APKDock Logo
Sampul Novel Senja di Kaki Gunung Arjuna

Senja di Kaki Gunung Arjuna

9.8 / 10.0
Pelatihan Korps Sukarela PMI di lereng Gunung Arjuna menjadi awal petualangan bagi Sindy. Selama tiga hari empat malam, ia terjebak dalam dilema asmara yang rumit. Meski sering ditekan oleh Imam, sang senior yang berwatak keras, Sindy justru merasakan debaran jantung yang tak menentu. Di sisi lain, perhatian tulus dari Fuad dan Yudha terus membayanginya sepanjang kegiatan. Sindy kini harus menentukan kepada siapa hatinya akan berlabuh di tengah dinginnya gunung.

Senja di Kaki Gunung Arjuna Bab 1

Pukul 07.30 Wib, di Kampus Putih salah satu perguruan tinggi swasta Kota Malang, dengan halaman luas yang nampak seperti taman wisata, gedung-gedung bercat putih yang tertata apik dengan jalanan luas yang naik turun seperti bukit memang indah dipandang, namun beberapa mahasiswa yang harus berjalan mendaki gunung lewati lembah tetap merasa bahwa kendaraan gratis perlu disediakan, mengingat betis yang terasa panas selepas mengurus administrasi atau sekedar menjalankan ritual kuliah.

Tentu saja bagi sebagian aktivis kampus, keindahan tata letak kampus menjadi peluang untuk menikmati suasana. Jauh lebih mudah menjalankan ritual kuliah, lalu mengistirahatkan diri di halaman kampus atau di ruang sekretariat, tempat para aktivis menikmati kebersamaan sambil merencanakan kegiatan selanjutnya.

Pagi itu ditemani sinar matahari pagi, nampak terlihat dua kelompok remaja yang berkumpul dengan jumlah yang cukup banyak, mereka terlihat kontras dengan hasduk warna putih di pundak untuk sebagian kelompok, dan baju warna biru dongker untuk sekelompok lainnya. Mereka berkumpul di samping gedung Steering Comite, gedung tempat organisasi kampus berpusat. Gedung setinggi tiga lantai tersebut memiliki tata ruang yang terbuka hanya untuk empat unit di lantai dua, yaitu Unit English Camp, Unit Koperasi Mahasiswa, Unit Jurnalistik Fotografi Club, Dan terakhir Unit Korps Sukarela PMI. Keempat Komisariat tersebut memiliki kemudahan dalam akses keluar masuk, karena langsung berhadapan dengan teras, tanpa melalui pintu utama gedung, dan memiliki dua anak tangga yang terhubung langsung dengan lapangan parkir.

Angin dingin berhembus berulang kali dengan kejam, awal semester selalu diiringi kondisi cuaca dingin karena letak Matahari berada pada poros paling jauh dari titik Bumi. Diposisi dingin, sebuah keberkahan bagi mahasiswa untuk mengawali hari tanpa mandi, cukup gosok gigi dan cuci muka, bahkan kulit tak kan bau keringat di hari yang dingin, praktis.

Sebagian besar mahasiswa berjalan kecil melintasi perpustakaan utama menuju fakultas tujuan, pukul 08.00 Wib adalah waktu untuk mata kuliah dimulai. Mereka tak bisa menahan untuk tidak melihat ke arah kelompok yang berkumpul, bagi sebagian mahasiswa, tugas kuliah dan masuk kuliah sudah cukup menghabiskan waktu, untuk golongan mahasiswa ini, mengikuti kegiatan organisasi adalah cara untuk menambah pekerjaan.

Hari ini calon anggota baru Korps Sukarela menunjukkan surat dispensasi tidak mengikuti mata kuliah untuk mengikuti kegiatan Diklat di kaki Gunung Arjuna.

Lambang red cross di tengah bendera putih, terlihat bertebaran di halaman kampus yang luas, sebuah tanda yang menunjukkan bahwa puncak kegiatan Unit Korps Sukarela Palang Merah Indonesia sedang berlangsung.

Sekelompok remaja berulang kali mengecek perlengkapan dan memastikan tas punggung yang mereka bawa terasa nyaman di punggung. Duapuluh Tiga mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas, nampak berseragam dengan kain segitiga putih yang diikat di pundak.

Hari ini kegiatan puncak dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Korps Sukarela. Sudah dua minggu calon anggota baru menjalani beberapa pertemuan, mereka menjalani pelatihan keselamatan baik secara teori maupun kemampuan halang rintang, praktek yang berkaitan dengan pertolongan pertama dan kemampuan berorganisasi.

Semua kegiatan dilaksanakan selama dua hari di akhir minggu, untuk kegiatan puncak, mereka akan menjalani 4 hari dan 3 malam di kaki gunung Arjuna, praktik materi survival dan keahlian membaca peta.

Beberapa senior laki-laki dengan seragam biru dongker nampak membawa berbagai macam barang dan meletakkan di sisi lapangan parkir. Sebentar lagi truk penumpang milik TNI AL yang telah disewa akan datang dan membawa rombongan menuju tempat tujuan.

Pukul 08.00 Wib, truk penumpang melaju ke arah rombongan yang menanti, senior perempuan naik terlebih dahulu dan menata barang di atas truk, sedangkan senior laki -laki menaikkan barang barang yang telah disiapkan. Anggota baru yang masih malu-malu bergantian memanjat kedalam, penuh ekspektasi, apalagi berharap akan petualangan baru.

Truk besar milik TNI AL dengan kursi panjang di kedua sisinya, diselubungi kain korvet untuk melindungi dari panas matahari. Praktis untuk mengangkut penumpang, sekaligus barang-barang, melaju dengan suara deruman yang bergetar, mengantarkan keseluruh peserta menuju kaki gunung Arjuna.

....

Panas matahari menyambut sekelompok remaja di tengah lapangan yang dikelilingi rimbunan pohon. Dinginnya angin yang menerpa selama perjalanan, digantikan oleh dinginnya suasana pegunungan.

Rekan rekan senior sebagian tetap duduk di atas truk sewaan milik AL, mereka akan melanjutkan perjalanan ke basecamp dengan membawa berbagai barang. Sedangkan keduapuluh tiga anggota baru dari Korps Sukarela (KSR) Kampus Merah di Kota Malang, bersama beberapa rekan senior yang dituakan, harus turun dari truk.

Melompat ke bawah dari ketinggian truk, untuk Sindy yang bertubuh gempal, merupakan kenekatan yang hakiki. Anggota team perempuan hampir semuanya dibantu, kecuali Sindy, dan dua teman, yang memutuskan untuk berhijrah, pantang menyentuh tangan laki laki yang bukan muhrim. Jatuh lebih baik, eh...

Alhamdulillah, semua selamat, tanpa cidera berarti.

Sindy memilih turun dari sisi kanan, berpegangan pada sisi truk yang menggantung. Nina yang lebih pendek dan bertubuh gemol, memilih melompat sambil berharap tidak terguling. Lucky yang sedikit berisi dan tidak lebih tinggi dari Nina, memilih jalan tengah, meminta kaum hawa yang lebih tinggi menyambut nya dari bawah.

Perjalanan turun dari truk cukup lambat, membuat senior senior pria berdecak kesal. Terutama saat ketiga hijabers dengan tubuh tidak terlalu kurus memutuskan untuk memperlambat situasi.

"Hayooo jangan lelet, waktu kalian tidak banyak" ujar Hendrawan sang ketua regu, dengan logat kental daerah Tapal kuda.

"Laki laki susun semua tas, kalian akan kami bagi jadi beberapa team",

Senior Bayu mulai melempar tas berjejer di jalan setapak.

Di kaki bukit Gunung Arjuna, suasana pegunungan terasa di setiap sudut, bernafas mulai terasa berat, namun udara segar memuaskan otot paru paru yang mengembang, menikmati setiap oksigen yang terasa jauh lebih segar dari gumpalan asap kota.

Semua pria dan wanita dalam group tersebut berusaha meluruskan otot yang terasa kaku saat berdesakan menahan laju kendaraan. Belokan tajam ke kanan dan ke kiri sudah cukup membuat beberapa orang tumbang, pusing mabuk kendaraan.

Tas ransel dengan peralatan wajib sudah berjejer di atas tanah, semua pemilik tas berdiri berbaris sesuai perintah Hendrawan Dan Senior Bayu.

"... Ndy, Aku haus... Itu tas mu kah? Tas ku belum ketemu. Boleh minta?" Nina berbisik ke arah Sindy yang sedang berbenah tas.

"Boleh, nih minum dulu aku juga haus...."

Nina menerima botol ukuran 600 mili dengan lega. Di teguknya dua kali sambil bersembunyi di belakang Sindy.

Baru saja botol minum berpindah tangan, dan Sindy bersiap meneguk minuman, tiba tiba senior bertubuh tinggi dengan potongan rambut cepak berteriak kesal...

"Apa apaan kamu, siapa yang memberi perintah untuk minum. Sumber air masih jauh. Kalian hanya membawa 2 botol minuman 600 mili. Diingat, kalian harus survive... Bukan piknik!"

Nina panik luar biasa, dilihatnya wajah Sindy yang kaget.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Senja di Kaki Gunung Arjuna

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Dunia Ratih Apsari runtuh usai memergoki pengkhianatan suaminya. Di tengah kesedihan pasca perceraian, sebuah kesalahan fatal membawanya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka menghabiskan malam bersama. Ternyata, Derryl adalah CEO baru di kantornya. Meski sempat menuduh Derryl menjebaknya, kedekatan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Ratih bimbang karena perbedaan status dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Akankah ia membuka hati atau kembali pada sang mantan?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang bersedia mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Sebagai imbalan, ia memaksa Anthony menikahinya. Anthony setuju, namun dengan syarat identitas Alicia sebagai istrinya harus dirahasiakan dari publik. Menjalani peran sebagai istri yang disembunyikan layaknya simpanan, akankah ikatan kontrak ini bersemi menjadi cinta sejati atau justru berakhir dengan luka mendalam bagi keduanya?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian pernah bersumpah takkan menikah karena menganggap wanita hanya teman tidur. Namun, prinsip itu goyah sejak ia bertemu sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang sama sekali tidak tertarik menggodanya. Xavier merasa pertemuan ini adalah anugerah terindah, sementara Adeeva sempat menganggap Xavier sebagai hal terburuk dalam hidupnya. Kini, kebencian itu berubah menjadi hari-hari penuh keindahan bagi mereka berdua.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan