APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku

Kehidupan pernikahan yang selama ini aku anggap berjalan dengan sangat harmonis dan tanpa cela ternyata hanyalah sebuah ilusi semata. Di balik kebahagiaan yang terlihat nyata di permukaan, suamiku menyembunyikan sebuah rahasia besar yang sangat kelam. Perlahan namun pasti, kenyataan pahit mulai terungkap dan mengancam keutuhan rumah tangga kami. Kini, aku harus menghadapi kebenaran mengejutkan yang selama ini tersimpan rapat di dalam rumah kami sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi hari ku lihat gelagat Suamiku berbeda, Mas Adit seperti menyimpan sesuatu dariku. Mungkinkah ada rahasia yang ia sembunyikan di belakangku.

"Hmmm, Mas ada yang ingin aku bicarakan."

"Hah apa, Dek?" Jawabnya terdengar kaget, aneh menurutku.

"Aku mau bicara. Ini tentang..." aku sengaja menjedanya sesaat untuk mengetahui reaksinya.

"Tentang apa?" Tanyanya semakin tegang.

"Kita," jawabku tenang.

"Oh baiklah," ku lihat perubahan ekspresinya yang terlihat lega.

Ada pertanyaan dalam hati ini. Mengapa setegang itu untuk berbicara?

"Mas, aku hamil," ucapku pada Mas Adit.

"Beneran, Sayang?" Tanyanya memastikan.

Ku tunjukan hasil test pack yang terdapat dua garis di dalamnya.

"Alhamdulillah sayang. Aku seneng banget," ucapnya kemudian berdiri untuk memeluku.

Ku lihat ada genangan air di pelupuk matanya.

"Semoga dengan ini kamu tidak menyembunyikan apapun lagi terhadapku, Mas. Dan semoga kecurigaanku selama ini salah," ucapku dalam hati.

Mas Adit melepaskan pelukannya terhadapku. Terdapat bekas air mata di pipinya. Benarkan Mas Adit sebahagia itu. Mengapa aku melihat ada suatu beban yang di tanggungnya saat ini. Apa Mas Adit tidak menginginkan anak ini?

"Kenapa, Mas?" Tanyaku sambil memegangi pipinya. Jelas sekali jejak air mata itu.

"Tidak mengapa. Aku senang sekali, Sayang. Sudah lama aku menginginkan anak itu," jawabnha tulus.

"Ya sudah aku mandi dulu ya, Sayang" ucapku sambil berlalu.

Selesai mandi tak ku dapati Mas Adit di manapun. Aku sudah berkeliling seisi rimah tapi tak kunjung juga ku temui sosoknya. Ku putuskan untuk ke belakang rumah, area kolam renang. Sayup sayup terdengar suara Mas Adit seperti sedang menelfon.

"Iya, Sayang nanti Mas kesitu. Kamu tunggu sebentar lagi ya," ucap Mas Adit lirih.

Deg

Perasaan apa ini? Kenapa rasanya begitu sesak dan memuakan. Dengan siapa Mas Adit telfon. Mengapa dia memanggil sayang pada penelfon itu.

"Rena sedang membutuhkanku di sini. Nanti aku kesana ya. Sekalian ada yang ingin aku sampaikan," samar-samar ku dengarkan obrolannya dengan hati berkecamuk dan pikiran yang entah melayang kemana.

Ku beranikan melangkahkan kaki menuju Mas Adit. Menuju laki-laki yang sampai saat ini menjadi suamiku dan ayah dari calon anaku.

"Telfon dari siapa, Mas?" tanyaku penasaran. Ku amati wajahnya yang terlihat memucat.

"Ti, tidak, Ren. Ini teman, Mas" jawabnya dengan wajah pucat pasi.

"Kok tegang, Mas?" Candaku melihat wajah dan ekspresinya.

"Tidak. Perasaan kamu saja kali, Ren. Oh iya ayo masuk ada yang ingin Mas sampaikan!"

Mas Adit pun merangkulku untuk masuk ke dalam. Dia mendudukanku di meja makan lalu duduk di sebelahku.

"Kita sarapan dulu ya, Sayang. Nanti aku akan membicarakan sesuatu bersamamu. Sekarang makanlah kasian anak kita yang masih di perut ini," Tangan Mas Adit terulur untuk mengelus perutku yang masih rata.

Sarapan berjalan seperti biasa. Masih di selingi dengan tawa canda aku dan suamiku, Mas Adit. Dia masih tetap sama, suami yang hangat dan romantis. Lalu bagaimana mungkin aku berfikir macam-macam tentangnya sedangkan saat dia bersamaku dia seakan jadi laki-laki paling sempurna di hidupku. Tentu saja setrlah ayah.

"Kamu mau gak ikut Mas ke kota?" Tanya Mas Adit tiba-tiba setelah kami selesai makan.

"Kenapa mendadak?" Tanyaku heran.

Sebab meskipun rumah ini tidak di kota namun juga tidak terlalu di desa. Di sini apapun mudah di akses. Apalagi keputusan ini begitu mendadak.

"Aku pikir, dengan kamu tinggal di kota bareng aku, aku bisa awasin kamu dan anak kita. Aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu."

"Kenapa mendadak? Dulu saat aku ingin ikut ke kota Mas nyuruh aku untuk di sini karena Mas suka suasananya. Kenapa sekarang jadi nyuruh aku pindah ke kota, Mas?"

"Itu dulu, Dek. Sekarang kamu pikirin kandungan kamu juga. Di sini kamu cuma sama pembantu dan aku cuma pulang di akhir pekan. Apa kamu gak mau kita hidup bersama biar aku bisa jagain kamu dan calon anak kita," pandangannya terlihat mengiba.

"Baiklah, Mas aku ikut ke kota. Aku siap-siap dulu ya, Mas."

"Gak usah, biar Mas yang siapin. Kamu gak boleh capek, Dek. Ingat kandungan kamu masih rawan. Nanti sampai kota kita langsung cek ke dokter"

Dan akhirnya aku hanya bisa menyaksikan suamiku menyiapkan segala kebutuhanku untuk pindah ke kota. Setelah semuanya selesai kami berpamitan pada bibi yang selama ini membantuku mengurus rumah dan menitipkan rumah ini padanya agar tetap terawat meskipun tidak aku tinggali lagi.

¤¤¤¤¤

Aku sampai pada rumah yang selama ini Mas Adit tinggali saat jauh dariku. Memang sudah beberapa kali sejak menikah aku di bawanya kesini tetapi tetap saja asing bagiku. Seperti terlalu banyak rahasia di dalamnya.

"Mas keluar dulu ya, Sayang ada rekan kerja yang harus Mas temui."

"Iya, Mas. Pulangnya jangan kesorean ya, Mas."

"Iya sayang siap. Kamu kalo mau apa-apa minta tolong sama bi Inem atau kalo mau keluar bisa minta di anterin sama Mang Tarjo."

"Siap," jawabku seraya memberi hormat layaknya hormat pada komandan.

"Kamu bisa aja" ucapnya sambil menjawil hidungku "Mas berangkat dulu ya, sayang, kamu jangan capek-capek dirumah!" pamitnya sambil mencium pucuk kepalaku.

"hati-hati sayang" terlihat suamiku hanya mengacungkan jari jempolnya.

Bosan rasanya seharian hanya berdiam diri di rumah yang termasuk baru untukku. Akhirnya ku langkahkan kakiku untuk berjalan mengelilingi komplek tempatku tinggal. Sekedar berkenalan dengan para tetanggaku disini.

Tak terasa sudah cukup jauh kaki ini melangkah. Bahkan sebentar lagi aku akan melewati gerbang masuk ke kompleku mengingat rumah Mas Adit ada di ujung komplek. Saat aku memutuskan beristirahat di pos satpam penjaga gerbang kompek tak sengaja mataku melihat mobil Mas Adit melaju melewati depan komplek. Terdapat seorang wanita muda duduk di samping suamiku yang sedang menyetir. Terlihat mereka sedang tertawa. Terlihat bahagia

"Siapa wanita itu?" Tanyaku bermonolog.

Daripada galau aku memutuskan pulang dan meminta Mang Tarjo untuk mengantarkanku berkeliling daerah sini. Mungkin ke cafe atau restpran dekat sini gak masalah. Toh tadi Mas Adit sudah memberiku izin.

Sampai rumah aku langsung mencari Mang tarjo untuk mengantarku.

"Mang anterin saya ke cafe atau resto dekat sini ya, Mang. Saya pengen jalan-jalan."

"Mari, Bu saya antar," jawabnya sopan.

Akhirnya aku di antarkan ke cafe yang cukup dekat dengan tempat tinggalku yang baru. Pandanganku terhenti saat tidak sengaja aku melihat dua orang yang salah satunya sangat aku kenal.

"Mas Adit, kenapa dia di sini?" Tanyaku dalam hati.

"Dan siapa wanita itu?"

"Kenapa mereka terlihat sangat akrab dan wanita itu, Seperti aku pernah melihatnya," pikiranku melambung entah kemana. Mengingat-ingat dimana aku melihat wanita itu. Seperti tidak asing namun masih belum mengenalinya di dalam kepingan memoriku.

Mataku terbelalak saat ku lihat suamiku mengecup wanita lain sesaat sebelum ia beranjak pergi keluar cafe ini. Hatiku remuk. Air mataku luruh tak bisa aku bendung lagi. Aku mengelus perut rataku ini. Mencoba kuat untuk janin yang saat ini sedang aku kandung.

"Siapa dia, Mas. Kamu tega sama aku," ucapku lirih dan pergi keluar cafe berniat menyusul Mas Adit namun nihil aku kehilangan jejak. Ku masuki mobil yang di kendarai Mang Tarjo dengan tangis yang masih menghiasi pipi.

"Pulang sekarang, Mang!" titahku dengan tergugu. Remuk hatiku melihat pemandangan di cafe tadi.

"Kenapa, Bu?"

"Pulang, Mang. Saya ingin istirahat sekarang!"

"Baik, Bu.

Mobil berjalan membelah padatnya lalu lintas di kota. Tak ku hiraukan pertanyaan Mang Tarjo yang menanyai keadaanku. Sampai di rumah aku langsung berlari ke kamar ingin menumpahkan segala kesedihanku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benalu di Rumahku Ketika Suamiku Terkena PHK
8.5
Pasca Fajar kehilangan pekerjaan, Alisya berjuang sendirian demi menopang ekonomi keluarga besarnya. Namun, pengorbanannya dibalas pengkhianatan pahit. Di atas ranjangnya sendiri, ia memergoki suaminya sedang memadu kasih dengan Desy, sosok benalu yang selama ini menumpang di rumah mereka. Hancur melihat pemandangan keji itu, Alisya kini berada di persimpangan jalan. Haruskah ia pergi begitu saja, atau tetap bertahan demi merancang pembalasan bagi mereka?
Sampul Novel Bound by Destiny
8.5
Kehidupan Elice Danurdara hancur seketika setelah ia dicampakkan dan dipermalukan secara kejam. Saat hampir menyerah pada keadaan, sebuah pertemuan tak terduga dengan Garettinus Hardiyata mengubah segalanya. Pria asing tersebut hadir untuk membuktikan bahwa Elice masih memiliki nilai yang tinggi. Lewat tatapan, tutur kata, hingga sentuhannya, Garettinus menunjukkan bahwa Elice sangat berharga, membawa sang wanita bangkit dari keterpurukan hidupnya.
Sampul Novel Dangerous Touch (Sentuhan Berbahaya)
9.7
Pasca kehilangan ibu dan kakaknya, Isabel menjalani hidup yang penuh duka. Beban sebagai Putri Mahkota terasa kian menyesakkan tanpa keluarga di sisinya. Namun, takdir mempertemukannya dengan Joseph, seorang miliarder playboy yang terbiasa hidup mewah. Pertemuan tersebut memicu gairah membara di antara keduanya. Meski ketertarikan mereka begitu kuat, jalan menuju kebahagiaan terhalang rintangan besar. Mereka dipaksa berjuang melawan badai masalah yang mengancam hubungan tersebut.
Sampul Novel Gadis Tak Terlihat dan Sang Jutawan
9.7
Beatriz Sosa berjuang keras demi kesembuhan adiknya di Villa Esperanza yang kejam. Saat terdesak, Eduardo Moura, pewaris kaya yang angkuh, menawarinya kesepakatan rahasia sebagai mata-mata di kediamannya. Dengan imbalan uang dan perlindungan, Beatriz harus terjebak dalam intrik kekuasaan yang mengancam martabatnya. Di tengah kemewahan dan rahasia kelam, muncul gairah terlarang yang menantang batas kelas sosial serta menguji seberapa jauh Beatriz berani mempertaruhkan hatinya.
Sampul Novel Kuhempaskan Suami Benalu dan Keluarganya
8.6
Dunia Shanum runtuh saat Arya membawa Anara pulang sebagai istri barunya. Tak hanya dikhianati, Shanum juga dihina mandul dan dianggap benalu oleh sang mertua yang angkuh. Namun, Shanum menolak untuk menyerah pada rasa sakit. Ia memilih bersikap tenang sambil merencanakan pembalasan elegan. Kini, saatnya membuktikan siapa yang sebenarnya parasit dalam keluarga ini. Shanum bertekad menghempaskan suami dan mertua tak tahu malu itu dari hidupnya selamanya.
Sampul Novel My Korean Girl
8.5
Dalam sekuel kelima Ellite Bad Boys, Alex terjebak dalam masa lalu kelam setelah mengkhianati sahabatnya sendiri. Namun, pertemuannya dengan gadis Korea bernama Park Jin Hye mulai mengubah arah hidupnya secara drastis. Meski ada harapan untuk berubah, sisi gelap Alex tetap dominan. Ia justru menyeret Jin Hye masuk ke dalam dunianya yang berbahaya dan penuh kekacauan. Akankah cinta mereka bertahan di tengah bayang-bayang kriminalitas yang menyelimuti Alex?