APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saya Pembunuh

Saya Pembunuh

Sinta Amelia dan Lembayung Rindu bersaing memperebutkan cinta Aditya Bagaskara, putra direktur rumah sakit kaya raya. Namun, hati Aditya justru tertambat pada sosok Dewi Utari yang sederhana. Persahabatan Sinta dan Lembayung hancur menjadi dendam membara yang tak terkendali. Di tengah amarah Sinta yang meluap, hanya dokter Hanum Permatasari yang sanggup meredamnya. Mengapa Sinta begitu patuh padanya? Misteri besar menyelimuti hubungan rumit di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab.2

Akhirnya Hanum dibawa pulang prof. Dr. Wijayanto dan istrinya ke rumah mereka. Sepanjang jalan , gadis kecil itu menangis di dalam mobil. Prof Dr Wijayanto mengelus-elus kepala gadis kecil yatim piatu itu sambil berkata...

" Hanum, mulai sekarang kamu memanggil saya papa dan memanggil istri saya dengan sebutan mama. Kami sekarang menjadi orang tuamu, nak Hanum".

Hanum diam tertunduk, pikirannya masih tertuju pada almarhum ayahnya . mobil berhenti di depan rumah besar dan mewah. Suami istri itu menggandeng Hanum memasuki halaman rumah yang luas penuh tanaman. 2 anak laki berdiri di depan pintu ruang tamu. Prof Dr Wijayanto memeluk 2 anak lakinya.

"Kita duduk dulu di ruang tamu. Papa dan mama mau bicara ".

Mereka duduk di ruang tamu. Istri prof Dr Wijayanto dengan lemah lembut dan keibuan berkata..

"Hanum, kenalkan itu Raditya dan Aditya , mereka berdua kembar , usia mereka 15 tahun kelas 3 SMP. Panggillah mereka dengan sebutan kakak".

Hanum mengangkat wajahnya melihat kedua kakak angkatnya .

Istri prof Dr Wijayanto juga berkata..

" Ini Hanum kelas 1 SMP, umur 13 tahun anak yatim-piatu. Ibunya meninggal tertabrak mobil waktu Hanum umur 7 tahun dan hari ini ayahnya

meninggal, baru saja selesai di makamkan. Mulai sekarang Hanum menjadi adik kalian ".

Si kembar menjawab ...

"Iya, ma".

______

Tiga tahun kemudian.

Hanum tumbuh menjadi gadis cerdas, sopan, baik . Alloh benar-benar baik memberi kemudahan pada Hanum untuk menyatu dan akrab dengan keluarga prof. Dr. Wijayanto . Selesai sholat magrib berjamaah di masjid dekat rumah langsung Hanum buru-buru pulang ke rumah.

" Assalam Mualaikuum, papa. "

Hanum mencium tangan papa angkatnya

"Waalaikum salam, Hanum".

" Mana mama ?".

" Di dapur bersama bibi Saidah ".

"Aku ke dalam dulu, pa".

Belum sempat papanya menjawab, Hanum sudah berlari masuk ke dalam rumah sembari berteriak..

" Assalam Mualaikuum ".

Mamanya dan bibi Saidah bersama membalas salam..

" Waalaikum salam".

Hanum langsung mencium tangan mama angkatnya dan tangan bibi Saidah.

" bi Saidah selalu menyembunyikan tangannya kalau aku mau mencium tangannya, ma".

Mamanya tertawa mendengar gerutuan Hanum. Bibi Saidah perempuan berusia 50 tahun adalah pembantu yang sudah bekerja selama 10 tahun di keluarga prof Dr. Wijayanto dan sudah di anggap layaknya sebagai anggota keluarga sendiri.

" Kenapa mama dan bibi Saidah di dapur, biar aku saja yang menyiapkan makanan buat makan malam".

Langsung Hanum menarik 2 kursi dapur.

" Mama dan bibi Saidah duduk di sini saja , dengarkan Hanum cerita".

Kedua wanita separuh baya itu tertawa. mamanya menjawab..

"Mau cerita apa, anak kesayangan mama ini ?".

Hanum memotong daging ayam sambil menjawab..

" Aku seneng sekali, ma. Besok 10 murid ngajiku ikut acara qatam Qur'an di masjid Akbar , ma. ".

Bibi Saidah menumpuk piring sambal l menjawab.

" Masya Alloh, Hanum perawan cantik sekarang hebat berkat didikan nyonya dan tuan ".

Istri prof Dr. Wijayanto tertawa kecil sambil memeluk bahu pembantunya.

" Yang hebat itu bibi Saidah rajin mengajari Hanum membaca Al Qur'an, sekarang Hanum jadi uztadzah di masjid depan rumah ini".

Bibi Saidah tersenyum. Hanum berteriak...

" Aku masak ayam kecap dan sup wortel. Sebentar lagi matang ".

Mamanya tersenyum, terbersit di pikirannya Hanum dulu gadis kecil usia 13 tahun yang sarat dengan kesedihan ketika dia dan suaminya membawa Hanum ke rumah ini sebagai anak angkat , sekarang Hanum berusia 16 tahun menjadi gadis Islam sholeha yang cantik, cerdas dan membanggakan dengan segudang prestasi. Rasa sayangnya pada Hanum benar-benar tidak bisa diragukan.

" Besok sore mama dan bibi Saidah ikut aku ke masjid Akbar ya. ".

Mamanya dan bibi Saidah beradu pandang sambil menjawab...

" iya , uztadzah Hanum ".

Langsung Hanum membalikkan badannya melihat bibi Saidah dan mamanya . Mata bulatnya yang bening terbelalak dan bibir mungilnya berkata...

" Panggil Hanum, jangan uztadzah Hanum. ".

Bibi Saidah dan mamanya tertawa terbahak-bahak, Hanum langsung bertopang dagu sambil berkata..

" kalian berdua curang, gangguin aku kan. Aku bikin sambal pedas biar kalian berdua kepedasan ".

Mereka berdua makin tertawa melihat tingkah Hanum yang langsung membuat sambal.

" Ayo saya saja yang naruh makanan ke atas meja makan, Hanum ".

" Jangan, bi Saidah. Biar Hanum saja yang membawa semua lauk ke atas meja makan " .

Bibi Saidah tersenyum, dia tak pernah menyangka kalau Hanum anak angkat majikannya ini benar-benar sopan dan menghargai dirinya meskipun dia hanya seorang pembantu yang bekerja di keluarga orang tua angkatnya Hanum.

" Ya sudah , saya panggil den Raditya dan den Aditya untuk makan bersama ".

"Iya , bi Saidah. Terima kasih".

Cekatan sekali Hanum mengatur lauk pauk , nasi, air minum di atas meja makan. Semua sudah duduk mengelilingi meja makan. Prof. Dr. Wijayanto menyentuh pundak istrinya..

" Ma, mana bibi Saidah ?. Harusnya dia duduk ikut makan bersama kita semua ".

" Iya, mama panggil bibi Saidah dulu ".

Langsung Hanum bangkit dari kursi sambil memeluk bahunya mamanya.

" Mama duduk saja biar aku ke dapur manggil bibi Saidah ".

Mamanya kembali duduk.

"Iya, Hanum ".

Hanum bergegas ke dapur, menarik tangan bibi Saidah.

" Ayo makan, bi Saidah. Papa dan mama sudah nungguin".

Bibi Saidah tak kuasa lagi menolak ajakan Hanum ke ruang makan.

Hanum menarik kursi ..

" BI Saidah duduknya dekat aku saja ".

Mereka makan bersama, memang prof Dr Wijayanto dan istrinya memperlakukan bibi Saidah sebagai bagian dari keluarganya. Itu alasan bibi Saidah makin betah bekerja di keluarga mereka. Selesai makan, prof Dr Wijayanto berkata..

" Bibi Saidah duduk dulu, ada yang harus saya bicarakan".

" Ya, tuan ".

Prof. Dr. Wijayanto menatap kedua anak lakinya.

" Alhamdulillah, Raditya dan Aditya sudah lulus SMA. Kalian berdua mau kuliah apa ?".

Raditya anak laki sulungnya menjawab..

" Radit mau kuliah manajemen di Amerika , pa".

Aditya adiknya menjawab..

" Adit mau kuliah pertanian di Tasikmalaya , pa ".

Papa mereka menjawab.

" Baiklah, papa dan mama mengirim Raditya kuliah manajemen di Amerika dan Aditya kuliah pertanian di Tasikmalaya . Kami harap kalian berdua bisa fokus kuliah sampai lulus ".

Kedua anak laki kembar bersamaan menjawab..

" Iya, pa".

Hanum dengan mata berkaca-kaca menatap kedua kakak laki angkatnya. Sambil menahan tangis Hanum berkata..

"Kak Raditya dan kak Aditya kuliahnya jauh-jauh terus aku sendirian di sini".

Semua melihat Hanum. Memang sejak Hanum menjadi adik angkat mereka, Hanum menjadi kesayangan 2 kakak kembar angkatnya. Aditya menjawab..

" Kalau liburan pasti aku pulang ke sini, dik Hanum. Jangan sedih, nanti aku bonceng kamu naik sepeda motorku keliling perumahan ini. ".

Hanum mengangguk sambil menjawab..

" Iya, kak Adit ".

Raditya menyodorkan piring berisi potongan buah mangga.

" jangan sedih , dik Hanum. Aku pasti rajin telpon kalian dan aku janji secepatnya selesaikan kuliahku di Amerika agar aku cepat kembali ke Indonesia ".

Berbinar-binar mata Hanum menatap kedua kakak angkatnya.

" Beneran ya, kak Radit dan kak Adit jangan bohongi aku ya !".

Kedua kakak kembarnya tertawa sambil mengangguk.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CODE: FAUST
7.9
Bumi menjadi neraka sejak 2028 akibat virus misterius yang mengubah makhluk hidup menjadi mutan mengerikan. Di tengah reruntuhan peradaban tahun 2036, faksi-faksi seperti The Government dan Black Beast saling berebut kuasa. Di dunia yang kejam ini, Dr. Plague, seorang profesor dengan masa lalu kelam, berjuang mengembalikan kedamaian demi menebus dosanya. Namun, ia harus menghadapi perang saudara dan radiasi sambil mengungkap misteri besar di balik wabah yang menghancurkan dunia.
Sampul Novel Ghost At School
9.0
Yui dan sahabatnya bertekad membebaskan arwah penasaran yang terjebak di sekolah. Namun, kenyataan pahit menghantam saat Yui menyadari melalui mimpi bahwa korban pertama adalah teman dekatnya sendiri. Penyelidikan mereka mengungkap fakta kelam bahwa dalang di balik teror ini merupakan anggota keluarga mereka yang mencari keadilan atas masa lalu. Di tengah tekanan batin dan misteri yang mencekam, mampukah mereka mengakhiri kutukan ini selamanya?
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
8.8
Bima lahir dalam keluarga sederhana yang terbelenggu kutukan iblis. Di desanya, Gunung Pengantin berdiri angker dengan legenda hantu pengantin yang kerap meneror pendaki. Suatu hari, Bima dan sahabatnya, Alif, melanggar pantangan gunung hingga Alif hilang menjadi abdi gaib. Saat dewasa, Bima harus memutus kutukan leluhur dibantu khodam warisan. Meski berhasil, ia harus kehilangan orang tuanya yang tewas dalam ritual gaib, menyisakan duka dan kesendirian mendalam.
Sampul Novel HILANGNYA JASAD KEMBARANKU
9.5
Kepergian Micail meninggalkan luka mendalam bagi Mecca, namun misteri hilangnya jasad sang kembaran justru membawanya ke ambang kegilaan. Ia tidak hanya harus bergelut dengan rasa duka yang hebat, tetapi juga obsesi untuk menemukan jenazah yang raib secara misterius tersebut. Teka-teki ini terus menghantui pikirannya, memaksa Mecca menelusuri jejak yang hilang demi ketenangan jiwa saudaranya yang telah tiada di tengah situasi yang kian mencekam.
Sampul Novel IPRIT
7.9
Di Kampung Keris, saat dunia persilatan dan hal mistis masih mendominasi, Wisaka bertekad membongkar misteri kematian tragis para pengantin baru. Para pria tewas usai malam pertama, sementara mempelai wanita diperkosa hingga membisu. Demi mengungkap kebenaran, Wisaka mempelajari ilmu kanuragan. Namun, perjalanannya penuh rintangan dari bandit, makhluk halus, hingga siluman yang menyamar jadi manusia. Mampukah ia menang, atau justru gugur di tangan iblis?
Sampul Novel Kutukan Selingkuhan
9.5
Rhino mengakhiri perselingkuhannya dengan Risa demi kembali ke pelukan sang istri. Namun, Risa yang murka melontarkan kutukan agar Rhino tewas dalam penderitaan. Tak lama, Rhino terserang berbagai penyakit misterius, mulai dari gangguan lambung hingga impotensi yang mengerikan. Di tengah keputusasaan, Rena sang istri mencoba menyelidiki latar belakang Risa. Ia justru menemukan fakta mengejutkan tentang sosok Risa yang sebenarnya jauh di luar nalar.