APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahim Yang Mengkhianati

Rahim Yang Mengkhianati

Rafif hancur saat dokter memvonisnya mandul, memupus harapannya menjadi ayah. Namun, kejutan datang ketika Lina, istrinya, tiba-tiba mengumumkan kehamilan. Di tengah kebingungan itu, sang ibu muncul membawa bukti foto Lina bersama lelaki lain yang memicu kecurigaan besar. Rafif kini terjebak dalam pusaran pengkhianatan dan misteri. Apakah istrinya benar-benar berselingkuh, atau ada rahasia gelap lain di balik kehamilan yang mustahil ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Beberapa hari setelah malam yang penuh keheningan itu, suasana rumah Rafif dan Lina tidak lagi sama. Secara fisik, mereka masih tinggal di rumah yang sama, tidur di kamar yang sama, dan berbagi ruang makan yang sama. Namun, secara emosional, ada jurang yang terbentang di antara mereka. Rafif tampak lebih tertutup, Lina lebih berhati-hati, dan ketegangan mulai terasa oleh siapa pun yang datang ke rumah mereka.

Hari itu, Lina duduk di ruang tamu sambil menatap buku hariannya. Tinta hitam di halaman-halaman itu menumpuk dengan kata-kata penuh emosi: ketakutan, kesedihan, rasa bersalah, dan cinta yang tetap ia rasakan untuk Rafif. Namun, ia juga mulai merasa terpojok oleh tekanan keluarga Rafif, terutama ibunya yang tak henti-hentinya mengawasinya.

"Lina... kau yakin bisa menghadapi semua ini?" tanya sahabat Lina melalui telepon. Suaranya lembut, tapi terdengar khawatir.

Lina menghela napas panjang. "Aku harus bisa. Rafif... aku harus bisa meyakinkannya. Tapi ibunya... rasanya aku tidak pernah cukup. Apa pun yang kulakukan, selalu salah di matanya."

Sahabatnya terdiam sejenak sebelum berkata, "Cobalah bersabar, Lina. Ini memang berat, tapi Rafif masih mencintaimu. Bukankah kau merasa malam itu sedikit ada harapan?"

Lina menutup buku hariannya, matanya berkaca-kaca. "Ada... tapi rasanya rapuh. Aku takut sekali kalau semua ini runtuh lagi. Aku hamil, dan aku ingin Rafif percaya padaku. Tapi tekanan ini... aku merasa lelah."

Sementara itu, Rafif duduk di ruang kerjanya, menatap layar laptop yang menampilkan pesan-pesan lama Lina. Rasa curiga yang lama ia tahan kini mulai bangkit kembali. Ia ingin memastikan semuanya. Ia ingin benar-benar tahu siapa Lina sebelum mereka melangkah lebih jauh. Setiap kata, setiap pertemuan, dan setiap interaksi masa lalu Lina menjadi objek pengamatannya.

Rafif menemukan beberapa pesan lama dari seorang teman lama Lina. Mereka membahas pekerjaan, beberapa hal keluarga, dan proyek sosial yang Lina jalani sebelum menikah. Namun, Rafif, dengan rasa curiga yang masih menghantui, menafsirkan pesan-pesan itu secara berbeda. Setiap kata yang ambigu, setiap kalimat yang tidak lengkap, membuatnya bertanya-tanya: apakah ada sesuatu yang Lina sembunyikan darinya?

Suatu sore, ibu Rafif datang ke rumah dengan ekspresi serius. "Lina... aku ingin bicara. Kita perlu membicarakan hal ini secara terbuka," katanya sambil menatap Lina dengan mata yang tak bisa bohong.

Lina menelan ludah, mencoba tetap tenang. "Baik, Bu. Apa yang ingin Ibu bicarakan?"

Ibu Rafif duduk di sofa, menatap Lina dengan penuh perhatian. "Aku khawatir dengan anak Rafif... dan dengan hubungan kalian. Aku hanya ingin yang terbaik untuk Rafif, dan aku ingin kau jujur padaku. Ada hal-hal yang harus kau jelaskan."

Lina menunduk. "Bu... aku selalu jujur. Aku tidak pernah menyembunyikan apa pun."

Ibu Rafif menghela napas panjang. "Aku berharap begitu, Lina. Tapi kau harus mengerti... sebagai ibu, aku tidak bisa begitu saja percaya. Apalagi dengan sejarah yang ada... foto-foto itu, semuanya... aku hanya ingin memastikan Rafif aman."

Lina merasakan tekanan yang begitu besar. Ia merasa dikelilingi oleh keraguan, tidak hanya dari Rafif tapi juga dari keluarganya. Ia ingin menjelaskan, ingin membuktikan bahwa cinta dan kesetiaannya tulus, tapi kata-kata tidak cukup untuk menembus tembok ketidakpercayaan yang mengelilingi dirinya.

Di sisi lain, Rafif mulai menyelidiki lebih jauh. Ia bertanya pada teman-teman lama Lina, mencoba mengumpulkan informasi tentang kehidupan masa lalunya. Setiap jawaban yang ia dapatkan memberi sedikit kelegaan, tetapi rasa curiga yang tertanam terlalu dalam untuk hilang begitu saja. Rafif mulai merasa terjebak antara cinta yang ia rasakan dan rasa sakit akibat bayangan kecurigaan yang menghantuinya.

Suatu malam, Rafif menemukan sesuatu yang membuatnya tercengang: sebuah alamat email lama Lina yang digunakan untuk korespondensi beberapa tahun lalu. Ia membuka beberapa pesan lama dan menemukan beberapa hal yang membuatnya ragu. Beberapa pesan itu membahas hubungan Lina dengan seorang teman pria, tetapi Lina selalu menyebutnya sebagai teman biasa. Rafif mencoba mengingat, mencoba menafsirkan kata-kata itu, tapi hatinya semakin gelisah.

Lina, di sisi lain, mulai merasakan perubahan pada dirinya sendiri. Ia tidak hanya harus menghadapi tekanan Rafif dan keluarganya, tetapi juga harus menjaga kesehatan dirinya dan anak yang dikandungnya. Ia mulai lebih berhati-hati dalam berbicara, lebih menahan diri, dan selalu berusaha menunjukkan bahwa cintanya tulus. Namun, di balik semua itu, rasa takut kehilangan Rafif selalu menghantuinya.

Hari demi hari, ketegangan itu mulai memengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. Rafif menjadi lebih pendiam, lebih tertutup, dan lebih sering menyendiri. Lina berusaha tetap sabar, tetapi setiap kali ia melihat Rafif, hatinya terasa sesak. Ia merasa cintanya diuji, tidak hanya oleh masa lalu Rafif tapi juga oleh bayangan masa lalunya sendiri yang kini mulai dipertanyakan.

Suatu pagi, Rafif duduk di teras rumah sambil menatap jalan. Ia merasa bingung, antara ingin percaya pada Lina dan ingin menemukan kebenaran yang tersembunyi. Ia sadar, jika ia ingin menyelamatkan hubungan ini, ia harus menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang menghantui pikirannya.

Lina keluar dari rumah, membawa beberapa dokumen untuk kegiatan amal yang akan dilakukannya. Rafif menatapnya, dan sejenak ia merasakan rasa rindu yang dalam. Namun, rasa curiga segera kembali. Ia menahan diri untuk tidak menunjukkan kelemahannya.

"Lina... aku ingin kau jujur," kata Rafif akhirnya, suaranya terdengar tegas tapi lembut. "Aku ingin tahu semuanya tentang masa lalumu. Tidak ada yang kau sembunyikan, oke?"

Lina menatapnya, matanya berkaca-kaca. "Rafif... aku selalu jujur padamu. Aku tidak memiliki rahasia yang bisa merusak hubungan kita."

Rafif menghela napas panjang. Ia ingin percaya, tapi rasa curiga yang sudah tertanam terlalu dalam. "Aku harap begitu, Lina. Aku ingin percaya, tapi aku butuh waktu."

Malam itu, mereka duduk berdua di ruang keluarga. Rafif menatap Lina dengan mata yang lembut tapi penuh ketegangan. Lina menatap Rafif, mencoba menahan tangis. Ia tahu, perjalanan mereka masih panjang. Kepercayaan yang retak tidak bisa diperbaiki dalam semalam.

Namun, di tengah semua kesulitan itu, ada satu hal yang tetap mereka rasakan: cinta yang tak sepenuhnya hilang. Meskipun luka dan kecurigaan masih ada, ada secercah harapan yang membuat mereka tetap bertahan.

Rafif menatap Lina yang duduk di sebelahnya, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, ia merasakan sedikit kedamaian. Ia tahu, perjalanan mereka masih panjang, tetapi ia ingin mencoba. Ia ingin mempercayai Lina, meskipun hatinya masih diliputi rasa takut dan curiga.

Lina menggenggam tangan Rafif dengan lembut. "Aku akan membuktikan, Rafif. Aku mencintaimu... dan anak ini adalah bagian dari cinta kita."

Rafif menatap tangan Lina yang ia genggam, dan meskipun hatinya masih berat, ia mengangguk perlahan. "Aku ingin percaya, Lina. Aku benar-benar ingin percaya."

Malam itu, mereka tidur berdampingan, tetapi bukan tanpa rasa cemas. Pikiran Rafif masih terus memutar semua yang ia temukan, semua pertanyaan yang belum terjawab. Lina pun tidur dengan perasaan takut, khawatir bahwa cinta mereka tidak cukup kuat untuk melewati badai yang terus datang.

Hari-hari berikutnya, Rafif mulai menyusun rencana. Ia ingin menghadapi masa lalu Lina dengan kepala dingin, mencari jawaban tanpa terbawa emosi. Ia tahu, jika ia ingin mempertahankan cinta mereka, ia harus memahami kebenaran, sekaligus belajar memaafkan.

Lina, di sisi lain, mulai menata dirinya. Ia menghadapi tekanan dari keluarga Rafif, dari sahabatnya sendiri, dan dari lingkungan sekitar. Ia mulai menunjukkan kesabaran yang lebih besar, keterbukaan yang lebih tulus, dan cinta yang tak tergoyahkan. Ia tahu, kehamilan ini bukan hanya tentang dirinya dan Rafif, tetapi juga tentang anak mereka yang akan datang, sebagai simbol harapan baru di tengah kekacauan yang ada.

Meskipun ketegangan masih menyelimuti rumah mereka, ada satu hal yang tetap mereka rasakan: cinta yang, meskipun rapuh, masih hidup. Dan dengan cinta itu, mereka mulai melangkah perlahan, mencoba menyatukan kembali kepercayaan yang retak, meskipun jalan ke depan masih penuh dengan rintangan dan rahasia yang belum terungkap.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Beracun: Jatuh Cinta Pada Kekasihku yang Kejam
9.0
Brynn terjebak dalam hubungan toksik dengan Lawrence, pria yang kerap menghina sekaligus memanjakannya. Saat Lawrence mengumumkan pernikahannya, Brynn merasa bebas dan mencoba memulai hidup baru melalui kencan buta. Namun, di tengah hinaan keluarga calonnya, Lawrence tiba-tiba muncul dan mengklaim Brynn sebagai miliknya di depan semua orang. Brynn pun tertegun; mengapa pria itu ada di sini dan membelanya padahal hari ini adalah jadwal pernikahannya?
Sampul Novel Suamiku Pura-Pura Buta Demi Menyembunyikan Kebohongan Besar
8.7
Selena Atmadja diceraikan Davin Hartanto tepat setelah akad karena skandal kehamilan wanita lain. Demi menjaga martabat, Madame Ratih memaksa Selena menikahi putra keduanya, Leonard Hartanto, pria dingin yang penuh misteri. Meski awalnya menolak, Selena akhirnya terjebak dalam pernikahan hampa bersama pria yang terasa asing. Keadaan berbalik saat Selena mengungkap rahasia besar bahwa Leonard hanya berpura-pura buta. Apa motif di balik sandiwara ini dan mampukah Selena bertahan?
Sampul Novel KEJUTAN UNTUK SUAMIKU
8.7
Ulfa berjuang menghadapi kista ovarium yang membuat peluangnya menjadi ibu sangat kecil. Meski suaminya terlihat menerima kondisi tersebut, penantian enam tahun mereka akhirnya membuahkan hasil saat Ulfa dinyatakan hamil. Namun, keajaiban ini justru berujung pilu. Di tengah kegembiraannya, Ulfa mendapati sang suami diam-diam menikah lagi dengan wanita lain. Haruskah ia mempertahankan rumah tangganya demi sang buah hati, atau memilih untuk mengakhirinya?
Sampul Novel KONTRAK CINTA DENGAN SAHABATKU
9.8
Qeiza Noura terkejut saat Arlando, sahabat masa kecilnya, mendadak mengajukan tawaran pernikahan tepat setelah ia putus cinta. Lewat sebuah perjanjian, mereka sepakat menikah selama satu tahun saja sambil tetap bebas mencari pasangan sejati. Namun, mampukah ikatan kontrak tersebut berakhir sesuai rencana awal, atau justru benih cinta yang tulus mulai tumbuh di antara mereka seiring berjalannya waktu? Sebuah kisah romansa tentang batas antara persahabatan dan cinta.
Sampul Novel KUBALAS KAU DENGAN ELEGAN
8.2
Dunia Sahira yang tenang runtuh seketika saat ia memergoki suaminya berkhianat dengan sahabatnya sendiri. Di tengah kehancuran hati akibat pengkhianatan ganda tersebut, harapan muncul dari arah yang tak terduga. Seorang miliarder dari masa lalu kembali hadir dalam hidupnya, menawarkan perlindungan dan mengajak Sahira untuk menyembuhkan luka bersama. Akankah momen ini menjadi awal kebahagiaan baru bagi Sahira setelah dikhianati secara menyakitkan?
Sampul Novel Menikah Dengan Keponakan
9.0
Akibat satu kesalahan fatal, Aeris dan Leon terjebak dalam pernikahan tanpa landasan cinta. Perbedaan usia serta kepribadian yang kontras memicu konflik terus-menerus di antara mereka. Sanggupkah Leon yang berhati dingin menghadapi tingkah abnormal Aeris setiap hari? Tantangan semakin berat saat cinta pertama Leon muncul kembali di hidupnya. Akankah ia tetap setia menjaga komitmen rumah tangga ini atau justru memilih berpaling demi masa lalunya?