APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel RAHASIA SANG PLAYBOY

RAHASIA SANG PLAYBOY

Seorang miliarder ternama yang dikenal sebagai playboy kelas atas tidak pernah memercayai kekuatan cinta. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu wanita unik yang mampu mengguncang dunianya. Di tengah jalinan asmara yang begitu membara, pria ini terjebak dalam dilema besar. Ia dipaksa memilih antara mempertahankan kebebasan hidup masa lalunya yang liar atau menyerahkan seluruh hatinya demi menyambut kehadiran cinta sejati yang nyata.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suasana malam itu dipenuhi oleh gemerlap lampu kristal dan alunan musik jazz yang lembut, menciptakan aura kemewahan yang sulit ditandingi. Alexander Reyes, seorang playboy kaya dan terkenal, melangkah dengan percaya diri ke dalam ruang tamu rumah mewah temannya, Jonathan Gray. Pesta malam ini adalah acara yang paling dinanti-nanti di kalangan elit, dan Alexander tahu bahwa itu akan menjadi tempat yang penuh dengan kesempatan.

Alexander mengenakan setelan jas hitam yang sempurna, setiap detailnya menunjang penampilannya yang menawan. Ia mengambil sebatang champagne dari pelayan yang lewat dan memindahkan pandangannya melintasi kerumunan, mencari sesuatu atau seseorang yang bisa memuaskan rasa bosannya.

Di tengah kerumunan yang riuh, matanya tertumbuk pada seorang wanita yang berdiri sendiri di sudut ruangan. Clara, dengan gaun merah menyala yang memeluk tubuhnya dengan sempurna, memancarkan aura misteri yang sulit diabaikan. Rambut cokelat gelapnya tergerai dengan lembut di bahu, dan matanya yang tajam tampak seperti menyimpan rahasia yang mendalam.

Alexander merasa jantungnya berdegup lebih cepat. Dia tidak terbiasa merasa terpengaruh oleh kehadiran seseorang, namun Clara memancarkan sesuatu yang berbeda. Dia memutuskan untuk mendekatinya, meski dengan sedikit keraguan di hati.

"Selamat malam," ujar Alexander, suara lembut dan penuh percaya diri. "Apakah Anda menikmati pesta ini?"

Clara menoleh perlahan, matanya bertemu dengan mata Alexander. Senyum tipis muncul di bibirnya, namun ada sesuatu dalam tatapannya yang menantang. "Selamat malam. Saya belum memutuskan apakah saya menikmati pesta ini atau tidak."

Alexander mengangkat alisnya, tertarik dengan responnya. "Apa yang membuat Anda tidak yakin?"

Clara mengangkat gelas anggurnya, menatapnya sejenak sebelum menatap kembali ke arah Alexander.

"Mungkin karena saya belum menemukan sesuatu yang menarik."

Alexander merasa tertantang. "Mungkin Anda hanya belum menemukan orang yang tepat untuk berbicara."

Clara tersenyum dengan penuh teka-teki. "Dan apakah Anda menganggap diri Anda sebagai orang yang tepat?"

Alexander merasa dorongan untuk membuktikannya. "Saya rasa, malam ini bisa menjadi kesempatan untuk melihat apakah saya memang orang yang tepat."

Dengan penuh keberanian, Alexander mendekati Clara dan mereka mulai berbicara. Setiap kata dan tatapan antara mereka membangun ketegangan yang tidak biasa. Clara memiliki cara untuk membuat Alexander merasa seolah-olah dia sedang dihadapkan pada sesuatu yang lebih dari sekadar percakapan biasa.

Ketika musik berubah menjadi lebih intim, Alexander merasa dorongan untuk mendekat lebih jauh. Clara memandangnya dengan penuh tantangan, seolah-olah mengundangnya untuk melangkah lebih jauh dalam permainan yang penuh misteri ini.

Dalam suasana yang penuh dengan aroma parfum dan champagne, mereka merasakan ketertarikan yang membara, namun ada batasan yang tidak diucapkan di antara mereka. Alexander merasakan dorongan yang kuat untuk mendekatinya lebih dekat, tetapi dia tahu bahwa dia harus berhati-hati agar tidak membuatnya merasa tertekan.

Kebersamaan mereka di pesta malam itu diakhiri dengan janji untuk bertemu lagi, namun Clara meninggalkan Alexander dengan rasa penasaran yang mendalam. Dalam keramaian pesta, Clara adalah satu-satunya yang membuatnya merasa benar-benar tertantang. Alexander tahu bahwa pertemuan ini adalah awal dari sesuatu yang akan mengubah hidupnya.

Alexander dan Clara terjebak dalam percakapan yang semakin intim. Suasana di sekitar mereka mulai terasa seperti kabut, dengan kerumunan yang semakin menghilang dari pandangan mereka.

Alexander: "Anda tampaknya tidak tertarik dengan banyak hal di sekitar sini. Apakah ada yang bisa membuat Anda lebih terhibur malam ini?"

Clara: (tersenyum kecil) "Saya kira saya hanya memilih untuk menikmati malam ini dengan cara saya sendiri. Mungkin saya memang agak susah untuk terhibur."

Alexander: "Saya rasa, Anda mungkin butuh sesuatu yang berbeda dari sekadar champagne dan musik. Bagaimana kalau saya mengajak Anda ke tempat yang lebih tenang? Saya jamin, itu akan lebih menarik daripada pesta ini."

Clara: (menatap Alexander dengan tajam) "Mengapa Anda begitu yakin bahwa saya akan merasa lebih nyaman di tempat yang lebih tenang?"

Alexander: "Karena saya percaya bahwa terkadang, percakapan yang dalam dan suasana yang tenang bisa memberikan pengalaman yang lebih berarti. Dan saya merasa, ada sesuatu yang lebih dalam dalam diri Anda yang belum saya temui."

Clara: "Anda benar-benar pandai bermain kata-kata. Tapi apakah Anda selalu mengandalkan pesona dan bicara Anda untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan?"

Alexander: "Saya lebih suka berpikir bahwa saya menggunakan pesona saya untuk membuat orang merasa nyaman. Dan saya harus mengatakan, saya merasa nyaman berbicara dengan Anda."

Clara: (tersenyum, sedikit melonggarkan sikapnya) "Baiklah, saya akan memberi Anda kesempatan. Ajaklah saya ke tempat yang lebih tenang dan buktikan apakah Anda benar-benar tahu apa yang Anda bicarakan."

Alexander memimpin Clara keluar dari ruang tamu yang penuh sesak dan menuju ke sebuah balkon pribadi yang menghadap ke taman indah. Suara musik dan keramaian dari pesta terdengar jauh, memberi mereka ruang untuk berbicara tanpa gangguan.

Alexander: "Ini adalah salah satu tempat favorit saya di rumah Jonathan. Tempat ini memberi saya rasa ketenangan setelah sehari yang panjang."

Clara: "Ini memang tempat yang indah. Tapi apa yang membuat Anda merasa tenang di sini?"

Alexander: (memandang ke arah taman) "Mungkin karena di sini saya bisa menjadi diri saya sendiri tanpa harus memenuhi ekspektasi orang lain. Kadang-kadang, saya merasa tertekan untuk selalu menjadi seseorang yang sempurna dalam pandangan publik."

Clara: "Menarik. Banyak orang melihat Anda sebagai simbol kesuksesan dan kemewahan. Namun, di sini, Anda bisa melepaskan beban itu?"

Alexander: "Ya, di sini saya bisa menjadi lebih jujur pada diri sendiri. Dan saya rasa, malam ini, Anda juga bisa merasakan hal yang sama."

Clara: (melihat ke arah Alexander dengan rasa penasaran) "Dan bagaimana Anda bisa begitu yakin tentang saya?"

Alexander: "Karena Anda tidak seperti wanita lain yang saya temui. Anda memiliki aura yang membuat saya merasa ada lebih banyak hal yang harus diungkap."

Clara: "Saya rasa, Anda hanya tertarik pada misteri. Tapi misteri itu sendiri tidak selalu menyenangkan."

Alexander: "Mungkin. Tapi saya lebih suka berpikir bahwa misteri itu memberi kita alasan untuk mengeksplorasi lebih dalam. Dan malam ini, saya ingin mengeksplorasi lebih dalam tentang Anda."

Clara terdiam sejenak, merenungkan kata-kata Alexander. Ada sesuatu dalam nada suaranya yang membuatnya merasa lebih terbuka daripada biasanya. Ia merasa tersentuh oleh ketulusan dalam tawaran Alexander, namun tetap berhati-hati.

Clara: "Saya merasa Anda mungkin punya alasan tersendiri untuk berbicara seperti ini. Tapi mungkin saya juga ingin sedikit menjauh dari keramaian dan merasakan ketenangan."

Alexander: "Jika itu yang Anda inginkan, maka saya akan berusaha memenuhi keinginan Anda. Mari kita nikmati malam ini dengan cara yang berbeda."

Mereka berdiri di balkon, menikmati keheningan malam dan pemandangan yang menenangkan. Suasana yang intim ini memberi mereka kesempatan untuk berbicara lebih mendalam, dan Alexander merasa semakin tertarik pada Clara. Mereka berbagi cerita pribadi, memulai proses saling mengenal yang bisa membawa mereka pada sesuatu yang lebih dari sekadar ketertarikan awal.

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BABY CEO 21+
8.6
Vanya terjebak dalam pusaran gairah saat Ares menciumnya dengan intens hingga ia sulit bernapas. Meski Vanya mengerang gelisah, Ares terus mengeksplorasi tubuhnya dengan sentuhan lembut dan kecupan yang membakar sensasi di area sensitifnya. Di tengah pergulatan hasrat yang menyiksa, Vanya terus memanggil nama Ares seolah memohon sesuatu yang lebih. Namun, Ares justru memintanya untuk tidak terburu-buru, membiarkan ketegangan romansa dewasa ini semakin memuncak.
Sampul Novel Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali
8.9
Selena dianggap parasit oleh suaminya, Kenneth. Setelah lelah disakiti, ia menuntut cerai dan pembagian harta. Kenneth setuju karena ingin bebas, namun Selena justru bangkit menjadi pengusaha sukses yang dikelilingi pria. Terkejut melihat transformasi mantan istrinya yang mandiri, Kenneth mulai mengejarnya kembali. Saat Selena meluapkan kemarahannya, Kenneth justru mengakui kegilaannya dan memohon untuk rujuk demi menyatukan kekayaan serta masa depan mereka.
Sampul Novel Crossing Love
9.6
Miya Tamama adalah gadis polos yang menyimpan trauma masa kecil hingga dunianya kehilangan warna. Di tengah hidup yang kelabu, muncul Tamama Kunai, putra konglomerat sekaligus investor di sekolahnya yang memberi warna baru di hati Miya. Meski mendapat kasih sayang dari kakaknya, dokter Koko Tamama, ternyata ada pria lain yang juga mengamati Miya secara rahasia. Akankah cinta sang pewaris mampu menyembuhkan luka lama dan mengubah takdir hidup Miya selamanya?
Sampul Novel Diperas Mafia Tengil
8.6
Hidup Rania penuh cobaan, mulai dari gagal menikah hingga diceraikan karena tak punya anak lelaki. Saat ingin berhenti menjadi asisten pribadi, ia justru diperas oleh bosnya yang seorang mafia, Radin. Namun, Radin malah melindungi Rania dan putrinya dari gangguan sang mantan suami. Sikap kontradiktif ini membuat Rania bingung akan niat asli Radin. Ternyata, Radin menyimpan rahasia besar tentang masa lalu mereka yang menjadi alasan di balik kebaikannya.
Sampul Novel Jangan Hancurkan Hatiku
8.2
Evelyn Carter dianggap wanita paling beruntung saat dipersunting Victor Blake, pewaris aristokrat Beaumont yang berjanji melindunginya meski ia memiliki kekurangan fisik. Namun, kebahagiaan itu hancur saat Evelyn mengungkap fakta kelam bahwa suaminya sendiri yang menyebabkan cacat pada kakinya. Merasa dikhianati oleh pria yang sangat ia percayai, Evelyn kini bertekad bangkit dari keterpurukan dan memulai lembaran hidup baru demi membalas semua kepedihannya.
Sampul Novel Makasih Patah Hati
9.5
Amelia, wanita berusia 25 tahun, telah memilih untuk melajang selama empat tahun karena jengah dengan pria yang hanya ingin main-main. Baginya, kesendirian adalah perlindungan terbaik hingga ia bertemu Fred. Pria berusia 27 tahun itu merupakan seorang CEO muda kaya raya dengan kekuasaan besar. Ketertarikan Fred yang mendalam membawanya pada sebuah tawaran yang tak terduga. Ia meminta Amelia menjadi istrinya. Kini, Amelia harus menentukan pilihan hidupnya.