APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Spoiled Husband

Spoiled Husband

Mosa yang berusia 25 tahun harus menghadapi kenyataan pahit setelah menikah dengan Roni. Meski suaminya berumur sepuluh tahun lebih tua, Roni terbukti tidak mandiri dan sangat bergantung pada ibunya. Bagi Mosa, usia bukanlah jaminan kedewasaan karena Roni gagal memperlakukannya dengan layak. Di tengah sikap suami yang kekanak-kanakan, Mosa mulai mempertanyakan masa depan rumah tangga mereka. Akankah ia tetap bertahan atau memilih pergi?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Mas, kenapa sikapmu begitu dingin padaku?" tanya Mosa pada suaminya. Mereka baru saja menikah tetapi entah apa yang membuat Roni begitu dingin kepada Mosa. 

Roni meninggal kan istrinya begitu saja. Hanya menoleh tanpa menjawab sepatah kata pun. 

Netra Mosa berembun. Hendak menangis tetapi dia tak sanggup. Baru saja kemarin mereka melangsungkan pernikahan tetapi sikap dingin Roni begitu nampak jelas. 

Mosa bertanya seakan dia tak dianggap sebagai istri. Jangankan melakukan malam pertama menyentuh nya saja tidak. 

Roni justru mendatangi rumah ibunya yang jaraknya tidak jauh dari rumah mereka. 

Mosa hanya memperhatikan gerak gerik pria yang mempersuntingnya kemarin. Hati istri mana yang sanggup diperlakukan demikian. 

Mosa mengira pernikahan akan menjadi kan hidup nya lebih berwarna memiliki pendamping dan hidup bersama. 

Siang menjelang Roni kembali pulang. Dia melihat Mosa sedang sesenggukan di kamarnya. "Kamu kenapa?" tanya Roni seraya duduk di ranjang samping Mosa. 

"Kamu harusnya menjawab pertanyaan ku Mas. Kenapa kamu bersikap dingin terhadap ku? Bukankah aku istri mu?" suara Mosa dengan mengusap air matanya yang tidak lagi terbendung. 

"Aku menikahimu karena kasihan. Melihat keluarga mu yang berantakan," jawab Roni datar.

Mosa menatap tajam Roni, "Lantas, kamu memperlakukan aku seperti sekarang ini akan memberikan aku kebahagiaan. Kenapa tidak kamu batalkan saja jika kamu tidak mencintai ku?" Mosa merasa merana jawaban Roni begitu mengiris hati nya tetapi dia tidak bisa berbuat banyak. 

"Karena Bapak meminta aku tidak membatalkan, kalau menurut hati aku sudah meninggalkan mu sebelum pernikahan," tambah Roni.

Jawaban Roni semakin menjadikan hati Mosa sakit. Begitu berat menjalani pernikahan hanya karena kasihan. Tetapi itu bukanlah alasan untuk mengakhiri nya begitu saja. 

"Lantas bagaimana pernikahan kita ini? Kamu sudah menjadi suamiku. Dan kamu bertanggung jawab atasku," isak tangis Mosa berkurang dia hanya memastikan bahwa Roni bisa menjadi orang yang dia percaya. 

"Kamu tidak perlu khawatir aku akan menafkahi kamu. Aku memang menjadi suami mu, tetapi kamu perlu ingat aku menikahimu karena kasihan. Jadi jangan berharap lebih!" Roni meninggalkan kamar lalu mengambil makan siangnya. 

Mosa membuntuti Roni, dia masih ingin melayani Roni dengan baik meskipun hatinya sudah terluka oleh suaminya sendiri. 

"Kamu tidak perlu repot-repot menyiapkan keperluan ku. Aku bisa sendiri," ucap Roni.

Mosa menghentikan langkah. Dia kembali ke kamar dia tidak ingin tangisnya terdengar hingga ke rumah mertuanya. 

Jarak rumah Roni dan ibunya sangat dekat. Hanya berjarak sekitar 5 meter saja. Bahkan di dapur bisa saling melihat kegiatan masing-masing.

Mosa masih begitu syok. Dia tidak menyangka pernikahan nya akan menjadi seperti ini. Tetapi tidak ingin berlama-lama di kamar Mosa keluar untuk sekedar membereskan rumah yang sekarang dia tinggali bersama Roni. 

Rumah itu milik Roni yang dibangun beberapa tahun yang lalu. Sehingga Mosa hanya perlu masuk saja. 

Mosa mengerjakan dengan cepat tetapi setelah menyelesaikan nya dia bingung hendak melakukan apa. Melihat Roni yang dari tadi dominan di rumah ibunya menjadikan Mosa merasa benar-benar merasa kesepian. 

Mosa pun akhirnya berinisiatif untuk mendatangi rumah mertuanya tersebut sekaligus melihat apa yang sedang Roni lalukan di sana. 

Melalui pintu belakang Mosa mengucapkan salam "Assalamualaikum,"

"Walaikumsalam, masuk Mosa!" ucap Sarni, ibu mertua Mosa.

"Baik, Bu," tanpa banyak berkata Mosa pun masuk dan duduk di ruang tamu. Disana Roni sedang asyik rebahan. Melihat Mosa datang Roni segera duduk

Mosa memperhatikan ibu mertua nya sedang asyik berbincang dengan Roni dan juga Karno, bapak mertua dari Mosa. 

"Jadi kapan kamu mulai bekerja?" tanya Sarni pada Roni.

"Besoklah Bu, mau ngapain lama-lama di rumah teru juga jenuh," jawab Roni seraya memainkan ponselnya 

Roni bekerja sebagai distributor bawang merah dan putih. Gudang yang dia miliki tidak jauh dari rumah nya. Tetapi beberapa kali dia harus mengecek langsung sehingga dia terkadang tidak pulang karena harus menginap. 

"Ya terserah kamu saja," jawab Sarni datar. "Lalu kamu kapan mulai bekerja?" tanya Sarni pada Mosa.

"Oh, saya 3 hari lagi," jawab Mosa sedikit canggung. Suasana di rumah mertua membuat Mosa sedikit kikuk. Terlebih sikap Roni yang sedingin es. Mosa tidak banyak berkata jika tidak ditanya. 

Hingga sore menjelang akhirnya Sarni menyuruh anak dan menantunya untuk pulang. Mosa pun menurut dia berjalan di belakang Roni. 

Sesampainya di rumah Roni bergegas mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi. Sedangkan Mosa menyiapkan teh hangat untuk diberikan kepada Roni. 

Setelah Roni keluar dari kamar mandi dia memperhatikan teh yang ada di meja makan. "Itu untuk siapa?" tanyanya.

"Untuk kamu, Mas," jawab Mosa dengan antusias dia berharap Roni akan meminum teh buatannya.

"Minum saja, aku tidak ingin. Sudah aku katakan aku bisa mengurus diriku sendiri. Jadi kamu gak perlu berlaku menjadi istri yang baik," jawab Roni ketus. Dia tidak menyadari bahwa ucapan nya membuat air mata Mosa menetes tanpa mengeluarkan suara. 

Mosa tidak sanggup menjawab perkataan suaminya. Dia hanya memandang secangkir teh hangat yang sedang mengepul di atas meja makan. 

Setelah Roni meninggalkan nya begitu saja entah mau kemana dia tidak memperdulikan perasaan Mosa. 

Mosa seakan ingin menjerit, bagaimana bisa pernikahan yang baru saja kemarin mereka langsung kan akan menjadi seperti ini. Begitu sakit dia rasakan. 

Mosa tidak ingin bercerita kepada ibunya. Dia khawatir akan membuat ibunya khawatir dan memikirnya. 

Sementara menunggu suami nya pulang Mosa memebersihkan diri. Lalu mencoba berhias diri untuk menyambut kehadiran Roni. Dia menunggu hingga larut tetapi Roni tak kunjung pulang. 

Tidak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka. 

Ceklek. 

Mosa yang belum tidur menghampiri Roni yang baru saja tiba. "Dari mana saja, Mas?"

"Dari masjid, lagian kenapa kalau aku ke masjid itu kan tidak buruk." 

Mosa tercenung. Dia merasa benar-benar terabaikan. Roni memang rajin ke masjid untuk mengikuti solat berjamaah. Itu yang membuat Mosa yakin jika Roni bisa menjadi imam yang baik saat berumah tangga. 

Mengikuti Roni yang masuk kamar Mosa mencoba memberanikan diri bertanya "Mas, aku kira orang yang rajin beribadah akan bisa memperlakukan istrinya dengan baik. Tetapi kamu… "

Belum selesai Mosa mengatakan Roni memotong nya, "Kamu merasa aku pernah memukul mu?  Aku tahu itu KDRT, lalu kamu bisa menuntut aku," 

Mosa geram mendengar perkataan Roni "Lalu untuk apa kamu waktu itu bertanya ingin melanjutkan hubungan denganmu atau tidak. Bukankah kamu yang bertanya. Lalu aku menjawab iya. Lantas kamu perkenalkan aku dengan mbak mu lalu minggu depannya orang tua mu. Seakan kamu bersikap manis itu hanya topeng, apa-apa kata Ibu, kamu itu seorang laki-laki harusnya bisa lebih bijak dalam melakukan segala sesuatu!" 

Brak.

Roni menggebrak meja di kamar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istri Rahasia Suamiku
8.0
Syifa harus merelakan masa mudanya setelah hamil akibat hubungan terlarang dengan Rudi. Demi menutupi aib, ia mengisolasi diri dari lingkungan sekitar. Meski mendambakan rumah tangga harmonis, kenyataan pahit justru menghantamnya. Rudi menolak mengakui Syifa sebagai istri di depan keluarga dan malah menikahi kekasih lamanya, Anita. Kini, setelah tujuh tahun menderita dalam pernikahan rahasia yang penuh luka, Syifa terjebak dilema antara bertahan atau melepaskan.
Sampul Novel ARE YOU DONE, MY DEAR?
8.4
Dahulu, Kinara egois merebut suaminya dari wanita lain demi kepuasannya sendiri. Kini, ia harus menelan pil pahit karma saat rahasia kelam terungkap. Kehadiran seorang anak yang mengaku sebagai darah daging suaminya dari masa lalu menghancurkan segalanya. Merasa dikhianati dan tidak sanggup menerima kenyataan tersebut, Kinara akhirnya memutuskan untuk bercerai. Ia pun memulai langkah baru demi menuntut keadilan dan melancarkan aksi balas dendam.
Sampul Novel BIDADARI SURGAKU
8.3
Lima tahun menikah, Zaira Khazanah belum juga dikaruniai buah hati meski sangat mendambakannya. Di tengah tekanan sosial, ia beruntung memiliki Zafran yang selalu mencintainya tanpa syarat. Namun, rasa bersalah mendorong Zaira meminta suaminya berpoligami. Zafran awalnya menolak keras, hingga Arumi yang memendam rasa padanya hadir sebagai calon madu. Akankah pernikahan mereka bertahan saat cinta harus terbagi demi kehadiran seorang keturunan?
Sampul Novel Bukan Menantu Idaman Mama
8.6
Seorang anak laki-laki dengan tegas melawan kendali ibunya demi menentukan jalan hidupnya sendiri. Meski Mirna mendesak agar dia menikah demi stabilitas perusahaan, sang putra bersikeras memilih Alya sebagai pendamping hidup. Mirna sangat menentang hubungan ini karena latar belakang Alya yang merupakan yatim piatu miskin. Bagi Mirna, pernikahan adalah alat bisnis, namun putranya menolak menyerah pada tuntutan keluarga demi mengejar cinta sejatinya.
Sampul Novel Dari Pengkhianatan Tebing ke Cinta yang Tak Terpatahkan
8.1
Marco menjanjikan piknik romantis di tebing, namun ia justru mendorong Clara ke jurang demi selingkuhannya, Chika. Meski tubuhnya hancur, Clara bertahan hidup dan mendengar rencana keji Marco untuk memalsukan kematiannya sebagai kecelakaan. Di tengah keputusasaan, api balas dendam mulai membara. Harapan muncul saat Julian Suryo, miliarder sekaligus musuh bebuyutan suaminya, datang menyelamatkannya. Kini, Clara siap menghancurkan pria yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Darling Enemy
8.7
Vanilla Putri Mahameru sangat membenci Altan Wijaya Kesuma, putra dari mantan kekasih ibunya yang sering menghinanya tidak berotak. Altan, seorang konglomerat angkuh, menganggap Vanilla hanya mengandalkan nama besar keluarganya. Konflik memuncak saat Vanilla harus magang di kantor Altan selama empat bulan. Sejak sesi wawancara yang penuh drama dan jawaban nyeleneh, Vanilla harus berjuang menghadapi tekanan kerja di bawah pengawasan ketat pria yang ia juluki Setan Borjuis tersebut.