APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Dunia Sekar runtuh seketika saat perselingkuhan suaminya terbongkar. Luka hatinya kian dalam karena wanita idaman lain itu adalah pengasuh anaknya sendiri, sosok yang selama ini ia percayai dan sayangi. Meski sang suami berdalih khilaf dan memohon ampun, Sekar sulit menerima kenyataan pahit ini. Terlebih lagi, sang pelakor ternyata masih berstatus istri orang dan dinafkahi suaminya. Akankah Sekar bertahan dalam pengkhianatan gila yang menghancurkan rumah tangganya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ridho!" kaget Sekar dan Zulfan bersamaan, saat-saat melihat putra pertama mereka yang sudah mulai mengerti.

Ridho mendekat ke arah kedua orang tuanya dengan mata yang berkaca-kaca. Dadanya terasa begitu sesak saat mendengar ucapan Sekar dan Zulfan membahas perpisahan.

"Mama, Papa. Abang tidak mau kalian berpisah! Abang mau kalian berdua itu akur, Abang tidak rela, kalau sampai kalian berdua berpisah! jika sampai itu terjadi, lihat saja Abang akan berbuat sesuatu yang membuat kalian marah. Karena perbuatan kalian juga!" ucapnya kembali dengan terdengar penuh ancaman.

Sekar tertegun mendengar perkataan dari putranya itu, hatinya dibuat semakin hancur. Anak sebesar dia sudah bisa mengancam orang tua nya.

"Abang tidak ingin kalian berpisah, lalu Abang tinggal sama siapa kalau kalian bercerai? jangan salahkan Abang bila suatu hari nanti menjadi anak yang Badung. Nackal dan aku bisa melakukan lebih banyak lagi agar kalian berdua puas." Sambung Rido dengan tatapan yang berkaca-kaca.

Sekar memeluk putra sulungnya dengan erat dan tangisan yang pecah. "Ridho tidak akan pernah mengerti permasalahannya apa, Ridho masih kecil dan tidak akan pahami apa yang Mama rasakan ini! hik-hik-hiks."

"Pokoknya abang tidak mau Mama dan papa berpisah, titik! aku benci sama Papa, aku benci sama Mama!" tangannya dengan cepat menepis rangkulan sang Bunda lalu berlari meninggalkan kamar tersebut.

Sekar menoleh pada Zulfan yang bengong. "Ini semua gara-gara kamu, Mas. Kamu sendiri yang sudah menghancurkan kebahagiaan kita selama ini. Aku tidak menyangka kalau kamu tega mengkhianati ku yang sudah berusaha menjadi istri yang baik, membela kamu di mata ayah dan ibu! ini balasan mu, Mas."

Kemudian Sekar berdiri, berjalan cepat menuju lemari dan mengeluarkan selimut, lalu dia menatap ke arah tempat tidur. Bikin dadanya terasa sesak bagai tertimpa batu besar. Terbayang setiap adegan suami dan selingkuhannya di kamar ini, yang menjadi saksi bisu kebejatan mereka berdua mengkhianati dirinya.

"Saya minta maaf, saya tidak akan mengulangi nya lagi." Imbuh nya Zulfan sembari menatap ke arah Sekar yang berdiri di dekat lemari.

"Mulai sekarang, kita pisah ranjang, percuma kita bersama pun. Kamu sudah tidak membutuhkan diri ku dan lebih butuh istri orang, silakan kamu di sini. Sebab aku tidak sudi. Najis bila harus tidur di sini lagi." Sekar mengayunkan langkah nya sambil memeluk selimut, ponsel dan laptop. Keluar dari kamar yang selama ini menjadi kamarnya.

"Dek, jangan gitu Dek. Tidak perlu kita pisah ranjang, aku bersumpah tidak akan mengulanginya lagi." Zulfan menyentuh bahu Sekar yang langsung di tepis.

"Aku jijik, Mas di sentuh oleh mu." Katanya dengan tatapan penuh kebencian pada Zulfan.

Zulfan tertegun melihat ke arah Sekar yang berjalan cepat keluar. Dada Zulfan terasa sesak juga, dan bingung harus bagaimana untuk bisa menyelamatkan rumah tangganya.

Sekar terus membawa langkahnya ke kamar sebelah, dia sudah tidak sudi lagi satu kamar dengan suaminya! rasanya jijik apalagi jika terbayang kelakuan dia dengan wanita lain yang tidak punya malu sama sekali, melakukan perselingkuhan di kamar pribadi mereka.

Sekar menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur yang lumayan empuk di sebuah kamar yang sebenarnya diperuntukkan bila kedatangan tamu yang menginap.

"Aku harus memikirkan gimana kedepannya Rumah tanggaku? gak mungkin aku melanjutkan rumah tangga dengan mas Zulfan yang sudah selingkuh dari ku." Gumam sekar sembari terus menjatuhkan air mata yang sulit dibendung.

Akan tetapi ... rasanya sia-sia jika Sekar harus terus-terusan menangisi perselingkuhan suami dengan pengasuh buah hatinya.

"Buat apa aku menangisinya? anggap saja kalau dia bukanlah laki-laki yang terbaik, karena buktinya dia sudah mengkhianati. Kalau dia cinta sama kamu menghargai kamu sebagai istrinya, tidak mungkin dia berbuat semacam itu. Kamu harus kuat sekarang dan jalani hidupmu dengan anak-anak!" Sekar menekankan pada dirinya sendiri bahwa dia harus bisa tegar demi anak-anaknya.

Semalaman Sekar tidak bisa tidur dan matanya pun sembab, tapi dia memaksakan diri untuk ke kantor dan akan menitipkan kedua buah hatinya kepada Mbak Siti. Kebetulan rumahnya nggak jauh dari kediamannya.

Namun sebelum nya, Sekar berpikir dulu matang-matang. Mbak Siti itu lebih muda usianya dari Mbak Fitri dan kebetulan dia pun tidak punya suami alias janda, sama wanita yang lebih tua dan bersuami aja Zulfan mau, apalagi sama wanita yang lebih muda. Akan lebih hancur nantinya, pikiran Sekar sudah menerawang jauh dan jelek tentunya.

Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membawa kedua buah hati ke rumah orang tuanya. Dan dia akan berusaha menjawab apapun yang jadi pertanyaan kedua orang tua Sekar nantinya. Sebab mereka pun pasti akan banyak bertanya kenapa anak-anak dibawa ke sana, apa ada masalah.

"Dek, kamu mau ke mana? dan anak-anak kenapa dibawa! aku kan ada di rumah, sedang gak ada kerjaan biar saja anak-anak bersama ku," kata Zulfan tatap matanya ke arah Sekar yang membawa tas anak-anak dan juga menggendong Shasa.

Namun Sekar tidak menyahut, dia menoleh pada putranya dan bertanya. "Beneran Abang tidak mau ikut Mama ke tempatnya nenek dan kakek?" Anak itu hanya menggeleng dan termenung di sofa, dia pun sudah siap untuk berangkat sekolah, sarapan dan bekal sudah Sekar sediakan.

"Dek kamu mau ke mana, ke tempat ibu? buat apa ke sana Shasa biar sama aku di sini kalau kamu mau kerja, kerja aja!" Lanjutnya Zulfan, biarpun tidak di sahut oleh sang istri dia mendekat dan mengambil Shasa dari pangkuan Sekar.

Bagaimanapun Zulfan merasa was-was, kalau Sekar pasti cerita semua kemelut rumah tangga mereka pada kedua orang tuanya.

Sekar tetap tidak menjawab dan dia membiarkan Zulfan untuk mengambil Shasa, lagian biar aja si bungsu bersama ayahnya, orang gak ada kerjaan cuman di rumah doang. Ada benarnya juga kalau Sasa dibawa ke rumahnya ibu ... Zulfan di rumah enak-enakan nggak ada yang diurus.

"Sayang, Mama mau berangkat kerja dulu ya!" Sekar menyimpan kembali tas milik si bungsu di atas meja, lalu mengusap rambutnya Ridho dan mencium keningnya. "Muach, Mama pergi bekerja dulu ya, belajar yang benar makanan juga uang bekalnya sudah ada di tas!"

Biasanya Sekar tidak pernah lupa menyalami sang suami dan mencium penuh hormat, namun setelah dia tahu kalau suaminya sudah mengkhianati, jangankan untuk mencium tangan. Bicara pun rasanya enggan.

Lantas Sekar memanaskan mesin mobilnya sebentar, sebelum yang dibawanya pergi meninggalkan rumah menuju kantornya yang selama ini sudah memberikan dia banyak uang. Sehingga kehidupan lebih mapan dari sebelumnya dan bisa menunjukkan pada semua orang kalau kehidupannya tidak susah! termasuk pada orang tuanya sendiri, meskipun dengan sekar yang harus banting tulang untuk merubah nasib, namun siapa sangka beginilah kenyataannya yang harus dihadapi saat ini. Pil pahit harus ia telan, suami yang dia cintai, dia hormati bagaimanapun kondisinya, telah selingkuh.

"Ibu, Ayah aku minta maaf, aku tidak mendengarkan semua kata-katamu yang sesungguhnya tidak pernah merestui aku dan mas Zulfan menikah." Gumamnya Sekar sembari menyetir, tanpa terasa air matanya pun rembes kembali.

Sekar berusaha membelalakkan matanya agar air mata itu tidak terjatuh lagi dan lagi. Ungkapan dari perasaan nya yang terluka, pedih, perih dan hancur tak berkeping.

Cekiiiittt.

Bersambung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir dari Penantianku
9.8
Menjalani hubungan bertahun-tahun membuat seseorang yakin telah menemukan pasangan hidup yang ideal. Namun, realita pernikahan jauh lebih rumit saat dua kepribadian asing harus menyatu dalam satu atap. Ujian demi ujian mulai menggoyahkan fondasi rumah tangga mereka hingga konflik tak lagi terbendung. Meski telah lama bersama, perbedaan yang tajam memicu kegagalan fatal yang membuat perpisahan menjadi satu-satunya jalan keluar yang tak terelakkan.
Sampul Novel (Bukan) Salah Jodoh
8.9
Nayra Alfarani terjebak dalam pernikahan yang terasa salah. Di tengah kehancuran hari bahagianya, ia justru dipersatukan dengan Cakra Yudhistira, pria yang bersikeras bahwa mereka bukanlah jodoh. Meski kini menyandang status sebagai istri Cakra, hati Nayra masih terpaku pada sosok Ezhra. Konflik batin dan penolakan mewarnai awal hubungan mereka, saat keduanya meragukan takdir yang memaksa mereka terikat dalam janji suci yang tidak pernah mereka harapkan.
Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO
8.8
Terjebak tantangan teman saat mabuk, Prakas menghabiskan malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi utang ibunya. Setelah mengusir Miona, Prakas terkejut mendapati gadis itu adalah putri Pak Imam, sosok OB yang ia anggap ayah sendiri. Berniat menebus kesalahan, Prakas melunasi utang keluarga Miona dan memintanya berhenti dari dunia hitam. Namun, Miona yang terluka justru menolak belas kasihan itu dan bertekad membayar balik semuanya.
Sampul Novel Cinta Setelah Menikah
9.4
Bunga, wanita cantik dengan bayang-bayang masa lalu, dipertemukan dengan Rio Xen Zhin. Rio adalah CEO asal Jepang yang kaya, berwibawa, namun sangat dingin. Sosoknya sangat mirip dengan mendiang mantan tunangan Bunga yang telah tiada. Rio memutuskan untuk menikahi Bunga hanya demi membalas sebuah jasa. Di tengah pernikahan tanpa cinta ini, mampukah Bunga merelakan masa lalunya dan menghadapi kenyataan bersama pria yang memiliki wajah serupa?
Sampul Novel Collateral Fate
9.5
Letnan Arya Pradipta dari pasukan khusus mengemban misi berisiko tinggi demi menyelamatkan Alana Weston, relawan yang diculik teroris internasional. Namun, operasi rahasia ini berubah menjadi perjuangan hidup mati saat mereka terjebak di zona musuh yang berbahaya. Arya segera menyadari bahwa penculikan Alana bukan sekadar aksi kriminal biasa, melainkan bagian dari konspirasi politik besar yang mengancam keselamatan mereka di tengah pelarian.
Sampul Novel Hari Pernikahannya, Pembalasan Dendam Sempurnanya
9.2
Dahulu aku menyelamatkan Arya Wicaksana, membangunnya menjadi raja bisnis, dan menikahinya secara rahasia. Namun, ia mengkhianatiku dengan menyebutku beban dan menghancurkan klinik kenangan putri kami demi kekasih barunya. Arya menyalahkan ambisiku atas kematian anak kami, berusaha menghapus jejak masa lalu kami sepenuhnya. Ia pikir ia telah menang, namun undangan pernikahannya justru menjadi awal kehancurannya yang akan aku eksekusi tepat di hari bahagianya.