APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Mantan Kembali

Sang Mantan Kembali

Dituduh mandul, Aruna diceraikan Revan akibat tekanan mertua. Namun, insiden satu malam dengan pria misterius di hotel mengubah segalanya. Tiga tahun kemudian, ia kembali ke Canberra membawa seorang putra. Tak disangka, Presdir Dion Alverado mengklaim anak itu sebagai darah dagingnya. Di saat bersamaan, Revan datang memohon kesempatan kedua untuk menebus dosa masa lalu. Aruna kini terjepit di antara ayah biologis anaknya atau cinta lama yang ingin kembali.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hujan sore itu turun deras di Canberra, membasahi kaca jendela apartemen yang menjadi saksi hancurnya hati Aruna Prameswari.

Tangannya gemetar memegang surat keputusan cerai yang baru saja ia terima di pengadilan. Kertas itu terasa seperti pisau tipis yang menusuk lambat ke dadanya, memaksa setiap inci rasa sakit keluar bersama air mata yang selama ini ia tahan.

Empat tahun menikah dengan Revan Mahadipa, ia tak pernah menduga kisah mereka akan berakhir seperti ini. Bukan karena perselingkuhan, bukan pula karena pertengkaran yang tak kunjung usai, tapi karena satu hal-ia tidak bisa memberi keturunan.

"Aruna, kamu harus sadar. Revan butuh penerus," kata ibu mertuanya, Ratna Mahadipa, tiga bulan lalu. Nada suaranya dingin, tapi mata itu penuh kemenangan, seolah menunggu momen ini sejak awal.

Aruna masih ingat betul bagaimana ia duduk di ruang keluarga besar keluarga Mahadipa, memeluk lutut, mencoba meyakinkan mertuanya bahwa ia dan Revan masih bisa mencari solusi lain. Adopsi. Program bayi tabung. Apa saja.

Namun Ratna hanya menggeleng pelan sambil menatap Revan, lalu berkata, "Tak ada yang bisa menggantikan darah daging sendiri. Kalau kamu sayang Revan, lepaskan dia."

Kata-kata itu menancap di kepalanya hingga kini. Dan yang lebih menyakitkan-Revan, yang dulu selalu membelanya, hanya diam.

Sore ini, setelah proses sidang terakhir, Revan menemuinya sebentar di depan gedung pengadilan.

"Kamu yakin ini jalan terbaik?" tanya Aruna, suaranya hampir tak terdengar di tengah riuh hujan.

Revan menunduk, menghindari tatapannya. "Aku... nggak tahu harus bilang apa lagi. Ibu benar. Aku harus punya keluarga lengkap."

"Keluarga lengkap?" Aruna tersenyum pahit. "Jadi empat tahun ini, kita apa, Van? Hanya sepasang manusia yang menunggu waktu dibuang?"

Revan menggenggam tangannya sebentar, lalu melepaskannya. "Maaf, Aruna."

Maaf. Kata yang terlalu singkat untuk mengganti semua luka yang ia tinggalkan.

Malam itu, Aruna memutuskan menginap di sebuah hotel kecil di pusat kota. Ia tidak ingin pulang ke apartemen yang penuh dengan kenangan Revan. Semua sudut ruangan terasa seperti jebakan-meja makan tempat mereka merayakan ulang tahun pertama pernikahan, balkon tempat mereka berbicara hingga larut malam, bahkan sofa yang masih menyimpan selimut tipis pemberian Revan.

Hotel itu sederhana. Kamar 308. Ia hanya ingin tidur, menenangkan pikirannya, lalu memikirkan rencana besok.

Tapi nasib punya rencana lain.

Pukul sebelas malam, suara gaduh terdengar dari koridor. Aruna baru saja memejamkan mata ketika pintu kamarnya terbuka dengan kasar. Seseorang masuk, langkahnya tak stabil.

"Siapa-" Aruna terkejut, namun sebelum sempat berteriak, lampu padam.

Yang ia tahu, tubuhnya terperangkap di pelukan seseorang. Nafas pria itu berat, panas, dan tidak terkendali. Ada aroma alkohol yang samar bercampur dengan sesuatu yang asing-aroma manis menyengat yang membuat kulitnya merinding.

"Lepas..." suaranya tercekat. Tapi genggaman pria itu terlalu kuat.

Aruna tak tahu apa yang sedang terjadi. Ia mencoba mendorong, namun tubuhnya terasa lemah, pikirannya kacau. Semua berlangsung cepat. Ia hanya mengingat bagaimana lampu tak menyala lagi malam itu, dan wajah pria itu tetap tersembunyi dalam gelap.

Tiga tahun berlalu.

Aruna kini tinggal di pinggiran Canberra, bersama seorang bocah laki-laki berusia dua tahun setengah bernama Aiden. Anak itu memiliki rambut hitam legam dan mata cokelat tajam yang sering membuat orang berhenti sejenak untuk menatapnya.

"Aiden, ayo kita berangkat," panggil Aruna sambil merapikan kerah kemeja putihnya.

"Hari ini Mama kerja di kota?" tanya Aiden polos.

Aruna tersenyum, mengangguk. "Iya, sayang. Mama ada janji dengan klien. Nanti pulangnya kita beli es krim, ya."

Mereka berangkat naik bus menuju pusat kota. Hujan rintik kembali menemani perjalanan-seperti mengulang hari tiga tahun lalu.

Di sebuah kafe modern, Aruna duduk menunggu klien barunya. Ia kini bekerja sebagai desainer interior freelance, dan pekerjaannya mulai stabil. Namun saat pintu kafe terbuka, langkah seorang pria tinggi dengan jas hitam membuatnya menegang.

Pria itu-wajahnya terlalu sempurna, tatapannya terlalu menusuk-berhenti di depannya.

"Aruna Prameswari?" suaranya dalam, penuh wibawa.

"Iya, saya..." Aruna menatapnya bingung. "Anda-"

Tatapan pria itu bergeser pada Aiden, yang duduk sambil memegang mainan mobil kecil.

"Kau..." pria itu menunduk sedikit, memperhatikan wajah bocah itu. "Dia... anakku."

Aruna membeku. "Apa?"

"Aku Dion Alverado." Ia mengulurkan tangan, tapi tatapannya tetap pada Aiden. "Dan aku tidak butuh tes DNA untuk tahu. Dia darah dagingku."

Ucapan itu membuat semua suara di kafe lenyap dari telinga Aruna. Ingatannya langsung melayang ke malam di hotel tiga tahun lalu. Gelap. Nafas berat. Aroma asing. Dan sekarang... wajah pria ini, yang tatapannya seperti pernah menembus batas hidupnya.

Namun sebelum ia bisa berkata apa-apa, suara lain memanggil namanya dari pintu kafe.

"Aruna."

Ia menoleh-dan jantungnya seakan berhenti. Revan Mahadipa berdiri di sana, sedikit basah oleh gerimis, dengan senyum tipis yang entah mengandung penyesalan atau harapan.

"Kita perlu bicara," kata Revan.

Dion menatapnya dingin. "Sepertinya pembicaraan ini akan panjang."

Aruna sadar, hidupnya baru saja kembali masuk ke pusaran yang akan mengubah segalanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ceraikan Suami, Nikahi Adiknya
9.8
Setelah sepuluh tahun, Chloe Carlson memutuskan bercerai dari suaminya yang tidak setia, Vincent. Meski dituduh mengincar harta, Chloe pergi hanya demi membawa putri mereka, Mackenzie. Menjadi ibu tunggal tanpa kualifikasi membuatnya sulit mencari kerja. Terdesak, Chloe meminta bantuan adik iparnya, CEO muda Vernon Phoenix Gray. Namun, Vernon menawarkan posisi asisten pribadi dengan syarat pemuasan hasrat di ranjang. Kini Chloe terjebak antara rayuan Vernon atau kembali pada Vincent.
Sampul Novel Cinta Disisa Serpihan Hati
8.4
Niat Dania menolong Ilham dari kejaran orang asing justru berujung pada pernikahan siri akibat salah paham warga. Meski terikat secara mendadak, kebersamaan mereka saat berkelana ke berbagai daerah justru menumbuhkan perasaan cinta. Namun, keselamatan Ilham terancam oleh rencana jahat ibu dan saudara tirinya yang ingin menguasai warisan hotel ayahnya. Kini, Dania harus mendampingi sang pewaris dalam pelarian berbahaya demi mempertahankan hidup dan cinta mereka.
Sampul Novel Cinta Sang Pewaris
9.4
Nathaniel Albar, pewaris bisnis dingin yang terobsesi pada nama baik, bertemu Alya Nabila, gadis sederhana yang gigih. Awalnya, Nathan terus menguji dan mencoba menjatuhkan Alya setelah insiden wawancara kerja yang fatal. Namun, di balik sikap kerasnya, Nathan memiliki rencana terselubung saat merekrutnya. Ketika masa lalu kelam Nathan terkuak, Alya harus memilih antara cinta atau keselamatan diri. Mampukah ketulusan Alya mencairkan ambisi beku sang pewaris?
Sampul Novel Cinta Satu Malam
7.9
Niat Miranda untuk sekadar bersenang-senang berakhir petaka setelah ia terjebak dalam malam panas bersama Athes Russel. Situasi kian pelik karena pria itu ternyata rekan bisnis ayahnya sendiri. Meski Miranda berusaha keras menjauh dan menolak kehadirannya, Athes justru terus mengejar karena terobsesi dengan memori pertemuan mereka. Kini, Miranda terjepit di antara skandal terlarang dan bayang-bayang pria yang seharusnya tidak pernah ia sentuh.
Sampul Novel DESTINY
9.5
Zeline Zakeisha sering dikhianati karena kondisi genophobia miliknya. Demi kesembuhannya, sahabat Zeline mendaftarkannya ke situs kencan internasional. Di sana, ia terhubung dengan Ricardo Fello Daniello, triliuner asal New York yang muak dengan wanita pemburu harta. Meski terpisah jarak Indonesia-New York, kepribadian Zeline yang unik justru memikat Ricardo. Kini, mereka harus berjuang melawan trauma dan jarak demi membuktikan apakah takdir akan menyatukan cinta mereka.
Sampul Novel Dinodai Mantan Majikan
8.3
Demi biaya operasi ibunya, Anjani Aswari terpaksa menjual kesucian kepada majikannya, Barata Yudha. Konglomerat itu justru terus mengeksploitasi Anjani sebagai pemuas nafsu rekan bisnisnya di bawah ancaman maut. Saat Anjani hamil demi menghidupi adik-adiknya, Barata menolak bertanggung jawab dan menuduh bayi itu milik pria lain. Konflik memuncak ketika istri Barata, Ayudya, mengetahui skandal ini. Anjani yang menderita pun harus mengungkap kebenaran di tengah pengusiran.