APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku

Rahasia di Koper Suamiku

Keharmonisan rumah tangga Dewi mendadak hancur saat ia menemukan barang milik wanita lain tersimpan di dalam koper suaminya. Penemuan mengejutkan ini membawa Dewi pada serangkaian rahasia gelap dan tabiat buruk sang suami yang selama ini tersembunyi rapat. Di tengah rasa sakit hati yang mendalam, Dewi kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan dalam penderitaan, atau justru bangkit untuk membalas pengkhianatan tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 1

Bab 1

Mataku membola, menatap seonggok benda kepunyaan wanita berada di dalam koper suamiku. Untuk apa ia membeli pembalut? Apa ia sengaja membelikannya untukku? Tapi, jika ini untukku. Kenapa jumlahnya hanya dua biji saja.

Pintu kamar mandi terbuka lebar, bersama munculnya lelaki berambut basah. Ya, Mas Hakam--suamiku baru saja selesai melangsungkan ritual mandinya.

Setengah jam yang lalu ia baru pulang dari luar kota. Cepat kututup kembali koper hitam legam ini. Oke, pura-pura tidak tahu saja. Akan aku selidiki semuanya diam-diam. Jika benar ia bermain serong di belakangku. Lihat saja akibatnya.

"Mas, bolehkah kopernya aku bereskan?" tanyaku manis. Seolah tidak tahu isi di dalamnya.

Sejurus kemudian. Ia sudah berada di dekatku dan menyambar koper yang tengah kusentuh permukaannya.

"Jangan, Wi! Kamu tidur saja. Biar aku sendiri yang membereskannya. Lagian ini sudah larut malam." sergah Mas Hakam sedikit gugup. Terlihat tangannya yang bergetar. Aku jadi semakin yakin. Jika ada lebih banyak lagi misteri di balik koper itu.

"Oh, oke, Mas. Kamu juga tidur ya," aku meninggalkannya yang masih berdiri di dekat lemari. Cepat kupura-pura mengerjap, meski banyak pikiran yang mengitari kepalaku.

*

Hari minggu, Mas Hakam libur bekerja. Saat ia tengah berada di lantai bawah. Gegas kucari benda yang menjadi sumber kecurigaanku semalam.

Kubuka koper yang tergelak di atas lemari.

Kosong. Rupanya Mas Hakam sudah membereskan isinya.

Pikiranku makin tak tenang. Apa iya, lelaki itu menghianatiku? Ah, mungkin itu hanya perasaanku saja. Selama ini dia selalu menjadi suami yang pengertian. Bahkan banyak teman-temanku yang iri akan rumah tangga harmonis kami. Meski belum ada anak, tapi hubungan kami sangat hangat. Ia tak pernah mempermasalahkan soal keturunan. Walaupun usia pernikahan kami sudah 8 tahun lamanya.

Aku dibuat bingung akan situasi seperti ini. Ingin kubertanya perihal pembalut itu, pasti ia akan mengelak.

Ting!

Bunyi notifikasi pada gawaiku menghenyakanku dari lamunan. Aku beranjak dan mengambil benda pipih itu. Lalu menyalakannya, nampak pesan di aplikasi hijau menunjukan nama Fania--teman dekatku.

[Wi, kamu kemarin habis melancong kemana? Aku lihat suamimu di bandara tapi kok sama anak kecil ya, kemarin aku mau tegur dia, tapi aku udah keburu check in.] pesan dari Fania semakin membuat hatiku tak tenang.

Mas Hakam di bandara? Sama anak kecil? Bukankah dia keluar kota menggunakan mobil? Lagi pula kota yang dibilang Mas Hakam tak terlalu jauh, hanya sekitar 3 jam dari sini.

Jemariku lugas mengetik balasan untuk Fania.

[Aku tidak pergi kemana-mana, Fan. Mungkin kamu salah lihat. Kan kamu tahu sendiri, kita belum ada anak.] kirim.

[Tapi, itu benar suami kamu, Wi. Dia sama anak kecil laki-laki kira-kira umurnya 3 tahunan. Di sama wanita pake kaca mata item. Aku kira itu kamu, karena aku lihatnya dari kejauhan.]

[Apa kamu ada bukti? Kalau tidak. Jangan asal menuduh deh, Fan.] balasku. Hatiku dongkol membaca pesan dari Fania, apa dia sengaja mengkompori aku.

Seperkian detik. Sebuah foto dikirimkan Fania.

Tak lama, foto itu terpampang jelas di layar ponselku. Nampak Mas Hakam sedang menggendong anak lelaki, seperti yang dimaksud Fania. Di sampingnya ada seorang wanita yang aku pun tak mengenalnya. Pose mereka sedang berada di bandara. Oh jadi, Mas Hakam membohongiku.

Ya Allah, apa benar dia selingkuh?

Kumatikan layar ponselku. Lalu bergegas menyusul Mas Hakam di lantai bawah.

Tahan Wi, jangan emosi! Selidiki secara cantik. Jika benar, ambil semua aset. Yang sudah susah payah kamu bangun bersama lelaki itu.

Kakiku menapak di dekat sofa. Mas Hakam menyadari keberadaanku. Ia menyambut dengan tersenyum manis.

"Mas, bolehkah aku pinjam mobilmu? Mobilku remnya bermasalah." kataku.

"Mau kemana, Wi?" ia menggapai kunci mobil di atas nakas samping remote TV. "biar Mas antar," tawarnya lalu berdiri.

"Nggak usah, Mas. Aku cuma mau pergi ke Alfa." tolakku pelan.

"Oh, ya sudah. Hati-hati ya," ujarnya lalu memberikan kontak mobil itu padaku.

"Mas, aku pergi dulu ya," pamitku. Segera kumelenggang meninggalkan Mas Hakam.

*

Kupacu kecepatan mobil ini menuju ke salah satu bengkel.

Rencanaku adalah, memasang GPS pelacak jejak. Agar aku tahu kemana pun Mas Hakam pergi.

Baiklah Dewi, semoga rencanamu berhasil.

*

Aku berhenti di bengkel yang cukup terkenal di kota ini. Tentu saja sesuai rencanaku tadi. Ingin memasang GPS di mobil Mas Hakam.

"Mas, tolong pasangi GPS di mobil ini." ujarku pada pegawai bengkel yang tengah sibuk berkutat dengan alat-alat perkakas khas bengkel. Tidak perlu kusebutkan satu-satu apa alatnya, nanti malah nggak selesai-selesai.

"Iya, Mbak. Tapi harganya mahal, Mbak. Sekitar 1 juta 600 sekalian ongkos pasangnya." jawab Mas-Mas bergigi agak maju itu.

"Tak masalah. Nih saya kasih uang 2 juta untuk biaya pasang GPS itu." tanganku merogoh tas yang kubawa dari rumah. Tentu aku mengambil uang. Setelah kupastikan jumlahnya sama seperti yang kubilang tadi. Lanjut kuangsurkan lembaran uang tersebut kepada pegawai bengkel.

Ia menggapai uang yang kuberikan.

"Terimakasih, Mbak. Mbak tunggu di sana saja. Dengan cepat saya akan mengerjakannya." titahnya sambil menunjuk kursi kosong di sebrang sana.

"Oke, tolong dipercepat ya, Mas."

Pegawai itu mengangguk paham.

Lantas aku menunggu di kursi yang ia maksud tadi.

Untuk mengusir rasa jengah. Kumainkan ponsel dalam genggaman tanganku. Kubuka aplikasi berlogo biru. Untuk sekedar berselancar di sana. Aku jarang sekali mengunggah kehidupan pribadiku di halaman facebook atau sosial media lainnya, kecuali tengah bersama teman-teman arisanku.

Tak ada apa-apa di beranda facebookku. Yang ada hanyalah deretan orang pamer dan tukang nyinyir. Yang suka mencela orang lain. Kutekan tombol out. Lalu beralih membuka aplikasi novel online kesayanganku. Sekedar membaca tulisan-tulisan yang mengusir kegundahan atau kadang juga mendapat inspirasi.

"Mbak, udah selesai pasangnya." ucap pegawai bengkel menghentikan aktivitasku membaca rentetan huruf pada gawaiku.

"Oh, ya, bagus." balasku lalu berdiri.

"Silahkan masukan kode ini ke ponsel Mbak. Agar nanti Mbak bisa memantau ke mana pun mobil ini pergi. Hanya lewat ponsel yang mbak pake." jelasnya. Sesuai arahan dari Mas-Mas ini. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menghubungkan GPS di mobil Mas Hakam dengan ponselku.

Setelah semua selesai. Cepat aku pamit untuk pulang.

"Saya balik dulu, Mas. Makasih." kataku lalu melenggang masuk ke dalam mobil.

"Iya, Mbak."

Kunyalakan mesin mobil ini. Dan melajukannya meninggalkan bengkel.

Sekarang kamu akan ketahuan Mas jika pergi ke tempat yang menjadikan hubungan kita renggang.

Hampir saja aku lupa. Tadi pamitku pada Mas Hakam 'kan pergi ke Alfa. Bisa curiga dia kalau aku pulang tak membawa barang belanjaan.

Oke, Dewi. Beli beberapa stok makanan. Agar lelakimu tak curiga. Bertingkahlah biasa saja. Singkap semua tabir kebenaran secara perlahan dan main cantik.

Kuhentikan mobil ini di parkiran salah satu toko. Kubeli beberapa makanan ringan dan lalu membayarnya. Langkahku tergesa, karena aku sudah terlalu lama pergi. Walau hanya sekedar pergi ke Alfa. Itu kan bohongku pada Mas Hakam. Ia tidak tahu kalau aku pergi ke bengkel memasang alat pelacak di mobilnya.

*

Lima belas menit perjalanan. Akhirnya aku sudah sampai di rumah. Terlihat Mas Hakam terhenyak dengan kedatanganku.

Ia buru-buru memasukan ponselnya ke dalam saku. Dengan raut wajah kelabakan.

"Kok lama ke Alfanya?" ia melontarkan pertanyaan itu padaku.

"Tadi macet Mas. Jalannya." balasku biasa saja. Dalam hati aku curiga. Kenapa Mas Hakam buru-buru menyembunyikan gawainya saat aku datang. Ada apa sebenarnya?

"Wi, aku ijin pergi ya, ada urusan." Mas Hakam bangkit dari sofa dan menghampiriku yang tengah sibuk mengeluarkan beberapa makanan ringan yang barusan kubeli.

"Oh, iya, Mas. Ini kunci mobilnya." kuserahkan kontak mobil pada Mas Hakam.

Ia mengecup keningku sebelum berlalu pergi.

"Hati-hati ya, Mas." ucapku sedikit berteriak saat ia sampai di dekat pintu.

Mas Hakam tersenyum sambil melambaikan tangan.

Tak lama, punggung lelaki itu sudah tak terlihat dari pandangan mataku.

Pergilah Mas, kemanapun kau tidak akan bisa berbohong. Ponsel pintarku akan senantiasa menunjukan kemana arah yang kau tuju Mas.

Aku tersenyum miring membayangkan apa yang akan terjadi pada Mas Hakam. Apakah ia benar ada urusan? Ataukah ada urusan lain yang memancing pertengkaran. Kita lihat saja nanti!

Gawai ini akan membawaku ke tempat persinggahanmu.

****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alia
8.7
Alia terpaksa memulai kehidupan rumah tangga di usia belia setelah sang kekasih melamarnya secara resmi. Di tengah kesibukan kuliah, ia berjuang memenuhi kewajiban sebagai istri meski terus ditekan oleh mertua yang membencinya. Demi masa depan suami, Alia bahkan nyaris mengorbankan kehormatannya. Namun, kehadiran sosok penolong tak terduga memicu getaran terlarang di hatinya. Kini, Alia terjebak antara kesetiaan pada pernikahan atau terjerumus dalam pengkhianatan.
Sampul Novel Can You See Me?
8.6
Rallin Natasha dikenal sebagai siswi populer di SMA Grand Nusa yang tampak selalu ceria. Namun, di balik senyumnya, ia menyimpan luka akibat kebencian keluarga atas kesalahan yang tidak ia perbuat. Kehilangan sosok berharga dan perjuangan mengejar cinta yang tak terbalas menambah beban hidupnya. Di tengah penderitaan yang disembunyikan dari dunia, Rallin merasa lelah dan mulai mempertanyakan apakah ia bisa segera pulang ke pelukan Tuhan.
Sampul Novel Cinderella Pulang Pagi
8.0
Elaina hancur saat tunangannya berpaling ke wanita lain menjelang hari pernikahan mereka. Meski gagal mengacaukan pesta sang mantan, ia justru bertemu Alister, pria karismatik yang merupakan orang terdekat mantan kekasihnya. Alister hadir membawa warna baru dan siap membantu Elaina membalaskan rasa sakit hatinya. Takdir membawa Elaina ke babak baru yang tak terduga, di mana ia diperlakukan bak putri oleh pria berbahaya tersebut demi sebuah pembalasan.
Sampul Novel Dear Clarissa
7.9
Dua tahun di Jakarta, Clarissa berjuang menjaga diri saat bekerja di dunia malam. Namun, misinya terancam sejak Arga hadir sebagai pelanggan tetap yang obsesif. Meski Clarissa benci laki-laki dan berusaha menjauh, kekuasaan Arga membuatnya sulit lepas. Arga harus berjuang keras menaklukkan hati Clarissa sambil menghadapi penolakan saudaranya yang memicu konflik besar. Akankah Clarissa menyerah pada pria yang kini terus menguntit hidupnya itu?
Sampul Novel Jatah Malam Untuk Mertua
9.0
Leo terjebak dalam dilema besar saat calon ibu mertuanya yang menjanda mengajukan syarat hubungan intim sebelum pernikahan. Di sisi lain, Dinda terkejut mendapati ayah kandungnya, Pak Bram, menaruh hasrat padanya dan memberikan tuntutan serupa. Terjebak dalam nafsu dan tuntutan orang tua, akankah Leo dan Dinda saling mengkhianati komitmen mereka demi memenuhi syarat gila tersebut? Ikuti kisah penuh intrik dan pengkhianatan yang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel MENANTU MISKIN PRESDIR (MMP)
9.6
Sean Palmer hanyalah putra pelayan di kediaman keluarga Hernandez yang sangat kaya. Ia memendam cinta pada sang putri majikan, Xavia Price, meski sadar perbedaan kasta menghalangi mereka. Saat pernikahan Xavia terancam hancur karena mempelai pria kabur, Tuan Hernandez justru meminta Sean menggantikannya demi menjaga nama baik. Mampukah pemuda miskin ini menjalani hidup sebagai menantu konglomerat? Simak kisah drama romansa karya Dewa Amour ini.