APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Wanita Bergaun Merah

Rahasia Wanita Bergaun Merah

Rayden Wijaya, pewaris Wijaya Group, terjebak tuntutan pernikahan bisnis ayahnya. Saat melarikan diri ke kehidupan malam Jakarta, ia bertemu Vella, wanita misterius yang memikatnya dalam satu malam penuh gairah. Namun, fajar menyingsing dan Vella menghilang tanpa jejak. Pertemuan singkat itu menyeret Rayden ke pusaran rahasia berbahaya. Siapakah Vella sebenarnya? Takdir akan mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang jauh lebih rumit dan penuh teka-teki.
Bab
Bagikan

Bab 2

Vella melangkah keluar dari Djakarta Club, membiarkan angin malam menerpa wajahnya. Dinginnya udara Jakarta tidak sebanding dengan panasnya sensasi yang ia rasakan beberapa menit lalu. Ia menatap layar ponselnya, membaca notifikasi transfer yang masuk. Jumlahnya membuat bibirnya melengkung tipis. Seratus juta. Tidak ada tawar-menawar, tidak ada keraguan, hanya transfer yang cepat. Vella tersenyum penuh kemenangan.

Sesampainya di gang sempit menuju kosannya, Vella sudah disambut oleh sosok yang familier. Ibu Tini, pemilik kosan dengan wajah masam dan tangan terlipat di dada, sudah menunggunya.

"Vella! Mau sampai kapan kamu menghindar, Nak?" seru Ibu Tini dengan suara nyaring. "Sudah sepuluh bulan kamu nunggak! Kalau kamu nggak bisa bayar, lebih baik angkat kaki saja!"

Vella berjalan santai mendekati Ibu Tini, mengabaikan tatapan mata tetangga yang mengintip dari balik jendela. Ia meraih tas kecilnya, lalu mengeluarkan sejumlah uang tunai.

"Ini, Bu," kata Vella sambil menyerahkan uang jutaan itu. "Tunggakan sepuluh bulan, lunas. Malah ini ada kelebihan sedikit untuk Ibu, beli camilan."

Mata Ibu Tini membelalak melihat tumpukan uang di tangannya. Ia menggeser uang itu dengan jari, seolah tidak percaya. Kerutan di dahinya langsung menghilang, digantikan oleh senyum yang terlalu lebar.

"Astaga, Vella! Kok tiba-tiba dapat uang sebanyak ini?" tanya Ibu Tini, suaranya kini melunak.

Vella hanya mengangkat bahu. "Rezeki, Bu."

Ibu Tini ingin bertanya lebih jauh, tetapi tumpukan uang di tangannya lebih menarik perhatian. "Syukurlah kalau begitu. Penting lunas, ya sudah."

Vella hanya tersenyum dingin, lalu melangkah masuk ke kamarnya, meninggalkan Ibu Tini yang masih terheran-heran. Di dalam kamar kos yang sempit dan pengap, Vella menjatuhkan dirinya di kasur. Bau keringat dan asap rokok dari luar masih tercium, tetapi ia sudah terbiasa. Ia memandangi langit-langit, pikirannya kembali pada pria semalam.

Rayden.

Nama itu terngiang di kepalanya. Selama ini, banyak pria yang mencoba menawarnya, tetapi tidak ada yang berani membayar mahal. Mereka semua menawar rendah, seolah ia bisa dibeli dengan harga murah. Namun, Rayden berbeda. Pria itu memberikan jumlah yang ia minta tanpa protes, bahkan tanpa bertanya. Siapa sebenarnya dia? Apakah ia begitu kaya sampai seratus juta itu tidak berarti apa-apa? Atau... apakah ia melihat sesuatu yang berbeda darinya?

Pikiran itu terus mengganggu Vella hingga ia tertidur.

Cahaya matahari yang menembus jendela membangunkan Vella. Ia bangkit, menyambut hari baru yang jauh berbeda dari malamnya. Ia mandi, memakai kemeja kebesaran dan celana jins belel, lalu mengikat rambutnya dengan asal. Vella yang ini adalah Vella yang berbeda. Di kampus, ia dikenal sebagai mahasiswi yang bar-bar, berani, dan tidak kenal takut. Ia tidak memakai riasan tebal, dan bahasa tubuhnya jauh dari kata sensual.

Saat berjalan di koridor kampus, Vella berjalan tergesa-gesa. Ia menunduk, fokus pada ponselnya, hingga...

BUGH!

Vella menabrak seseorang. Ponselnya jatuh, dan ia langsung mendongak, siap memaki-maki.

"Jalan tuh pakai mata! Atau otak lo masih di rumah?!" seru Vella, suaranya keras.

Pria yang ia tabrak hanya tersenyum santai. Vella baru menyadari siapa pria itu. Tubuhnya seketika menegang. Wajah tampan itu, senyum sinis itu... Rayden!

Rayden menunduk, mengambil ponsel Vella yang terjatuh. Ia menyerahkannya sambil menyeringai. "Wow, Vella. Ternyata kamu versi siang lebih garang ya," goda Rayden, suaranya berat dan mengintimidasi.

Wajah Vella memerah karena kesal. Jantungnya berdebar, bukan karena malu, melainkan karena amarah. Bagaimana bisa ia bertemu pria ini lagi? Apalagi di kampus!

"Tutup mulutmu! Ini kampus, bukan tempat sampah kayak bar semalam!" balas Vella, ia mengambil ponselnya kasar.

Rayden hanya terkekeh, tidak terusik sama sekali. "Sampah-sampah juga kamu ikut main, kan? Apa aku perlu ingatkan lagi betapa liar dan memabukkannya kamu semalam, Vella?" bisik Rayden, mendekatkan wajahnya.

Vella melangkah mundur, matanya memancarkan api. "Jangan macam-macam!"

"Kenapa? Bar-bar itu bukan sifat aslimu, ya?" goda Rayden, lalu ia mengedipkan sebelah matanya dan berlalu pergi, meninggalkan Vella yang berdiri kaku, diliputi kemarahan dan kebingungan.

Vella berjanji, ia akan membuat Rayden menyesali pertemuan mereka di siang hari ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Terkekang Oleh Majikan
8.3
Dian telah mengabdi sebagai asisten di keluarga Firdaus sejak remaja. Namun, ketenangannya terusik saat Niko, sang putra sulung, pulang untuk memimpin bisnis keluarga. Meski sudah beristri, Niko justru terobsesi mengejar Dian dan menjadikannya tawanan asmara yang tersembunyi. Tinggal satu atap membuat tekanan Niko semakin menggila hingga Dian sulit menghindar. Di tengah jeratan obsesi sang majikan, mampukah Dian melepaskan diri dari kungkungan pria itu?
Sampul Novel Bukan Sugar Baby
8.8
Tachi Gumama, seorang mucikari, merasa terhina saat Padrone Ricco menolak tawaran pelacur andalannya. Padahal, Padrone dikenal sebagai miliarder Manhattan yang sangat setia kepada istrinya, mendiang Nyonya Deceduto Ricco. Penolakan ini memicu kecurigaan Tachi bahwa pria kaya tersebut sebenarnya menyembunyikan seorang gadis simpanan. Benarkah sosok suami sempurna ini memiliki rahasia gelap di balik kesetiaannya, ataukah tuduhan Tachi hanyalah sebuah kekeliruan?
Sampul Novel Cinta Setelah Menikah
9.4
Bunga, wanita cantik dengan bayang-bayang masa lalu, dipertemukan dengan Rio Xen Zhin. Rio adalah CEO asal Jepang yang kaya, berwibawa, namun sangat dingin. Sosoknya sangat mirip dengan mendiang mantan tunangan Bunga yang telah tiada. Rio memutuskan untuk menikahi Bunga hanya demi membalas sebuah jasa. Di tengah pernikahan tanpa cinta ini, mampukah Bunga merelakan masa lalunya dan menghadapi kenyataan bersama pria yang memiliki wajah serupa?
Sampul Novel Diselingkuhi Tunangan Dinikahi CEO Tampan
9.2
Hidup Dea hancur setelah dikhianati papa, sahabat, dan tunangannya. Ia pun mengungsi ke rumah sang mama, namun hampir dilecehkan ayah tirinya. Beruntung, Bian sang kakak angkat sekaligus CEO tampan menyelamatkannya. Meski trauma dan enggan mencintai lagi, sebuah kesalahpahaman memaksa Dea menikah dengan Bian. Mampukah Dea menjalani rumah tangga tanpa rasa cinta? Akankah ia menyadari perasaan tulus yang telah lama Bian pendam untuk dirinya?
Sampul Novel Gairah Liar dan terpendam Sang CEO
9.3
Nindy terjebak dalam situasi mencekam saat Devien, sang CEO yang terobsesi, menyatakan ambisinya untuk memilikinya secara paksa. Meski Nindy berteriak histeris meminta pertolongan, upayanya sia-sia karena mereka berada di ruangan kedap suara yang mengisolasi segalanya. Hasrat liar yang selama ini terpendam dalam diri Devien kini meluap sepenuhnya, membuatnya tak terkendali dalam mengejar keinginan nafsunya tanpa memedulikan penolakan dari Nindy.
Sampul Novel Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda
8.6
Dikhianati oleh Roy, suaminya sendiri, Shanty kehilangan hak asuh anak setelah rahimnya diangkat. Demi membalas dendam pada mantan mertua dan suaminya yang licik, ia nekat menyerahkan jiwanya kepada pewaris Halim Group yang dingin dan berbahaya. Menjadi nyonya muda di keluarga konglomerat ternyata penuh intrik mematikan. Di tengah rahasia gelap sang suami baru, mampukah Shanty merebut kembali kebahagiaannya atau justru hancur dalam permainan kekuasaan?