APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ranjang Panas Tuan Lucas

Ranjang Panas Tuan Lucas

Flora terkejut saat Lucas, pemilik Blackwood yang dingin, menagih utang besar mendiang orang tuanya secara mendadak. Meski baru bertemu di sebuah pesta, pria yang terpaut lima belas tahun lebih tua itu tak memberi celah untuk bernegosiasi. Flora yang hanya staf magang kini terjepit dalam kontrak gelap yang mengikatnya. Tanpa uang untuk melunasi kewajiban tersebut, Lucas memaksa Flora menyerahkan kehormatannya malam ini juga sebagai bentuk pembayaran mutlak.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tak lama setelah mobil mewah itu melaju, akhirnya berhenti di depan hotel lain yang tak kalah megah. Flora, yang mulai setengah sadar, merasakan dinginnya angin malam saat pria misterius itu membuka pintu dan kembali menggendongnya keluar.

Tubuhnya terasa lemah, tetapi kepalanya sudah mulai berusaha memahami apa yang terjadi. Dia mencoba meronta, menggerakkan tangannya untuk melepaskan diri, tapi tenaganya masih terlalu lemah dibandingkan kekuatan pria itu.

Pria misterius itu tak menunjukkan tanda-tanda terganggu oleh gerakan Flora. Dengan mudah, dia membawa tubuhnya ke dalam lobi hotel yang berkilauan dengan kemewahan. Para staf hotel menatap mereka sekilas, tapi tak ada yang mencurigai sesuatu. Pria itu tampak sangat percaya diri, seolah ini adalah hal yang wajar.

Sesampainya di meja resepsionis, dia berbicara singkat dengan petugas, dan tanpa banyak pertanyaan, pria itu memesan kamar kelas atas di lantai tertinggi hotel.

Tatapan ramah dari petugas resepsionis menyiratkan penghormatan, mengesankan bahwa pria itu adalah tamu yang sering datang atau seseorang yang sangat penting.

Flora mulai semakin sadar, dan kali ini dia benar-benar berusaha melawan. Tubuhnya meronta dengan lebih kuat, tapi genggaman pria itu tetap kokoh. Dia berbisik pelan, suaranya hampir tak terdengar, "lepaskan aku ...."

Namun, pria itu tidak menggubrisnya. Dia hanya mempercepat langkahnya menuju lift yang membawa mereka langsung ke lantai paling atas. Flora, yang kini sepenuhnya sadar akan bahaya, berusaha keras menahan napas dan menenangkan diri, meski rasa takut mulai menjalari seluruh tubuhnya.

Setiap detik terasa seperti ancaman, dan semakin lama, semakin jelas bagi Flora bahwa pria ini memiliki rencana lain yang tak pernah dia bayangkan.

Begitu mereka sampai di lantai paling atas, pintu lift terbuka dengan bunyi halus. Pria itu melangkah keluar, masih menggendong Flora dengan erat, menuju kamar yang sudah ia pesan.

Dengan suara yang sangat lembut, tetapi menakutkan, dia berkata, "tenang saja, jangan panik atau malah akan menyusahkan dirimu sendiri."

Flora yang kian dilanda ketakutan, dengan segenap kekuatan yang tersisa, nekat menggigit lengan pria kekar yang menggendongnya. Giginya menancap kuat, berharap bisa membuatnya terlepas dari genggaman.

Pria itu mengerang pelan, rasa sakit jelas tergambar di wajahnya. Flora terus menggigit sampai akhirnya pria itu melepaskannya tepat saat dia hendak menempelkan kartu akses ke pintu kamar hotel.

Tubuh Flora jatuh ke lantai dengan keras, tapi dia segera bangkit, terengah-engah, menatap pria itu dengan penuh ketakutan dan kemarahan. "Siapa kamu sebenarnya?" Suaranya bergetar, bercampur antara takut dan bingung.

Pria itu menatap Flora sejenak, ekspresinya dingin dan tak terbaca. Dia perlahan mengusap lengan yang digigit Flora, lalu tersenyum tipis, senyum yang tampak mengintimidasi. "Aku ...," katanya pelan. "Adalah pria yang seharusnya kau layani malam ini."

Flora terdiam, tubuhnya membeku mendengar jawaban itu. Otaknya berputar cepat, mencoba memahami maksud ucapannya.

"Apa maksudmu?!" Flora mundur perlahan, keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya. "Apa yang kau inginkan dariku?" tanyanya lagi dengan suara bergetar.

Pria itu berdiri beberapa langkah di depannya, matanya menatap tajam ke arah Flora. "Apa yang kuinginkan? Kau sudah tahu jawabannya. Kau hanya perlu menyerah tanpa banyak tanya."

Pria itu menatap Flora dengan sorot mata yang lebih serius. "Orang tuamu meninggalkanmu sebagai jaminan atas uang yang meraka pinjam dariku. Mereka meninggalkan banyak utang. Utang yang tidak pernah bisa mereka lunasi sebelum mereka meninggal."

Flora terdiam, hatinya seketika bergetar mendengar nama mendiang orang tuanya disebut. "Apa yang kau bicarakan?" tanyanya, suaranya terdengar lirih. "Aku ... aku tidak tahu apa-apa tentang utang mereka."

Pria itu mendekat lagi, kali ini tidak ada lagi senyum di wajahnya. "Kau mungkin tidak tahu, tapi itu tidak mengubah kenyataan. Keluargamu berhutang banyak, dan sebagai anak mereka, tanggung jawab itu jatuh padamu. Kau harus melunasi utang-utang mereka!"

Flora menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang ia dengar. "Aku tidak punya uang banyak. Aku bahkan tidak tahu berapa besar utangnya," ucapnya dengan suara pelan, hampir berbisik.

Pria itu berhenti tepat di hadapan Flora, menatapnya tajam. "Itulah sebabnya kau di sini, Flora. Sebagai penebus utang orang tuamu, kau harus bersedia menjadi pelayanku. Kalau kau tidak mau, maka kau harus menemukan cara untuk melunasi semua utang itu sendiri. Dan percayalah, jumlahnya sangat besar. Kau tidak akan pernah bisa membayarnya sendirian."

Flora merasa seakan lantai di bawah kakinya runtuh. Rasa takut mulai berubah menjadi kepanikan. "Ini tidak adil! Aku tidak tahu apa-apa tentang utang itu ... b-bagaimana mungkin kau meminta aku untuk membayarnya dengan ... dengan cara ini?!"

Pria itu menatapnya tanpa belas kasihan. "Adil atau tidak, ini kenyataan. Kau punya dua pilihan, Flora ... melunasi utang keluargamu dengan uang yang aku yakin kau tidak punya, atau ... dengan menyerahkan tubuhmu padaku."

Flora merasa tubuhnya gemetar. Dua pilihan itu sama-sama mustahil dan menakutkan.

Pria itu memasang senyum smirk yang membuat Flora semakin merinding. "Aku sangat yakin kau tak bisa melunasi utang itu, Flora. Jadi malam ini, tubuhmu adalah penebusnya." katanya dengan nada rendah nan mengancam.

Flora semakin pucat, wajahnya tampak ketakutan, tapi tubuhnya terasa kaku, seolah tidak bisa bergerak. Otaknya berteriak untuk lari, tapi kakinya seakan tertanam di tempat.

Dia mencoba mencari kata-kata yang pas untuk penolakan, tapi tak ada satu pun yang bisa keluar dari bibirnya. Napasnya semakin cepat, dadanya terasa sesak, dan rasa panik semakin menguasainya.

Pria itu tidak mempedulikan keterkejutan dan ketakutan yang jelas terpampang di wajah Flora. Dengan gerakan cepat dan kasar, dia menarik tangan Flora, menyeretnya masuk ke dalam kamar hotel.

Flora hampir tersandung saat pria itu membawanya masuk, tapi pria itu tak melepaskan genggamannya.

Pintu kamar tertutup rapat di belakang mereka dengan suara yang berat, dan tak lama setelah itu. terdengar bunyi klik kunci pintu. Flora melihat ke arah pintu yang kini terkunci, seolah itu adalah penghalang terakhir yang mengurungnya di dalam perangkap ini.

Flora mencoba menarik tangannya, meronta, tetapi kekuatan pria itu jauh lebih besar.

"Tolong ... lepaskan aku! Aku akan berusaha bayar utangnya, katakan jumlahnya dan akan aku usahakan!" teriak Flora, matanya mulai berkaca-kaca.

Namun, pria itu sama sekali tak mau menaruh iba, malah menatapnya dengan tatapan yang semakin menakutkan.

Dia mendekat ke Flora, membungkuk sedikit untuk menatap langsung ke dalam manik bening itu. "Jangan coba melawan. Flora. Semakin kau melawan, semakin sulit bagimu. Ini adalah bagian dari kesepakatan. Orang tuamu sudah menentukan nasibmu sebagai jaminan mereka!"

"Aku janji akan cari uang, atau pinjaman. Aku mohon ... lepaskan aku malam ini, aku tidak akan kabur ke mana-mana," rintih wanita cantik dalam balutan dress selutut berwarna hitam itu.

"Siapa yang memintamu untuk melakukan penawaran, hm? Aku tak butuh itu, yang ku butuhkan adalah ... tubuhmu malam ini!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AFTER THAT NIGHT (CEO)
8.8
Darren Hawk, CEO teknologi di New York, berencana melamar kekasihnya, Angela Rawllies, seorang desainer ternama di Paris. Namun, ambisi cintanya terhambat oleh perjodohan ibunya dengan Xavia Price, model papan atas dari kalangan elit. Meski Darren bertekad menjaga jarak, sebuah insiden dalam satu malam mengubah segalanya dan menjebaknya dalam dilema besar. Kini, ia harus memilih antara cintanya pada Angela atau tanggung jawabnya kepada Xavia yang mendesak.
Sampul Novel AKU dan MAS DIREKTUR
9.2
Ajeng bertekad kuat untuk kabur demi menghindari acara pertunangan dari perjodohan yang tidak pernah ia inginkan. Ia merasa sangat terdesak hingga mencari segala cara untuk melarikan diri. Namun, sebuah keberuntungan tak terduga justru berpihak padanya. Saat waktu yang ditentukan tiba, sosok pria yang dijodohkan dengannya ternyata tidak kunjung datang. Ajeng pun merasa telah memenangkan situasi sulit tersebut karena rencana itu gagal total.
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Cinta dan Gairah 21+ menyajikan antologi kisah romantis dewasa dengan beragam latar belakang karakter yang memikat. Mulai dari dinamika kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga pesona CEO dan manajer, setiap cerita dirancang untuk mengeksplorasi sisi emosional yang mendalam. Pembaca akan dibawa melintasi berbagai profesi, termasuk kuli bangunan dan para suami, dalam narasi yang memuaskan fantasi. Nikmati setiap alur cerita unik yang penuh gairah di buku ini.
Sampul Novel Dia Memilih Kebohongan, Aku Memilih Pergi
8.9
Setelah perjuangan panjang, aku berhasil menemukan adik iparku yang sekarat. Saat bergegas ke rumah sakit, aku terlibat tabrakan dengan mobil sport merah. Pengemudinya yang angkuh menuntut ganti rugi miliaran rupiah dan mengaku sebagai istri dari pewaris keluarga Blakely yang kaya raya. Aku terpaku menyadari bahwa wanita itu adalah selingkuhan suamiku sendiri, Nixon. Kini aku terjebak dalam dilema antara menolong adik Nixon atau membalas pengkhianatannya.
Sampul Novel Mantan Suamiku, Penyesalanmu Terlambat Sudah
8.7
Zahara tewas mengenaskan di gudang dingin saat hendak bersalin, dikhianati Ardy yang lebih memercayai Kamila dan Astrid. Setelah kehilangan nyawa dan bayinya akibat kekejaman mereka, ia terbangun di masa lalu sebagai putri tunggal keluarga konglomerat. Kini, Zahara tak lagi buta karena cinta. Dengan identitas aslinya yang penuh kuasa, ia bertekad menghancurkan Ardy serta keluarganya. Pembalasan dendam dimulai demi menebus setiap tetes darah dan rasa sakitnya.
Sampul Novel Perangkap Cinta CEO
7.9
Dahulu, Aidan Orlando Caesar adalah remaja obesitas yang menjadi korban perundungan kejam di SMA Woodstone Private. Luka terdalamnya disebabkan oleh Malikha Swan, gadis yang ia sukai namun justru menjebaknya hingga trauma. Dua belas tahun berlalu, Aidan bertransformasi menjadi CEO tampan yang tak lagi dikenali. Ia kembali untuk menuntut balas pada semua orang yang menyakitinya, termasuk Malikha. Kini, jebakan cinta dimulai demi membalaskan dendam masa lalunya.