APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Senandung Rasa

Senandung Rasa

Ryuka adalah remaja cuek yang jauh dari kata penurut. Hobinya pada fotografi terganggu saat sang kakak memaksa dirinya mengikuti les privat demi memperbaiki nilai akademis. Faiz, pemuda yatim piatu berusia dua puluh tahun, terpilih menjadi tutornya. Seiring waktu, Ryuka mulai melihat sisi lain Faiz yang menumbuhkan benih cinta. Namun, Faiz justru menemukan rahasia menyakitkan mengenai kondisi fisik Ryuka. Akankah perasaan mereka bersatu di tengah luka tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 2

Wajah Ryuka terus menunduk, saat Lara datang ke sekolah dan bertatap muka dengan guru BK, juga wali kelasnya. Ryuka mengakui ia membolos. Lara hanya bisa meminta maaf atas kesalahan adik iparnya itu. Ryuka pun diskors selama dua hari dan membuat perjanjian, jika ia kembali berulah, akan langsung di keluarkan dari sekolah. Tentu saja hal itu membuat Ryuka terkejut. Sungguh, ia lebih takut melihat Jevan marah dari pada kedua orang tuanya. Semua keputusan ada di Jevan. Apa pun.

"Udah ya, kamu jangan begini lagi, Kakak mau tanya, kamu kenapa malas sekolah, malas belajar?" tatapan Lara begitu lembut. Seketika membuat Ryuka tak mampu mengelak.

"Ck, Kak ..., aku juga nggak tahu, aku cuma nggak suka sama suasana sekolah, pelajarannya, itu bosenin banget Kakak .... " Ryuka merajuk. Mereka sedang duduk di kursi yang ada di parkiran mobil. Ryuka diminta pulang dan tidak perlu ikut jam pelajaran.

"Tapi kewajiban kamu sekolah, apa ... kamu dibully?" Lara begitu lekat menatap Ryuka. Tampak raut wajah Ryuka yang terkejut dan secepat kilat menggelengkan kepala.

"Aku punya temen, dan baik semua. Aku cuma nggak suka belajarnya, Kak, otak aku kayak mampet seketika."

Lara terkekeh, ia lalu beranjak dan menggandeng tangan Ryuka, berjalan ke mobil yang sudah siap membawa mereka pulang. Supir pribadi juga sudah siap mengantar kemana pun Lara pergi.

"Pak, kita ke kantor Jevan ya, saya mau antar makan siang, nggak jadi ke rumah."

Ryuka menoleh cepat. Mimpi buruk. Pikirnya, ia harus siap-siap mendengar ocehan Jevan, atau hanya lirikan sambil menyindir. Tubuhnya merosot di jok mobil sedan itu. Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Lara hanya bisa tersenyum.

Suasana kantor tempat Jevan kerja tampak normal. Dua perempuan itu berjalan bergandengan tangan, satu tangan Ryuka lainnya membawa tentengan berisi makan siang untuk Jevan. Semua staff menyambut ramah, bahkan Ryuka menjadi malu sendiri. Ruangan Jevan berada di pojok, dengan di kelilingi kaca, seperti akuarium kalau kata Ryuka.

"Jev—" Lara diam. Jevan sedang berbincang dengan seseorang. Ryuka tampak takut, ia hanya bisa menunduk.

"Hai! Lara, sini, Sayang," Jevan memanggil. Lara menghampiri dan meraih tangan kanan suaminya. Mencium punggung tangan lalu ke kedua pipinya.

"Ryuka .... " ucap Lara pelan. Perlahan gadia itu berjalan, meletakan plastik berisi menu makan siang Kakaknya. Perlahan ia mendekat, meraih tangan Jevan dan mencium punggung tangannya.

"Hai, Bang .... " Ryuka tampak takut.

"Hm. Di skors berapa hari kamu?" suara Jevan membuat Ryuka seketika menatap. Ia menunjukan jari dua. Jevan terbelalak.

"Dua minggu!" teriak Jevan tiba-tiba. Ryuka mencebik kesal.

"Dua hari Abang," jawabnya.

"Oh. Bagus lah. Ryuka, kamu ke bawah sana, di kedai kopi, Abang mau ngobrol serius sama Lara." Jevan memberikan uang lima puluh ribu ke tangan adiknya. Ryuka menerima dengan anggukan pelan.

"Awas kalau kamu kabur atau pulang duluan." Jevan begitu ketus. Ryuka mengangguk lagi. Ia lalu berjalan meninggalkan ruangan kerja Jevan.

"Lara, kenalin, ini Faiz, dia baru magang di sini, dan dia yang nanti jadi guru les privat Ryuka," ujar Jevan. Lara mengulurkan tangannya.

"Saya Lara, Kakaknya Ryuka," ucap Lara.

"Saya Faiz, Bu," jawab lelaki kalem dengan wajah sedikit tirus walau tubuhnya proporsional. Tak begitu tinggi atau pendek, juga, tak gemuk atau kurus. Pas.

"Jangan panggil, Bu, Kakak aja," Lara lalu duduk di sofa, pinggangnya pegal karena perutnya yang sudah membuncit. Jevan beranjak dan segera menyusul duduk di sebelah istrinya itu. Faiz pun pindah duduk di sofa, berhadapan dengan Jevan.

"Jadi gini, Faiz ini, yang aku minta bantuannya untuk ajarin Ryuka belajar. Mau nggak mau, suka nggak suka, Ryuka harus jalanin. Atau, konsekuensinya, aku ancam dia untuk menikah muda, ya…, sama Faiz."

Lara terbelalak. Ia tak setuju. "Jangan gitu ancamannya, Jevan, kasihan Ryuka, aku yakin, dia ada masalah yang bikin malas sekolah dan belajar, lebih milih fotografi. Faiz," panggil Lara.

"Iya, Kak,” jawabnya.

"Tolong kasih pengertian dan ajarin Ryuka ya, Kakak tahu, dia pasti ada masalah yang ditutupi, anaknya begitu, agak cuek dan terkesan nggak perduli, tolong ya," Lara memohon. Faiz mengangguk. Jevan tak berkutik jika ibu negara sudah berpendapat.

"Jadi, mulai besok, setiap sore atau setelah pulang dari kantor, langsung ke rumah, kamu magang di sini juga hanya tiga bulan, 'kan?"

"Iya, Pak," jawab Faiz.

"Well, panggil saya Bapak kalau di kantor, kalau di rumah atau luar kantor, Abang atau Bang, kita juga seumuran, 'kan?" Jevan tertawa. Lara manggut-manggut. Faiz lalu beranjak, kembali ke meja kerjanya dan meneruskan pekerjaan input data di sistem.

Lara melirik suaminya. "Nggak ada niatan lain kan kamu?"

"Enggak, Ra, Faiz itu rekomendasi anak HRD, keterima magang karena memang kita lagi buka program itu. Pas aku baca CV-nya dia, aku cukup tertarik. Dia mandiri, kuliah sambil kerja di cafe, jualan online, setelah aku selidiki, itu semua dijalankan karena Faiz yatim, Sayang," Jevan tersenyum. Lara paham, menjadi yatim dan harus mandiri itu berat.

"Aku percaya kamu nggak akan salah pilih orang untuk ajarin Ryuka belajar, sekarang kamu makan, ya, aku beliin tadi," Lara beranjak, hendak mengambil plastik bawaannya namun ditahan Jevan. Suaminya itu ingin menyapa penerusnya yang masih di dalam perut. Lara tersenyum saat Jevan mengusap dan berbicara di hadapan perut buncitnya. Lalu berakhir menciumi berkali-kali.

***

Ryuka bosan. Ia sudah menghabiskan segelas es kopi latte miliknya. Ia mengusap kasar wajahnya. Ia rindu kameranya, seolah ia rindu kekasih hati.

"Gimana cara bujuk Bang Jevan, ya?" Ryuka bergumam sendiri. Cukup lama ia berkutat dengan pikirannya, masih juga belum menemukan jawabannya.

"Ayo pulang," suara Lara membuyarkan pikiran Ryuka. Gadis itu beranjak, tampak Jevan ikut serta. Wajahnya menatap tajam ke adiknya itu.

"Bang, kamera aku, maksudnya, Ryuka, boleh di balikin nggak?" Ryuka menatap Jevan takut, Jevan menggeleng.

"Tunjukin nilai ulangan harian kamu minimal tujuh puluh lima. Baru Abang balikin. Paham?" Jevan akan terus menghukum Ryuka. Ia tak ingin luluh. Kedua mata Ryuka memerah, ia sedih. Lalu mengangguk paham. Air matanya menetes, ia meraih tangan Jevan, mencium punggung tangan lalu berjalan cepat ke parkiran mobil di luar gedung.

"Jev, jangan terlalu keras, kasihan Ryuka, kamera udah kayak sahabat dia, boleh ya," Lara membujuk. Jevan menggeleng. Kali ini ia sudah memutuskan untuk menghukum adiknya itu.

"Hati-hati ya, telepon aku kalau udah di rumah," Jevan mengecup pelipis Lara. Istrinya tersenyum. Lara berjalan meninggalkan Jevan, menuju ke parkiran mobil.

Setelah Lara cukup jauh, Jevan meraih ponsel di saku celana. Ia menghubungi seseorang. Ponselnya sudah menempel di telinga kanannya.

"Halo, Pa, Abang mau ngobrol, tentang Ryuka, Abang takut salah ambil keputusan." Suami Lara itu berbicara sambil menghampiri kedai kopi, memesan untuk dirinya sambil terus berbincang dengan papanya itu. Bagaimanapun, Jevan harus tetap konsultasi dengan orang tuanya. Menjadi dewasa dengan tanggung jawab besar, sangatlah tak mudah, tapi Jevan rela menjalaninya, karena ia begitu mencintai keluarganya.

Bersambung,

Catatan :

Ryuka jika berbicara dengan Jevan, menyebut nama dirinya. Tapi dengan Lara, menyebut dirinya 'Aku'.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Whore Mate
9.1
Layla, Alana, dan Zeline adalah mahasiswi Universitas Pembangunan yang berbagi rumah. Sejak awal, gerak-gerik Zeline yang sering keluar malam memicu kecurigaan Layla. Meski jarang kuliah, nilai Zeline secara misterius melampaui Alana. Rahasia mulai terkuak saat Zeline membiayai pengobatan ayah Layla. Ketegangan memuncak ketika Roger, kekasih Alana, ternyata mengenal Zeline sebagai penyedia jasa pemuas nafsu. Ternyata, selama ini mereka tinggal bersama seorang pelacur.
Sampul Novel Bayaran Cinta Yang Terluka
9.4
Clarisse Nayara geram saat suaminya, Dario Mahendra, menyewa Keiran sebagai pengawalnya demi menghindari waktu bersama. Kebenaran pahit terungkap bahwa Dario telah menduakan Clarisse selama dua tahun. Merasa dikhianati, Clarisse membalas dengan menjadikan Keiran kekasih gelapnya untuk menghancurkan Dario. Namun, ia tidak menyadari bahwa Keiran menyimpan rahasia kelam yang berbahaya, mengubah aksi balas dendam ini menjadi permainan yang mengancam dirinya.
Sampul Novel Istri Tawanan Tuan Muda
8.4
Demi membalas dendam atas pengkhianatan Sonny Wilson terhadap ayahnya, Evan Halbert, seorang miliarder arogan, memilih menikahi Caitlyn Wilson. Evan menjadikan putri musuhnya itu sebagai tawanan dan terus menyiksanya dengan perlakuan buruk. Namun, di balik kebencian yang membara, Evan justru mulai jatuh cinta pada Caitlyn. Kini ia terjebak dalam dilema besar. Akankah perasaan cintanya mampu menghapus dendam masa lalu yang selama ini ia genggam?
Sampul Novel Kekasihku Menikahi Saudaraku Disaat Aku Lumpuh
9.6
Pasca kecelakaan tragis, Arjuna harus menghadapi kenyataan pahit saat ia lumpuh. Dunianya hancur ketika Kirana, tunangannya, justru memilih menikah dengan adiknya, Bima. Di tengah perebutan takhta CEO oleh adik-adiknya, mental Arjuna kian terpuruk karena terapi fisik yang sulit. Demi memulihkan sang putra, ibunya menjodohkan Arjuna dengan Mentari. Gadis unik yang ceria namun matre ini hadir membawa harapan baru di tengah pengkhianatan dan keputusasaan Arjuna.
Sampul Novel Kendra dan Lukanya
8.6
Kendra dikenal sebagai pemuda bengis yang tidak segan bertindak kasar pada siapa pun. Di sisi lain, ada Lea, gadis cantik dan lugu yang pantang menyerah mengejar cintanya meski terus ditolak mentah-mentah oleh Kendra. Walau Kendra menegaskan tak akan pernah membalas perasaannya, Lea tetap bertahan demi menumbuhkan benih cinta di hati cowok itu. Namun, saat Kendra akhirnya menyadari perasaannya pada Lea, ia justru dihadapkan pada kenyataan bahwa waktunya hampir habis.
Sampul Novel MENIKAHI CEO KEJAM
9.5
Obsesi Jennifer pada Maximilian Jefferson, pengusaha real estate Jerman, berujung penyesalan. Awalnya ia berniat meminta maaf pada kakak korban perundungannya, namun Jennifer justru menjebak Max dalam pernikahan karena cinta buta. Meski disiksa secara emosional, ia bertahan hingga fakta kelam terungkap bahwa Max adalah dalang kematian ayahnya. Saat cinta Jennifer berubah jadi benci, Max justru mulai mencintainya. Akankah dendam memisahkan mereka selamanya?