APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sahabat Parasit

Sahabat Parasit

Bagi Riana, Sandra bukan sekadar kawan, melainkan saudara tempat berbagi duka. Ketulusan Riana terbukti saat ia membantu Sandra meraih posisi sekretaris pribadi dengan gaji besar di perusahaan suaminya, Andreas. Namun, kedekatan itu justru menjadi bumerang. Hasutan gelap mulai mengikis kesetiaan Sandra, mengubah persahabatan menjadi pengkhianatan. Saat ambisi membutakan mata hati, ikatan suci yang mereka bangun hancur demi godaan yang menghancurkan segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sementara Sandrapun juga sudah tiba di rumahnya. Sebuah rumah kecil sederhana yang ia tinggali bersama Ibunya. Sandra adalah anak satu-satunya. Ayahnya sudah meninggal lima tahun yang lalu, sehingga inilah yang membuatnya mau tak mau menjadi tulang punggung keluarganya.

"Minum teh angetnya dulu, San." ucap sesosok wanita tua di samping Sandra yang tengah memejamkan mata di atas sofa ruang tamu. Wajahnya memang terlihat sangat letih.

Sandra membuka matanya, "Makasih bu, harusnya Ibu nggak perlu bangun. Sandra bisa bikin tehnya sendiri. Ibu kan harus banyak istirahat." tutur Sandra lembut pada sang Ibu.

"Nggak papa nak. Cuma bikin teh ini kok." ucapnya sembari mengelus punggung putri satu-satunya itu.

Sandra segera meneguk teh manis yang disuguhkan oleh Ibunya. Hampir separuh gelas ia masukkan ke dalam tenggorokannya.

"Apa kabar nak Andre? Kira-kira kapan kalian akan segera memutuskan untuk menikah? Sudah cukup main-mainnya, San. Udah tiga tahu kalian pacaran. Umurnya juga sudah matang gitu. Nak Andre juga sudah mapan dengan pekerjaannya, mau nunggu apa lagi?" ucapnya tiba-tiba.

Mata Sandrina tiba-tiba melebar mendengar ucapan Ibunya.

"Bu, Sandra pasti menikah dengan Andre, tapi nggak sekarang. Sandra kan masih pengen ngejar karir dulu. Lagian masih umur 25 tahun. Masih banyak waktu." elaknya.

"Ibu ini sudah tua, Nak. Sudah sakit-sakitan juga. Ibu pengen lihat kamu menikah dengan orang yang kamu cintai, supaya Ibu bisa tenang saat nanti dipanggil sama yang kuasa, kamu sudah ada yang menjaga."

"Ibu sabar ya. Sudah nggak usah bahas masalah ini lagi. Sandra pastikan, nanti Sandra akan menikah dengan Andreas. Sekarang Ibu mending masuk kamar aja, istirahat ya."

Sandra kemudian menggandeng tangan Ibunya, menuntunnya ke arah kamar. Dia baringkan Ibunya dengan pelan, menutupinya dengan selimut supaya tak kedinginan. Kemudian meninggalkannya sendirian.

Sandra memang sudah terlalu dalam terjebak dalam permainannya sendiri. Yang awal tujuannya menjadi simpanan CEOnya adalah demi uang, demi membeli obat untuk Ibunya yang terkena penyakit jantungnya yang sudah parah. Membuatnya setiap bulan harus rutin mengunjungi dokter spesialis demi memperpanjang usianya, karena mengandalkan gajinya perbulan tidaklah cukup.

Namun kini berbeda cerita, Sandra sudah benar-benar menjatuhkan hatinya pada Andreas, suami sahabatnya sendiri. Ya, Riana adalah sahabat dekatnya. Rianalah yang merekomendasikannya untuk bekerja di perusahaan suaminya. Namun sekarang Sandra malah menjadi duri dalam daging dalam rumah tangga sahabatnya sendiri.

Setelah selesai makan malam, seperti biasa Riana akan mengantarkan Firza masuk ke kamarnya, lalu mendongengkan sejenak sepucuk cerita, sebagai pengantar tidur gadis mungil itu. Tak perlu menunggu begitu lama, 10 menit berlalu dan Firza sudah terlelap. Riana menutupkan selimut keatas tubuh bidadari kecilnya itu. Tak lupa jua ia sematkan kecupan manis di kening sang anak. Kemudian Riana meninggalkan kamar Firza menuju dimana Andreas sedang bersantai.

Riana terlihat mendekati Andreas, duduk di sampingnya.

"Pa, masak nggak kangen sama Mama sih." rayu Riana pada suaminya yang tengah asyik dengan game PS di layar televisinya.

"Iya, kangen dong sayang." sahutnya datar.

"Kangen tapi kok masih main gitu?" balasnya sembari bergelendotan manja di lengan suaminya.

Sejenak Andreas mempause permainannya, lalu menengok ke arah Riana yang seperti hasratnya sedang menggebu-gebu.

"Emangnya suruh main apa sayang?" ujarnya dengan nada genit balas menanggapi Riana.

"Main yang itu." sahut Riana lirih di telinga Andreas, lalu mencium lembut telingan suaminya.

Andreas paham dan ia tak bisa menolaknya. Empat hari tak bertemu tentu saja Rianapun pasti sangat merindunya. Andreas tak ingin ambil resiko, dia paham apa yang harus ia lakukan. Andreas tersenyum, lalu meletakkan stick game ke atas meja dan langsung menarik wajah Riana dekat ke wajahnya.

"Kangen dong sayang." ucap Andreas lalu memagut bibir Riana dengan lembut.

Seketika kedua suami istri inipun larut dalam suasana. Andreas segera membopong tubuh istrinya, menuju ke dalam bilik asmara mereka. Ia telakkan perlahan tubuh sexy Riana ke atas ranjang kenikmatan. Satu per satu helaian pakaian yang melekat di tubuh Riana ia loloskan, begitu juga dengan pakaiannya sendiri yang lelah tercecer di bawah lantai.

Gaya bercinta Riana dan Sandra memang terlalu berbeda. Riana dengan gaya pasifnya, yang tak banyak gaya ia kuasai, cenderung monoton yang membuat Andreas menjadi bosan, tapi tak ia perlihatkan. Cenderung Andreaslah yang mengatur tempo permainan saat diatas ranjang. Bahkan, belum genap satu jam bercinta Rianapun sudah kelelahan. Berbeda dengan Sandra yang dengan gaya agresifnya. Selalu membuat Andreas kewalahan menghadapinya, karena Sandra memang lihai memainkan peranannya. Semalam suntukpun Sandra mampu meladeni permainan Andreas. Mungkin itu yang selama ini Andreas cari dari Sandra, sedangkan Riana tak bisa memberikannya.

***

Pagi hari, di kantor.

Pukul 12.00 waktu makan siang, seperti biasa Andreas mengajak sekretaris pribadinya untuk makan siang di luar. Tak ada yang curiga, karena memang hal ini sudah sangat biasa.

Andreas dan Sandra melangkahkan kaki menuju luar kantor. Dengan menyelempangkan tasnya Sandra mengikuti dari belakang, kemana Bosnya melangkahkan kakinya. Di loby sudah ada Mang Sapni, sopir kantor yang selalu siap siaga mengantar kemanapun si Bos ingin pergi. Selain di kantor, Mang Sapni juga bekerja di rumah Andreas. Ketika Riana membutuhkannya segera, Mang Sapnipu akan segera kembali ke rumah dan melayani sang majikan.

"Ke resto Malabar ya Mang!" titah pak Bos pada sang sopir.

"Siap Pak." sahutnya lalu segera memacu kendaraan menuju resto yang dimaksud.

Tak ada hal mencurigakan selama perjalanan di dalam mobil. Sikap Sandra layaknya seorang bawahan yang hormat dan sopan terhadap atasannya. Mereka memang harus berpura-pura seperti itu, tak lain adalah demi menghindari prasangka yang tidak-tidak dari Mang Sapni.

Setibanya di resto Andreas dan Sandra segera masuk ke dalam, sedangkan Mang Sapni putar balik menuju parkiran untuk menunggu sang Bos.

Setelah mendapatkan meja, Andreas dan Sandra segera memesan makanan pada waitress disana. Walaupun sedang berdua, tapi mereka tetap harus menjaga sikap ketika berada ruangan terbuka seperti ini. Siapa yang tak mengenal Andreas, CEO muda sekaligus pemilik PT. Gran Pasifix. Semua orang mengenalnya.

"Mas, obat Ibu sebentar lagi habis, tinggal dua kali minum lagi." ucap Sandra membuka perbincangan.

Tanpa banyak bertanya, Andreas segera merogoh ponsel di saku celananya, mongotak-atik sebentar.

"Sudah aku transfer. Coba dicek." ujarnya santai.

Wajah sumringah Sandra terlihat begitu kentara, ia segera mengambil ponsel yang sedari tadi bersemayam di dalam tasnya.

"Makasih ya, Mas. Kamu emang paling ngerti kalau masalah kaya gini." balas Sandra dengan senyuman khasnya.

Andreas hanya membalas ucapan terimakasih Sandra dengan senyumannya.

Andreas memang bagaikan mesin ATM berjalan untuk Sandra. Berapapun uang yang Sandra minta, tak akan segan-segan Andreas berikan begitu saja.

Waitress berjalan menuju arah mereka duduk. Meletak satu per satu pesanan makanan dari pelanggan setia resto ini.

"Silahkan Pak, Bu dinikmati makan siangnya." ucap waitress dengan ramahnya.

"Iya, makasih Mbak." balas Sandra tak kalah ramah.

Waitresspun meninggalkan meja mereka.

"Nanti malam kita lembur ya!" ucap Andreas sembari melahab makanan yang sudah ada di hadapannya.

"Lembur? Bukannya tak ada banyak pekerjaan, Mas? Memang mau ngerjain apa sih?" tanya Sandra terheran.

Andreas terdiam sesaat, lalu menatap wajah simpanannya itu.

"Lembur pekerjaan yang satunya." ucapnya dengan memainkan kedua alisnya naik turun.

Seakan Sandra langsung memahami maksud dari bosnya itu, Sandrapun hanya membalas dengan senyuman nakalnya.

Mereka berduapun melanjutkan menikmati santap siang hingga selesai dan kembali ke kantor. Sesampainya di kantor mereka seperti biasa dengan peran masing-masing. Andreas melaju menuju ruangannya, sedangkan Sandra menuju ke ruang bagian marketing untuk mengecek persiapan meeting dengan klien lainnya.

"Mil, gimana persiapan buat meeting di Bandung minggu depan? Apakah sudah beres?" tanya Sandra pada Mila, sahabat Sandra di kantor.

"Siap bu sekretaris. Semuanya sudah 100 persen fix. Tinggal berangkat aja besok." balasnya mantap.

"Bagus bagus bagus. Lo emang bisa diandalin Mil, hehehe."

"Mila gitu." sahutnya membusungkan dada seraya menepuknya.

"Ya udah kalau gitu gue balik dulu ke ruangan ya. Lanjutin kerjanya."

"Siap buuuuu." balas Mila lalu diiringi tertawanya yang renyah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Dari Anakku
8.0
Dikhianati oleh orang terdekatnya, Anastasia Tillman kehilangan segalanya dalam satu malam kelam sebelum akhirnya diusir. Lima tahun berlalu, ia bangkit menjadi desainer perhiasan sukses yang mandiri bersama putra kecilnya. Namun, ketenangan hidupnya terusik saat seorang pria kaya hadir menawarkan pernikahan demi membesarkan anaknya. Meski Anastasia merasa tak butuh bantuan pria itu, kemiripan wajah sang putra dengan pria tersebut tak bisa diabaikan. Akankah ia luluh?
Sampul Novel Delapan Tahun Menjadi Istri Rahasia
8.0
Clara berharap kehamilannya mengakhiri rahasia pernikahan delapan tahunnya dengan David. Namun, penolakan keras David justru memicu konflik fisik yang fatal hingga Clara kehilangan salah satu janinnya. Sadar hanya menjadi pengganti, Clara yang semula lembut berubah dingin dan menuntut cerai. Kini, David harus menghadapi kehancuran rumah tangganya dan rasa bersalah mendalam saat melihat istrinya tak lagi peduli pada hubungan mereka yang penuh kepalsuan.
Sampul Novel Hasrat Istri Ketiga
8.6
Pasca lulus sekolah, masa depan Kiara hancur saat terpaksa menjadi istri ketiga CEO bernama Andra. Awalnya Andra hanya menginginkan keturunan, namun kini ia menuntut pengabdian utuh Kiara sebagai istri. Di tengah gejolak gairah yang menyiksa, Mimi sang istri pertama merasa terancam dan berupaya memisahkan mereka. Mimi memanfaatkan teman masa lalu Kiara untuk menghasutnya saat Andra mengabaikan kebutuhan batin sang istri. Akankah cinta mereka bertahan atau kandas?
Sampul Novel Jangan Pernah Menyentuh Anakku
9.5
Demi masa depan putranya, Aurora Elenna terpaksa menerima pernikahan kontrak dari Kaelan Dirgantara, CEO dingin yang dulu menghancurkan hidupnya. Namun, Kaelan tak menyadari bahwa Ravi adalah darah dagingnya. Kini, Aurora yang cerdas kembali dengan identitas baru demi menghadapi ancaman Selina Pramudya. Di tengah intrik perebutan harta dan rahasia besar, Aurora harus memilih antara membalas dendam atau jujur saat Kaelan mulai mencurigai identitas asli istri kontraknya itu.
Sampul Novel Menikah Dengan CEO Posesif
8.9
Sheila harus menelan kepahitan saat pernikahan impiannya dengan Bryan hancur seketika. Ia terpaksa menjadi istri Bara Alexander Rodriguez, pria berkuasa yang menjadikannya jaminan atas utang Bryan. Kini, Sheila terjebak dalam obsesi Bara yang posesif dan mengklaimnya sebagai milik pribadi. Di tengah rasa benci dan kecewa, mampukah Sheila bertahan menghadapi lika-liku rumah tangga yang rumit? Ataukah ada kebahagiaan yang tersisa dalam ikatan paksa ini?
Sampul Novel Perangkap Cinta Pebisnis Gelap
8.5
Arshia Clarikson adalah mantan atlet drift berusia 19 tahun yang dikenal cantik namun sangat keras kepala. Hidupnya yang bebas berubah menjadi rumit saat ia bertemu Dante Alghieri Kingston, pria 35 tahun yang terobsesi padanya. Bersama Dante, Shia merasakan sensasi mendebarkan antara perlindungan dan rasa sakit. Namun, tatapan Dante yang mengancam membuat Shia merasa terjebak dalam batas berbahaya yang kian mencekam dan sulit untuk ia hindari.