian ayahnya. Tragedi itu bermula saat ayah Alona, seorang dokter, melakukan kesalahan fatal dalam operasi kanker darah ayah Ferdinand. Kini, Alona harus menanggung dosa orang tuanya di bawah bayang-bayang kebencian sang suami. Akankah Alona mampu bertahan menghadapi kekejaman Ferdinand dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Elia dikenal publik sebagai pria sopan yang tertutup, namun aslinya dia sosok kejam yang menjerat Ashley dalam gairah. Hubungan rahasia mereka membuat Ashley aman dari gangguan siapapun. Keadaan berubah saat Ashley mual di depan umum. Elia yang biasanya dingin justru berlutut dan membelai perutnya dengan lembut. Sang CEO pun meminta Ashley untuk meresmikan hubungan mereka di depan semua orang, serta berjanji akan memberikan segalanya demi dirinya.
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly adalah gadis tomboy yang terdesak untuk meninggalkan rumah keluarganya yang penuh diskriminasi. Namun, ayahnya hanya memberi izin keluar jika ia menikah. Di sisi lain, Hugo Chavez, seorang CEO muda, harus segera mencari istri di tengah rasa sakit hati akibat pengkhianatan kekasihnya. Keduanya pun sepakat menjalani pernikahan kontrak sebagai solusi. Mampukah mereka melewati segala rintangan dan dinamika dalam ikatan rumah tangga tersebut?
Sampul Novel KUBALAS KAU DENGAN ELEGAN
8.2
Dunia Sahira yang tenang runtuh seketika saat ia memergoki suaminya berkhianat dengan sahabatnya sendiri. Di tengah kehancuran hati akibat pengkhianatan ganda tersebut, harapan muncul dari arah yang tak terduga. Seorang miliarder dari masa lalu kembali hadir dalam hidupnya, menawarkan perlindungan dan mengajak Sahira untuk menyembuhkan luka bersama. Akankah momen ini menjadi awal kebahagiaan baru bagi Sahira setelah dikhianati secara menyakitkan?
Sampul Novel Love Want To Be Restored
9.4
Amilie dan Ethan terikat pernikahan demi kepentingan bisnis keluarga. Hidup Amilie terasa hampa bersama suami yang kaku, hingga kehadiran putra mereka menjadi satu-satunya penghiburan. Saat rumor perselingkuhan Ethan mencuat, Amilie memilih bertahan demi status. Namun, kabar bahwa Ethan memiliki anak lain menghancurkan segalanya. Amilie akhirnya meminta cerai, tetapi Ethan justru menolak dan mulai menunjukkan kehangatan yang selama ini tidak pernah ia berikan.