APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Senyum Itu Luka

Senyum Itu Luka

Terusir dari rumah akibat kesalahan masa lalu membuat Kamila depresi dan nyaris mengakhiri hidup. Beruntung, Arga datang menyelamatkannya. Dua tahun berselang, Kamila bangkit dan menjadi pembuat kue yang menuangkan cinta dalam setiap karyanya. Tak disangka, takdir mempertemukannya kembali dengan Arga melalui sebuah insiden yang sangat memalukan. Akankah pertemuan tak terduga ini menumbuhkan benih cinta di antara mereka setelah melewati masa-masa kelam?
Bab
Bagikan

Bab 2

Kamila ingin menolak. Akan tetapi, ada desakan kuat dari hatinya. Sinar mata Dirga memberikan kelembutan yang ia idamkan dari sosok laki-laki.

"Boleh," jawab Kamila.

Dirga senang. Ia memberikan nomor ponselnya, lalu dengan cepat Kamila menyimpan juga menghubungi. Mereka bertukar pesan.

"Aku Dirga, kamu?" tanya Dirga.

"Kamila, Mas."

"Jangan panggil Mas. Dirga aja."

"Iya."

Pertemuan singkat itu membuahkan hasil. Dirga dan Kamila saling mengenal, lalu gadis berambut panjang itu pamit untuk bekerja. Mereka pun berjanji akan bertemu lagi di lain waktu.

Kamila keluar ruangan unit gawat darurat dengan sebuah senyum. Barangkali ini yang dinamakan cinta pandangan pertama. Hatinya bergetar hebat. Merasakan sebuah degukan jantung yang tak biasa. Ini gila memang!

***

Sebulan sudah Kamila mengenal Dirga. Hubungan mereka bergerak ke arah pacaran. Keduanya memutuskan saling mengikat satu sama lain karena rasa cinta itu tidak bisa dipendam.

Pagi ini Kamila berjanji akan berkencan dengan Dirga. Tentu hal ini tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Sebab, ia hanya ingin mendapatkan cinta dari yang lain.

"Nak, kamu tumben dandan rapi. Mau ke mana?" tanya Bu Lesti.

Kamila baru saja mengganti pakaian ibunya dengan yang baru. Mendudukan kembali di kursi roda, walaupun kesusahan.

"Kamila mau main sama Cika, Bu. Boleh, kan?" Terpaksa Kamila berbohong. Entah mengapa bibirnya lihai dengan hal itu sekarang. "Sebentar, kok."

Bu Lesti percaya. "Ya, Nak."

Semua sudah selesai. Kamila mengambil tas selempang kecil. Mencium pipi ibunya dengan lembut seraya berkata, "Aku pamit dulu, Bu. Assalamualaikum."

"Wa'alaikum salam. Hati-hati di jalan."

Kamila tersenyum, lalu keluar rumah. Langkah kakinya terasa ringan dengan penuh kebahagian. Bahkan bekas cambukan semalam dari sang Ayah pun tidak terasa sama sekali. Mungkin memang benar jika cinta bisa merubah segalanya.

Kamila terus berjalan sambil membalas pesan Cika, temannya. Hanya pada Cikalah, ia bisa bercerita tentang Dirga. Bagaimana perlakuan lelaki itu yang sangat lembut dan memabukkan.

Dirga menunggu di dekat jalan raya. Belum berani ke dekat rumah karena Pak Angga bisa saja marah. Kamila pun tentu belum siap. Ia memilih menyembunyikan hubungan ini untuk sementara.

Sesampainya ke pinggir jalan raya, ujung netra Kamila mendapat Dirga yang duduk di atas motornya. Sang Pacar menggunakan kemeja hitam dengan celana panjang berwarna hitam juga. Rambutnya tertata rapi.

"Sayang!" teriak Dirga menyambut kehadiran Kamila.

Kamila tersenyum. Menyimpan ponsel di tas kecil dan berjalan cepat menghampiri. "Maaf, lama, ya?"

Dirga menggeleng cepat. "Nggak. Selama apa pun, bakal aku tunggu."

"Kamu pintar gombal sekarang."

"Sama pacar sendiri. Nggak boleh memang?"

"Nggak juga, sih." Kamila tertawa kecil.

Dirga memberikan satu helm pada Kamila. Hari ini mereka akan pergi bermain mengelilingi kota dan menikmati masa-masa indah seperti pasangan muda lainnya.

Ini bukan kota besar. Tentu, tidak banyak fasilitas publik yang ada. Hanya ada satu bioskop. Dan, itu pun buka terbatas.

"Kamu mau nonton?" tanya Dirga. Mengingat baru saja ada film baru yang sedang ramai diperbincangkan. "Film yang lagi ramai itu?"

Kamila memakai helm. Menimbang sebentar, lalu berkata, "Boleh, Yang."

Dirga tersenyum. "Ya udah, ayo, naik."

Kamila menurut. Tak lupa ia memeluk Dirga dari belakang. Menempelkan tubuhnya ke punggung lelaki itu dan merasakan kehangatan. Jangan cepat berakhir. Mungkin itulah yang ada di benak Kamila saat ini.

"Udah siap?" tanya Dirga.

"Ya."

"Berangkat!" Motor itu meluncur membawa mereka ke jalan raya. Ada kebahagiaan yang tidak bisa diukur ketika Kamila bersama Dirga. Rasanya, damai sekali. Rumah yang seperti neraka itu, ia tinggalkan sejenak. Mencari setitik cahaya cinta yang disuguhkan lelaki lain di luar.

Dirga dan Kamila berbicara di sela-sela perjalanan. Mereka sesekali tertawa ketika ada yang menyenangkan.

"Sayang, aku mau bilang sesuatu," ujar Dirga.

"Apa, Yang?"

"Ibu, katanya mau ketemu."

Kamila tersentak.

"Tadi nanyain kamu. Katanya, pengen ketemu aja," sambung Dirga..

Selama ini Kamila hanya tahu lewat sambungan telepon. Tentu, ia belum siap sepenuhnya untuk bertemu keluarga Dirga. Hanya saja, suatu saat fase ini pasti terjadi.

"Kamu mau nggak?" Dirga harap-harap cemas. Ragu juga. "Kalau nggak mau, nggak masalah."

Kamila menimbang permintaan Dirga. Melihat wajah kekasihnya yang berubah lesu dari kaca spion. Tak enak hati. "Ya udah, aku mau."

Dirga mengembangkan senyuman. "Serius, Sayang?"

Kamila mengangguk cepat. Merekatkan pelukannya di pinggang sang Kekasih. "Ya"

"Makasih." Dirga mengelus kedua tangan Kamila. Senang rasanya.

Dua sejoli yang sedang dimabuk asmara itu berkeliling kota sebentar, lalu menonton film, dan membeli kuliner.

Dirga adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan makanan siap saji. Lelaki itu bekerja di bagian keuangan. Tentu, untuk gajinya terbilang lumayan. Hampir semua kebutuhan Kamila dipenuhi, walaupun gadis itu sering menolak.

"Aku sayang sama kamu. Jadi, jangan nolak, ya!"

Kalimat itulah yang meluluhkan hati Kamila. Membuat sang Gadis semakin terlena dan merasa nyaman. Seakan ia punya tempat untuk bermanja dan berkeluh kesah. Hidupnya pun berubah lebih berwarna. Indah sekali.

Sesuai kesepakatan. Keduanya pergi ke rumah Dirga. Ketika di perjalanan dan berhenti di lampu merah. Awan gelap datang menghiasi langit. Sudah diperkirakan hujan akan turun dalam waktu dekat.

Benar saja. Begitu motor melaju, hujan pun turun begitu deras. Dirga hendak menepi, tetapi dirasa percuma. Sebab, mereka sudah basah kuyup dan rumahnya tidak jauh dari sana.

Kamila tak protes. Ia menikmati guyuran air hujan sambil memeluk Dirga. Menerobos curah hujan bersama, hingga akhirnya sampai ke sebuah gerbang perumahan yang biasa.

Dari sana hanya berbelok tiga kali, mereka akhrinya sampai ke tempat tujuan. Rumah Dirga diapit oleh dua rumah kosong yang tampak menyeramkan.

"Basah semua," kata Kamila sambil tertawa. Ini pertama kalinya dalam hidup, ia merasa teramat senang. Tertawa lepas tanpa ketakutan.

Dirga memarkirkan motor di dekat teras. Mendekati Kamila dan berkata, "Maaf, ya, Sayang."

"Nggak pa-pa."

Dirga membuka pintu. Mengajak Kamila masuk. Rumah ini terasa sepi. Tak ada orang sepertinya.

Dirga pergi ke dapur untuk membawa handuk, sedangkan Kamila mengamati isi rumah. Semuanya tertara rapi, walaupun kecil.

"Sayang, ibumu mana?" tanya Kamila.

Dirga kembali dengan handuk di tangannya. "Sepertinya keluar. Soalnya, aku lupa ngabarin tadi. Kita tunggu aja, ya."

Kamila mengerti. Dirga membalut badan Kamila dengan handuk. Posisi mereka saling berhadapan. Menatap satu sama lain.

Rambut panjang Kamila basah. Tetesan air itu menambah kesan cantik dan manis. Sebagai lelaki dewasa, tentu ada hasrat yang keluar dari Dirga. Terlebih, suasana hujan deras yang cukup mendukung.

Dirga memeluk Kamila erat. Membawa tubuh gadis itu pada dekapannya. Kamila tersentak. Ingin mendorong, tetapi kalah dengan sentuhan lembut kedua tangan Dirga di punggungnya.

"Kamu mau, Sayang?" bisik Dirga.

Kamila diam. Ia tak berdaya. Suara serak itu menipu dirinya. Menghipnotis, sehingga sulit berpikir jernih.

"Aku sayang kamu. Kamu juga sayang aku. Jangan takut. Aku nggak mungkin ninggalin kamu gitu aja." Dirga meyakinkan Kamila. Mengeluarkan kalimat romantis yang ia bisa.

"Aku takut," kata Kamila.

"Tenang. Aku ikuti alurmu."

Semenit berlalu, Kamila akhirnya luluh. Rayuan Dirga menyentuh sanubarinya. Mengantarkan ia pada sebuah keputusan. Melepaskan kehormatan yang dijaga selama ini untuk dipersembahkan pada Dirga hanya karena berlandaskan cinta.

"Jangan takut," ujar Dirga.

Diiringi irama hujan yang lebat dan indah. Dua sejoli menyatu. Melupakan sejenak apa yang ada di kepala. Dan, berharap kebahagian akan langgeng selamanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Elia dikenal publik sebagai pria sopan yang tertutup, namun aslinya dia sosok kejam yang menjerat Ashley dalam gairah. Hubungan rahasia mereka membuat Ashley aman dari gangguan siapapun. Keadaan berubah saat Ashley mual di depan umum. Elia yang biasanya dingin justru berlutut dan membelai perutnya dengan lembut. Sang CEO pun meminta Ashley untuk meresmikan hubungan mereka di depan semua orang, serta berjanji akan memberikan segalanya demi dirinya.
Sampul Novel Cinta Berubah Menjadi Abu
8.6
Nicola Dixon dan Asher tumbuh bersama, terikat utang budi masa lalu yang menyakitkan. Sebagai putri keluarga mafia, Nicola yakin dialah prioritas Asher. Namun, kepulangan Asher dari Segitiga Emas membawa kejutan pahit: seorang wanita hamil yang mengenakan cincin miliknya. Di tengah ketegangan senjata yang mengancam nyawa wanita itu, Nicola memberi pilihan mutlak. Asher harus memilih antara tanggung jawab pada kekasih barunya atau tetap menjadi bagian dari keluarga Dixon.
Sampul Novel Godaan yang Terlalu Memikat
7.8
Demi melindungi dan mendapatkan kembali putranya, seorang janda beranak dua nekat merayu pria baik hati meski harus menanggung risiko besar. Ia sadar tindakan liciknya memperalat cinta pria tersebut sangatlah egois. Baginya, menjadi ibu yang baik jauh lebih penting daripada menjadi wanita berhati emas. Ia pun meminta sang pria untuk membenci dan melupakannya, karena mengakhiri hubungan asing ini adalah jalan terbaik bagi mereka untuk tetap bertahan hidup.
Sampul Novel Istri Kontrak Sang CEO Dingin
9.4
Demi melunasi utang keluarga yang menghimpit, Hana terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Ray, CEO berhati dingin yang butuh menjaga citra publiknya. Meski awalnya sepakat untuk tidak saling melibatkan perasaan, benih cinta perlahan muncul di tengah kepura-puraan mereka. Namun, saat masa lalu kelam Ray terungkap dan ancaman rival bisnis mulai menyerang, hubungan mereka pun diuji. Sanggupkah cinta sejati tumbuh dari sebuah kebohongan yang rumit?
Sampul Novel Istri Yang Kau Remehkan
8.4
Jiwa Eleanor Vienne, seorang supermodel ternama, berpindah ke raga Seraphina Elmswood setelah kematian tragisnya. Seraphina adalah istri dari keluarga kaya yang selama ini dihina karena dianggap buruk rupa dan bodoh. Suaminya, Lysander, bahkan bersikap dingin dan tidak setia. Namun, pesona Eleanor mengubah segalanya. Kini Seraphina tampil berkelas, memicu kecemasan keluarga Elmswood dan membuat Lysander terpesona. Akankah ia memaafkan pria yang dulu meremehkannya?
Sampul Novel Istriku Janda Kaya
8.4
Dicampakkan sang istri karena kemiskinan, Dimas terpuruk dalam kesulitan ekonomi hingga ditinggalkan tanpa belas kasihan. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Luna di kelab malam yang menawarkan pernikahan kontrak dengan tiga syarat khusus. Namun, saat Dimas mulai menata hidup barunya, sang mantan istri mendadak muncul kembali untuk mengusik kebahagiaannya. Akankah kehadiran masa lalu tersebut berhasil menghancurkan rumah tangga barunya bersama Luna?