APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Dewa Cinta

Sang Dewa Cinta

Terhimpit biaya kuliah, Radit nekat menjadi simpanan wanita kaya dan mendekati para perempuan kesepian demi uang. Target utamanya adalah Deska, adik kelas yang juga pewaris tunggal harta ayahnya. Meski Deska membenci Radit karena telah merusak keluarganya melalui hubungan gelap dengan ibu tirinya, benih cinta tetap tumbuh di antara mereka. Namun, rencana ini memicu murka sang ibu tiri yang siap menghancurkan hidup keduanya saat rahasia mereka terungkap.
Bab
Bagikan

Bab 1

Tok-tok-tok!

“DIT!”

Pintu kamar kos Radit diketuk seseorang di luar sana. Radit segera menghampiri dan membukakan pintu kamarnya. Dia melihat seorang ibu paruh baya berdiri di hadapannya, menagih bayaran uang sewa kamarnya yang sudah lama ditunggak beberapa bulan.

“Kapan kamu akan membayar uang kosnya, Radit? Bukankah ini sudah masuk bulan kelima?” tanya ibu kos garang. Wajahnya mirip sekali preman pasar. Ah, tidak. Bahkan, lebih parah dari itu. Ibu kos itu terlihat seperti debt collector yang galaknya melebihi anjing herder komplek situ.

“Maaf, Bu. Boleh saya meminta waktu beberapa hari lagi? Saya janji akan segera membayar uang sewanya,” sahut Radit. Dia menunjukkan raut wajah penuh penyesalan.

“Apa kamu bilang? Waktu?” Ibu kos mengerutkan keningnya hingga berlipat-lipat. Sambil berkacak pinggang ibu kos itu menunjuk-nunjuk jidat Radit seenaknya.

“Kamu itu sudah jadi mahasiswa abadi, pengangguran pula, Radit! Dari mana kamu akan mendapatkan uang untuk membayar tunggakan sewa bulananmu? Kamu itu sudah menunggak lima bulan,” Ibu kos memperingatkan Radit.

“Kuberi waktu sampai besok. Jika kamu tidak segera membayar uang sewanya, bersiaplah untuk pergi dari kosan ini. Mengerti?” tegas ibu kos. Wanita tua itu segera berlalu meninggalkan Radit.

“Ya Tuhan!” Radit hanya bisa mengelus dada sambil meratapi nasibnya yang malang.

“Makanya, Bro! Lo cari kerja sampingan sana! Jangan rebahan mulu!” ejek salah seorang teman kosnya yang kebetulan melewatinya.

“Gimana lo mau nyari kerja kalau seharian diam di kamar terus? Usaha dong, Bro! Ngapain kek, pacarin tante-tante kaya raya, kan bisa,” sindir satunya lagi, ngasih saran tapi yang unfaedah.

“Hush! Mana ada yang mau sama pengangguran macam dia. Heran aja, kok bisa-bisanya hidupnya santuy begitu. Sementara, dia kan banyak tunggakan utang-utang keluarganya di masa lalu,” teman di sebelah kamar kos Radit menimpali.

“Tidak semua orang bisa seberuntung kalian yang bisa dapatin kerjaan dan punya penghasilan bulanan setelah lulus kuliah,” balas Radit sambil tersenyum kecut. Dia masuk ke dalam kamarnya. Mengunci diri dan menutup diri dari pergaulan. Dia malas sekali nimbrung dengan teman-temannya.

Semua teman-teman kosnya menyarankan agar Radit lebih giat lagi dalam mencari pekerjaan. Bukannya tidak mau. Bukannya tidak berusaha. Tetapi, Radit masih belum mendapatkan kesempatan itu.

Ya, tentu saja Radit tahu mendapatkan pekerjaan sangatlah tidak mudah untuk saat ini. Bukan berarti dia juga diam saja. Dia sedang mengusahakannya kok. Hanya saja selama ini, usahanya belum maksimal.

Radit sudah mengajukan beberapa lamaran pekerjaan ke perusahaan-perusahaan. Namun, hasilnya sangat tidak memuaskan. Radit ditolak banyak perusahaan dengan alasan dia belum lulus kuliah. Sementara, yang dibutuhkan perusahan sekarang adalah orang-orang yang berkualifikasi dan sudah menyandang predikat 'freshgraduate'.

Radit duduk di depan komputernya. Pikirannya jadi kacau balau setelah ibu kos datang menagih uang sewa kosnya. Itu sangat mengganggu konsentrasinya yang sedang mengerjakan projek penelitian tugas akhirnya.

Radit tidak bisa berpikir jernih. Ejekan dan hinaan teman-teman kosnya kembali mengingatkan Radit pada penolakan-penolakan staf HRD perusahaan. Penolakan itu selalu terngiang-ngiang jelas dalam ingatan Radit.

Tidak hanya satu atau dua perusahaan yang telah menolaknya. Tetapi, banyak perusahaan yang seolah-olah kompak menolak keberadaannya. Lagi-lagi, alasannya karena Radit masih berstatus sebagai mahasiswa.

Karena belum membayar uang semesteran, akhirnya, mau tidak mau Radit juga harus mengulang lagi mata kuliah tugas akhir. Tentu saja, hal itu menjadi salah satu penghambat pergerakan Radit dalam mencari pekerjaan.

Teman-teman kerap kali mengejeknya. Ya sudah, terima takdir saja kalau begitu. Beruntung, dia masih memiliki kekasih setia yang selalu mendengar semua keluh kesahnya.

Radit segera menelpon kekasihnya, Tya. Berharap dia bisa menemukan solusi dari permasalahannya itu. Jika Tya mau membantunya, itu malah lebih bagus, pikirnya.

Panggilan sedang dialihkan. Tumben nomor telepon Tya tidak aktif? Radit merasa heran. Tidak biasanya Tya menonaktifkan ponselnya.

***

Keesokkan harinya, Radit masih berusaha menghubungi Tya. Kali ini nyambung kayaknya. Tidak lama kemudian, Tya pun segera menjawab panggilan teleponnya.

“Radit, ada apa? Aku masih ada kuliah,” Tya beralasan. Ketika dia menerima panggilan telepon dari Radit.

“Tya, aku ingin kita ketemu. Aku jemput kamu agak sorean di kampus, ya,” Radit menawarkan.

“Ooh, ya udah. Kebetulan, ada yang ingin aku omongin juga ke kamu, Dit. Kita ketemu di kedai kopi dekat kampus aja ya,” Tya menjanjikan. Oke, Radit setuju.

Selang beberapa jam kemudian, Radit pergi menemui Tya di kedai kopi sesuai janjinya. Radit begitu bersemangat sekali karena mau bertemu sang kekasih sore ini. Setelah mandi dan memakai pakaian yang bersih, Radit pun bergegas menemui kekasihnya.

Radit melirik jam digital di layar ponselnya. Lima menit lagi Tya keluar dari kelasnya. Jam kuliahnya sebentar lagi akan berakhir. Radit makin cepat berlari. Dia tidak ingin datang terlambat dan membuat Tya menunggu terlalu lama di kedai kopi itu.

“Nah, itu Tya!” Radit segera menghampiri kekasihnya yang sudah menunggunya dari tadi.

“Radit!” seru Tya. Dia melambaikan tangannya ke arah Radit.

Radit segera duduk. Ada apa? Kenapa tergesa-gesa sekali? Tya menghela napas panjang. Kemudian, dia memulai pembicaraan duluan.

“Kita … putus aja,” ucap Tya mengejutkan. Pernyataannya cukup membuat Radit melongo.

“Putus?”Radit bingung. “Kenapa?”

“Sorry, Dit. Aku nggak bisa nerusin hubungan kita lagi. Aku nggak bisa ngeharepin kamu. Mulai sekarang, aku bakalan fokus sama masa depanku aja,” jelas Tya. Penjelasan Tya tetap saja membuat Radit tidak mengerti. Kenapa tiba-tiba sekali kekasihnya itu minta putus darinya?

“Tya, aku janji sama kamu. Kalau aku bisa bahagiain kamu. Aku akan mencari cara agar bisa mendapatkan pekerjaan dan lulus kuliah tahun ini. Dengerin aku! Sebentar lagi penelitianku akan selesai. Aku akan perlihatkan dan buktiin sama kamu nanti,” kata Radit meyakinkan. Namun, Tya sudah tidak memercayainya.

“Nggak! Mau sampai kapan kamu menganggur, Radit? Bahkan, orang tuaku aja nggak pernah menyetujui hubungan kita. Percuma jika diteruskan. Buang-buang waktu. Jadi, sekarang kita jalani aja hidup masing-masing.” Tya memutuskan Radit secara sepihak.

“Tya,” cegah Radit. Dia meraih tangan Tya. “Tunggu Tya!”

“Dit, kita udah putus. Jadi, jangan ganggu aku lagi!”

Tya menepis lengan Radit dan tidak memedulikannya lagi. Dia segera berlalu dari hadapan Radit. Wanita itu berlari dan meninggalkan tanda tanya besar dalam benak Radit.

Radit merasa dunianya akan segera runtuh. Setelah tahu, pujaan hatinya memutuskan hubungan dengannya. Hal yang paling menyakitkan bagi Radit ketika dia melihat Tya berlari menuju sebuah mobil sedan mewah yang baru saja menjemputnya.

‘Hah! Jadi, karena itu alasannya,’ Radit mendengus kesal dalam hati.

“Karena ada cowok lain. Makanya dia mutusin aku.” Radit menyunggingkan senyum sinis. Dia sudah berburuk sangka duluan.

Tya memutuskan Radit dan pergi dengan pacar barunya. ‘Menyebalkan sekali!’ gerutu Radit sambil mengepalkan tinjunya.

Langkah Radit jadi gontai. Dia berjalan kaki dari kedai kopi menuju kosannya. Padahal jarak tempuhnya lumayan jauh. Namun, pria itu terus berjalan sambil menahan sedih di dalam hatinya. Dia patah hati setelah Tya memutuskan hubungan dengannya.

“Apa aku sudah tidak berguna lagi di matanya?” keluh Radit.

Sesampainya di kosan, Radit menghadapi masalah besar. Ibu kosnya sudah tidak sabaran menunggu kedatangan Radit di depan pintu kamarnya. Dari raut wajah Radit yang semrawut itu, Ibu kos bisa langsung mengetahuinya. Jika Radit gagal mendapatkan uangnya.

“Sudah kamu siapkan uangnya?” tanya Ibu kos galak.

“Saya belum .…” Radit gelagapan di hadapan Ibu kos. Dia sedang mencari-cari alasan. Sudah Ibu kos duga.

“Kemasi barang-barangmu dan keluar dari kamarnya. Sekarang juga!" perintah Ibu kos dengan nada tinggi. Emosinya meledak-ledak tak tertahankan lagi setelah melihat gelagat Radit yang nihil mendapatkan uang sewa kamar kosnya.

“Bu, tolong beri aku kesempatan satu hari lagi. Hari ini, aku sedang sakit. Sakit hati,” Radit beralasan.

Radit memohon dengan wajah memelas. Namun, Ibu kos yang kejam itu sudah tidak bisa menoleransinya lagi. Wanita tua itu keburu marah dan melempar barang-barang Radit ke jalanan.

“Suruh siapa kamu sakit? Makanya kalau miskin jangan sakit! Beli obat warung saja kamu tidak mampu. Nanti malah nyusahin orang di sini. Pergi sana!” usir Ibu kos.

“Bu, tolonglah! Satu malam saja. Izinkan saya tidur di kamar kosnya satu malam lagi,” mohon Radit.

“Enak saja! Kalau mau tidur dengan nyaman di sini, bayar dong!” ketus Ibu kos.

Radit terpaksa harus tidur di jalanan malam ini. Dia sudah diusir. Bahkan, sekarang Ibu kosnya telah menyita semua perangkat komputernya. Sebagai jaminan dan Radit harus menebusnya dalam waktu sepekan. Gila! Duit dari mana coba?

“Apa yang harus kulakukan sekarang?” Radit bingung. Lontang-lantung di jalanan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akibat Cinta Semalam dengan CEO
9.7
Pasca mutasi ke kantor pusat, Jeanne terjerat skandal satu malam dengan CEO barunya tepat saat ia masih terikat hubungan asmara. Nasib malang kian memuncak ketika terungkap bahwa bos tersebut adalah Alan Rasya Purnama, sepupu dari mantan kekasihnya sendiri. Kini, Jeanne terjebak dalam situasi pelik karena Alan mendadak sangat terobsesi untuk menguasai seluruh aspek hidupnya, mulai dari raga hingga jiwanya, tanpa memberikan celah untuk Jeanne melarikan diri.
Sampul Novel Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai
9.6
Terdesak utang, Lana menerima tawaran Valerie untuk menggoda ayahnya, Cedric Vellani, demi membatalkan pernikahan pria kaya itu dengan wanita pemburu harta. Namun, Cedric yang dingin tak mudah ditaklukkan. Lana justru terjebak dalam pesona sang target hingga hubungan transaksional mereka berubah jadi perasaan terlarang. Saat Valerie merasa dikhianati, Lana harus memilih antara uang atau cinta yang berawal dari kebohongan. Akankah ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Bayiku Bukan Untukmu
8.7
Nayla, asisten rumah tangga yatim piatu, terjebak dalam tragedi berdarah yang menewaskan majikannya. Setelah menyelamatkan bayi sang majikan, ia bertemu Arkan, pria misterius yang menawarkan perlindungan. Arkan mengajukan kontrak pernikahan senilai satu miliar rupiah agar Nayla bersedia menjadi istri palsu sekaligus ibu bagi bayi itu. Demi masa depan si kecil, Nayla setuju. Namun, rahasia dan bahaya mengintai saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.
Sampul Novel Dalam Pelukan (Sang ) CEO
9.1
Kevin Hadiwajaya, CEO sukses berjuluk monster berwajah malaikat, terobsesi menjadikan asisten pribadinya, Sarah Rania, miliknya seutuhnya. Namun, langkah Kevin terhalang oleh Hansen Rudolf, sahabat kecilnya yang juga mencintai Sarah dengan kelembutan. Di tengah persaingan sengit dua pria ini, Sarah terjebak dalam pertarungan emosi yang memilukan. Akankah ia bertahan dalam pelukan sang bos yang tegas, atau berpaling pada Hansen yang selalu menyapanya dengan kasih?
Sampul Novel DI JODOHKAN DENGAN PAK GURU
9.6
Alvino Rakha Satyawidjaya, putra tunggal konglomerat properti Asia, memilih mandiri sebagai guru meski bergelimang harta. Di sisi lain, Rachelia Amora Dirgantara adalah primadona SMA Cakrawala yang menjalin kasih dengan Leonel Grestavio. Hubungan harmonis mereka seketika hancur saat Rachel mengetahui rencana perjodohan dirinya. Tak disangka, sosok calon suaminya adalah gurunya sendiri di sekolah. Konflik pun bermula saat cinta dan kewajiban mulai berbenturan.
Sampul Novel Dijodohkan dengan CEO tanpa Hati
8.5
Satu bulan membina rumah tangga, Ana Puspita Ningsih belum pernah disentuh oleh Louis Kusnadi. Pernikahan paksa ini mempertemukan dua kepribadian yang bertolak belakang. Ana dikenal sebagai wanita penyantun yang tulus membantu kaum papa, sementara Louis adalah CEO arogan yang gemar menindas orang lain. Di balik kekayaannya, Louis sangat pelit dan kerap menyakiti hati istrinya. Ana kini harus bertahan menghadapi sikap suaminya yang sedingin es dan penuh amarah.