APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sesakit Inikah, sayang ?

Sesakit Inikah, sayang ?

Dia begitu mahir dalam bersandiwara, menutupi segala kepedihan dan rahasia hidupnya dengan sangat sempurna di hadapan dunia. Tak ada satu pun orang yang menyadari luka yang ia simpan hingga seorang pria asing datang mendekat. Dengan nada suara yang penuh kelembutan, pria itu membisikkan sebuah pertanyaan yang meruntuhkan pertahanannya, menanyakan seberapa dalam rasa sakit yang selama ini ia tanggung sendirian di balik senyum palsunya itu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ia mandi dengan shower air hangat sekalian wudhu kemudian sholat isya di kamar tidurnya. Alhamdulillah, setelah sholat isya.. hatinya juga pikirannya merasa tenang dan nyaman.

"Yaa ALLOH ... Aku tidak pernah bisa membohongi diriku sendiri. Jika dihadapkan pada 2 pilihan... Ingin mempertahankan atau memutuskan hubunganku dengan Adit. Selama ini aku berusaha keras kutulikan telingaku dari semua berita buruk tentang sepak terjangnya Adit dan aku juga membutakan mataku dari semua kenyataan buruk yang ada selama ini. Aku mencoba mempertahankan hubunganku dengan Adit dengan harapan Adit bisa berubah dengan baik tapi Adit sengaja makin bersikap buruk dengan mengumbar nafsu birahinya dengan banyak perempuan penghibur. Entah kenapa... Hilang rasa respekku pada Adit ??"

Gumannya lirih sembari menatap foto Adit, pacarnya yang jauh di Indonesia.

👠

POV Adit

"Adit telpon siapa ?"

Tatapan Dea kumalasari gadis bertubuh sintal, diam-diam mendekati Adit dari belakang dan mendengar pembicaraan Adit kekasihnya.

#Adiba jangan bebal seperti binatang ! tolong dengarkan aku bicara#

#Aku sudah mendengarkan bicaramu dari tadi, Adit. Aku rasa kita tidak bisa meneruskan hubungan. Lebih baik putus.#

#Aku cinta kamu, Adiba. Aku ini pacarmu, apa otakmu waras ? percayalah padaku kalau aku setia.#

#kalau kamu cinta aku pasti kamu tidak selingkuh, dit. Sudahlah Adit, aku tidak mau kita ribut#

*Klik*

Hubungan telepon diputuskan. Adit mengira dengan pura-pura marah membentak Adiba kekasihnya dengan kata-kata kasar pasti kekasihnya yang jauh di Russia itu ketakutan, tunduk dan percaya dengan adit. Kalau pun Adiba punya alasan bukti kuat perselingkuhan Adit dengan perempuan lain, pasti Adit beralasan khilaf dan merayu agar memberinya kesempatan menjadi baik. Cara jitu itu yang adit pakai dan berhasil menundukkan kekasihnya. Itu yang selalu tertancap kuat di benak Adit. Tapi ia salah, nyatanya kali ini Adiba melawan dan tidak semudah itu memaafkan dengan memberi kesempatan apalagi melupakan perselingkuhannya. Adiba yang merasa dikhianati, sekarang berani bersikukuh menyatakan hubungan mereka putus dan yang lebih mencengangkan bagi adit itu...kekasihnya berani memutuskan hubungan telepon seluler padahal dia belum selesai bicara.

"Kurang ajarnya Adiba berani menutup telpon padahal aku belum selesai bicara."

Omel Adit sembari menatap foto Adiba di galeri ponselnya. Badan Dea tampak bergetar hebat, matanya panas menatap foto adiba yang tanpa sengaja dia lihat di ponsel Adit kekasihnya.

("Selama ini Adit membohongiku ternyata dia punya pacar lain bernama Adiba.")

Dea kumalasari mengelus dada berusaha menahan cemburunya.

"Adit, aku mencarimu."

Adit terkejut mendengar suara Dea, langsung memasukkan ponselnya ke saku celana jeans-nya dan berbalik memeluk Dea.

"Aku baru datang. Kamu sudah selesai kerja ? Yuk kita pulang, Dea !"

"Tamuku sudah pulang. Kita pulang sekarang, dit !"

Dea memeluk mesra pinggang Adit kekasihnya tapi pikirannya tidak tenang, siapa Adiba sebenarnya ? Itu yang sekarang berkecamuk di pikiran Dea kumalasari seorang perempuan panggilan yang berpacaran dengan Adit. Semua sudah tahu Dea yang menanggung kebutuhan hidup Adit, rumah dan mobil pun milik Dea. Laki piaraannya Dea melingkarkan tangannya ke pinggul dea dari belakang punggung gadis itu dan berbisik...

"Kamu sexy, Dea !"

"Jangan merayu, dit !"

sahut Dea ketawa cekikikan menanggapi rayuan gombal laki piaraannya, padahal hatinya terbakar cemburu.

"Aku tidak merayumu, Dea !"

Adit mulai mencium Dea, nafsu birahi adit mulai timbul.

"Bagus Adit, ciumlah Dea ! Aku kirimkan video ini ke Adiba pacarmu di Russia !"

Desis Elvy seorang perempuan berpenampilan seronok, yang berdiri di kegelapan malam. Elvy ini juga pacarnya Adit tapi Dea tidak tahu jika Adit juga punya pacar lain selain dirinya dan Adiba. Elvy memperhatikan Adit yang berciuman sambil masuk ke dalam mobil yang kemudian meluncur ke jalan raya. Seperti biasanya, Adit dan Dea menghabiskan malam di rumah kontrakan Dea.

"Adit, ada vodka di kulkas !"

"Ya, kita minum di kamar."

Adit mengambil Vodka di kulkas, sebelum ia masuk ke kamar bersama Dea. Memang ia sudah merencanakan mau memeriksa ponsel Adit tanpa sepengetahuan laki itu, cara satu-satunya Dea harus bisa membuat Adit mabuk. Mereka berdua duduk di lantai kamar dan mulai minum. tegukan demi tegukan vodka itu tandas oleh Adit yang lama kelamaan membuat kepalanya pening karena kadar alkohol yang berakumulasi semakin tinggi dalam aliran darahnya namun sebagai pemabuk, Adit masih bertahan.

"Adit, mana ponselmu ?"

tanya dea mencoba menguji apakah pacarnya itu masih sadar sembari melirik ponsel Adit yang tersembul dari saku celana jeans-nya.

"Jangan banyak tanya, Adiba."

racau Adit. Sontak Dea menyipitkan matanya, melihat Adit yang duduk bersandar di dinding,

"Adiba ? Dia memanggilku Adiba ?"

Desis Dea yang makin penasaran. Sepertinya otak Adit terkontaminasi dengan bayangan pacarnya yang jauh di Russia. Pelan-pelan, Dea mengambil ponsel dari saku celana pacarnya.

"Apa password ponselmu, dit ?"

Adit masih diam, kelopak mata berat setengah terpejam.

"Aku Adiba, dit !"

Dea sengaja berbohong mengaku sebagai Adiba agar Adit bersedia memberi tahu password ponselnya.

"Sini Adiba sayang ! Aku beritahu password ponselku kalau kamu mau cium aku !"

Dea langsung melumat bibir Adit.

"Apa password ponselmu, dit ?"

Bisik Dea lembut menggoda.

"Adiba cantik."

Jawab Adit sambil meremas lengan Anya.

("Binatang !! Aku yang belikan ponsel tapi dia malah pakai nama perempuan lain jadi password. Adit anjing.)

Maki Dea, ia mulai membuka ponsel pacarnya dengan password yang tadi disebutkan. Saat itu juga, Dea membaca semua chatting Adit dengan Adiba dan beberapa perempuan lainnya. Matanya nanar melihat banyak foto perempuan di ponsel pacarnya yang saat melihat ini sedang mabuk berat.

"Adit pacaran dengan Adiba gadis Pakistan yang tinggal di Russia. Lihat saja !"

Geram Dea yang merencanakan sesuatu karena cemburu. Gadis panggilan itu mulai membuka ponselnya sendiri.

Aku Adiba, Adit !"

Kata Dea lirih dengan tatapan jahat memandangi adit yang mabuk berat akibat pengaruh Vodka yang banyak di teguknya.

Tanpa membuang waktu, Dea menanggalkan bajunya dan baju Adit sampai mereka berdua telanjang bulat. Malam ini, Dea yang mengawali dengan mencium pipi Adit dan berbisik..

"Adit, aku Adiba !"

Adit yang sudah benar-benar mabuk, tidak sadar jika Dea berbohong dengan mengaku sebagai Adiba.

"Sini Adiba keparat ! Kamu sok alim, sok jual mahal ! Selalu menolak phone sex. Marah kalau aku ajak kamu sex video call. Sekarang kamu mau senggama. Sok alim, sini kamu !"

Kicau Adit yang mabuk dan masih mengira Dea itu Adiba. Tubuh Dea menggelinjang saat tangan Adit

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bu Claire
9.2
Claire merasa jenuh dengan kehidupan pernikahannya bersama Budi yang terasa hambar di sebuah desa kecil. Kehadiran Ridho yang menggoda memicu perselingkuhan rumit yang penuh gairah sekaligus rasa bersalah. Saat kecurigaan Budi memuncak, rahasia besar ini akhirnya terbongkar dan mengancam keutuhan rumah tangga mereka. Namun, keduanya memilih untuk berjuang memperbaiki kepercayaan melalui kejujuran. Sebuah kisah mendalam tentang komitmen, rekonsiliasi, dan arti cinta sejati.
Sampul Novel Cinta Untuk Nadia
9.3
Dunia seakan runtuh saat Nadia mendengar kabar pahit bahwa calon suaminya tidak akan hadir di hari pernikahan. Di tengah situasi yang kacau, Abah Yai menyampaikan permintaan yang sangat mengejutkan. Ia memohon kepada sosok lain untuk bersedia mengambil alih posisi pengantin pria demi menyelamatkan nasib Nadia. Keputusan mendadak ini membawa perubahan besar dalam hidup mereka, memicu konflik batin yang mendalam tentang tanggung jawab dan juga perasaan.
Sampul Novel ENIGMA: When We Are
8.1
Elang Albimanyu adalah pemuda dari keluarga broken home yang mendambakan kehangatan sebuah rumah. Baginya, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan kasih sayang tulus. Di tengah pencariannya, ia jatuh hati pada Sabiru Anantasya, sang wakil ketua OSIS yang masih terjebak bayang masa lalu. Meski sering dibuat kesal oleh sikap judes Sabiru, Elang tetap berjuang. Di antara rumitnya perasaan dan tanggung jawab organisasi, mampukah cinta Elang mengubah segalanya bagi Sabiru?
Sampul Novel Hello Love Sign
8.7
Sandhya Sheina Aninditha sangat membenci keluarga Levanchois, namun terpaksa bertahan demi sebuah misi rahasia di tengah intrik kantor yang toksik. Saat ingin balas dendam dan mengundurkan diri, ia justru bertemu Samuel Clark Levanchois, pria paling berkuasa di keluarga itu. Samuel menawarkan kontrak bisnis yang menggiurkan demi membebaskan Sheina dari bos lamanya. Terjebak dalam persaingan dominasi, mampukah Sheina lepas dari jerat cinta pria yang sangat ia benci tersebut?
Sampul Novel IDOL
8.6
IDOL
Raelyn Agatha menjalani hidup pahit, berpindah dari satu rumah kerabat ke rumah lainnya demi bertahan hidup. Di tengah keputusasaan untuk melarikan diri dari nasibnya, ia bertemu Min Ho, idol populer yang membawa keceriaan baru. Namun, kebahagiaan mereka terancam oleh kebencian publik dan penolakan keras dari orang-orang di sekitar sang bintang. Mampukah Raelyn mempertahankan cinta dan perasaannya meski seluruh dunia menentang hubungan mereka?
Sampul Novel Jatuh Padamu
8.2
Andreas Pramoedya menjadi sosok yang makin dingin dan tertutup sejak kematian tragis istrinya, Namira. Peristiwa memilukan itu memperkuat keyakinannya bahwa ia memang ditakdirkan untuk ditinggalkan. Namun, pertahanannya goyah saat Serena Amerta hadir dan menyusup ke hatinya. Meski gairah panas membara setiap kali mereka bersentuhan, Andreas bersikeras menutup diri. Ia takut kembali terkecoh oleh perasaan yang berujung pada luka abadi yang perlahan akan membunuhnya.