APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Random Wife

Random Wife

Fabian Gabrilio, seorang atasan sukses yang dikenal sangat kikir, akhirnya merasa jenuh dengan kesendiriannya. Ia mendesak sekretaris pribadinya untuk segera mencarikan calon istri yang tepat bagi dirinya. Ancaman serius pun diberikan; jika sang sekretaris gagal menemukan pendamping hidup untuknya, maka Fabian tidak akan ragu untuk menikahi bawahannya tersebut. Kini, sang sekretaris terjebak dalam tuntutan konyol bosnya yang penuh tekanan.
Bab
Bagikan

Bab 2

-Ketampanan dan kemapanan seorang pria, pasti akan luntur begitu saja kalau memiliki tingkat kepelitan yang tinggi-

Begitu sampai di kantor banyak pegawai yang menyapa Fabian, tapi tidak ada satupun yang menyapa Indira. Perempuan itu sudah biasa diabaikan oleh orang sekitar karena kenyataan dirinya hanyalah seorang kacung Fabian yang dibungkus dengan embel-embel sekertaris--pekerjaannya tidak wajar untuk kategori sekretaris--seperti pekerja serabutan saja dia harus melakukan ini-itu di luar jabatannya. Seperti tadi contohnya, menjadi sopir dadakan.

"Dir, jalan cepat kenapa. Lemot amat sih," gerutu Fabian yang sudah sampai di depan pintu ruangannya.

"Iya, Pak," sahut Indira dengan nada lembut. Perempuan ini langsung berjalan cepat untuk menyusul Fabian.

Indira langsung menyodorkan berkas-berkas Fabian yang dibawanya atas perintah lelaki itu tadi. "Ini berkasnya, Pak."

Fabian berdeham, "Hari ini saya ada rapat sama klien enggak?" tanyanya memastikan.

"Seingat saya enggak, Pak. Nanti saya cek lagi."

"Sekalian dilihat, saya punya jadwal ke luar kota enggak bulan ini."

"Kayaknya enggak ada deh. Kenapa sih, Pak?"

Fabian tersenyum yang langsung membuat Indira mengernyit. Jarang lelaki ini tersenyum manis seperti itu, kalau bukan ada sesuatu yang menguntungkannya.

"Saya mau nikah soalnya dalam waktu dekat ini," katanya dengan santai. Kontan manik mata Indira membulat seketika. Ia tidak percaya kalau Fabian mau menikah. Setahunya, lelaki itu tidak memiliki kekasih, apalagi calon istri.

"Bapak dijodohin, ya," duga Indira dengan mantap. Tidak mungkin ia salah kira, mana sempat Fabian mencari calon istri. Beli keperluan apartemen saja, Indira yang membelikan.

"Ngarang kamu. Emang ini zaman Siti Nurbaya." Fabian tersenyum sinis, "kamu pikir, saya enggak laku, ya."

"Emang harus enggak laku dulu ya, kalau mau dijodohkan?" Indira berkata dengan cuek, tak peduli Fabian tersinggung atau tidak. "Bapak kan super sibuk, mana sempat cari calon istri. Orang beli dalaman saja, saya yang disuruh beli. Padahal, zaman sekarang ada olshop. Oh iya, Bapak kan udah tua, mana tahu cara main shoppe, bukalapak, tokopedia, lazada, dan sejenisnya," cibir Indira dengan senyuman yang tak kalah sinis.

"In.di.ra!" Fabian menunjuk wajah Indira dengan geram, "kamu kok enggak sopan. Saya potong gaji kamu!"

"Ealah, Pak. Mana yang enggak sopan? Bapak itu yang enggak sopan, suruh saya beli dalaman."

"Tadi, kamu ngatain saya tua, terus secara enggak langsung ngatain saya ketinggalan zaman juga." Fabian menatap kesal Indira, "eh, saya cuma sekali titip dalaman. Itu juga gara-gara kesalahan kamu."

Indira menggeleng. "Kok salah saya. Bapak ini enggak tahu terima kasih, ya."

"Ya, salah kamu. Kamu yang asal ngatur jadwal saya. Kan, saya udah bilang kalau sebelum ke luar kota, pastiin enggak ada jadwal rapat di hari itu. Jadi, saya keburu-buru hari itu. Asal packing baju. Kamu juga saya suruh packing baju saya, malah tidur di ruang tamu, setelah nghabisin isi kulkas saya."

"Ya itu kan bukan tugas resmi saya. Lagi pula, salah Bapak enggak kasih makan saya. Saya lapar terus makan, karena kenyang ya tidur. Lagi pula tugas packing itu, ya harusnya tugas istri Bapak, kalau Bapak enggak sanggup. Suruh siapa enggak laku, makanya enggak nikah-nikah."

"Saya bukannya enggak laku, tapi saya pilih-pilih, ya. Kebanyakan yang deketin saya tuh ceweknya pada matre. Kalau ada yang baik udah pada punya gandengan."

Indira menyebikkan bibir, ia yakin itu hanya alasan Fabian. "Pak, cewek matre itu wajar. Kan butuh dinafkahi, wajar kali kalau melek sama duit. Bapak aja yang terlalu perhitungan. Pak, jadi orang jangan terlalu pelit, nanti kuburannya sempit, lho."

"Saya bukannya perhitungan atau pelit, cuma hemat. Hemat pangkal kaya. Kalau pemborosan itu cikal bakal kemiskinan." Fabian tersenyum bangga.

Indira membelalakkan matanya, tak percaya dengan apa yang didengarnya. Fabian terlalu percaya diri. Padahal ia sangat tahu kalau atasannya ini sangat perhitungan. Pelitnya bukan main.

"Tadi, ngaku pelit. Sekarang, bilang hemat. Terserah deh, Pak. Mau Bapak pelit atau hemat, saya jarang naik gaji. Kapan saya naik gaji?" Indira memasang raut wajah memelas. Berharap ada keajaiban yang membuat Fabian baik hati memberikan kenaikan upah yang sepadan dengan kerja kerasnya selama ini.

"Kalau saya udah nikah, nanti gaji kamu naik sebagai rasa syukur saya."

"Beneran, Pak?"

Fabian menggangguk.

"Kapan Bapak nikah? Nanti saya atur jadwal Bapak sama klien biar enggak tubrukan."

"Saya enggak tahu, pengennya secepatnya. Masalahnya, calonnya belum nemu."

Binar mata yang sempat terlihat di netra Indira meredup seketika. Berganti tatapan lesu. Seharusnya, perempuan ini sudah menduga kalau lelaki seperti Fabian itu tidak punya kekasih. Otaknya hanya berisi uang saja, makanya sibuk bekerja untuk memupuk kekayaan.

"Nah, makanya saya minta tolong sama kamu, cariin saya calon istri. Kalau susah cariin calon istri bohongan biar saya punya gandengan besok waktu ulang tahun perusahaan."

"Emang saya biro jodoh. Saya sendiri saja belum nemu," Indira menekuk wajahnya.

"Ya udah, nikah sama saya aja."

Indira langsung melotot dan menyilangkan tangannya di depan dada, "Nope, Pak. Nope, saya enggak mau."

"Lah kok nolak, sih. Saya kurang apa? Tampan iya, mapan iya, setia iya."

"Pak, ketampanan dan kemapanan seorang pria akan luntur kalau memiliki tingkat kepelitan yang tinggi. '1Baguse mboten kagem, Pak."

...

Ket '1: Gantengnya nggak kepakai, Pak.

Tbc...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos, Istri Anda Minta Cerai
9.1
Enam tahun Sella Wisara terjebak dalam pernikahan pilu sebelum Wildan Bramantio mengusirnya demi kembalinya Aisha. Tanpa ragu, Sella menyetujui perceraian itu dan pergi tanpa air mata. Namun, Wildan justru murka saat melihat mantan istrinya bahagia di pelukan pria lain tak lama kemudian. Meski dihina, Sella dengan tegas menolak campur tangan Wildan atas hidupnya. Melihat tatapan lembut Sella untuk pria baru, akal sehat Wildan pun seketika runtuh terbakar cemburu.
Sampul Novel CINTA DINGIN TUAN BESAR
8.4
Marla masuk ke kediaman Austin sebagai pelayan, namun ia tidak menyadari bahwa Margaret memiliki agenda tersembunyi untuk menjodohkannya dengan sang cucu tertua, Richard Branson Austin. Richard adalah pria kaku yang sangat pendiam, kontras dengan adiknya, Ascar, yang gemar memberontak. Terjebak di antara dua kepribadian yang bertolak belakang, Marla kini menghadapi dilema besar: bertahan dalam rencana perjodohan tersebut atau memilih untuk melarikan diri.
Sampul Novel GAIRAH LIAR PLAYBOY TAJIR
8.0
Leon Indrajaya, pewaris tunggal kerajaan properti yang kaya raya, dikenal sebagai playboy penakluk wanita. Di balik pesonanya, trauma masa kecil membuatnya menjadi sosok temperamental dan dingin. Saat dipaksa ayahnya menjalani terapi, ia bertemu psikiater cantik, Evita Caroline. Meski Eve telah bertunangan dengan CEO Young Entertainment, Belvin Alexander, Leon justru terobsesi padanya. Akankah Leon nekat merebut Eve dan memicu konflik besar antar konglomerat?
Sampul Novel Istri mandul CEO bucin
8.8
Lima tahun membina rumah tangga, Asmaraloka dan Cadis Diraizel dikenal sebagai pasangan harmonis yang saling mencintai. Namun, kebahagiaan mereka mulai goyah saat Ara divonis mandul oleh dokter. Meski sang CEO tetap setia dan menerima kondisi tersebut tanpa menuntut keturunan, rasa minder Ara memicu keretakan. Situasi kian pelik ketika pihak ketiga hadir memperkeruh suasana dengan berbagai kesalahpahaman. Mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi cobaan ini?
Sampul Novel Mantan Istri Genius yang Diidamkan Dunia
8.6
Selama tiga tahun, Bella mengubur impiannya demi pernikahan dingin dengan Laskar, pria yang menganggapnya tak berarti. Saat kebenaran terungkap bahwa dirinya hanya tameng medis bagi kekasih Laskar, Bella memilih bercerai dan pergi. Tiga tahun berlalu, ia kembali sebagai ahli bedah jenius dan pianis ternama. Laskar yang kini penuh penyesalan berusaha mengejar Bella di bawah hujan, memohon agar wanita yang dulu ia abaikan itu kembali menjadi miliknya.
Sampul Novel Menikah Kilat: Suamiku Ternyata Seorang Miliarder
7.8
Scarlett terkejut saat Dixon, suami yang dinikahinya secara kilat, ingin menjalani hubungan pernikahan sungguhan. Padahal, awalnya dia mengira ini hanya kontrak formal. Meski mencoba menjaga jarak, Scarlett justru kian terpikat pada sosok suaminya. Siapa sangka, pria yang tampak biasa itu ternyata seorang miliarder. Di sisi lain, Scarlett juga kesulitan menutupi identitasnya sebagai murid desainer ternama. Kini, hidupnya berubah penuh kejutan manis.