APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Salsa Meguno

Salsa Meguno

Salsa Meguno bukanlah lagi sosok gadis lemah yang mudah ditindas. Setelah melewati masa lalu yang penuh kegelapan, ia kini bertransformasi menjadi wanita tangguh dengan mental baja. Namun, tragedi memilukan yang merenggut nyawa seluruh anggota keluarganya meninggalkan luka yang sangat mendalam. Di tengah ketidakpastian ini, muncul sebuah pertanyaan besar: apakah Salsa akan memilih jalan balas dendam untuk menuntut keadilan atas kematian mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Jenderal Meguno kembali duduk di kursinya. Dia menyanggah dagu dengan kedua tangan dan berkata, “Salsa Meguno, aku bertanya sekali lagi. Kau yakin pada kepercayaanmu? Kalau kau tidak yakin, menyerah saja! Jangan berlagak menjadi seorang pahlawan yang dapat menghadapi semuanya seorang diri. Buang ide bodohmu itu dari kepala! Seseorang harus mengetahui batasan. Apa kau mengerti?”

Seorang Salsa mendengarkan dengan serius ucapan Meguno. Berwajah masam dan mendekat ke meja lalu menggebrak, "Aku tidak bisa tinggal diam lagi. Aku memang bodoh. Membawa ide-ide aneh dan membuat Anda dalam masalah selama beberapa tahun ini. Tetapi ….," Ia menundukkan kepala, satu tetes air mata jatuh di antara kedua tangan di atas meja dan tetesan lain menyusul.

Ia melanjutkan tanpa memandang ayah, "Jenderal Meguno Flash, aku bergabung dengan Akademi Militer karena rasa kagum pada Anda. Aku berpikir kalau Anda adalah seorang pemimpin yang baik dan dapat membuat perubahan pada negara ini. Sepertinya aku telah salah. Anda tidak berbeda dengan orang-orang yang duduk di belakang meja dan memberi perintah semau mereka. Mereka menikmati hasil usaha orang lain, dan mengambilnya sebagai jatah mereka. Tetapi…, Aku berharap kalau aku salah. Itu adalah laporanku."

Ia berdiri tegak dan memberi hormat, "Aku permisi. Salut!" Ia balik badan, dan berlalu dari ruangan. Dia berjalan hingga berbelok dari kantor, lalu berhenti. Kedua tangan mengepal erat, kemudian tangan kanan memukul dinding di lanjut tangan yang kiri.

“Brengsek!” Mata gadis ini berkaca-kaca.

***

Seminggu kemudian di Wilayah Barat.

Menggigil dan kekesalan melanda orang-orang yang bekerja di kebun. Di bawah hujan yang deras, mereka sedang panen buah ataupun sayuran. Bagi mereka, beberapa jadwal tidak boleh sampai terhambat karena bisa mengganggu aktifitas mereka yang lain.

Pada pagi hari, mereka bercocok tanam. Siang hari, mereka akan memanen di kebun hingga sore. Dan malam hari, adalah waktu bagi mereka istirahat untuk bekerja kembali keesokan harinya. Jam kerja mereka dimulai dari pukul enam pagi hingga tujuh malam.

“Cuaca yang tak bersahabat!”

“Kenapa hujannya deras sekali, sih?”

“Kalau mendung ‘kan lebih baik. Tetapi, kita harus segera mengumpulkan hasil panen apel hari ini. Mereka akan datang malam ini, bukan? Semuanya, ayo kita lakukan! Kalian semua mau segera pulang, ‘kan?!”

“Ya!” Seru semua orang dan mereka melanjutkan pekerjaannya kembali.

Di Akademi Militer di pinggiran Kota Antartika.

Seorang Salsa sedang berdiri di balkon sebuah gedung tinggi yang dindingnya berwarna cat putih. Dia menyanggah badannya di pinggiran pembatas dan menghela napas panjang, pasang wajah tak pasti dan bergumam, “Sudah seminggu sejak aku bertemu dengan Ayah. Mengapa belum ada pergerakan? Apakah karena Ayah takut membuat seluruh anggota Keluarga Flash dalam bahaya? Sungguh? Jika benar begitu, maka yang Ayah lakukan sudah benar. Tetapi... dia akan kehilangan aku. Benar ‘kan?”

Suara tangisan terdengar hingga tempat Salsa berdiri walau suara itu tipis. Karena dia berada di tempat tinggi, makanya masih mendengarnya. ‘Mereka sedang menyiksanya. Apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkannya? Aku harus berpikir dan tidak boleh membawa-bawa nama keluarga ini. Jika hanya aku saja yang berkhianat, maka akan lebih baik. Tunggulah sebentar lagi!’ batinnya.

Dalam Pelajaran Kelas Panah untuk Kelas Lima.

Para siswa berkumpul dan berbaring rapi di lapangan. Entah apa kaitan panah dengan berbaring saat terik matahari sedang menyengat itu. Mereka menghalangi terik matahari dengan tangan di depan wajah. Tak ada satupun siswa yang tak menggerutu kesal pada Bu guru Diana. Entah ke mana perginya Bu guru Diana. Meninggalkan para siswa begitu saja setelah memberikan perintah itu.

Sekumpulan prajurit berkuda meluncur. Terus meluncur dengan kecepatan penuh. Masing-masing orang memiliki busur di punggung dan anak panah terikat pada pelana kuda, yang dapat mereka jangkau kapanpun mau digunakan. Para pemanah berkuda, mereka mampu menarik busur dan melepaskan anak panah sambil bergerak. Mereka disebut Pasukan Pemanah Kuda (PPK).

Pasukan ini di bawah pimpinan dari Wilayah Timur. Yang memanggil ke akademi adalah Bu guru Diana dari kelas panah. Ada alasannya kenapa para siswa sekarang sedang berbaring di lapangan, untuk melatih pendengaran, fisik dan mental mereka.

Bagaimana cara mereka menghadapi hal serupa pada masa depan? Apa yang akan mereka lakukan saat berada dalam masalah mendadak? Hal itu butuh dilatih, bukan hanya teori yang dijelaskan dalam kelas saja atau buku.

Mereka sudah kelas lima, tentu akan menghadapi kejadian yang serupa nantinya. Mereka harus bertahan hidup di dunia yang luas dan tak punya belas kasihan. Untuk bertahan hidup, mereka butuh kemampuan dan kekuatan.

Akito dan Salsa termasuk dalam pelatihan kelas ini. Mereka merasa tanah bergetar seolah ada sesuatu di bawah. Mereka saling mendengarkan lebih serius lagi dan lagi, walau dalam kebisingan para siswa yang mengeluh dan menggerutu. Benar, apa yang mereka rasakan. Mereka bangkit, dalam posisi duduk mereka teriak, “Semuanya, segera pergi dari tempat ini!”

Beberapa siswa selain kedua siswa itu juga merasakan getaran, mereka bergegas berdiri dan timbul kepanikan dalam kerumunan di lapangan. Apa yang sedang terjadi? Dan, ke mana mereka harus melarikan diri? Karena bukan hanya dari satu arah asal suara raungan, tetapi mengelilingi mereka. Mereka pun menyadari kalau sudah terkepung.

PRITTT!!

Mirip sebuah tanda atau hal lain. Semua siswa bersiaga dan waspada terhadap sekeliling mereka. Lapangan ini mirip perbukitan karena ada dataran rendah dan tinggi. Apa yang ada dibalik dataran tinggi di sekeliling tak dapat mereka pastikan dan lihat.

Pasukan Pemanah Kuda berhenti tiba-tiba. Seorang yang memimpin dari barisan terdepan mengenakan jubah perang berbeda daripada semua anggotanya. Dia memberikan komando pada pasukan, “Bagi dua kelompok!”

Jumlah 100 orang dalam pasukan itu pun membelah diri, sekarang menjadi dua tim dan satu timnya 50 orang. Pemisahan itu mirip seperti seseorang sedang membelah jeli, yang lembut, teratur setiap sisi dan bagiannya hingga menjadi dua tim.

PRITT!!

Begitu suara itu muncul kembali, para pasukan kembali membelah diri tim dan menuju ke tempat yang berbeda. Tiap tim membelah diri mereka hingga satu tim terdiri dari dua orang. Satu orang penyerang dan satu lainnya sebagai pendukung.

PRIT! PRITT! PRITTT!

Para pasukan turun dari kuda sebelum melanjutkan tugas mereka. Mereka mengumpulkan seragam perang dan ganti dengan baju perampok yang telah tersedia. Lalu memulai operasi itu.

Anggota PPK sekarang sedang mengepung para siswa di lapangan hijau itu. “Kenapa ada perampok di sini?” tanya mereka yang kebingungan. Para siswa yang tidak terlatih ketakutan dan mengkhawatirkan keselamatan dirinya. Situasinya semakin tidak terkendali begitu ada beberapa siswa yang menjerit dan berlarian tanpa arah.

--BERSAMBUNG--

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balapan Terakhir Sebelum Dijodohkan
8.6
Raina, pembalap liar legendaris Jakarta berjaket kulit hitam, baru saja membuktikan ketangguhannya dengan mengalahkan Melia di lintasan balap. Namun, kejayaan di jalanan seketika sirna saat ayahnya memberi ultimatum keras melalui telepon. Ia dipaksa pulang untuk menjalani perjodohan dengan putra sahabat keluarganya. Di tengah kemelut batin dan air mata, Raina menolak menjadi boneka kendali orang tuanya demi mempertahankan kebebasan hidup yang ia cintai.
Sampul Novel Brontak Dalam Sempak
9.0
Ujang menantang Datok dengan penuh amarah demi menunjukkan kekuatannya yang selama ini terpendam. Meski baru berusia dua puluh tahun, ia kini mengerahkan seluruh kemampuannya melalui teknik Tisu Magic yang mengubah tubuhnya menjadi lapisan baja kokoh. Di sisi lain, Datok bersiap dengan jurus Telo Rasa Meki yang mengeluarkan uap panas membara. Keduanya melesat secepat kilat hingga menciptakan ledakan dahsyat saat ajian pamungkas mereka saling berbenturan di udara.
Sampul Novel Dalam Genggaman Sang Penguasa
7.9
Jonathan Smith berhasil mengubah nasibnya dari kemiskinan menjadi orang terkaya di kota Rivera berkat kecerdasan dan kerja kerasnya. Meski banyak rival bisnis dan musuh berusaha menjatuhkannya, ia tetap tak tergoyahkan di puncak kekuasaan. Kerajaan bisnisnya justru kian perkasa dan tak tersentuh setelah ia resmi menjabat sebagai Perdana Menteri. Kini, Jonathan berdiri angkuh mengendalikan segalanya dari kursi kepemimpinan tertingginya.
Sampul Novel Hidden Tea
8.2
Saat menghadiri pesta di Negeri Suwarna, Putri Mahkota Manggalya menerima kabar duka atas wafatnya sang ayah. Karena takhta tak boleh kosong, Pangeran Rahagi yang berusia sepuluh tahun pun naik takhta menggantikannya. Sang Putri yang terpukul memilih mengasingkan diri demi menenangkan jiwa. Namun, di bawah kuasa raja muda yang baru, Manggalya justru berubah menjadi kerajaan agresif yang terus memperluas wilayah kekuasaannya secara membabi buta.
Sampul Novel Pembalasan Istri Yang Teraniaya
8.8
Intan kehilangan kontak dengan suaminya, Franz, saat dinas luar. Sekembalinya ke rumah, sikap Franz berubah drastis menjadi kasar dan dingin. Ia bahkan membawa wanita baru sebagai istri kedua dengan alasan amnesia. Setelah pernikahan mereka hancur, Franz tidak menyadari bahwa Intan adalah sosok berkuasa dengan kekayaan luar biasa yang selama ini ia rahasiakan. Kini, saatnya Intan bangkit untuk membalas setiap penderitaan yang telah mereka torehkan padanya.
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 1
8.9
Suro Joyo memilih meninggalkan takhta Kerajaan Krendobumi demi menolong sesama. Dikenal sebagai Pendekar Rajah Cakra Geni, ia menjelajahi jagat raya hingga dijuluki Pendekar Kembara Semesta. Dalam perjalanannya, Suro terjebak perebutan Bunga Puspajingga, ancaman Dewi Pemikat, serta kehebatan Tombak Siung Sardula. Ia pun terseret konflik harta karun Goa Barong. Demi keadilan, Suro harus bertarung menghadapi kekuatan Putri Siluman Alas Waru.