APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sekretaris kesayangan CEO

Sekretaris kesayangan CEO

Menjalin asmara dengan bos kaya bukan hal mudah bagi Yasmin Andara. Sebagai sekretaris cantik, ia harus menghadapi cobaan berat saat dipaksa menjauh dari CEO yang merupakan kekasihnya sendiri. Realitas pahit kini menguji keteguhan hati mereka di tengah tuntutan profesionalisme. Apakah cinta mereka mampu bertahan melewati rintangan ini, atau justru hubungan tersebut harus berakhir tragis? Ikuti perjuangan Yasmin mempertahankan cintanya yang penuh dilema.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Yasmin!" Kana berteriak dengan suara keras dari ambang pintu.

Wanita itu berlari sambil berteriak. Dia ingin segera tiba di meja rekan kerja dan sahabatnya. Yasmin yang awalnya fokus ke layar komputer hanya menggelengkan kepalanya, kaget dengan ulah Kana.

Di sisi lain, Kana yang sedang terburu-buru hampir menabrak beberapa karyawan lain yang sedang berjalan di sekitar ruangan.

"Ada apa, Kana? Kayak dikejar setan," sindir Yasmin dengan wajah datar.

Di saat Yasmin sibuk mengoceh karena ulah temannya, Kana malah menarik kursi kosong milik rekannya yang lain dan duduk dengan mata tertuju pada Yasmin.

"Kamu terlalu fokus ke komputer, sampai cuek sama gosip di perusahaan," canda Kana yang lagi-lagi membuat Yasmin menghentikan aktivitasnya.

Yasmin perlahan menarik napas dalam-dalam saat dia memalingkan muka dari layar komputer dan kemudian menatap Kana dengan fokus. Dia juga penasaran dengan berita yang dibawa rekannya.

"Oke, ada apa?" Yasmin bertanya perlahan.

Melihat reaksi Yasmin yang datar, bahkan tidak terkejut sedikit pun, membuat Kana begitu bersemangat namun tetap berusaha mengendalikannya.

"Astaga, Yasmin! Bagaimana mungkin kamu tidak mendengar gosip tentang pacarmu-"

"Sssst! Bisakah kamu mengecilkan suaramu!?" kata Yasmin sambil menutup mulut Kana lalu memeriksa keadaan di sekitar ruangan, "Bagaimana kalau ada yang mendengar?" Dia terus berbisik.

Kana dengan cepat melepaskan tangan Yasmin dari mulutnya dan kemudian mencicit, "Itu maksudku, kenapa kamu masih merahasiakan hubunganmu dengan CEO!? Lihat saja hasilnya ... CEO kita akan bertunangan dengan wanita lain."

"Apa!? M-mas Haris bertunangan dengan wanita lain!?" kata Yasmin dengan wajah kaget.

Kana mengangguk tegas lagi, membenarkan tebakan Yasmin.

Sejenak Yasmin tampak terkejut, alisnya berkerut diikuti perasaan aneh yang menyelimuti dirinya.

"Kamu kaget, kan? Aku juga," kata Kana lalu menyilangkan tangannya sambil bersandar di bahu kursi seolah tak bisa berhenti memikirkan gosip yang beredar.

Sementara Yasmin masih tenggelam dalam lamunannya, pikirannya tiba-tiba merasa panik mencoba menepisnya dan tidak mempercayai kata-kata yang baru saja didengarnya. Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan tatapan kosong.

"Tidak mungkin ... Haris tidak akan melakukan itu. Dia tidak mungkin menyakitiku," gumam Yasmin begitu rendah dan dalam.

Kini Yasmin semakin tenggelam dalam lamunannya, tampak tak percaya dengan rumor yang beredar, namun ia juga tak bisa menjamin karena kekasihnyapun belum berbicara apapun padanya. Seketika itu saja, pikiran yang mulanya dipenuhi rentetan urusan pekerjaan kini bertambah dengan kebenaran rumor tersebut.

Yasmin lalu menatap rekan kerja yang paling dekat dengannya selama ini, ia menggelengkan kepalanya perlahan dan mulai berkata, "Kamu tahu sendiri 'kan kalau mas Haris tidak mungkin seperti itu, Kana."

"Apa kamu yakin?" Kana menaikkan kedua alisnya, "Coba kamu tanya langsung sama pacar kamu itu," kata Kana yang tiba-tiba bangkit dari duduknya.

Tanpa berlama-lama lagi, Yasmin langsung merogoh saku blazernya dan mengeluarkan ponsel. Jari-jarinya kemudian sibuk mencari kontak telepon bernama 'Love' dengan emotikon cium yang terpasang. Namun sebelum sempat menghubungi Haris, gerakannya tiba-tiba terhenti saat Kana mencoba berbisik sambil meraih tangan Yasmin.

“T-tunggu, Olive ... "

"Apa lagi, Kana? Aku sedang berusaha untuk-" Kata-kata Yasmin berhenti tiba-tiba ketika dia mengangkat kepalanya dan melihat seorang pria bertubuh kekar dengan pakaian rapi dan rambut rapi yang mulai beruban.

Dengan kedua matanya membulat sempurna, Yasmin kemudian bergumam, "P-Pak Handoko??"

Ya! Handoko, pimpinan perusahaan itu dikenal tegas dan tidak pernah menunjukkan senyum ramah kepada bawahannya. Pria itu muncul dari balik pintu diikuti beberapa pembantunya yang berjas hitam hingga menarik perhatian seisi ruangan.

Handoko terus berjalan dengan tatapan tajamnya mengikuti setiap meja pegawai hingga ia berhenti tepat di meja bertulisan 'sekretaris' yang terpampang di atasnya. Tatapannya menajam saat melihat seorang wanita cantik berambut coklat yang sedang memegang ponselnya.

"Ehem ... jadi kamu sekretarisnya?" Handoko bertanya singkat.

Yasmin kemudian meletakkan kembali ponselnya dan bangkit dari kursinya dan segera membungkukkan badannya, tanpa lupa mengajak Kana untuk memberi hormat kepada pria yang berdiri di depannya.

"Selamat pagi, Pak!"

Handoko tidak menjawab, dia hanya mengangguk pelan. Tatapannya terus mengamati penampilan wanita yang selama ini bekerja dengan putranya, Haris. Pada akhirnya, pria paruh baya itu hanya menunjukkan senyum sinis pada dua wanita di depannya.

Kemudian sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, Handoko berkata lagi, "Ikut saya ke ruangan saya, ada hal penting yang ingin saya bicarakan."

Pernyataan itu tentu kembali mengejutkan Yasmin, karena baru pertama kali sang pimpinan ingin bertemu langsung dengannya.

"Ah! I-ya, Pak!" kata Yasmin, sedikit terbata-bata.

Handoko mengangguk puas. Tanpa berkata apa-apa lagi, pria itu langsung membalikkan badannya dan berjalan menjauh dari kamar sementara Yasmin masih berdiri dan memandangi punggung pria itu, ayah dari kekasihnya.

Setelah Handoko pergi, ruangan kembali ramai. Para karyawan tampak menghela napas lega. Namun berbeda dengan Kana yang khawatir dengan reaksi Yasmin yang terus diam dan menatap kosong ke arah pintu kamar.

"Yasmin?"

Satu panggilan itu tidak serta merta membuat Yasmin terbangun, sehingga Kana harus meninggikan nadanya sedikit sambil melambaikan telapak tangannya tepat di depan wajah rekan kerjanya.

"Yasmin Andara!?"

"Hmm?" Yasmin mengerjap lalu berdeham mencoba untuk menguasai diri.

"Astaga ... Aku ingin tahu untuk apa bos memanggilmu?"

Yasmin menggelengkan kepalanya dengan menggerakkan bahunya ke atas dan ke bawah, "Entahlah, tapi lebih baik aku ke sana dan memastikannya."

Tanpa berlama-lama lagi, Yasmin segera membereskan mejanya lalu pamit pada Kana dan buru-buru meninggalkan ruangan dengan langkah tergesa-gesa dan pikiran yang tak berhenti menebak-nebak apa yang akan dibicarakannya dengan sang pimpinan.

Melihat tingkah Yasmin yang seperti itu lantas membuat Kana heran sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, "Punya pacar orang kaya ternyata bikin pusing juga, ya!"

Sesaat kemudian, Yasmin tiba di sebuah ruangan luas dengan beberapa perabot mewah di dalamnya. Ia berhadapan langsung dengan sosok pria yang sangat disegani oleh seluruh staf dan karyawan perusahaan ternama ini.

Sedangkan saat ini Handoko tak henti-hentinya menatap sinis pada wanita yang berdiri di hadapannya, membuat Yasmin merasa sangat berdebar hingga tubuhnya gemetar tak tertahankan.

“Ehem …” Handoko kemudian membetulkan posisi duduknya dan berkata lagi, “Kamu tahu kenapa saya memanggilmu ke sini?”

Yasmin yang terkejut mendengar pertanyaan itu kemudian menjawab, "Maaf, Pak. Saya tidak tahu."

Situasi macam apa ini? Yasmin memang sudah sedikit terbiasa saat menghadap sang pimpinan perusahaan tempat ia bekerja, namun kali ini suasananya terasa berbeda dengan sebelum-sebelumnya bahkan membuat detak jantungnya bedebar tak karuan. Pun dengan rasa gugup yang mulai menjalari tubuhnya.

Sementara Handoko yang sejak tadi memperhatikan wanita di hadapannyapun tentu menyadari gelagat aneh yang ditunjukkan wanita itu, sampai membuat lelaki paruh baya itu berdecih perlahan, "Tch! Menjijikkan," batinnya sedikit mengumpat.

"Baiklah, mari langsung pada intinya, apa yang kamu inginkan dari putraku Haris?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahku, Penjahat Terbesarku
8.1
Zayden Alaric Veyra adalah pengusaha sukses sekaligus pemimpin organisasi Raven yang ditakuti. Meski dikelilingi wanita, hatinya tetap hampa hingga ia terpikat oleh Kaela Seraphine di sebuah pesta. Namun, Kaela bukanlah gadis biasa; ia memiliki misi rahasia untuk memburu sosok Raven. Saat takdir mempertemukan mereka dalam misi berbahaya, ketertarikan pun muncul. Kini mereka terjebak antara perasaan cinta yang tumbuh atau tuntutan dunia gelap untuk saling menghabisi.
Sampul Novel Belenggu Cinta Tuan Muda
9.5
Nara, putri pembantu yang polos, terjerat skandal kelam dengan Axel, sang tuan muda. Axel melecehkan Nara demi membalas dendam karena ibu Nara menjadi simpanan ayahnya. Namun, niat mempermainkan itu berubah menjadi rasa cinta yang obsesif. Axel tumbuh menjadi pria posesif yang membelenggu Nara tanpa ampun. Meski Nara berusaha melarikan diri dari jeratan itu, ia selalu tertangkap kembali. Akankah hubungan penuh luka ini berakhir bahagia atau justru tragis?
Sampul Novel Cinta Melawan Syarat
9.4
Demi kesembuhan sang ayah, Helena terpaksa menggantikan saudara tirinya menikahi pewaris kota yang tuli. Namun, malam pertama mereka justru diawali peringatan dingin bahwa pernikahan ini hanyalah bisnis. Helena harus bertahan menghadapi sikap suaminya yang sulit ditebak. Meski banyak yang meramal kehancurannya, sang suami justru menjadi pelindung utama. Saat kontrak usai dan Helena bersiap pergi, pria itu memohon sambil menangis agar ia tetap tinggal.
Sampul Novel Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya
8.2
Selena Hart terpaksa menerima tawaran gila dari Damian Jorch demi melunasi biaya medis tantenya. Ia dibayar satu juta dolar hanya untuk menjadi pengantin pengganti karena wajahnya sangat mirip dengan tunangan Damian yang hilang, Elsie Sonata. Rencana awalnya sederhana: Selena cukup berdiri di altar dan mengucapkan janji suci. Namun, kendali Damian runtuh saat ia mabuk dan menyentuh Selena. Kesepakatan kontrak itu kini berubah menjadi hubungan yang jauh lebih rumit.
Sampul Novel Kau Bukan Sahabatku-Kau Perusak Rumah Tanggaku
9.5
Putri Wijaya mengira empat tahun pernikahannya dengan Dimas Satria, seorang CEO sukses, adalah kebahagiaan yang sempurna. Namun, dunia wanita cerdas dan lembut ini runtuh seketika saat sebuah video membongkar pengkhianatan suaminya. Dimas ternyata telah menikah lagi secara diam-diam dengan Rina, sahabat yang sudah dianggap Putri seperti adik sendiri. Di tengah hancurnya kepercayaan, Putri harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang terdekatnya adalah perusak rumah tangganya.
Sampul Novel Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya
8.0
Pasca dikhianati dan dijebak dalam cinta satu malam, Alisa kembali ke kotanya membawa anak kembar. Ia bekerja di bawah Marvin, CEO brilian yang ternyata menjalani kehidupan ganda sebagai Primus untuk menyembunyikan jati dirinya. Takdir menjadi rumit saat Alisa menyadari Primus adalah pria dari masa lalunya. Kini ia terjepit di antara dua identitas pria yang sama. Akankah rahasia Marvin terbongkar? Bagaimana reaksi sang CEO saat tahu ia sudah memiliki dua anak?