APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sekretaris Cantik Milik Tuan CEO

Sekretaris Cantik Milik Tuan CEO

Demi melunasi utang sang ayah dan biaya pengobatan ibunya, Nadira Angelista dijual oleh Om Sam kepada seorang CEO kaya raya. Berusaha lepas dari jeratan tersebut, Nadira justru terjebak saat bekerja di perusahaan Jovian Hadinata. Jovian adalah mantan tunangan yang dulu ia tinggalkan dan kini bertekad menuntut balas dendam atas luka lama. Di tengah bayang-bayang masa lalu, akankah jalinan kebencian mereka berubah menjadi cinta kembali?
Bab
Bagikan

Bab 3

Flashback.

"Perkenalkan nama saya Jonathan Aliansyah. Pindahan dari SMA Empat Lima, Bogor," ucap seorang cowok berambut lurus yang terlihat gugup itu sambil meremas sebuah pulpen di tangannya. Matanya yang menyapu ke seluruh ruangan pun menemukan pemandangan indah yang langsung menyita perhatiannya.

Bukanlah pemandangan alam yang selalu memberikan kesejukan ataupun sebuah lukisan Monalisa yang selalu membuat terpana walau ribuan kali ia melihat replikanya tergantung di sudut kamar. Namun, dialah Monalisa yang sesungguhnya. Dengan hidung mancung, rambut lurus sebahu dan kulit putih bersih tanpa cela. Sungguh, membuat dada Jo berdesir walaupun ia belum melihat wajah gadis yang sedang sibuk menulis di bukunya itu.

"Iya, cukup. Sekarang kamu bisa duduk di bangku yang masih kosong!" perintah seorang guru setengah baya yang langsung membuyarkan lamunan Jo. Jo pun mengangguk lalu berjalan ke arah gadis itu. Sebab, bangku yang dimaksud Bu Guru tadi berada tepat di belakang gadis itu.

Pandangan Jo yang hanya menatap ke arah gadis itu pun sampai tak melihat aksi jahil seorang cowok yang dengan sengaja menjulurkan kakinya. Tepat saat Jo akan melintas di sampingnya. Gedubrak!! Jelas saja Jo langsung terjatuh ke lantai.

"Hahahaha," tawa hampir semua anak di kelas itu serempak. Kecuali gadis yang sedari tadi menjadi pusat perhatian Jo. Gadis itu menggebrak mejanya dengan kesal. Hingga berbunyi…. Blak!!!

"Eh, Yoga!! Loe emang kebangetan ya. Salah apa dia sama elo sampai loe jahili dia kayak gini!" ucap cewek itu lantang.

"Sorry, Dir. Gue kan cuma bercanda. Nggak usah sewot juga kali, Bu Ketua Kelas," balas cowok yang di sebut Yoga itu. Nadira si cewek tadi pun sudah tidak menggubrisnya. Karena ia sedang membantu Jo berdiri.

"Sorry, ya. Yoga emang orangnya jahil. Tapi, dia baik kok," ucap Nadira dengan lembut.

"Iya, nggak papa," balas Jo sambil terus menatap Nadira dengan terpesona. 'Ternyata dia tak hanya cantik, tapi juga baik hati. Gue rela kalau harus jatuh berkali-kali kalau itu bisa membuat dia menolongku terus seperti ini,' batin Jo berkhayal.

"Oh, ya. Ini pulpen loe jatuh," ujarnya lagi sambil memberikan sebuah pulpen yang terlempar dari tangan Jo saat jatuh tadi.

"Terima kasih," ucap Jo tanpa mengalihkan pandangannya pada wajah Nadira yang begitu memikatnya.

***

Jo tersenyum mengingat kejadian itu. Meskipun kejadian itu sudah terjadi sebelas tahun yang lalu. Tetap saja dia tak pernah bisa melupakannya. Jo mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang.

"Atur gadis itu menjadi sekretarisku!" perintah Jo pada seseorang di seberang sana.

"Baik, Pak," balas Bayu, asisten pribadinya di seberang sana. Tut. Sambungan terputus. Jo tersenyum penuh arti sambil menatap lurus ke depan. Menerawang.

"Kau tidak akan pernah lepas dariku, Dira!" gumamnya lirih sambil tersenyum licik.

Sementara itu, Nadira segera menemui Om Sam untuk mengajukan protesnya. Sebenarnya dia sudah dihalangi oleh para bodyguard Om Sam. Namun, Nadira yang sudah berapi-api. Berhasil lolos dari penjagaan dan segera lari menuju ruang kerja Om Sam. Baru saja sempai depan pintu masuk ruang kerjanya. Ia mendengar percakapan lelaki itu dengan seorang perempuan.

"Hahaha. Sekarang anak malang itu akan menjadi ladang cuanku. Hahaha." Nadira mengurungkan niatnya untuk membuka pintu.

'Apa yang sedang dibicarakan oleh Om Sam?' batin Nadira. Lalu ia pun segera menempelkan telinganya di daun pintu. Untuk memperjelas indera pendengarannya.

"Hahaha. Kau benar, Sayang. Setelah kita menguasai semua harta milik Tanubrata. Sekarang kita manfaatkan anaknya untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi. Hahahaha," balas seorang wanita. Nadira menjauhkan kepalanya dari daun pintu itu sesaat.

"Tunggu-tunggu! Bukankah itu suara–"

"Woi! Sedang apa kau disini?" Para bodyguard Om Sam ternyata sudah menyadari penyusun Nadira. Sehingga langsung menyusul kesini. "Ayo, cepat pergi dari sini! Aku sudah memperingatkan mu agar tidak ke tempat ini sekarang! Tuan Sam sedang sibuk dan tak bisa diganggu."

"Sibuk? Memangnya apa yang sedang dia lakukan di dalam? Bercinta dengan istri orang?" Nadira sengaja mempertegas kalimat terakhir untuk menyindir dua sejoli di dalam ruangan itu.

"Jangan banyak bicara! Lebih baik cepat pergi dari sini!" Bodyguard itu meraih lengan Nadira lalu menariknya pergi. Nadira seketika berontak dan berhasil lolos. Dia langsung menggedor pintu kamar itu dengan sekuat tenaga.

"Tidak! Tidak! Aku tidak mau. Om Sam! Om Sam! Keluar kamu aku mau bicara!" teriak Nadira terus menerus. Akhirnya lelaki paruh baya berbadan gempal itu keluar juga.

"Apa yang sedang kau lakukan disini? Bukankah aku sudah memerintahkan kepadamu agar melayani Tuan Jo?"

"Apa? Jadi, kau benar-benar menjual ku?"

"Kalau iya kenapa? Kau mau melawan?" kata seorang wanita keluar dari dalam ruangan. Benar seperti dugaan Nadira. Wanita itu adalah Karmila. Ibu tirinya.

"Kau. Sudah kuduga! Kau yang sudah merencanakan semuanya. Apa kau tidak puas sudah membuat hidupku dan ibu menderita?" ujar Nadira dengan nada yang kian meninggi. Karmila berjalan mendekat.

"Hahaha. Maaf, Sayang. Aku memang bukan orang yang baik untukmu. Kau pikir aku peduli dengan apa yang terjadi dengan ibumu? Wanita bodoh seperti dia memang pantas mendapatkannya. Hahaha."

"Tidak. Ibuku wanita yang hebat. Kaulah wanita jalang di sini! Kau sudah merayu ayahku hingga dia mencampakkan ibu dan aku. Setelah itu, kau ambil semua kekayaannya bersama lelaki ini. Hingga ayahku memilih untuk bunuh diri. Sekarang apa yang kalian rencana? Ingin menjual tubuhku untuk mendapatkan uang lebih? Kalian berdua memang sudah gila harta!" Nadira ingin menyerang wanita itu tapi langsung ditahan oleh kedua bodyguard. Ia memberontak dari cengkraman bodyguard itu. Rasanya ia ingin menjambak rambut ibu tirinya itu dan melampiaskan semua kekesalannya. Akan tetapi, ia tak bisa melawan kekuatan kedua pria itu yang begitu kuat menahan tubuhnya yang lebih kecil.

"Kalau iya kenapa? Hahaha. Jangan banyak bicara! Ikat dia sekarang di kursi itu! Lebih baik mulai hari ini. Kau belajar bagaimana menyenangkan seorang lelaki. Sebab, harga jual tubuhmu akan semakin bertambah. Jika kau bisa membuat pelangganmu puas. Hahaha. Ikat dia disana!" perintah Karmila sambil menunjuk ke arah kursi rias yang ada di dalam kamar.

"Baik, Nyonya. Bodyguard itu segera melakukan Apa yang diperintahkan."

"Lepaskan! Lepaskan aku! Aku tidak mau! Aku tidak mau!" Nadira terus memberontak, tapi lagi-lagi semua usahanya sia-sia belaka.

"Sayang. Bagaimana dengan ideku tadi?" tanya Karmila manja sambil mendekati Om Sam.

"Sebuah ide yang sangat bagus, Sayang," balas Om Sam. Ia meraih tengkuk wanita itu lalu menciumnya sambil kembali masuk ke dalam dan menutup pintu.

"Lepaskan! Lepaskan aku! Aku tidak mau berada disini!" teriak Nadira.

"Nikmati saja tontonan ini, Anak manis! Suatu hari kau akan berterima kasih. Kepada kami berdua. Hahaha." Karmila kembali menertawakan Nadira. Sementara Om Sam sudah asyik membuka kancing baju wanita itu lalu meloloskannya begitu saja. Melihat gunung kembar milik Karmila yang masih terlihat ranum meskipun sudah tidak muda lagi. Ia segera melahapnya dengan rakus. Tentu saja hal itu menyebabkan Karmila mendesah-desah tak karuan. Nadira hanya bisa menangis sambil menutup matanya rapat-rapat. Sungguh, ia tak ingin berada di dalam keadaan seperti ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Hurt
9.1
Marilyn terjebak dalam fitnah keji setelah sebuah pesan singkat menjadikannya kambing hitam atas hancurnya hubungan sang kakak. Christian, sang miliarder yang murka karena reputasinya tercemar, menuduh Marilyn sebagai wanita haus harta yang licik. Sebagai bentuk pembalasan dendam, Christian memaksa Marilyn masuk ke dalam pernikahan yang ia janjikan akan menjadi neraka dunia. Di tengah tuduhan tanpa bukti, Marilyn hanya bisa terdiam menghadapi kebenaran sepihak mereka.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Billionaire
8.7
Hana terbangun dalam kondisi sangat terkejut saat menyadari ada sosok asing yang tidur di sisinya. Meskipun kesadarannya telah pulih sepenuhnya, ia merasa sangat bingung karena yakin dirinya belum pernah terikat dalam sebuah pernikahan. Kejadian tak terduga ini membuatnya mempertanyakan bagaimana orang asing tersebut bisa berada di ranjang yang sama dengannya. Sebuah misteri besar kini menghantui hidup Hana yang semula tenang dan sederhana.
Sampul Novel Kehidupan Istri Seorang Milyarder
8.4
Demi imbalan seratus juta, seorang wanita menyelamatkan pria yang ternyata miliarder paling berpengaruh di kota. Sang presiden kaya yang terobsesi mulai mengejarnya dan menawarkan mahar fantastis untuk menikah. Meski ditagih janji uangnya, sang wanita tegas menolak lamaran karena tidak tertarik pada sosoknya. Namun, pria dominan itu justru menaikkan tawaran menjadi satu miliar dan dengan berani mengajukan dirinya sendiri sebagai hadiah tambahan hadiah.
Sampul Novel MENGASUH TUAN MUDA
8.7
Edmund Bryan adalah pria kaya raya dengan pesona memikat yang mampu menaklukkan wanita mana pun. Namun, nasib sial menimpa Emerald saat ia secara tidak sengaja memecahkan guci antik milik Edmund yang sangat mahal. Terjerat utang sebesar $500.000, Emerald terpaksa menjadi pelayan pribadi pria angkuh tersebut. Di balik tekanan pekerjaan dan sikap keras sang tuan muda, Emerald perlahan mulai mengungkap rahasia terdalam yang selama ini disembunyikan oleh Edmund.
Sampul Novel My Fated Girl
8.9
Ranaya Arabella Raharja nekat meninggalkan rumah demi menghindari perjodohan. Namun, hidupnya berubah drastis saat sang ayah mencabut semua fasilitas mewah miliknya. Tanpa tabungan dan tempat berteduh, Rana terjepit dalam kesulitan. Di tengah keputusasaan, Aiden Saka Bumi yang merupakan atasannya menawarkan tempat tinggal. Meski Aiden sangat menyebalkan, Rana harus memilih antara harga diri atau tawaran sang bos yang menegaskan bahwa tidak ada hal gratis di dunia ini.
Sampul Novel MY HUSBAND'S A HANDSOME CEO
9.7
Mempunyai suami seorang CEO yang rupawan dan kaya raya memang menjadi impian banyak orang. Namun, di balik keberuntungan itu, tersimpan tantangan besar untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Ada banyak wanita di luar sana yang terobsesi dan siap melakukan segala cara demi merebut posisi sang istri sah. Anda harus ekstra waspada menghadapi berbagai godaan serta rencana licik yang mengincar kebahagiaan pernikahan Anda dengan sang pria idaman.