APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SI PEMBUNUH TANPA MELIHAT

SI PEMBUNUH TANPA MELIHAT

Ditinggalkan ibu dan dibesarkan oleh mantan mafia membuat hidup pria buta ini penuh kekerasan dan hampa kasih sayang. Bertahun-tahun ia terjebak dalam dunia kriminal yang kelam hingga pertemuannya dengan Gaylen mulai mengubah segalanya. Akankah sosok pembunuh ini akhirnya menemukan kebahagiaan sejati bersamanya? Di balik pertemuan itu, tersimpan rahasia besar yang menghubungkan masa lalu mereka dalam intrik mafia yang berbahaya dan penuh emosi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pintu terbuka dengan cepat, membuat semua orang yang ada di dalamnya kaget melihat anak gadis yang tak kunjung pulang, sudah kembali setelah mereka berunding untuk mencarinya.

Sedangkan gadis itu tersenyum dengan nafas cepat, lalu setelah melihat semua orang amat serius padanya membuat gadis bernama Gaylen itu heran. "Ada apa?"

Tak lama sebuah pukulan mengenainya, dan itu didapatkan dari sang ibunda tercinta. "Anak sialan! Ini sudah jam berapa? Kau baru ingat pulang? Kenapa tidak kembali saja sekalian?"

Ya itulah ibu, dia suka lain dihati lain mulut. Padahal tadi dia yang paling risau tentang anak terlahir ini, wanita berumur 49 tahun itu terus memukul putrinya membuat semua orang menatap marah padanya.

"Aw, aduh Bu. Ampun! Aw, ah iya-iya aku salah," teriak Gaylen yang kesakitan karena ibunya.

"Gaylen, apa kau pikir kau ini sudah besar? Ini sudah jam berapa?" tanya kakak pertamanya, dia laki-laki yang sudah memiliki istri juga dua orang anak.

Mendengar itu sang ibu berhenti dan menatapnya sangat marah. "Benar apa kau tidak lihat jam?"

"Kau ini baru SMA, Gaylen," teriak kakak keduanya, dia juga laki-laki tapi baru menikah belum lama ini, benar Gaylen anak terakhir dari tiga bersaudara, keluarga yang amat lengkap.

"Aku hampir diperkosa, apa kalian puas?" tanya Gaylen yang sudah kesal, kalau saja di tidak ditarik oleh mereka dia pasti sudah pulang, sayang jalan yang cukup jauh dari rumah dan terutama tidak ada kendaraan membuat waktu jadi lama untuk kembali ke rumah.

"Apa?" tanya semua orang yang terkejut, tentu saja sang ibu yang berada di sampingnya memeriksa tubuhnya terdapat tanda mereka di sana juga luka.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya ibunya yang berkaca-kaca, ya walau dia pemarah sebenarnya dia wanita yang sangat baik.

"Beruntung tadi ada seorang kakak yang menolongku, dan preman itu langsung mati dengan satu kedipan mata, ibu dia sungguh luar biasa." Mendengar ucapan Gaylen yang malah senang setelah apa yang terjadi, membuat semuanya terdiam beberapa detik.

"Apa mereka semua mati?" tanya istri kakak keduanya.

"Iya, ketiga orang itu mati sepertinya dia memakai pisau, dia hebat kan kak?" tanya Gaylen, tak lama kakak pertamanya memukul kepalanya sedikit keras, membuat Gaylen terkejut bahkan semua orang.

"Aku rasa ada yang aneh dalam otakmu, masuk ke kamar! Harusnya kau ketakutan melihat itu, bukan malah kagum," ucap pria bernama Joanes itu, bahkan kata-kata yang di ucapkan tadi tidak pantas ketika ada kedua anaknya disana.

Gaylen memukul kepalanya sakit, hantaman kakaknya bahkan lebih parah daripada ayahnya sendiri, bahkan ayahnya hanya dia sambil menyeruput kopinya, tidak pria itu bahkan tak perduli sama sekali, karena baginya anak perempuan tidak berguna, seakan dia lupa kalau isterinya juga perempuan, yang telah melahirkan semua anaknya.

Pada akhirnya gadis itu pergi dari sana sambil mengisap kepalanya, tidak Kakaknya tidak sekeras itu memukulnya hanya saja dia ingin lebih dramatis, kadang pria itu suka seenaknya, lihat saja nanti dia akan dimarahi oleh ibu.

Cuman beberapa langkah Gaylen akhirnya merebahkan dirinya di kasur, tadi adalah hal yang menegangkan. Mengingat dimana dia dinodai membuat Gaylen merasa sedikit kotor, tapi puji Tuhan dia akhirnya selamat.

"Kira-kira, apa aku bisa bertemu lagi dengan kakak itu ya? Dia terlihat tampan sayang aku tidak bisa melihat keseluruhannya."

***

Sedangkan di sisi lain Drake yang baru saja mandi setelah melakukan aktivitas yang melelahkan, dan menegangkan, keluar dari pintu kamar mandi lalu merasa asap rokok milik ayahnya, kapan pria itu tidak menciptakan polusi di seisi kamarnya?

"Ayah, jika kenapa ayah selalu merokok di kamarku, apa dunia ini tidak terlalu luas untuk ayah melakukan hal itu?" tanya Drake yang mulai Bosan, pria ini suka seenaknya ya walau bagaimanapun dia juga yang sudah membesarkan sampai sekarang, jadi jasanya bagi Drake sungguh tak ada batas.

"Apa karena kau merasa sudah membayar tempat ini, kau berhak mengaturku?" tanya Hunter dengan angkuh, ya dia memang seperti itu.

"Terserah ayah saja lah," balas Drake yang malah, dia pun meraba lemari untuk mencari pakaiannya.

Beruntung Hunter sudah memisahkan, menata semua baju itu hingga dia hapal, dimana letak pakaian yang dia inginkan. Walau sudah bicara kasar dan seenaknya tapi Hunter sangat mengerti apa yang dia butuhkan.

"Apa tugasmu sudah selesai?" tanyanya sambil melepaskan batang rokok itu dari mulutnya.

"Kenapa ayah ingin tau?" tanya Drake yang membuat Hunter kesal, tak lama Drake tertawa dia hafal deru nafas cepat itu, bahkan marahnya sang ayah dia sampai hafal. "Sudah ayah, tenang saja."

"Apa si sialan itu tidak memerintahmu lagi?" tanyanya lagi, ya dia senang sekali menghina orang yang sudah membuat mereka besar seperti sekarang.

"Entahlah," balas Drake, dia mulai memakai pakaiannya dalamnya tak perduli kalau Hunter berada di depannya sekarang, lagipula sejak bayi dia bersamanya bukan.

Tak lama Hunter menegang kepalanya kesal. " Sialan!"

"Ada apa, ayah?"

"Kenapa punyamu lebih besar dari pada aku sekarang?" tanya Hunter yang membuat Drake tak paham, Alisnya menyatu karena bingung.

"Maksud ayah?"

"Milikmu, ah lupa dasar anak bodoh. Saat kecil itu amat mungil sekarang kenapa jadi seperti itu, kau seperti menghinaku tau?" tanya Hunter, apa ini karena karena dia sering menginjek anak sejak kecil.

"Ayah! Jangan bicara omong kosong, aku tak paham dengan ucapanmu," ucap Drake yang sudah memakai baju lengkap.

"Itu artinya kau bodoh," ejek Hunter, pria itu memang tak pernah mengajarkan hal yang pribadi pada anak itu, yang ada hanya latihan-latihan untuk menjadi pembunuh, mengikuti Suara juga insting yang lain, dan sialan anak buta itu lebih hebat dari pada dia dulu.

Ting, tong. Bunyi bel pintu membuat kedua orang itu tersebut melihat ke sumber suara. "Seperti Alger datang, sisir rambutmu kau jelek sekali dengan rambut acak-acakan itu."

Tidak dia tidak jelek, namun sangat tampan bahkan dengan rambut basah, bisa-bisa dia iri dengan anak angkatnya sendiri, ia yakin kalau ada sekumpulan wanita maka Drake sudah pasti dikerubungi oleh mereka.

Hunter berjalan keluar di susul Drake yang sudah bersisir, dia tidak melihat seperti apa yang dia sisir, namun itu ajaran Alger padanya karena kata pria itu tatanan rambut buatan Hunter amat jelek.

Pintu terbuka memperlihatkan Alger yang membopong makanan banyak di tangannya. "Maaf disini tidak ada yang meminta sumbangan."

Pintu ingin ditutup namun Alger menahannya sambil tersenyum, dia sudah biasa mendapatkan ini dari Hunter. Jika saja mereka tidak teman sekarib, maka matilah dia.

"Tunggu dulu kawan! Ada urusan dengan anakmu."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CAUGHT IN A BAD CHARACTER
9.1
Pasca kematian tragis, Juwita Chou terbangun sebagai Sallyana Fedelian, putri bangsawan antagonis yang ditakdirkan mati muda. Meski Sallyana asli dikenal bengis dan agresif, Juwita bertekad mengubah nasib demi bertahan hidup. Ia harus menghadapi kewaspadaan lima tokoh utama pria sambil merusak alur cerita orisinal. Namun, seiring berjalannya waktu, Juwita mulai menyadari adanya rahasia takdir kelam yang menghubungkan dirinya dengan sosok Sallyana yang asli.
Sampul Novel Devano Lauder
9.1
Kisah Devano Lauder mengungkap beban masa lalu yang memicu dendam membara dari musuh lama. Selama dua dekade, sang tokoh utama berjuang menyelesaikan konflik yang tak kunjung usai. Di tengah perselisihan dan pembantaian, ia pun terjebak cinta segitiga saat remaja. Memasuki usia dewasa, ia mengambil tanggung jawab penuh dan nyaris tewas demi mengakhiri segalanya. Meski musuh terus mengintai, takdir akan membawa semua pada titik penyelesaian yang semestinya.
Sampul Novel Dinodai Kakak Angkat
8.9
Dalam kondisi tak terkendali, Yugo melakukan tindakan keji terhadap Maheswari, adik angkatnya sendiri. Saat mengetahui Maheswari mengandung darah dagingnya, pria yang sangat mementingkan harga diri itu justru melarikan diri dari tanggung jawab. Kejamnya lagi, Yugo malah menjebak Junior sebagai kambing hitam atas perbuatannya. Kini, Maheswari terjebak dalam dilema besar mengenai masa depannya bersama Junior di tengah situasi penuh kekerasan dan ancaman yang menghimpit.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Sampul Novel Pembalasan Dendamnya, Hidupnya yang Hancur
9.1
Dunia forensik adalah hidupku, namun saat putraku tewas, sistem justru melindungi pembunuhnya. Jaksa Budi Santoso menolak bukti pembunuhan dariku dan menyebutnya bunuh diri. Demi keadilan, aku menculik putrinya, Dinda, lalu menyiksa gadis itu secara live di depan publik. Meski Dr. Gunawan dan Amanda mencoba memanipulasi mentalku dengan surat wasiat palsu, aku menemukan kode rahasia di sana. Putraku minta tolong. Kini, dendamku takkan berhenti meski aparat mengepungku.
Sampul Novel Putri delapan tahun: Feniks terlahir kembali
8.6
Yun Shang terbangun dalam raga dirinya yang berusia delapan tahun dengan ingatan masa depan yang kelam. Pernah menjadi istri yang dikhianati dan ibu yang kehilangan anaknya secara tragis, ia menyimpan dendam mendalam atas kekejaman kakak serta suaminya. Kini, sang putri kerajaan memiliki kesempatan kedua untuk mengubah takdir. Berbekal trauma dan pengetahuan masa lalu, Yun Shang mulai menyusun rencana balas dendam demi membalas setiap penghinaan yang pernah ia derita.