APKDock Logo
Sampul Novel Sang Pemilik Rahim Pengganti

Sang Pemilik Rahim Pengganti

8.0 / 10.0
Demi melunasi utang ayahnya, Renata Larasati yang berusia 20 tahun terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pengusaha kaya bernama Danu Rahardianto. Istri Danu, Rubby Kirana, menolak hamil demi menjaga bentuk tubuhnya. Namun, penderitaan Renata tak berakhir setelah melahirkan. Rubby justru tega menjualnya ke mucikari demi uang. Di tengah keterpurukan sebagai penghibur, Renata harus berjuang keras untuk bangkit. Mampukah ia mengubah nasibnya yang tragis?

Sang Pemilik Rahim Pengganti Bab 1

“Ini serius, Sayang! Kalau kamu tidak mau memiliki anak, lalu bagaimana? Sedangkan baik aku maupun kamu adalah anak tunggal.” Danu Rahardianto berkata sembari memegangi kepala menggunakan dua tangannya.

“Loh, siapa bilang aku tidak mau punya anak, Mas?” tanya Rubby Kirana dengan nada kesal.

“Kamu sendiri ‘kan yang berkali-kali bilang padaku bahwa kamu tidak mau melahirkan anak?” ujar Danu Rahardianto kali ini sambil menatap sang istri dengan pandangan tajam.

“Aku bukannya tidak mau punya anak, Mas. Kamu salah mengerti! Aku mau kok punya anak, tetapi aku tidak mau melahirkan,” ucap Rubby Kirana santai.

Kedua mata Danu Rahardianto melotot kesal pada sang istri.

“Apa maksudmu berkata seperti itu? Untuk bisa punya anak ya jelas harus melahirkan dong!” ujar Danu Rahardianto mulai tersulut emosinya.

“Kata siapa harus melahirkan jika kita ingin punya anak, Mas. Kita ‘kan bisa juga mengadopsi anak,” tutur Rubby Kirana lagi.

“Adopsi anak? Rubby, kita berdua tuh dalam kondisi sehat dan baik-baik saja, masa sih kita mau adopsi anak? Lagipula aku ingin anak yang merupakan darah dagingku sendiri!” ujar Danu Rahardianto sudah tak mampu menahan amarahnya lagi.

“Ok, ok! Kalau itu memang maunya kamu, Mas,” kata Rubby Kirana akhirnya.

Danu Rahardianto menghela napas lega mendengar perkataan istrinya yang cantik dan sexy itu.

“Tapi, aku tetap tidak mau melahirkan. Aku tidak ingin tubuh sexy ku ini rusak akibat melahirkan,” ujar Rubby Kirana.

Danu Rahardianto melotot tajam pada Rubby Kirana.

“Apa lagi maksudmu, Rubby? Melahirkan adalah suatu kewajiban istri, masalah bentuk tubuhmu, bukankah setelah melahirkan kamu bisa olahraga dan diet sehat untuk mengembalikan tubuhmu ke bentuk semula?” ujar Danu Rahardianto mencoba memberi semangat pada sang istri.

“Apa?! Kamu pikir tubuhku ini akan bisa seperti semula, Mas? Walau olahraga atau diet, tetap saja ada yang kurang menurutku,” bantah Rubby Kirana tegas.

“Lalu, mengapa tadi kamu bilang mau punya anak?” cecar Danu Rahardianto bingung.

“Begini, Mas. Kebetulan aku punya teman seorang pengurus yayasan yatim piatu,_”

“Adopsi lagi maksudmu? Tidak!” sergah Danu Rahardianto menyerobot perkataan sang istri.

“Ih, dengarkan dulu dong, Mas! Kamu dengarkan aku dulu, sabar ya. Jadi, seperti yang aku bilang tadi, aku punya teman nih seorang pengurus yayasan yatim piatu. Kebetulan dia punya kenalan seorang ibu yang memiliki anak gadis. Anak gadis ibu itu sudah cukup usia untuk menikah, gadis itu sudah bekerja sebagai pelayan toko. Gadis itu cantik sekaligus penurut, Mas,” tutur Rubby Kirana.

“Kemana sebenarnya arah perkataanmu ini, Rubby?” tanya Danu Rahardianto dengan nada curiga.

“Maksudku, bagaimana jika kamu menikahi gadis itu dengan cara kawin kontrak? Hanya untuk sementara waktu, sampai dia hamil dan melahirkan anakmu, Mas. Bagaimana? Kamu setuju ‘kan?” kata Rubby Kirana dengan penuh harap.

Mulut Danu Rahardianto menganga, ekspresi wajahnya memerah karena marah.

“Apa kamu sudah gila, Rubby?! Kamu menyuruhku melakukan kawin kontrak dengan gadis lain? Apa kamu rela?” cecar Danu Rahardianto semakin marah.

“Ah, ‘kan hanya sampai dia melahirkan saja, Mas. Setelah itu ‘kan sudah selesai hubunganmu dengannya,” tutur Rubby Kirana.

“Kamu pikir gadis itu mau kuajak kawin kontrak?” tantang Danu Rahardianto mulai kehilangan kesabarannya.

“Eh, tenang dong, Mas! Gadis itu pasti mau. Temanku itu pernah cerita bahwa gadis itu sedang membutuhkan uang untuk melunasi hutang bapaknya, jadi aku yakin dia tidak akan menolak jika kita menawari dia sejumlah uang agar dia bisa melunasi hutang bapaknya. Bagaimana? Kata temanku, gadis itu cantik dan penurut,” kata Rubby Kirana mendorong sang suami.

Danu Rahardianto diam, dia duduk di sofa sambil memikirkan usulan istrinya itu.

“Bagaimana, Mas?” tanya Rubby Kirana ketika melihat sang suami terdiam.

Danu Rahardianto menatap sang istri dan berkata, “Apa kamu yakin kamu tidak masalah jika aku menikah lagi?”

“Yakin, Mas. Bukankah aku yang mendukungmu untuk melakukan kawin kontrak? Maka sudah semestinya aku siap menerima hal itu,” jawab Rubby Kirana meyakinkan.

“Lalu, yakinkah kamu bahwa aku dan dia akan bisa punya anak?” tanya Danu Rahardianto lagi.

“Pasti bisa, Mas. Sebelum kamu mengawininya, terlebih dulu kita suruh dia melakukan tes kesuburan dong,” kata Rubby Kirana.

“Tapi,” Danu Rahardianto tidak jadi melanjutkan perkataannya.

“Tapi apa, Mas? Sudahlah, lakukan saja. Lagipula apa yang perlu kita khawatirkan? Ayah dan ibuku juga sudah tidak ada, jadi kita tidak perlu meminta ijin mereka ‘kan?” ujar Rubby Kirana.

“Tapi apa yang harus aku katakan pada ibuku?” Danu Rahardianto bingung.

“Biar aku yang akan bilang pada ibumu,” jawab Rubby Kirana sembari tersenyum.

Danu Rahardianto kehabisan kata-kata. Laki-laki itu hanya duduk diam sembari memejamkan matanya.

***

Renata Larasati tidak bisa memejamkan matanya meski malam semakin larut. Di dalam kamarnya yang sempit dan hanya berdinding papan, Renata Larasati merasakan kedua matanya memanas. Tak berapa lama kemudian, butir-butir bening menetes dan mengalir melalui pipinya, Renata Larasati menangis.

Tadi sore, Tante Sonya bertandang ke rumahnya. Namun, kedatangan Tante Sonya sore itu tidak sendirian, dia datang bersama seorang wanita cantik yang kaya raya. Wanita itu mengendarai mobil sport hitam metalik yang elegan. Ingatan Renata kembali pada percakapan kedua tamu itu dengan ibu dan dirinya di ruang tamu rumahnya yang sederhana.

“Jadi, begitulah Bu Salma, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada Ibu dan Dik Renata, saya bermaksud meminta Dik Renata untuk menjadi istri kontrak bagi suami saya. Bagaimana menurut Bu Salma dan Dik Renata?” ujar Rubby Kirana.

“Tidak apa toh Bu Salma, ini kesempatan langka loh. Kapan lagi coba, Bu Salma dan Dik Renata bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Jadi, dengan uang itu Bu Salma bisa melunasi hutang suami Ibu, dan sisa uangnya bisa untuk kalian buka usaha,” kata Tante Sonya mendukung Rubby Kirana.

“Hanya sampai Dik Renata melahirkan saja kok,” kata Rubby Kirana menambahkan.

“Maaf, Bu Sonya, Bu Rubby, kalau saya sih terserah Renata saja. Bagaimanapun juga yang akan menjalani ‘kan Renata. Kalau saya sih, akan mendukung apa yang menjadi keputusan Renata. Buat saya yang penting Renata bahagia dan tidak terpaksa,” tutur Bu Salma sambil menoleh pada Renata Larasati yang duduk di sampingnya.

Kini, di atas ranjang tidurnya yang reot, yang selalu berdecit tatkala dirinya menggerakkan badan, Renata Larasati bimbang untuk mengambil keputusan.

“Seandainya bapak masih ada,” desah Renata Larasati lirih.

Jujur Renata Larasati merasa bimbang akan apa yang harus diputuskannya. Dia yang saat ini berusia dua puluh tahun harus memilih antara menjalani kawin kontrak demi uang untuk melunasi hutang bapaknya atau menolak kawin kontrak tetapi entah tidak jelas kapan dirinya dan ibunya bisa melunasi hutang sang bapak.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Sang Pemilik Rahim Pengganti

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Dunia Ratih Apsari runtuh usai memergoki pengkhianatan suaminya. Di tengah kesedihan pasca perceraian, sebuah kesalahan fatal membawanya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka menghabiskan malam bersama. Ternyata, Derryl adalah CEO baru di kantornya. Meski sempat menuduh Derryl menjebaknya, kedekatan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Ratih bimbang karena perbedaan status dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Akankah ia membuka hati atau kembali pada sang mantan?
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan