APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pria Pertamaku

Pria Pertamaku

Alex Rayyan bersumpah akan terus mencintai Rania, mantan istrinya, selamanya. Di sisi lain, pernikahan kedua Rania dengan Harris hancur karena masalah keturunan dan pengkhianatan. Harris tertangkap basah bersama mantan tunangannya, hingga konspirasi mertua memaksa Rania bercerai lagi. Di tengah luka yang mendalam, mampukah Rania bangkit dan menata hidupnya kembali? Akankah Alex berhasil menepati janji sucinya untuk kembali melindungi wanita itu?
Bab
Bagikan

Bab 2

Suhana masih menggenggam erat tangan Rania, bahu gadis itu bergetar menahan tangis, memang suara tangisnya tidak terdengar, dia mati-matian menahannya, tapi air mata tidak mampu lagi untuk disembunyikan, kecewa jangan ditanya, sakit jangan lagi dikira, pertikaian orang-orang itu membuat tulang-tulang Rania seakan lembek tanpa tenaga. 'Sampai hati kamu Abang, sampai hati.' rintih hatinya.

“Nia, sabar.” ucapan lirih dari Suhana membuat Rania semakin pilu, dia tidak punya siapa-siapa lagi untuk mengadu kecuali Suhana.

“Hana, bawa aku pergi dari sini.” Rania memohon pada Suhana.

“Tidak Nia, Abang Harris harus tahu kamu ada dekat sini, takkan kamu tak mau bicara dengan dia? lebih baik minta penjelasan dengan dia langsung. Biar semua jelas dan clear.”

“Dia nggak perlu tahu sekarang, aku tak ingin ketemu dia saat ini, sakit Hana, sakit.”  Rania memukul dadanya berulang kali untuk meredakan sakit hatinya, air mata yang gugur bak air hujan derasnya, menunjukkan kalau hatinya benar-benar hancur saat ini. Suaminya kena tangkap khalwat dengan wanita lain. Baru tadi pagi dia menghubunginya mengatakan rindu padanya, mengucapkan kata cintanya untuk sang istri, betapa ironis hidup gadis itu. 

Suhana mengelus bahu Rania, lalu menarik lengannya, travel bag yang dibawa memang berukuran kecil jadi tidak terlalu berat. 

“Ayo, ikut aku. Kamu perlu tenangkan diri.” Rania hanya mengangguk, mengikuti langkah Suhana menuju ke mobil gadis itu. 

“Kamu tinggal dengan saya, tenangkan diri dulu. Besok baru kita pikir apa yang patut kamu buat. Bersabar, saya yakin kamu bisa lalui ini.” sekali lagi Rania hanya mengangguk, seperti ada yang hilang dari dirinya, semangat untuk hidup. Suara-suara tadi kembali terngiang, tangannya dikepal dengan kuat, benci dengan Harris benci dengan kebohongannya. 

Tiga puluh menit berlalu, mobil Suhana masuk di kawasan parkir sebuah restoran, dia menekan break dan menoleh pada Rania.  Air mata gadis itu membuatnya tersentuh. Tidak pernah menyangka kalau sepupunya bisa menyakiti istrinya sedemikian rupa.

“Kamu mau makan apa-apa, tak? Cakaplah, biar aku beli.”

Rania menggeleng pelan, selera makannya sudah hilang sejak tiba di rumah mewah mertuanya tadi. 

“Nia, duduk dekat sini sebentar ya, aku mau beli makanan, di rumah tidak masak. Takut lapar saat malam.”

Suhana meninggalkan Rania di dalam mobil, dia tahu Rania belum makan seharian ini, Rania lalu mencari ponselnya di dalam tas, dan  segera set mode silent. 

Kenangan pertama kali bertemu dengan Harris kembali berlayar di ingatan. Manisnya saat mereka mulai saling jatuh cinta membuat  Rania dikelilingi kebahagiaan, Harris begitu baik padanya dulu, selalu ada saat dia butuh, selalu menjadi dewa penolong ketika gadis itu sedang dalam kesulitan, suaminya selalu mendukung ketika keluarga mertuanya memojokkan tentang keturunan. Rania tidak tahu kenapa sudah tiga tahun menikah belum juga ada keturunan, padahal dia dan Harris aktif dalam hubungan suami-isteri, bahkan dulu hampir tiap hari, mungkin rizeki belum miliknya, dan dia selalu berfikiran positif pada takdirnya. 

Harris dan Rania sudah ke dokter untuk melakukan berbagai macam pemeriksaan kesehatan, hasilnya bagus. Kata dokter mereka cuma butuh kesabaran saja.

Pintu mobil kembali terbuka, Suhana masuk dengan beberapa bungkus makanan membuyarkan lamunan gadis itu. 

“Sorry, agak lama. Pelanggan di sana agak padat tadi.”

“Nggak apa, Hana.” Rania tersenyum pada Suhana.

Gadis berjilbab krem itu meletakkan barang-barang bawaannya di jok belakang, dan kembali membawa mobil keluar dari parkiran. Pikiran Rania masih dipenuhi dengan tanda tanya besar, apa benar yang didengar tadi, Harris ada hubungan dengan bekas tunangannya, Safina.

Rania ingat, beberapa kali dia bertemu dengan Safina, nama itu dulu pernah meniti di bibir ibu mertuanya, tapi dulu Datin Maria tidak suka dengan Safina karena dia meninggalkan Harris, saat mereka ada rencana mau menikah. Harris juga sempat terpuruk karena itu. Sempat membawa luka hati ke tempat yang jauh.

Pertama bertemu dengan Safina, dia sudah tidak menyukai Rania, dari cara dia memandangnya seperti Rania tidak layak untuk Harris, dia sudah pernah bertanya dengan Harris tentang siapa Safina, jawabnya juga bisa sedikit menenangkan hatinya. Tapi kenapa kini kenyataan pahit yang harus ditelan. Apa Harris memang belum bisa move on dari dia. Ya Allah, ujian apa ini? Rania teringat nasehat papanya kemarin malam. Seolah Pak Heru bisa merasakan apa yang akan terjadi padanya. Sebutir air mata yang mau jatuh dikesat dengan lengan baju. Dia melayangkan pandangan kedepan menikmati pemandangan kota Kuala Lumpur di malam hari. 

“Kita sudah sampai.” mobil berhenti di depan rumah yang berukuran lumayan besar, bagus juga lingkungannya, hanya dua tingkat dan menghadap area taman, ini cocok banget untuk membesarkan anak-anak, malam makin sepi, sudah hampir tengah malam, Rania merasa sangat capek saat ini. Setelah mobil berhenti di tempat parkir, mereka keluar dan Suhana mengajak untuk masuk kedalam rumah. 

“Ini kamarmu Nia, jangan segan tahu, anggap aje ini rumah sendiri. Meskipun tidak semewah di Jakarta.”

“Kamu tinggal sendiri ya, rumahnya masih bersih banget. Tidak perlu mewah Hana, yang penting nyaman.” 

“Tahun lalu papa hadiahkan rumah ini buatku, bertepatan hari pembukaan usaha kedai bunga milikku, dan tahun kemarin juga aku mulai tinggal di sini, balik ke Sabah beberapa bulan sekali saja.” Suhana menarik travel bag Rania masuk ke dalam sebuah kamar yang rapi tata ruangnya. 

“Sorry kalau agak berantakan, aku belum ada asisten rumah tangga, hanya bayar orang untuk kemas dua minggu sekali.”

“Ini sudah cukup kok, terima kasih.” Suhana mengangguk dan menepuk bahu Rania.

“Cari aku kalau kamu butuh teman cerita, aku ada.” ketulusan di balik ucapan Suhana meruntuhkan tembok pertahanan Rania, dia menangis lagi akhirnya, Suhana menarik Rania dalam dekapannya, menepuk pelan punggung gadis itu.

“Aku tidak tahu apa yang membuat suamiku melakukan itu Hana, ini terlalu mendadak, apa karena kami belum punya keturunan, atau karena Harris masih cinta sama dia, aku merasa gagal sebagai istri, aku tidak berguna.”

Suhana menggosok bahu Rania perlahan berusaha menenangkannya. 

“Sssstttt, tidak benar itu, bukan kamu yang gagal dalam hal ini Nia, yang gagal itu Abang Harris, dia gagal menjaga hati istrinya, dia gagal menolak godaan Safina, sabar dan yakinlah kalau ini ujian yang bisa kamu lalui.” 

Rania melepaskan pelukan dia membuka jilbab yang dipakainya, Suhana membuka lemari dan mengambil handuk, lalu memberikannya pada Rania. 

“Bersihkan diri, ada shower air panas, kalau mau makan ke dapur ya, aku juga mau bersihkan badan.”

“Sepertinya aku tidak lapar,”

“Ya sudah, kalau gitu makanannya aku simpan di kulkas saja.”

Ponsel Rania bergetar, ada panggilan wa*ttsap masuk dari suaminya. Rania membiarkannya tidak mau menjawab, dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, lelahnya agak berkurang setelah dia membersihkan diri, dia memejamkan matanya, tidak mau bicara dengan Harris meskipun hanya lewat panggilan telepon. Dia butuh ketenangan juga ruang untuk sendiri. 

Harris tidak akan menyangka kalau Rania sudah mendengar semuanya. 

*****

“Tadi malam itu saya seperti melihat Rania disini Mak,” Art yang bernama Tuti itu memberitahu Mak Bedah yang sedang sibuk membuat cucur udang. Tuti tidak tahu ada Harris yang sedang mengambil air di dalam kulkas, Harris langsung menoleh pada Tuti.

“Kak Tuti salah lihat kali. Istri saya ada di Jakarta sekarang.” Ucapan Harris itu seolah menenangkan hatinya sendiri, bagaiman jika yang dikatakan Tuti itu benar. 

“Iya Tuan Is, saya ndak mungkin salah lihat. Wong dia datang dengan Non Suhana.” 

Harris segera meninggalkan dapur dan kembali naik ke kamarnya, ‘Matilah aku kalau yang dikatakan Tuti itu benar.’

Sekali lagi Harris menghubungi nomor istrinya, tersambung tapi tidak diangkat, sudah lebih dari 30 kali tapi tidak dijawab. Harris nekad menghubungi sepupunya Zaidan, dia yakin Zaidan tahu sesuatu. 

(Assalamu'alaikum, pengantin baru stok lama, sudah jumpa bini tercinta kan?)

Keringat dingin tiba-tiba keluar dari tubuh Harris. 

“Maksud nya apa Zai?”

(Rania menyusul Abang kemarin, buat-buat bodoh pula)

“What? Jadi benar Rania datang tadi malam,”

Harris jatuh terduduk di atas tempat tidur. 

‘Maafkan Abang sayang, maafkan abang. Abang kalah dengan nafsu.’

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Simpanan Tante-Tante
8.2
Andra terjebak dalam kehidupan kelam sebagai simpanan dua wanita kaya yang kesepian. Namun, pertemuannya dengan seorang gadis mandiri memicu keinginan kuat untuk bertaubat. Kini ia harus berjuang melepaskan diri dari jeratan kemewahan para tantenya demi mengejar cinta sejati. Akankah masa lalunya yang kelam bisa diterima oleh gadis pujaan hatinya, atau justru menjadi penghalang besar bagi rencana masa depan mereka yang baru saja dimulai?
Sampul Novel Bukan Calon Kakak Ipar
8.2
Nasha sangat mengagumi hubungan kakaknya, Nisha, dengan Rayyan hingga ia mencari pacar semirip mungkin. Ia pun memilih Feri yang tampak sempurna dan menjaga kehormatannya. Namun, petaka datang saat Nisha meninggal menjelang pernikahan. Di tengah duka, Nasha dikhianati Feri yang menghamili sahabatnya sendiri karena alasan nafsu. Trauma mendalam membuat Nasha menutup hati dari pria, sampai akhirnya ia kembali bertemu Rayyan, sang mantan calon kakak ipar.
Sampul Novel Cowokku Lebih Muda
8.9
Andini tengah menjalani kisah asmara dengan seorang pria yang usianya jauh di bawahnya. Namun, stabilitas hubungan mereka mendadak goyah saat sosok dari masa lalu yang selama ini Andini nantikan kehadirannya muncul kembali secara tiba-tiba. Kini, Andini dihadapkan pada pilihan sulit mengenai masa depan perasaannya. Apakah ikatan cintanya dengan Alex sanggup bertahan, ataukah kehadiran orang lama tersebut akan mengakhiri segalanya?
Sampul Novel Godaan Mantan Istri
8.2
Anne terikat kontrak untuk menikahi Kevin dan memberikan ahli waris dalam setahun demi melindungi miliknya. Namun, penghinaan Kevin membuatnya lelah bertahan. Saat kecelakaan tragis menimpa Kevin, Anne berkorban demi menyelamatkannya lalu menghilang dari dunia. Takdir mempertemukan mereka kembali saat anak mereka telah tumbuh besar. Kini Anne kembali bukan untuk mengejar cinta Kevin lagi, melainkan demi memperjuangkan hak dan masa depan putra tercintanya.
Sampul Novel Kesempatan Keduaku, Penyesalannya
8.7
Wasiat mendiang ayah mengharuskan Alya menikahi anggota keluarga Adhitama saat ia berusia 22 tahun. Dulu, ia mencintai Bima meski pria itu kejam, berselingkuh dengan Jelita, bahkan tega meracuninya hingga tewas setelah menikah. Namun, keajaiban membawanya kembali ke masa lalu tepat di hari ulang tahunnya. Kini, Alya terbangun dengan ingatan pahit tentang pengkhianatan Bima. Ia bertekad mengubah takdir dan tidak akan memilih pria yang sama lagi.
Sampul Novel Menyelamatkannya, Menghancurkan Pernikahan Kita
8.2
Tiga tahun pernikahan hancur saat Jared Stanley mengaku di TV bahwa aset berharganya bukanlah sang istri, melainkan Bailee Brooks. Kecewa, sang istri menggugat cerai. Di konferensi G20, sebagai penerjemah papan atas, ia menghadapi Jared langsung. Saat ditanya soal prinsip kerja, ia dengan tenang mengungkap profesionalismenya: tetap akurat menerjemahkan perintah penyelamatan bagi Jared, meski tahu suaminya itu baru saja mempertaruhkan nyawa demi selingkuhannya.