APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Random Husband

Random Husband

Fransisca, atau Caca, terjebak dalam kebohongan besar setelah rencana pernikahannya dengan pebisnis asing gagal total. Karena terlanjur sesumbar, ia merasa sangat malu untuk mengakui kebenaran di depan teman-temannya. Saat didesak dalam sebuah pesta, rasa panik membuatnya melakukan aksi nekat. Tanpa berpikir panjang, Caca menunjuk seorang pria asing secara acak dan mengklaimnya sebagai calon suaminya demi menyelamatkan harga dirinya saat itu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Langit telah menghitam, tetapi lelaki berambut ikal yang tampan ini masih disibukkan dengan data-data pasiennya. Dirinya juga ingin pulang memejamkan mata melepas penat di ranjang kesayangannya. Namun, mau bagaimana lagi pekerjanya tak bisa ditinggalkan. Suara ketukan pintu menghentikan aktivitasnya sejenak.

"Masuk," ujar Vano santai sambil membolak-balikkan kertas dokumen riwayat penyakit para pasiennya.

Gadis bermata teduh dengan senyum manis melekat di sana membawa beberapa data-data yang harus diperiksa dokter rupawan itu.

"Dokter Vano, ini berkas riwayat pasien kamar 201," ujar Syakira dengan suara cempreng khasnya. Lelaki itu langsung menerima berkas itu dan mengamatinya secara teliti.

"Terima kasih, kenapa kau masih berdiri di situ?" tanya Vano sekaligus dirinya ingin mengusir asistennya yang begitu kekanak-kanakan itu. Dia tak menyukai sifat Syakira dan ingin menjauh darinya tapi apa boleh buat pihak rumah sakit menjadikan wanita itu sebagai asistennya.

"Maaf, Dokter. Akan tetapi, sepertinya ada seorang pasien yang mau periksa. Apa Dokter Vano tidak keberatan jika memeriksanya sejenak?" tanya Syakira hati-hati.

Vano langsung melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Dirinya merasa aneh kenapa ada orang yang mau periksa saat sudah malam.

"Memangnya sakit apa dan kenapa mendadak sekali periksa jam segini?" tanya Vano penasaran.

"Katanya payudaranya sakit. Perempuan itu sebenarnya pasiennya Dokter Niken tapi beliau sudah dipindah tugaskan ke Denmark kan sekarang, sehingga wanita itu minta dicarikan dokter yang lain." Syakira menjelaskan dengan santai.

Vano mengangguk.

"Ya, suruh dia masuk."

Vano langsung menata berkas-berkasnya.

Akhirnya pasien itu masuk, betapa terkejutnya Vano melihat gadis yang mengenakan mantel itu. Dari banyak orang di dunia ini, kenapa harus wanita itu yang menjadi pasiennya. Pasti akan sangat merepotkan, pikirnya.

"Vano!" ujar Caca seraya tersenyum. Sementara Vano tetap memasang wajah datar.

"Jadi, kau dokter?" Tunjuk Caca tak percaya dengan wajah mencemooh.

"Kau tidak buta, 'kan? Tentu saja aku seorang dokter," jawab Vano ketus. Caca langsung mengerucutkan bibirnya. Sampai kapan lelaki itu akan berkata ketus kepadanya, tanyanya dalam hati.

"Kau sakit apa? Cepat aku tak punya banyak waktu!"

"Apa ada Dokter semenyebalkan ini kepada pasiennya," gerutu Caca yang jelas didengar Vano. Namun, lelaki itu tak menanggapinya.

"Payudaraku sesak, perih, terdapat bercak merah kebiruan di sana."

Vano mengangguk mengerti.

"Sejak kapan?"

Caca langsung menghitung dengan jarinya. Lalu, menunjukkan empat jarinya.

"Lalu, kau periksa dengan Niken karena sakit apa?"

"Hanya check up takut kalau ada penyakit berbahaya menggerogoti tubuhku."

Vano tersenyum masam.

"Kau pernah pasang implan?"

Caca tak terima dengan pertanyaan Vano barusan.

"Kau meragukan keindahan tubuhku, huh? Aku tak pernah pasang implan atau operasi plastik apa pun. Semuanya asli, aku bukan manusia plastik." Meski suara Fransisca tetap stabil. Namun, Vano mengerti wanita di hadapannya itu marah.

Vano terkekeh.

"Santailah, aku hanya bertanya sebagai dokter bukan ingin merendahkanmu."

Baik jujur ataupun bohong yang diucapkan Vano barusan bagi Caca itu tetap saja merendahkannya. Dirinya paling tak suka disinggung perihal itu. Terserah orang ingin menghujatnya apa. Namun, masalah keaslian fisiknya memang ia tak pernah terima jika dikatakan palsu.

"Terserah, aku pergi. Aku akan cari dokter lain. Lihat saja nanti! Kau akan jadi gelandangan, kalau aku bilang ke media bahwa Dokter Arvano Steven Gabrilio adalah dokter yang sangat buruk dalam melayani pasien."

Vano menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian, menghela nafas sejenak sebelum berdiri mencegah kepergian Caca.

"Kau ini kekanak-kanakan hanya karena masalah sepele kau besar-besar kan sampai mau merusak nama baikku? Silahkan saja kau mau berbuat apa. Mana mungkin gadis kaya raya sepertimu tak mampu menghancurkan seorang dokter sepertiku. Namun, setidaknya aku lebih beruntung darimu, walau hanya jadi gelandangan karena penyakitmu ternyata sangat mengerikan jika kau memang tak pernah menggunakan implan," bohong Vano dengan raut wajah serius. Caca langsung membekap mulutnya tak percaya.

"Maksudmu apa, Van?" Caca menatap Vano ketakutan.

"Aku tak kuasa ingin mengatakannya, tapi itu sangat parah yang jelas payudaramu harus segera diangkat."

Caca menggeleng-geleng kan kepalanya, "kau bohong. Itu tak mungkin, 'kan?" Caca menatap Vano penuh harap.

"Sayangnya itu kenyataannya."

Caca langsung pingsan tak sadarkan diri. Tubuhnya ambruk ke ubin yang sangat dingin. Vano yang melihat itu langsung panik. Diguncangnya tubuh rapuh itu, tetapi tak ada sahutan dari sang empunya.

"Ca, bangun! Kau tak kenapa-kenapa. Aku hanya bercanda." Vano menepuk-nepuk pelan pipi Caca. Namun, hasilnya nihil. Kulit gadis itu sangat dingin. Sepertinya dia memang benar-benar sakit.

Vano langsung menidurkan Caca di atas brankar. Ia langsung memeriksa kerja jantung gadis itu dengan stetoskopnya. Kerja jantungnya melambat. Dirinya mengambil tensi darah wanita itu yang ternyata menunjukkan bahwa tekanan darah gadis itu rendah.

Vano keluar mencari Syakira.

"Kira, tolong kamu carikan kamar yang kosong beserta infusnya sekalian!" teriak Vano begitu mendapati sosok Syakira.

"Kenapa, Dok?" tanya Syakira yang melihat raut wajah Vano yang terlihat cemas.

"Gadis itu pingsan. Tekanan darahnya rendah."

Syakira mengerti. Ia langsung mencari kamar kosong dan menyiapkan peralatan medis lainnya.

Vano kembali ke ruang kerjanya dan menggendong Caca ke kamar inap.

"Dia sakit apa ya, Dok?"

"Sepertinya dirinya terlalu kelelahan dan kurang nutrisi."

"Lalu, apa hubungannya dengan payudaranya yang sakit?"

"Itu beda lagi. Wanita ini suka memakai pakaian yang ketat dan kekecilan. Aku yakin pasti dia menggunakan crop top atau bra yang nge-press. Padahal aku sudah mengatakan jangan suka menggunakan pakaian yang ketat karena itu akan menyiksa tubuhnya."

Syakira memandang nanar Vano. Dirinya bertanya-tanya siapa gadis itu kenapa pria yang ia cintai itu terlihat sangat mengenal wanita yang terbaring di atas brankar. Tak pernah dirinya melihat mimik wajah Vano yang sangat panik semenjak kematian Aira.

"Sepertinya Dokter sangat mengenalnya dan mengkhawatirkannya. Memang dia siapanya Dokter?" tanya Syakira dengan nada sebal.

Vano yang tersadar kalau asistennya itu mencoba menginterogasinya, mengenai hubungannya dengan Caca memilih tak menjawab.

"Itu bukan urusanmu. Dia itu siapaku. Kau bukan siapa-siapaku, jadi tak usah mencari tahu apapun yang berhubungan denganku."

"Aku hanya bertanya saja apa masalahnya? Aku bukan sedang meminta Dokter untuk membalas cintaku karena aku tahu Dokter sangat mencintai Aira sampai kapan pun."

Vano yang mendengar nama Aira menjadi sensitif. Dirinya jadi mengingat kejadian masa lalu dimana wanita itu menghembuskan napas terakhirnya. Lelaki itu langsung pergi meninggalkan ruangan mencoba menghirup udara segar di taman.

Tbc ...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku
9.3
Iris diadopsi keluarga Stewart sejak kecil dan berakhir menjadi kekasih rahasia Vincent, pamannya sendiri. Di balik citra playboy sang CEO, Iris merasakan sisi dingin pria itu secara langsung. Harapan Iris hancur saat lamaran tulusnya ditolak mentah-mentah oleh Vincent yang lebih memilih pertunangan bisnis. Demi mengakhiri penderitaan, Iris nekat menerima lamaran seorang pengacara. Namun, saat hari pernikahan tiba, Vincent justru datang bersimpuh memohon agar Iris tidak pergi darinya.
Sampul Novel Cinta Tersayat Dendam
9.5
Arta adalah wanita tangguh yang fokus pada karier meski sering diremehkan karena penampilannya yang bersahaja. Pernah dicampakkan akibat perbedaan kasta, ia bertekad membuktikan nilainya tanpa banyak bicara. Kehidupannya berubah saat bertemu Evan, seorang pengusaha duda sukses. Kini, mereka harus bersatu menyelidiki dalang di balik kekacauan perusahaan masing-masing, sembari berjuang mempertahankan cinta yang terus diterjang badai dan dendam masa lalu.
Sampul Novel Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu
8.1
Diana, seorang yatim piatu, berhasil menikahi pria paling berkuasa di kota meski tanpa landasan cinta. Setelah tiga tahun, kehamilannya justru disambut dengan surat perceraian karena kesalahpahaman tentang kesetiaan masing-masing. Saat Diana bersiap pergi, sang suami justru berubah pikiran dan menyatakan perasaan aslinya. Kini Diana terjebak dalam dilema antara benci dan kasih sayang. Haruskah ia bertahan demi masa depan anaknya atau pergi selamanya?
Sampul Novel Gadis Perawan Untuk CEO
8.6
Devanka hampir kehilangan kesuciannya akibat ulah tetangganya, sebuah tragedi yang bisa mendatangkan kutukan karma bagi keluarganya. Di tengah kemelut itu, ia bertemu CEO arogan yang sedang mencari istri perawan. Pria kaya tersebut harus memenuhi wasiat sang kakek di ulang tahun ke-80. Bagi keluarga besar Hamzah yang berkuasa, menikahi gadis yang masih suci adalah kehormatan mutlak. Kini, nasib Devanka terikat pada ambisi keluarga konglomerat tersebut.
Sampul Novel Gairah Liar Tuan Xavier
8.5
Bella terjebak dalam situasi yang sangat mencekam saat ia berusaha keras menolak klaim sepihak dari Tuan Xavier. Meski Bella berteriak menentang takdir yang dipaksakan kepadanya, pria berkuasa itu dengan tegas menyatakan bahwa Bella kini menjadi miliknya sepenuhnya. Xavier tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Bella untuk melarikan diri atau memberikan bantahan. Kini, Bella harus menghadapi obsesi liar sang tuan yang tidak mengenal kata penolakan.
Sampul Novel Kesalahan Cinta CEO: Balas Dendam Manisnya
8.2
Dunia Dayna runtuh saat Jon, pria yang ia cintai dalam diam, bertunangan dengan wanita lain. Enggan terpuruk, ia bangkit demi kebahagiaan sendiri. Karier Dayna pun melesat hingga menarik banyak pengagum baru. Jon yang menyesal berusaha kembali, namun Dayna hanya melempar senyum penuh teka-teki. Sebagai balasan, ia mengumumkan pencarian istri bagi sang CEO di internet dan menyebar nomor Jon ke berbagai situs kencan untuk mengacaukan hidupnya.