APKDock Logo
Sampul Novel SENANDUNG CINTA

SENANDUNG CINTA

8.3 / 10.0
Kisah ini menyoroti perjuangan luar biasa seorang wanita tangguh dalam membuktikan eksistensinya kepada dunia melalui kekuatan cinta. Lia telah memantapkan hati untuk mengungkapkan seluruh perasaannya di momen yang paling sempurna. Dengan keyakinan penuh, ia merencanakan masa depan yang indah bersama Rangga. Takdir membawa langkah mereka menuju Negeri Sakura, Jepang, tempat di mana janji suci pernikahan akan mengikat cinta sejati mereka selamanya.

SENANDUNG CINTA Bab 1

Aku mencabut cincin di jari manisku, teringat kembali cincin emas ini adalah pemberian Bram. Tepatnya ini adalah cincin pernikahan aku dan Bram lima tahun silam. Air mata yang kembali ingin terjun bebas, aku tahan sekuat tenaga.

"Mas. Pasangkan cincin ini pada Lusi.!

Ku ulurkan kedua tangan ini, seraya menghiasi senyum di bibirku.

Bram tertegun, lalu menatap mataku dengan penuh rasa kasih sayang, mengambil cincin itu dari tanganku, seraya memeluk tubuh ini dengan hangat.

"Cepat Mas. Pasangkan cincin itu di jari tangan Lusi"

"Lusi, hayoo ulurkan tanganmu" ku raih tangan sahabatku ini, yang sedang kikuk tidak tau harus bagaimana menghadapi situasi sa'at ini.

Tangan Bram yang sedikit bergetar, mulai memasangkan cincin di jari tangan manis Lusi, keduanya seperti boneka yang di kontrol oleh tuannya, menurut tanpa ada kata-kata yang bisa keluar di mulut mereka.

"Mas, ngomong dong.! MAUKAH ENGKAU JADI ISTRIKU." Aku kembali mengajarinya, kata-kata untuk melamar.

Mereka hanya saling pandang, lalu melihat ke arahku, gelak tawa dari ketiga orang menggema di dalam ruang kamar Poskemas, untung tidak ada orang selain mereka bertiga.

****************

Ini gara-gara si Alifa, yang pura-pura pingsan segala, pakai acara di bawa ke PUSKESMAS lagi, jadinya aku yang harus mencuci piring-piring kotor ini. Siapa suruh jadi menantu enggak bisa hamil, padahal sudah 5 tahun mereka menikah, di bentak-bentak sedikit nangis cengeng sekali.

Jangan-jangan ini cuma akal-akalannya supaya dapat perhatian Bram, biar dia bisa mengusirku di rumah ini. Coba aja kalo dia berani ngadu sama Bram, awas kamu Alifa. Dari pada aku suntuk di rumah sendiri'an, sebaiknya aku pergi ke rumah Azizah.

Tok...Tok...Tokkk..

"Zah, buka pintu ini aku, Tina.!"

"Tina. Tumben sudah siang baru kesini," ucap Azizah, mendengar orang di balik pintu adalah adiknya.

"Ini gara-gara menantuku si Alifa, pake acara pingsan, dan di bawa ke Puskesmas"

"Puskesmas.? Pingsan,? emang ada apa? dengan menantumu itu. Apa dia hamil?"

"Hamil, mana mungkin. Wanita mandul seperti dia, ia tidak bisa memberi keturun untuk anak ku."

"Seharusnya kamu sebagai Mertua, harus membantu dia juga,"

Azizah tau bahwa Tina tidak cocok dengan menantunya, padahal Alifa adalah anak yang penurut dan sangat sopan kepada orang tua.

"Aku?. Membantu dia,!" ucap Tina yang mengacungkan telunjuknya ke wajah.

"Asal kamu tau Zah. Dari awal aku tidak merestui mereka menikah.

Bram seorang Pengusaha, tidak pantas bersanding dengan Alifa yang hanya Wanita pengangguran, cuma lulusan SMK"

"Aku pusing, ngomong sama kamu, lebih baik kamu pulang, aku ada urusan dan mau ke BanjarMasin malam nanti.”Azizah yang males berdepat mendorongnya ke luar rumah.

*Esok Harinya*

Suara burung-burung mulai berkicau, embun-embun yang membasahi helai daun dan bunga yang subur tumbuh di taman rumah, mata hari mengeluarkan cahayanya dengan gagah, kilauan cahayanya menebus di celah horden kamar, sepasang suami istri.

"Mas, bangun udah pagi Sayang.!"

Alifa mengecup pipi suaminya.

"Alifa, pagi-pagi sudah bikin aku enak aja"

"Aku mencintaimu Mas"

"Aku juga Sayang"

Pelukan hangat di pagi ini membuatku merasa tenang.

"Mas, aku minta kamu secepatnya, menikahi Lusi."

Ku dorong tubuh Bram, dan menatapnya serius, ku tekankan bahwa keinginanku tempo hari tidak mai-main.

"Alifa, sebaiknya kamu pikirkan lagi, apa yang kamu ucapkan itu, kamu pikirkan lagi resikonya, setelah nanti terjadi pernikahanku dengan Lusi."

"Mas, aku sudah yakin. Insya allah ini adalah jalan takdirku untuk menjadi Istri sholeha, aku hanya ingin kamu mempunyai keturunan, walaupun bukan

denganku."

Hembusan nafas kasar dari Bram, tanpa jawaban ia turun dari ranjang dan mengambil handuk bergegas melangkah pergi ke kamar mandi. Aku yang baru keluar kamar di kejutkan dengan mertuaku Tina, ia menatapku dengan tatapan tidak suka, seraya melangkah melewatiku, aku abaikan saja dari pada nanti mulut nya itu berucap macam-macam, malah bikin sakit hati lagi, dengan langkah cepat aku buka kulkas mengambil susu murni yang ku tambahkan air panas lalu ku seduh dengan 20 kali putaran, Kembali lagi ku ambil dua potong roti, segera aku panggang.

"Sarapan, kok enggak ngajak-ngajak"

Dengan wajag sinis Tina duduk di kursi meja makan

"Alifa sudah buatkan tiga gelas susu, kita barengan sarapannya sama Mas Bram."

"Hallah, Alifa- Alifa, kamu cuma mau minta pujikan, biar kamu enggak di bilang pemalas."

"Astagfirullah, Ibu. Alifa enggak ada maksud seperti itu, Alifa cuma menjalani kewajiban seorang Istri, melayani semua kebutuhan kalian."

"Jangan sok rajin deh kamu, melayani semua kebutuhan kami."

"Ada apa sih? pagi-pagi sudah ribut.!" Kehadiran Bram membuat mereka terkejut.

"Ayo, Mas. Sarapan dulu" Ku susun gelas dan piring yang menampung sepotong roti, untuk sarapan di pagi ini.

"Bram, kalian menikah sudah memasuki lima tahun. Kapan kalian punya anak.?

Mama malu setiap kali arisan selalu di tanyai kapan punya cucu,? sama teman teman Mama"

"Ma, mungkin kami belum di beri sama allah aja, sehingga belum di kasih anak"

"Istri kamu ini emang mandul, jelas-jelas mandul. Tidak ada harapan untuk kalian punya Anak."

Aku hanya menunduk, mendengar Ibu dan Anak ini bicara. Roti yang ku panggang tadi seakan tidak menimbulkan rasa panas sedikitpun, hingga ku telan tanpa ada rasa. Justru panas di telinga sampai ke ulu hati, ingin rasanya aku teriak di wajah Tina ini, bahwa aku memang mandul dan itu juga bukan kehendak ku, tidak ada wanita di dunia ini yang mau dirinya mandul, tidak seorangpun.

"Tenang saja Bu,! sebentar lagi Ibu akan punya cucu" ucapku dengan bibir bergetar

Tanganku langsung di genggam erat oleh Mas Bram, lalu menatapku hangat. Seakan berbicara jangan beritahu Ibu tentang rencana pernikahannya dengan Lusi.

"Jangan asal ngomong, kamu Alifa, buktikan bagaimana caranya.?" Mata Tina melotot dan urat di lehernya mengencang.

"Mas Riko, akan menikah dengan Dokter Lusi"

Dengan mantap aku memberitahu rencana pernikahan Lusi dan Bram, walaupun hati ini sungguh perih.

"Baguslah. Itu berarti Ibu akan cepat punya cucu."

*Di tempat yang lain*

Di sebuah Cafe ternama di kota Banjarmasin. Dari balik kaca terpampang pemandangan nan indah, lampu-lampu kota di pinggiran sungai, terlihat menawan, megahnya sebuah menara pandang yang menyerupai bangunan china, dan terlihat dengan jelas elegannya patung bakantan yang menjadi Icon Kota BanjarMasin. Sebuah musik bernuasa romantis dari penyanyi terkini. Melantunkan sebuah lirik bertajuk Melapas Masa Lajangku, menggema ke seluruh penjuru ruangan.

"Aku akan menikah, engkau tetaplah berdakwah mungkin kita belum berjodoh"

Lusi yang tertunduk di hadapan seorang laki-laki yang selalu ia sebut-sebut dalam setiap doa.

Laki-laki ini adalah idaman semua orang wanita, karna wajahnya yang khas orang timur tengah, di sisi pipinya tumbuh bulu yang tipis, hidung mancung badan tinggi tegap, tutur kata lemah lembut, Ustad Rizal begitulah orang mengenalnya, karna dia selalu muncul berdakwah di seluruh Media maupun di TV nasional.

"Insya allah, ini mungkin sudah menjadi kehendaknya" Ucap Ustad Rizal yang sedikit menghela nafas panjang.

"Apa aku boleh tau, dengan siapa kamu menikah.?" Ucap Rizal lagi

"Apa kamu ingat. Dengan Bram, Pengusaha batu bara."

"Iya, aku mengingatnya, Apa dia yang menjadi calonmu? bukankah dia sudah punya Istri.!"

Dengan nafas berat Lusi menjawab

"Ini demi sahabatku, Alifa. Dia yang meminta pernikahan ini, itu sebabnya aku tidak bisa menolak"

Ustadz Rizal yang sedari tadi duduk menghadap Lusi, kini mengalihkan pandangan ke gelas kopi yang terhidang di atas meja bundar, di tengah-tengah mereka, pikiran yang melalang buana mungkin terjadi terhadap Ustadz muda ini, hingga hanya raganya yang ada di depan Lusi, namun jiwa dan pikirannya entah kemana.

"Ma'af Ustadz Rizal, sebaiknya aku pulang, engkau pasti mengerti tidak baik jika kita terlalu lama bertemu seperti ini."

"iiii i-ya, aku mengerti" Ustadz Rizal yang tersadar dari lamunanya.

"Assalamu'alaikum." Ucap Lusi yang berdiri dari kursi, lalu melangkah pergi.

"Wa'alaikumsalam"

Ustadz Rizal hanya bisa memandang punggung Lusi, hingga hilang di balik pintu. Dengan pelan Ustadz Rizal mengiringi langkah Lusi keluar Cafee, mobil Lusi pelan meninggalkan parkiran.

Ustadz Rizal yang memandang mobil Lusi melaju keluar halaman Cafee. lirih terucap di bibir Pendakwah muda ini.

"Sampai bertemu di titik bahagia, menurut takdir"

Lusi hanya bisa memandang Ustadz Rizal dari dalam kaca mobilnya, sungguh hatinya juga sakit, tidak bisa bersanding dengan orang yang dia cinta, karna harus menikahi orang lain demi sahabatnya.

Rencana allah lebih mulia dari rencana manusia.

Baik menurut manusia belum tentu baik menurut allah.

Baik menurut allah pasti baik menurut manusia.

Lanjut Membaca

Daftar Isi SENANDUNG CINTA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Dunia Ratih Apsari runtuh usai memergoki pengkhianatan suaminya. Di tengah kesedihan pasca perceraian, sebuah kesalahan fatal membawanya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka menghabiskan malam bersama. Ternyata, Derryl adalah CEO baru di kantornya. Meski sempat menuduh Derryl menjebaknya, kedekatan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Ratih bimbang karena perbedaan status dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Akankah ia membuka hati atau kembali pada sang mantan?
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca 21 tahun ke atas ini mengeksplorasi sisi tersembunyi kehidupan yang jarang terungkap. Di balik topeng kesucian, tersimpan luka, dilema, dan kerinduan yang kompleks. Melalui narasi yang realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan jati diri di tengah kegelapan demi menemukan titik cahaya. Sebuah hiburan penuh makna tentang pencarian makna hidup dan cinta yang tidak selamanya berjalan lurus, memberikan perspektif baru bagi pembacanya.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Sampul Novel Satu Malam Bersama Calon Besan
8.5
Pasca lama menjanda, Mira melakukan kekeliruan fatal akibat pengaruh alkohol saat merayakan ulang tahun. Ia menghabiskan malam yang penuh gairah dengan Rendi, lalu pergi begitu saja tanpa melihat wajah pria tersebut. Mira berupaya melupakan momen intim itu, namun segalanya berubah saat ia bertemu calon besannya. Ternyata, ayah dari calon menantunya adalah Rendi. Kini mereka terjebak antara menghapus memori tersebut atau justru lanjut berselingkuh di belakang anak mereka.
Sampul Novel Sentuhan Ayah Tiri
8.2
Kehidupan seorang gadis berubah drastis saat Hunter Oragle memergokinya tengah mengintip kemesraan intim pria itu bersama sang ibu. Bukannya marah, ayah tirinya justru memberikan tawaran provokatif untuk mengajarinya secara langsung. Hubungan yang seharusnya murni kini terjebak dalam pusaran gairah terlarang yang berbahaya. Segalanya menjadi kian rumit dan penuh tekanan ketika fakta-fakta masa lalu mulai terungkap ke permukaan, mengancam batas moral mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan